
Alice sudah bekerja menjadi sekertarisnya William selama 1 bulan masih tersisa 4 bulan lagi ia selesai magangnya dan pekerjaannya selalu banyak berdua bersama William
09.00
Alice sudah duduk di kursinya lalu menyalakan komputernya untuk melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai kemarin
William pun juga sudah sampai
“pagi Alice” sapa William sesampai di samping meja Alice
“pagi Mister” balas Alice sambil berdiri di belakang mejanya
“apa saja jadwal saya hari ini?” tanya William sambil berjalan masuk ke dalam ruangannya dan di susul oleh Alice
“hari ini Mister ada meeting dengan PCY Company pada saat makan siang membicarakan proyek yang akan di kerjakan selanjutnya” jawab Alice
“lalu apa lagi?” tanya William sambil duduk di sofa
“Mister ada makan malam dengan Smith Enterprise untuk membicarakan ....” belum selesai berbicara Alice kesandung dan jatuh ke badan William dan mereka hampir saja berciuman
Alice dan William saling memandang satu sama lain mereka belum bergerak sama sekali
*cekrek* tiba-tiba saja ada yang mengambil foto mereka dengan keadaan seperti itu tetapi mereka tidak menyadarinya
Alice sudah menyadari dengan keadaan mereka yang salah lalu ia bangun dari badannya William
“maafkan saya Mister, saya tidak sengaja” ucap Alice sambil membungkukkan badannya ke arah William
“tidak apa-apa El, tapi kamu lain kali hati-hati” ucap William sambil membenarkan duduknya
“baik Mister” ucap Alice
“kalau begitu saya keluar dulu Mister” lanjut Alice
“hmm” William mengangguk dam Alice pergi keluar dari ruangan William
Disisi lain
Orang yang mengambil foto William dan Alice pun mengirimkan foto itu ke teman-temannya yang berada di J. Corporation
11.30
CEO Room
“El, kamu ikut sama saya untuk ketemu dengan perwakilan dari PCY Company” ajak William
“baik Mister” jawab Alice
Alice dan William pun melangkahkan kaki keluar dari ruangan William menuju lift khusus petinggi
“hmm Mister bagaimana kalau kita naik lift karyawan saja” ajak Alice
“kenapa memangnya?” tanya William
“hmm Mister kan sebagai boss yang ramah seharusnya bisa berbaur dengan karyawan yang lain dan menyapa karyawan” jawab Alice
“maskud kamu saya boss yang engga baik?” tanya William dengan heran
“bukan begitu Mister, tapikan Mister engga pernah tersenyum ke karyawan maupun engga pernah naik lift karyawan” jawab Alice dengan tersenyum
“oh..oh baiklah kita hari ini naik lift karyawan” ucap William dengan pasrahnya, karena benar apa yang dikatakan Alice kalau dia selama menjadi CEO perusahaan belum pernah bersikap ramah dengan karyawannya
Sampai di depan lift karyawan William memencet tombol ke bawah setelah lift karyawan sampai di lantai 25 lalu terbuka dan didalamnya masih kosong lalu mereka memasuki lift karyawan dan William memencet tombol lantai dasar
Lift karyawannya pun penuh setelah dari lantai 25 menuju lantai dasar dan tidak terdengar berisik di dalam lift tersebut karena menurut karyawan kalau ada bossnya mereka harus bersikap baik
Setelah sampai di lantai dasar orang-orang yang berada di dalam lift langsung berhaburan pada keluar lalu pada yang menuju ke kantin dan restoran di luar kantor untuk makan siang, William dan Alice langsung menuju ke tempat parkir tetapi karyawan yang lain pada melihatnya seperti ia adalah tersangka dalam suatu kejahatan
“eh liat tuh perempuan yang menggoda Mr. Johnson untuk bisa jadi sekertaris Mr. Johnson memang benar” bisik karyawan ke teman-temannya
“dasar perempuan engga tau diri, udah dapetin jabatan dengan cara menggoda dia menggoda Mr. Johnson buat jadi pacarnya” ucap seorang karyawan yang di dengar Alice
Alice yang mendengar omongan-omongan tentang dirinya hanya menundukkan kepalanya sampai di depan mobilnya William
“El kamu kenapa?” ucap William ketika sudah di depan mmobilnya dan menatap Alice dengan heran
“eh saya tidak apa-apa Mister” ucap Alice sambil menggelengkan kepalanya
“yaudah kalau begitu, kamu duduknya di sebelah kanan bukan sebelah kiri emangnya kamu mau duduk saya pangku?” tanya William dnegan bercanda
“o..oh tidak Mister, maafkan saya” ucap Alice sambil menundukkan kepalanya beberapa kali lalu melangkah kakinya ke arah tempat penumpang
William pun menyalakan mobilnya dan melaju meninggalkan J. Corporation dan menuju restoran untuk mengadakan meeting dengan PCY Company
“Alice maafkan saya, seharusnya kejadian seperti tadi tidak seharusnya terjadi sama kamu” ucap William dalam hati sebenarnya William mendengar apa saja yang di bicarakan para karyawannya seharian ini
12.15
📍 Shanghai Trevan Restaurant
Alice dan William memasuki restaurant tersebut
“permisi tuan untuk berapa orang ya?” tanya pelayan restaurant tersebut
“atas nama Mr. Park” ucap William ke pelayan yang tadi
“mari tuan dan nona saya antar” ucap pelayan tersebut sambil melangkahkan kaki menuju meja atas pesanan Mr. Park lalu di ikuti oleh William dan Alice di belakangnya
“silahkan tuan nona” pelayan tersebut mempersilahkan William dan Alice duduk
“terima kasih” ucap Alice lalu dibalas anggukan kepala sang pelayan
“apakah tuan dan nona ingin memesan terlebih dahulu?” tanya pelayan tersebut
“oh tidak usah nanti saja kami pesannya” jawab William
“baiklah kalau begitu, kalau begitu saya permisi dulu” pamit pelayan tersebut lalu meninggalkan meja Alice dan William
Sekitar 10 menit Alice dan William menunggu perwakilan PCY Company
“maaf Mr. Johnson saya terlambat makin lama jalanan di shanghai makin macet” ucap Mr. Park sambil tertawa kecil
“it’s okay Mr. Park, saya mengerti” ucap William sambil tersenyum
“Mr. Johnson dan .....?” tanya Mr. Park ke William
“Alice Keneisha dia sekertaris baru saya untuk menggantikan sementara Mrs. Smith” jelas William sambil memperkenalkan Alice
“oh begitu, Mr. Johnson dan Miss Keneisha ingin pesan minum?” tawar Mr. Park
“oh boleh, saya caffee latte saja..kamu mau minum apa El?” ucap William sambil menawarkan ke Alice
“saya jus jeruk saja Mr. Park” ucap Alice
“baik, Caffee latte dan Orange Juice” ucap pengulangan Mr. Park supaya tidak salah
Mr. Park pun memanggil pelayan yang jaraknya lumayan jauh dari meja mereka
“ingin pesan apa ya tuan?” tanya pelayan tersebut
“Caffee Latte 1, Orange Juice 1, Ocean Mocktail 1 dan Black Coffee 1” ucap Mr. Park menyebutkan pesanannya
“baiklah tuan-tuan dan nona-nona di tunggu pesanannya” ucap pelayan tersebut lalu meninggalkan meja
“baiklah Mr. Johnson kita mulai saja meeting untuk hari ini” ucap Mr. Park setelah pelayan tersebut pergi
Selama 30 menit mereka meeting membicarakan projek antara J. Corporation dan PCY Company akhirnya selesai juga dengan menyatakan kesapakatan mereka
“baiklah karena rapat ini selesai, kalau begitu saya dan sekertaris saya permisi dulu Mr. Johnson” ucap Mr. Park sambil berdiri dan mengulurkan tangannya
“baiklah Mr. Park saya senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda” ucap William menyabut uluran tangan Mr. Park lalu mereka berjabatan tangan
“kalau begitu saya dan permisi dulu karena masih ada meeting dengan yang lain” ucap Mr. Park
“baiklah kalau begitu hati-hati dijalan” ucap William
Mr. Park dan sekertarisnya meninggalkan William dan Alice yang masih melihat ke arah kepergian Mr. Park dan sekertarisnya
William memutuskan makan siang di restoran tersebut lalu memanggil pelayan yang tidak jauh dari meja mereka
“mba saya ingin pesan makanan dan minuman” ucap William setelah pelayan tersebut sudah di depan meja mereka
“iya tuan ingin pesan apa?” ucap pelayan tersebut sambil memegang pad untuk mencatat pesanan mereka
“hmm El kamu mau makan apa?” ucap William ke Alice
William masih memilah-milah makanan dan minuman mana yang akan pilih untuk makan siang hari ini sedangkan Alice yang ditanya William hanya bengong karena memikirkan apa yang sebenarnya terjadi di J. Corporation sebelum mereka berangkat meeting
“hmm El” panggil William sambil mengibaskan tangannya ke depan wajah Alice
“oh iya Mister, ada apa?” tanya Alice setelah tersadar dari lamunannya
“kamu kenapa? Saya tadi tanya kamu makan apa?” tanya William sekali lagi
“hmm saya makanan ini saja dan minumannya ini” ucap Alice sambil memilih makanan dan minuman dari menu dengan asal ke pelayan
“oke saya ini dan ini” ucap William ke pelayan tersebut setelah ia bingung memilih makanan dan minuman dari menu
Setelah pelayan tersebut pergi, Alice kembali melamun dan William yang melihatnya dengan heran
“El kamu kenapa dari tadi perasaan kamu ngelamun mulu, ada apa?” tanya William yang membuat Alice tersadar dari lamunannya
“oh saya tidak apa-apa Mister” Alice mengelak
“beneran kamu tidak apa-apa?” tanya William sekali lagi
“iya Mister saya beneran tidak apa-apa” ucap Alice yakin
“yaudah kalau kamu ada apa-apa, kamu bisa cerita sama saya” kata William
Setelah pulang makan siang di restaurant mereka balik ke J. Corporation
14.05
📍 J. Corporation
Setelah mereka sampai di J. Corporation para karyawan tidak berhentinya bergosip tentang Mr. Johnson yang merupakan CEO perusahaan yang tiba-tiba memilih Alice sebagai sekertaris sementara dengan cara Alice menggoda CEO perusahaan
William kembali ke ruangannya sedangkan Alice kembali ke mejanya ia langsung duduk di kursinya sambil menyenderkan badannya ke kursinya sambil memijat kepalanya yang sdikit pusing akibat pembicaraan para karyawan
CEO Room
“huh kenapa sih kayanya karyawan setiap gue lewat sama Alice selalu diliatin... sebenarnya ada berita apa ya” kata William dalam hati sambil terheran
*Brak* Revan membuka pintu ruangan William dengan keras
“woi Van kalau buka pintu tuh pelan-pelan ntar pintunya rusak, lu mau gantiin apa” omel William
“pintu rusak mah nanti bisa gue ganti dengan yang bagus tapi ini ada yang lebih darurat” ucap Revan sambil berdiri di samping meja William
“nih lu liat sendiri” Revan kasih handphone nya ke William
William membaca yang ada di handphonenya Revan
**GRUP CHAT
*anggota grup chat ini adalah semua karyawan yang ada di J. Corporation kecuali CEO (William)\, Sekertaris CEO (Diandra) dan anak magang (Alice)*
@zannakirania mengirim foto William dan Alice saat di ruangan William
@arianggraini wah siapa perempuan itu?
@leniistika wah berani banget tuh perempuan godain Mr. Johnson
@zannakirania asal kalian tau aja nih perempuan godain Mr. Johnson supaya bisa menjadi sekeretaris sementaranya boss
@mirnapratiwi beneran dia godain Mr. Johnson supaya bisa jadi sekertaris sementara? Wah benar-benar jalang tuh perempuan
@sweethella iya lebih baik si Zanna jadi sekertarisnya boss dia kan lulusan terbaik dengan jurusan sekertaris sedangkan perempuan jalang itu belum lulus jurusannya hanya Business Management
Masih banyak lagi chat-chat dari para karyawan dengan kata-kata yang tidak baik**
~kembali ke William dan Revan~
“Zanna Kirania dia bagian divisi darimana?” tanya William ke Revan
“gue kurang tau deh, coba lu liat foto profilnya” ucap Revan ke William memberikan solusi
William pun melihat foto profilnya si “Zanna Kirania” dan William memberikan ekspresi kaget
“kenapa Will lu kenal sama tuh perempuan?” tanya Revan
“coba deh lu liat deh foto profilnya nih perempuan” ucap William sambil memperlihatkan foto profilnya “Zanna Kirania” dan Revan pun melihat foto profil tersebut
“loh ini kan” ucap Revan menatap mata William seperti berbicara melalui mata mereka
“iya, besok kita ke divisinya perempuan ini” ucap William
“besok gue temenin lu” ucap Revan
17.00
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu
“masuk” ucap William dari dalam ruangannya
“permisi Mister” ucap Alice sambil memasuki ruangan William
“ada apa Alice?” tanya William yang sudah ada Alice di depan mejanya
“begini Mister nanti malam kan ada pertemuan dengan Smith Enterprise, apa Mister butuh bantuan saya?” tanya Alice
“iya nanti kamu temani saya untuk meeting bersama Smith Enterprise” jawab William
“baiklah Mister”
“kalau begitu saya permisi dulu” pamit Alice lalu keluar dari ruangan tersebut
~Depan CEO Room~
“huft pegalnya aku engga tau harus melakukan apa lagi, pekerjaanku sudah selesai” ucap Alice dengan kesendirian di mejanya
Sambil menunggu jam meetingnya boss dengan perusahaan Smith Enterprise, Alice ketiduran di mejanya saking lelahnya ia bekerja seharian ini
*ceklek* bunyi buka pintu CEO Room yang ternyata William keluar dari ruangannya dan melihat Alice tertidur telingkup di mejanya
“ya ampun kasihan sekali kamu Alice sampe ketiduran seperti ini” ucap William lalu William mengangkat Alice untuk memindahkan Alice kedalam kamar tidur yang berada di dalam ruangannya
William’s Bedroom Secret
William pun menurunkan perlahan-lahan tubuh Alice ke tempat tidur dan Alice terlihat nyenyak dalam tidurnya
“huft Alice kamu orang yang polos dan baik, kenapa ya masih ada aja yang jahatin kamu seperti ini” ucap William sambil membelai rambut Alice
“aku sebenarnya sudah janji sama Manager Marketing untuk menjaga kamu, tapi sepertinya aku harus mengecewakan beliau” ucap William yang masih membelai rambut Alice
“aku keluar sebentar ya, mimpi indah ya El” ucap William lalu mengecup jidat Alice lalu melangkahkan kakinya menuju ruangannya
18.30
Sudah 1 Jam 30 Menit Alice tertidur
“hoam” Alice baru bangun dari tidurnya
Alice yang melihat sekelilingnya berasa aneh dan asing
“perasaan tadi aku ketiduran di meja kerja dan perasaan ini bukan kamar aku deh” ucap Alice heran
*ceklek* bunyi buka pintu dari ruangan tersebut dan membuat Alice melihat ke arah tersebut
“oh kamu sudah bangun ternyata” ucap William menghampiri Alice
“ini saya dimana ya Mister?” tanya Alice
“oh ini kamar yang ada di ruangan saya” jawab William
“oh pantesan aku ngerasa asing pas ngeliatnya” kata Alice dalam hati sambil menganggukan kepalanya beberapa kali
“yaudah yuk El kita berangkat meeting” ajak William
“ini jam berapa ya Mister?” tanya Alice
“oh ini sudah jam setengah 7 malam” jawab William
“what setengah 7? Lama juga ya aku tidurnya” ucap Alice lalu berdiri tapi kepalanya terasa pusing akibat baru bangun tidur
“tuh kan kepala kamu pasti pusing, mangkanya kalau habis bangun tidur jangan langsung bangun atau berdiri” ucap William sambil mengambil gelas yang berada di atas nakas di samping tempat tidur
“nih kamu minum dulu” ucap William sambil kasih gelas berisi air putih ke Alice
“terima kasih Mister” ucap Alice lalu mengambil gelas tersebut lalu menghabiskan air tersebut karena ia sangat haus William yang melihat itu hanya geleng-geleng
19.05
📍 Scena Restaurant
William dan Alice sudah duduk di kursi yang ada di dalam restoran tersebut dan mereka sudah memesankan minuman untuk mereka dan klient mereka
“selamat malam Mr. Johnson” sapa seorang pria yang baru datang bersama seorang pria juga mengulurkan tangannya ke William lalu ke Alice
“selamat malam Mr. Smith” sapa William ke pria tersebut yang ternyata Mr. Smith dan asistennya
“maaf saya datangnya terlambat” kata Mr. Smith sambil meminta maaf
“oh tidak apa-apa Mr. Smith” ucap William mengerti
“silahkan tuan-tuan dan nona, ini minumannya” ucap pelayan yang baru saja datang mengantarkan pesanan William
“thank you” ucap William lalu mengoperkan minumannya ke Mr. Smith dan asistennya
“ada lagi tuan?” tanya pelayan tersebut
“oh tidak ada mba” jawab Alice
“baiklah kalau begitu saya permisi dulu” pamit pelayan tersebut berlalu
“lebih baik kita mulai saja meeting untuk malam ini” ucap William
Lalu mereka mulai meetingnya dan baru selesai 45 menit kemudian lalu klient mereka sudah pulang sedangkan William dan Alice pulang sekitar 30 menit kemudian karena mereka belum makan malam
Setelah makan mereka pulang, William mengantarkan Alice pulang terlebih sebelum ia pulang ke rumahnya
~Depan Rumah Alice~
“terima kasih Mister sudah mengantarkan saya pulang” ucap Alice sesudah mereka sampai di depan rumah Alice
“iya sama-sama” ucap William
“kalau begitu saya masuk dulu Mister” pamit Alice
“baik” ucap William lalu menancapkan gas mobilnya menuju arah ke rumahnya
~Bersambung~
jangan lupa Like and Comment