
Keesokan harinya
10.00
📍 J. Corporation
CEO Room
Revan sudah ada di dalam ruangan William
“bagaimana lu hari ini mau ke divisi tuh perempuan” ucap Revan
“iya jadi, gue udah geram sama tuh perempuan” ucap William dengan kesal
“yaudah yuk” ucap Revan lalu berdiri dan melangkahkan kaki keluar dari ruangan William bersama William
~Depan CEO Room~
“Alice kalau ada yang ingin menemui saya, bilang saya lagi meeting di luar dan akan balik lagi sehabis makan siang” ucap William ke Alice yang masih duduk kursinya
“baik Mister” ucap Alice menundukkan kepalanya dan tersenyum
William dan Revan melangkahkan kakinya menuju ke lift khusus petinggi setelah di dalam lift William memencet lantai 8
Divisi Marketing
Revan dan William sudah ada di divisi marketing dan membuat divisi marketing menjadi heboh dengan 2 pria tampan
“kenapa ya Mr. Johnson sama Mr. Boughton ke divisi marketing?” tanya karyawan pertama
“apa jangan-jangan si sekertaris barunya Mr. Johnson buat masalah sama mereka” sahut karyawan yang lainnya
Revan dan William masuk ke manager marketing
Manager Marketing Room
“eh ada Mr. Johnson dan Mr. Boughton” ucap bu Rina selaku manager marketing langsung berdiri menyambut William dan Revan langsung di bawa sofa untuk bisa berbicara leluasa dan santai
“ada yang bisa saya bantu Mister?” tanya bu Rina
“bu Rina pasti sudah tau tentang gosip sekertaris baru saya yang menggoda saya” ucap William langsung to the point
“hmm iya Mister” ucap bu Rina lalu menganggukan kepalanya
“terus pasti bu Rina tau siapa yang menyebarkan foto ini” ucap William sambil memperlihatkan foto yang ada di dalam handphone Revan
Bu Rina yang melihat foto ini menelankan ludahnya karena gugup
“nah sepertinya bu Rina pasti tau siapa yang menyebarkan, sekarang ibu bisa memanggil karyawan yang bersangkutan” ucap William menyuruh bu Rina untuk memanggil karyawan yang sudah menyebarkan foto dirinya dengan Alice
Bu Rina lalu memanggil karyawan tersebut untuk ke ruangannya
“ada apa ya si Zanna di panggil ke ruangannya bu Rina” ucap karyawan yang sedang memperhatikan Zanna menuju ke ruangan bu Rina
“apa si Zanna bakal menggantikan perempuan jalang itu jadi sekertarisnya boss” sahut karyawan yang lainnya
“beneran? Iya sih lebih cocokkan si Zanna jadi sekertarisnya boss” ucap karyawan yang ada disana
Bu Rina membawa Zanna memasuki ruangannya
“ini dia Mr. Johnson yang menyebarkan foto Mister dengan Alice” ucap bu Rina
“loh kamu kan yang makan siang bareng sama Alice pas dia jadi anak magang di divisi marketing” ucap Revan sok kaget
“i..iya Mister” ucap Zanna atau Rani dengan takut
“sudah kamu duduk dulu Rani” bu Rina menyuruh Rani untuk duduk di seberang sofa yang di duduki Revan dan William
“kenapa kamu melakukan itu Zanna?” tanya William langsung to the point
“saya melakukan itu hanya iri dengan Alice Mister” alasan Rani
“iri? Memangnya yang harus irikan sama Alice?” tanya Revan
“saya iri karena ia bisa menjadi sekertaris Mr. Johnson meskipun ia anak magang di perusahaan ini” ucap Rani dengan menundukkan kepalanya
“maafkan saya Mister” ucap Rani sambil membungkukkan badannya dan menitihkan air mata
“sepertinya yang berhak mendapatkan maaf kamu bukan saya deh” ucap William membuat Rani terdiam karena ia tahu siapa orangnya
“kamu boleh keluar dulu, saya masih ingin berbicara dengan bu Rina” ucap William dengan aura dingin
Rani pun keluar dari ruangan bu Rina lalu ia mengusapkan air matanya sambil tersenyum yang tidak dapat diartikan
“jadi dengan adanya kejadian ini saya harap ibu bisa membuar keputusan yang bijak dan adil dengan semua karyawan di divisi marketing” ucap William
“baik Mister saya tidak akan mengecewakan anda” ucap bu Rina
“saya juga minta maaf atas kelakuan karyawan di sini” lanjut bu Rina sambil membungkukkan badannya
“saya kan sudah bilang buka saya yangberhak untuk mendapatkan maaf apa yang telah terjadi” ucap William
“kalau begitu saya dan Mr. Boughton permisi dulu” ucap William berlalu bersama Revan
~Di Luar Ruangan Manager Marketing~
William menghampiri Rani yang bersama dengan karyawan divisi marketing
“Zanna saya ingatkan lagi sama kamu, kamu jangan berani-berani melakukan hal yang seperti itu lagi terhadap Alice kalau kamu melanggarnya saya tidak akan tinggal diam” bisik William ke Rani
Rani yang mendengar bisikan William hanya berdiri membeku, sebenarnya ia sangat takut dengan Mr. Johnson karena ia mendengar rumor tentang bossnya ini adalah orang yang tidak gampang untuk memaafkan seseorang yang telah mengusik kehidupannya
“b..baik Mister” ucap Rani gugup
William dan Revan meninggalkan divisi marketing lalu melangkahkan kaki menuju ke lift khusus petinggi dan masuk ke dalam lift
“habis ini kita mau kemana?” tanya Revan
“kita ke basecamp aja, gue lagi males balik ke ruangan” ucap William
“lu belum kasih tau ke Alice tentang masalah ini?” tanya Revan
“biarin aja, nanti gue yang bilang sama dia habis balik dari basecamp” jawab William
12.00
~Depan CEO Room~
“hai Alice” sapa Rani
“oh hai Ran tumben ke sini, ada apa?” tanya Alice
“oh aku cuman mau ngajakin kamu makan siang bareng” ajak Rani
“kamu mau makan dimana?” tanya Alice
“di dekat kantor kan ada restoran yang baru buka gimana kita ke sana kali aja ada diskon” ucap Rani
“bagaimana kamu mau kan Lis?” tanya Rani
“baiklah kita makan disana, tapi aku beresin ini dulu sebentar” jawab Alice
“yes rencana aku berjalan dengan sesuai rencana untung saja aku tadi sempat mengikuti Mr. Johnson dan Mr. Boughton dan berbohong ke bu Rina” kata Rani dalam hati
~Flashback ON~
Setelah William dan Revan keluar dari divisi marketing, Rani mengikuti William dan Revan yang melangkahkan kaki ke lift khusus petinggi dan Rani melihat lantai berapa yang akan dituju mereka
“ternyata mereka ke lantai 1” ucap Rani lalu melangkahkan kaki menuju ke lift karyawan
Ternyata setelah sampai di lantai 1 Rani keluar dari lift dan masih mengikuti William dan Revan melangkahkan kaki ke arah tempat parkir
“mereka mau kemana jam segini udah keluar kantor” ucap Rani dalam hati
“sudah lah itu bukan urusan aku semoga nanti siang aku bisa menjalankan rencanaku” lanjut Rani dalam hati sambil tersenyum licik
Rani pun kembali ke divisi marketing
20 menit sebelum Rani ke lantai 25
“maaf Bu Rina nanti setelah makan siang saya minta izin sama ibu karena ibu saya sedang sakit keras di rumah” ucap Rani
“tidak apa-apa Rani, semoga ibu kamu lekas sembuh” ucap Bu Rina
“oh iya Rani tolong kamu panggilkan office boy atau office girl untuk ke ruangan saya” bu Rina meminta tolong
“baik bu saya akan panggilkan dan terima kasih bu” ucap Rani membungkukkan badannya lalu pergi meninggalkan ruangan bu Rina dan menuju ke pantry kantor
Pantry Room
“permisi” sapa Rani saat memasuki ruangan pantry
“iya mba ada yang bisa saya bantu?” tanya Office Boy yang sedang lengang waktunya
“tadi bu Rina manggil Office Boy atau Office Girl untuk keruangannya” ucap Rani
“baik mba” ucap Office Boy tersebut pergi meninggalkan Rani sendirian di pantry
Setelah office boy pergi Rani memasuki pantry tersebut dan melangkahkan kakinya menuju kunci-kunci yang menggantung disana
“akhirnya dapat juga” ucap Rani sambil memegang sebuah kunci setelah itu ia cepat-cepat meninggalkan pantry tersebut
Setelah mendapatkan kunci tersebut Rani pun berlalu dari pantry
~Flashback OFF~
Setelah Alice menyelesaikan pekerjaannya, Alice dan Rani pergi menuju restoran yang ada di dekat J. Corporation
📍 XianBai Lu Restaurant
“wah ramainya” seru Alice
“Lis itu tuh disana ada yang kosong, ayo kita kesana” ajak Rani
Lalu mereka menuju ke 4 bangku yang kosong, lalu mereka mendudukinya
“oh aku pesen ini dan ini aja deh” ucap Alice sambil menunjukkan nama dan gambar yang ada di menunya
“yaudah tunggu sebentar ya aku pesankan dulu” ucap Rani lalu meninggalkan Alice sendirian di bangkunya
Tiba-tiba saja ada 2 orang pria yang ada di samping meja Alice dan Rani, Alice yang menyadari itu langsung menoleh
“ada apa ya mas?” tanya Alice ke 2 orang pria tersebut
“mba apakah kami bisa duduk di sini?” tanya salah satu pria tersebut
“soalnya bangku yang lain sudah pada penuh semua” lanjut pria tersebut
“oh maaf mas sudah ada orangnya” jawab Alice
“oh, baiklah kalau begitu terima kasih” ucap pria tersebut seperti kebingungan
“hei Alice, lama ya? maaf tadi ngantri banget” ucap Rani tiba-tiba nongol di hadapannya
“loh masnya kenapa?” tanya Rani kebingungan dengan melihat 2 pria tersebut
“gini mba, bangku yang lain sudah pada penuh semua sedangkan kami harus cepat-cepat makan siang” ucap pria tersebut
“bagaimana kalau mas dan temannya duduk aja di sini, karena dua bangku ini kosong kok” ucap Rani
“tapi mba tadi kata perempuan itu sudah ada isinya” ucap pria tersebut sambil menunjuk ke arah Alice
“oh engga, isinya saya dan teman saya saja kok” ucap Rani
“beneran tidak apa-apa?” tanya pria tersebut seperti tidak enak hati
“engga apa-apa duduk saja” ucap Rani
2 pria tersebut pun duduk di sebelah Rani dan Alice lalu 2 pria tersebut memesan makanannya
Mereka pun selesai dengan makannya dan kembali ke perusahaan masing-masing
12.45
📍 J. Corporation
Lantai 25
“hmm Ran aku ke toilet sebentar ya, aku kebelet banget ini” ucap Alice lalu melangkahkan kakinya menuju toilet
Rani pun mengikuti langkah Alice dengan pelan-pelan supaya Alice tidak mendengar bunyi sepatunya setelah sesampainya di toilet, Alice masuk ke salah satu bilik dalam toilet sedangkan Rani mengunci Alice dari luar toilet dengan kunci yang ia ambil dari pantry tadi lalu memasang tulisan rusak di pintu toilet
“selamat bersenang-senang di dalam sana Alice, semoga Mr. Johnson tidak akan menemukanmu di dalam sana” ucap Rani lalu melangkahkan kakinya menuju tombol untuk mematikan lampu di dalam toilet
Rani yang mendengar Alice yang menggedor-gedorkan pintu toilet cuek saja dan melangkahkan kaki menuju lift karyawan sebelum menuju ke lantai dasar untuk pergi ke suatu tempat ia mengembalikan kunci tersebut terlebih dahulu dan membersihkan sidik jarinya dari kunci tersebut
Toilet
Alice yang sudah selesai dengan kegiatannya didalam bilik toilet lalu menuju wastafel yang ada didalam toilet tersebut untuk mencuci tangannya setelah selesai ia menuju ke pintu toilet, tetapi
“loh kok pintunya di kunci” ucap Alice lalu tiba-tiba saja lampu di toilet mati
“siapapun yang di luar tolong buka pintunya” Alice mencoba menggedor-gedorkan pintu toilet siapa tau ada orang di luar
“tolong siapapun yang ada di luar tolong saya” ucap Alice sambil menangis karena ia sangat takut dengan kegelapan
~Depan CEO Room~
“loh sekertarisnya ka Will kemana ya, kok engga ada” ucap Lisa yang baru saja keluar dari lift khusus petinggi dan menuju ke ruangan William
“apa aku masuk aja ke ruangannya ka Will, kali aja ada ka Will di dalam” ucap Lisa lalu masuk ke dalam ruangan William
CEO Room
“loh ka Will juga engga ada, apa mereka lagi meeting di luar” kata Lisa dalam hati sambil melangkahkan kakinya menuju meja kerja William
Di depan ruangan William, William baru saja sampai di lantai 25 bersama Revan dan melihat kursi Alice masih kosong tidak ada orangnya
“Will kok Alice engga ada?” tanya Revan
William yang ditanya pun hanya diam dan hanya memandang mejanya Alice
“mungkin Alice masih makan siang di kantin atau di restoran” ucap William dengan positif thingking
William dan Revan melangkahkan kakinya menuju ruangan William dan baru memasuki ia sudah mendengar suara adiknya
“ka Will” ucap Lisa lalu memeluk sang kakak
“tumben kakak sama ka Revan?” tanya Lisa
“oh tadi kakak sama Revan habis makan siang” jawab William
“makan siang, apanya coba orang habis mengeluarkan amarah” kata Revan dalam hati
“aku kira kakak lagi sama sekertaris meeting sekaligus makan siang” ucap Lisa
“engga, Alice mungkin lagi makan siang bareng temannya mungkin sebentar lagi balik” ucap Wlliam
“oh gitu, yaudah deh aku pulang aja deh kasian baby sendirian di rumah” ucap Lisa
“baby sendirian di rumah?” tanya William
“engga lah baby sama mbanya, engga mungkin kan aku ninggalin baby sendirian di rumah” ucap Lisa sambil terkekeh
“oh kakak kira, kamu bakalan ninggalin baby sendirian di rumah” ucap William
“yaudah kamu pulang aja” usir William
“kakak ngusir aku?” tanya Lisa sewot
“bukan ngusir, tapikan kasian kalau baby di tinggal lama-lama sama ibunya” jawab William
“baiklah, yaudah aku pulang dulu ya ka Will” ucap Lisa ke William balasan William hanya mengangguk
“ka Revan aku pulang dulu ya” teriak Lisa ke Revan yang duduk di kursi kebesaran William
“yo, hati-hati Lis” balasan teriak Revan
Lisa lalu keluar dari ruangan William yang diantar oleh William
~Depan CEO Room~
“yaudah kamu bilang sama sopir untuk hati-hati nyetirnya” ucap William
“baik ka” ucap Lisa lalu William mengusap rambut sang adik
Lisa pun meninggalkan ruangan William melangkahkan kaki menuju ke lift khusus petinggi lalu menuju tempat parkir
“kok tumben ya Alice belum balik dari makan siangnya, padahal ini udah jam 1 lewat” kata William dalam hati
“apa aku telfon aja kali ya” lanjut William dalam hati
William menelpon Alice tetapi ternyata handphonenya Alice ada di mejanya, tapi kemana Alice kalau handphonenya ada disini
“apa dia lagi ke toilet ya” ucap William pelan
William menunggu Alice setelah beberapa menit
“tapi kok Alice engga balik-balik dari toilet ya” kata William khawatir
William pun pergi menuju ke toilet perempuan dan sesampainya di depan toilet
“kok ini tulisannya rusak” ucap William sambil mengelus pintu dengan tulisan rusak
William pun kembali ke ruangannya dan menuju ke ruangannya untuk menelpon pantry
📞 WILLIAM “halo ini saya William Johnson”
📞 OG “iya Mr. Johnson ada yang bisa saya bantu?”
📞 WILLIAM “apa toilet perempuan di lantai 25 rusak?”
📞 OG “rusak? Saya tadi habis membersihkan toilet tersebut tidak rusak Mister”
📞 WILLIAM “tidak rusak?”
William berfikir kalau toilet tersebut tidak rusak berarti kemungkinan kalau .......
📞 WILLIAM “apa boleh saya minta kunci toilet perempuan di lantai 25?”
📞 OG “boleh Mister saya segera antarkan ke ruangan anda”
📞 WILLIAM “oh tidak usah saya akan tunggu di depan toilet perempuan lantai 25”
📞 OG “baik Mister”
William pun keluar sebelum melangkahkan kakinya
“Will lu kenapa sih daritadi cemas banget?” tanya Revan melihat kelakuan William sedaritadi
“Alice belum balik ke mejanya” jawab William
“terus?” tanya Revan
“tadi gue nelfon ke handphonenya ternyata handphonenya ada di mejanya” jawab William
“ya kali aja dia lagi ke toilet” ucap Revan
“tapi tadi gue ke toilet perempuan, toiletnya ada tulisan rusak”
“ya kali aja dia pakai toilet perempuan yang ada di lantai lain”
“tapi tadi gue tanya ke office girl kalau toiletnya baik-baik aja”
“gue takut dia bakalan ada di dalam toilet itu” lanjut William cemas
~Bersambung~
Jangan Lupa Like and Comment