Boss And Me

Boss And Me
Chapter 18



11.00


📍 Pudong International Airport


William sudah sampai di bandara di antara oleh sang adik iparnya alias Hendy, mereka sedang mengeluarkan barang-barang milik William


“Will lu udah hubungi Alice kalau lu berangkatnya jam 1 siang ini?” tanya Hendy


“udah kok tadi sebelum ke airport udah gue chat dia juga” jawab William


“oh gitu” ucap Hendy lalu duduk di kap mobil depan


Alice sudah sampai di bandara di antar oleh Rosalie dan Laura memakai mobil Laura, setelah menurunkan barang-barangnya dari mobil Laura ia menghampiri William yang sedang berbincang dengan Hendy


“Mr. Johnson, Mr. Connor selamat siang” sapa Alice yang sudah ada di samping William


“siang” sapa balik William


“eh Alice sudah datang, diantara sama siapa?” tanya Hendy


“oh itu aku diantara sama kakak dan sahabatku” jawab Alice


“kakak sama sahabat kamu dimana?” tanya Hendy penasaran


“itu mereka lagi jalan kemari” jawab Alice yang melihat Rosalie dan Laura berjalan menghampiri mereka bertiga


Laura dan Rosalie sudah berada di samping Alice


“selamat siang Mr. Johnson dan ....” sapa Laura yang tidak mengetahui siapa yang berada di depan William


“oh saya Hendy Connor sahabat sekaligus adik iparnya William” ucap Hendy memperkenalkan diri


“oh Mr. Connor selamat siang” ucap Laura


Hendy yang melihat ke arah Rosalie agak kaget melihatnya


“Ayla” panggil Hendy


Mereka semua kecuali William menengok ke arah Hendy yang memanggil nama orang yang tidak ada disana


“maaf Mr. Connor panggil siapa?” tanya Alice


“itu di samping kamu siapa?” tanya balik Hendy


“oh dia kakak aku nama ka Rosalie” ucap Alice memperkenalkan sang kakak ke Hendy


“Rosalie?” heran Hendy


“iya nama lengkapnya Rosalie Ayla Keneisha” ucap Alice


“iya benar dia Ayla, tapi kok dia engga ngenalin gue ataupun William ya” ucap Hendy dalam hati


“pst Will” panggil Hendy pelan


“apa?” tanya William menengok ke arah Hendy dan Hendy menyuruh untuk William mendekat ke arahnya supaya obrolan tidak di dengar oleh Alice, Rosalie dan Laura


“lo kok engga kasih tau gue kalau Ayla ternyata kakaknya Alice” bisik Hendy


“emang penting buat lu kalau Ayla kakaknya Alice?” tanya William


“yah pentinglah” jawab Hendy


“kalau Lisa tau Alice adalah adiknya Ayla gue takut Lisa akan berbuat yang sama ke Alice” ucap Hendy


“udah jangan di ungkit yang lalu, yang terpenting sekarang engga ada yang tau apa yang di lakukan Lisa ke Ayla di masa lalu” ucap William


“hmm Mr. Johnson maaf” ucap Alice tiba-tiba kaget


“iya Alice, ada apa?” tanya William


“apa kita engga sebaiknya check-in terlebih dahulu” jawab Alice


“yaudah kita ke counter check-in dulu” ucap William


“mau gue bawain barang-barang lu?” tanya Hendy


“engga usah lu nganternya sampai sini aja soalnya gue sama Alice mau langsung masuk” ucap William


“oh yaudah” ucap Hendy


“yuk Alice kita langsung masuk saja” ajak William ke Alice yang terlihat sedang pamit dengan Rosalie dan Laura


Alice dan William melangkahkan kaki menuju pintu masuk bandara lalu mereka menuju ke counter check-in setelah itu identitas mereka diperiksa


✈ Shanghai, China – Bali, Indonesia (9 jam 45 menit) transit in Xiamen


00.00


📍 Mulia Resort, Nusa Dua, Bali


William dan Alice sudah sampai di penginapan yang akan mereka tempati


“Sir ada yang bisa saya bantu” ucap resepsionis hotel tersebut


“booking-an atas nama William Johnson” ucap William


“baik Sir, akan saya periksa terlebih dahulu” ucap resepsionis tersebut lalu memeriksa booking-an William di komputerya


“hey kamu sini” ucap resepsionis tersebut memanggil belboy


“tolong kamu antar tuan dan nyonya ini ke kamar mereka dan ini kuncinya” ucap resepsionis lalu mengasihkan kuncinya ke belboy tersebut


“kok 2? Mereka bukan suami istri?” tanya belboy tersebut


“kayanya bukan deh, kalau iya mana mungkin mereka pesan 2 kamar” jawab resepsionis


“udah sana lu anterin mereka aja” suruh resepsionis


“baik Mr. Mrs. silahkan lewat sini” ucap belboy tersebut mengarahkan William dan Alice, mereka pun melangkahkan kaki mereka menuju ke kamar mereka yang berada di lantai atas


Mereka telah sampai di lantai 10 dimana lantai letak kamar mereka berada


“ini kamar 136 Mr.” ucap belboy sambil memperlihatkan suasana kamar tersebut


“kita ke kamar satunya lagi” ucap William, lalu mereka melangkahkan kaki menuju ke kamar selanjutnya


“ini kamar 140 Mr.” ucap belboy tersebut yang juga memperlihatkan suasana kamar tersebut


“kamu mau di kamar mana El?” tanya William ke Alice yang berada di sampingnya


“saya di sini saja Mister” ucap Alice


“yaudah saya ke kamar yang tadi ya” ucap William


“iya Mister” ucap Alice, William melangkahkan kaki menuju ke kamar sebelumnya bersama belboy tersebut


140 Room



“aduh lelahnya panjang juga penerbangannya” ucap Alice lalu duduk di sofa untuk meregangkan badannya yang sangat lelah


“mau mandi rasanya, tapi nih mata udah engga tahan liatin kasur bawaannya pengen di rebahkan badan ini” ucap Alice


“udah lah mandinya besok pagi saja, sekarang saatnya rutinitas malam hari aja deh” ucap Alice lalu melangkahkan kaki menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut



“ya tuhan kamar mandinya bagus banget ada bathupnya lagi” ucap Alice


Alice pun menjalankan rutinitas pada malam hari yaitu, gosok gigi, cuci muka dan ganti baju dengan piyama miliknya


“sampai jumpa besok bathup besok aku akan memakai kamu sangat lama” ucap Alice sambil mengusapkan bathupnya (author : kamu gila El 😅?) lalu Alice keluar dari kamar mandi


Alice pun mulai merebahkan badannya di kasur tersebut dan mulai terlelap dengan badannya yang sudah bersih


136 Room



William sudah mandi karena ia sangat lelah dan gerah banget mangknya ia memutuskan untuk mandi


“Alice udah tidur belum ya” kata William dalam hati


“coba aja deh gue chat dia” lanjut William dalam hati


ALICE KENEISHA (@aliceknsha)


@willjohnson “Alice” 00.30


(5 menit kemudian tidak ada balasan dari Alice)


@willjohnson “kamu udah tidur ya?” 00.35


@willjohnson “ya sudah deh karena kamu sudah tidur” 00.35


@willjohnson “good night El” 00.35


\~\~\~\~\~


06.00


140 Room


“huh nyenyak banget tidur aku” ucap Alice sambil meregangkan badannya


“jam berapa ya sekarang” gumam Alice lalu mengambil handphone yang berada di atas meja samping tempat tidur


Alice yang melihat handphonenya ada chat dari William, Rosalie dan Laura... Alice lebih memilih membalas chat dari Rosalie terlebih dahulu baru ia akan membalas chat yang lain


ROSALIE KENEISHA (@rosaliek)


@rosaliek “El kamu udah sampai di bali?” 00.02


@rosaliek “kalau sudah sampai di penginapan tolong chat kakak atau telfon kakak” 00.03


@rosaliek “kamu udah tidur ya?” 00.35


@rosaliek “El kakak udah ngantuk banget ini nanti pagi jangan lupa telfon atau chat kakak, oke?” 00.40


@rosaliek “good night El” 00.40


@aliceknsha “pagi ka Rosalie” 06.05


@aliceknsha “maaf ya ka semalam Alice lelah banget jadi engga bisa balas chat kakak deh” 06.05


*Kring...kring...kring* suara telefon masuk dari handphonenya Alice yang ternyata dari Rosalie yang sudah membaca chat sang adik langsung menelfonnya


[PERCAKAPAN ANTARA ROSALIE – ALICE DI TELEPON]


📞 ROSALIE “akhirnya kamu balas chat kakak El, kakak kira kamu kenapa-napa”


📞 ALICE “engga kok ka, aku baik-baik aja... semalam aku ketiduran karena capek banget”


📞 ROSALIE “memangnya semalam kamu sampai jam berapa?”


📞 ALICE “aku engga tau sampai di bandara jam berapa, tapi semalam aku sampai di penginapan sekitaran jam 12 malam”


📞 ROSALIE “ya ampun kasihan sekali adik aku satu ini”


📞 ALICE “hmm iya ka, tapi sekarang aku udah engga capek lagi deh habis tidur semalam”


📞 ROSALIE “tapi kamu sudah sarapan belum?”


📞 ALICE “belum ka”


📞 ALICE “di sini sarapannya di mulai jam 7 pagi ka, dan aku juga belum mandi”


📞 ROSALIE “kamu belum mandi? Pantesan baunya sampai sini 😂”


📞 ALICE “ih kakak mah lebay banget ☹”


📞 ROSALIE “yaudah kamu mandi dulu sana”


📞 ALICE “yaudah aku mandi dulu ya ka”


📞 ROSALIE “iya, bye El nanti kakak telfon kamu lagi”


📞 ALICE “iya ka, bye”


Rosalie pun menutup sambungan telefon tersebut, setelah itu Alice melangkahkan kaki menuju kamar mandi karena ia ingin mandi berendam


~Di Tempat Lain~


Fitness Center



William sedang nge-gym di tempat gym yang tersedia di hotel tersebut yang lumayan ramai karena banyak konsumen yang menginap disana berolah raga bersama kekasih, teman maupun keluarga


“rame juga ya, cuman gue yang gym sendirian” kata William dalam hati sambil melihat suasana di dalam ruangan gym tersebut


“Alice sudah bangun belum ya” lanjut kata William dalam hati lalu ia melihat handphonenya dan membuka chat-an ia dengan Alice


“belum di baca sama Alice, apa jangan-jangan dia belum bangun lagi” kata William pelan


“apa gue samperin dia ke kamarnya aja ya” kata William pelan


“tapi kalau gue ke sana nanti ganggu tidurnya dia lagi” kata William pelan (author be like : labil amat si mas)


“yaudah gue samperin dia aja deh” William pun melangkahkan kaki menuju ke kamar Alice


\~\~\~\~\~


06.40


140 Room


Alice baru saja selesai mandi berendam, ia masih memakai baju mandi milik hotel tersebut yang menyediakan untuk para tamu


“huh segernya habis mandi dari kemarin pagi engga mandi, harum juga nih sabunnya harum bunga gue suka, coba aja sabunnya boleh di bawa pulang” ucap Alice sambil mencium-ciumkan badannya sehabis mandi harum bunga


*Ting...Tong...Ting...Tong*


“siapa sih ganggu aja deh” ucap Alice lalu ia melangkahkan kaki menuju pintu dan membukanya yang ternyata yang memencet bel tersebut adalah William


William yang melihat Alice yang masih memakai baju mandinya hanya menelankan ludahnya sendiri


“ya tuhan salah hamba apa bisa memberikan cobaan ini” kata William dalam hati


“ada apa Will?” tanya Alice yang masih belum sadar dengan ia masih memakai baju mandinya


“Will hei” ucap Alice sambil menyadarkan William yang bengong


“eh iya El” William sudah sadar dengan bengongnya


“ada apa kamu kemari?” tanya Alice sekali lagi


“oh engga aku cuman mau memastikan kamu sudah bangun atau belum” jawab William


“oh gitu aku udah bangun kok dan aku juga udah mandi” ucap Alice


“iya tau kok, oh ya nanti jam 7 kita sarapan bareng ya” ucap William


“iya Will”


“huh yaudah aku ke kamar dulu habis nge-gym gerah mau mandi dulu”


“iya” jawab Alice


William pun melangkahkan kaki menuju ke kamar hotelnya


Alice pun masuk ke kamarnya kembali dan melihat ke meja rias yang ada kaca di sana


“jangan-jangan William tadi bengong liat aku masih pakai baju mandi ini” ucap Alice sambil melihat pantulan dirinya di kaca tersebut


“ya tuhan, Alice kok lu bodoh banget sih” Alice memukul kepalanya pelan


\~\~\~\~\~


07.15


The Cafe, Mulia



William dan Alice sudah ada di restaurant dan juga sudah menempati tempat duduk yang berisikan 4 tempat duduk


“kamu mau ambil duluan?” tanya William


“tidak usah, William saja duluan soalnya saya mau balas chat teman saya dulu” jawab Alice


“yasudah kalau begitu” William lalu melangkahkan kaki menuju dimana makanan tersedia secara prasmanan alias ambil makan sendiri (self service)


LAURA ANALISE (@lauranalise)


@lauranalise “Alice in The Wonderland” 23.20


@lauranalise “lu pasti sudah sampai di bali ya?” 23.20


@lauranalise “bagaimana rasanya satu pesawat dengan Mr. Johnson? Apa Mr. Johnson kalau tidur ngorok?” 23.23


@lauranalise “El aku sudah mulai mengantuk, good night Alice in The Wonderland” 23.30


@lauranalise “Morning Alice in The Wonderland” 07.00


@aliceknsha “Morning too Lau” 07.15


@lauranalise “tumben udah bangun? Pasti di bangunin sama Mr. Johnson ya? 😏” 07.16


@aliceknsha “di bangunin William? Aku bangun sendiri tau 😒” 07.17


@lauranalise “cie sekarang udah manggil namanya udah engga manggil Mister 😏” 07.18


“El sana kamu ambil makanannya nanti keburu antri” William sudah mengambil makanannya dan duduk di seberang Alice



William's Breakfast


“iya Will” Alice lalu melangkahkan kaki menuju tempat makanan tersebut


Alice sudah mengambil makanannya dan duduk di kursinya



“bagaimana El rasanya?” tanya William yang melihat Alice sudah mengunyah makanannya


“enak banget Will” jawab Alice yang sudah menelan makanannya


Mereka makan dengan tenang, tiba-tiba saja ada sepasang lansia yang menghampiri meja mereka


“permisi anak muda” ucap sang kakek ke Alice dan William


“iya kek, ada yang bisa saya bantu?” tanya William ke kakek tersebut


“maaf anak muda, apa kakek dan nenek bisa makan bersama kalian?” tanya kakek


“silahkan kek” jawab William mempersilahkan pasangan lansia tersebut duduk


“tapi maaf nak, apa bisa nenek duduk bersebelahan dengan kakek?” tanya nenek


“oh silahkan nek, biar saya yang pindah” ucap William lalu pindah ke kursi di sebelah Alice sambil membawa piring dan gelasnya


“terima kasih nak” ucap nenek tersebut, lalu mereka duduk di kursinya masing-masing setelah itu kakek melangkahkan kaki menuju tempat makanan untuk mengambil makanan untuknya dan nenek


“kalau nenek boleh tau, kalian pasti sedang bulan madu ya?” tanya nenek


Alice yang sedang menyuapkan makanan ke dalam mulutnya tersedak karena pertanyaan sang nenek lalu William membantu Alice meminum minumannya


“hati-hati El kalau makan jadi tersedak kan” ucap William setelah membantu Alice


“iya terima kasih Will”


“oh kami bukan suami istri nek” jawab William


“bukan? Oh maafkan nenek soalnya kalian terlihat serasi sekali”


“iya engga apa-apa nek”


Mereka melanjutkan sarapan mereka bersama dengan kakek dan nenek tersebut...


Kakek dan nenek sudah selesai makannya terlebih dahulu dari William dan Alice yang terlihat masih menikmati kopi dan teh mereka


“terima kasih ya nak, sudah mengijinkan kami makan bersama kalian” ucap kakek


“sama-sama kek” ucap William dan Alice bersamaan


“kakek doakan semoga kalian langgeng seperti kami”


“terima kasih kek”


“yausudah kami permisi dulu mau balik ke kamar” pamit kakek


“iya kek” jawab Alice


\~\~\~\~\~


13.00


William dan Alice sudah ada di sebuah tempat untuk mereka bertemu dengan klien dari J. Corporation, setelah beberapa menit kemudian menunggu akhirnya klien sudah datang


“maaf Mr. Johnson kami terlambat” ucap klien tersebut yang merupakan pimpinan salah satu perusahaan terbesar di Indonesia


“oh tidak apa Mr. Bakrie” ujar William


“yasudah kalau begitu mari kita mulai saja rapat ini” lanjut William


\~\~\~\~\~


Alice dan William setelah meeting mereka kembali ke hotel lalu mereka ingin ke pantai  yang berada di hotel tersebut untuk melihat sunset dari sana


“indahnya” ucap Alice setelah melihat matahari benar-benar terbenam dan langit mulai gelap


“iya indah” balas William


“yasudah kita mau makan malam dulu?” tanya William


“hmm kita makan dulu deh Will, soalnya aku laper” jawab Alice


Mereka makan di restaurant yang berada di hotel tersebut


~Bersambung~


Jangan lupa Like and Comment, karena Like dan Comment kalian sangat berarti bagi penulis supaya penulis bisa semangat untuk menulis cerita ini... Penulis menerima saran dan kritik dari para pembaca.


Thanks ^^