
pada hari yang sama
07.15
📍 Johnson's Home
Dining Room
Keluarga Johnson yang terdiri dari 3 orang yaitu William, Lisa dan Hendy sedang sarapan bersama dengan perasaan yang hangat dan mengobrol santai seperti biasa
"ka Will" panggil Lisa
"hmm" William membalas dengan berdehem sambil mengerjakan pekerjaannya melalui pad-nya
"ka Will" panggil Lisa lagi
William yang di panggil hanya membuang nafas berat karena kalau Lisa sudah memanggilnya 2 kali maka dari itu ia harus menghentikan pekerjaannya
"apa Lis?"
"kakak tau kan peraturan kita pada saat di meja makan?" Lisa mengingatkan William
"ia kakak tau kita enggak boleh membawa pekerjaan ke meja sepenting apapun pekerjaannya itu"
"nah itu kakak ingat"
"jadi sekarang kakak harus berhenti mengerjakan pekerjaan kakak, pekerjaan kakak bisa lanjutkan pada saat kakak di kantor" omel Lisa panjang x lebar
"baiklah Mrs. Connor" William pun melanjutkan sarapannya yang tertunda gara-gara insiden omelan Lisa
Mereka pun melanjutkan sarapan mereka dengan damai tanpa ada keributan kecil kembali
08.00
Setelah sarapan bersama, mereka bertiga berjalan ke arah pintu karena William dan Hendry akan berangkat ke kantor sedangkan Lisa akan di rumah mengurus bayinya yang baru lahir
"sayang aku ke ruang kerjaku sebentar ya" ucap Hendy ke istrinya yaitu Lisa
"ada apa?"
"sepertinya dokumen ku ada yang tertinggal"
"apa aku yang akan mengambilkannya?" Lisa menawarkan diri
"oh tidak usah kamu disini aja sama Will"
"oke baiklah"
Setelah Hendy pergi, William sedang mengerjakan pekerjaannya sebentar sebelum berangkat ke kantor sedangkan Lisa hanya berdiam diri sedang memikirkan sesuatu apakah ia harus menanyakan ini atau tidak ke kakaknya
"Lisa kalau ada yang mau ke tanyakan ke kakak, tanyakan saja" tiba-tiba saja William berbicara seperti itu yang membuat Lisa menelan ludahnya sendiri
"hmm ka Will" ucapan Lisa berhenti sesaat karena ia harus mengambil nafas
"apa kakak tau siapa yang mendonorkan darahnya ke aku?" tanya Lisa takut kakaknya tidak akan menjawab pertanyaan darinya
"yang mendonorkan darahnya ke kamu adalah seorang mahasiswi dari J. University jurusan Business Management" William menjelaskan identitas siapa yang mendonorkan darahnya ke Lisa
"lalu siapa namanya ka?" tanya Lisa
"kenapa kamu ingin tau siapa yang mendonorkan darahnya ke kamu?" tanya balik William
"karena aku ingin membalas budi ke perempuan ini takutnya ia kenapa-napa setelah mendonorkan darahnya ke aku" ucapan Lisa sedikit khawatir
"ya ampun Lisa masa cuman gara-gara mendonorkan darahnya ia bisa kenapa-napa, mendonorkan darah malah bisa lebih bagus untuk kesehatan" jelas William
"beneran ka?" tanya Lisa untuk meyakinkan hatinya
"iya"
Setelah itu Hendy sudah turun ke bawah dan membawa sebuah map di tangannya
"yaudah kakak berangkat dulu ya" ucap William sambil mengusap rambut Lisa
"iya ka, hati-hati di jalan" Lisa melambaikan tangannya ke arah mobil William yang sudah mulai meninggalkan rumah itu dan tak terlihat lagi
"gimana kamu sudah tanya ke Will?" tanya Hendy yang ternyata ia memang sengaja meninggalkan dokumennya untuk di bawa hari ini supaya Lisa dan William bisa mengobrol berdua secara pribadi
"sudah kok"
"yaudah aku berangkat dulu ya" Hendy mencium kening lalu mencium bibir istrinya
Hendy pun masuk ke mobil dan mobil tersebut pun meninggalkan perkarangan rumah hingga tidak terlihat
"aku harus cari tau siapa perempuan itu, kenapa ka Will selalu menutupi identitas perempuan itu"
08.45
📍 J. Corporation
Parking Area
William sudah sampai di parkiran ketika ia akan keluar dari mobilnya, ia melihat sesosok perempuan yang ia kenal pandangan William mengikuti kemana perempuan itu sampai akhirnya perempuan itu masuk ke gedung dan William pun mengikutinya.. perempuan itu berhenti menunggu antrian untuk masuk lift.. sampai akhirnya perempuan itu menghilang membuat William bingung
"kenapa Alice ada disini?" William pun bertanya-tanya
William pun berjalan ke arah lift khusus untuk para pejabat tinggi yang ada di perusahaan tersebut
CEO Room
"Diandra kamu tolong bawa data diri karyawan baru" William meminta tolong ke Diandra melalui sambungan telepon
"baik Mr." Diandra pun mengambilkan pesanan William lalu membawakan pesanan tersebut ke ruangan William
William pun melihat-lihat data diri dari karyawan baru yang bekerja di J. Corporation, tetapi anehnya data yang bernama Alice tidak ada di sana
"Diandra apa kamu yakin data karyawan barunya cuman segini?" tanya William
"iya Mister memang segitu aja" jawab Diandra
"baiklah Diandra, kamu kembali ke meja kamu"
"baik Mister" Diandra pun keluar dari ruangan William dan kembali ke mejanya
"lalu Alice ngapain ada disini kalau tidak ada nama Alice di data karyawan baru" William bertanya-tanya ke dalam dirinya
"akh.. dari pada aku pusing sama kehadiran perempuan itu lebih baik aku kembali kerja"
11.55
Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*
"hai bro, how are you?" tiba-tiba ada suara yang mengganggu William yang sedang bekerja
"ngapain lu ke sini?" tanya William ke orang tersebut yang tiba-tiba masuk ke ruangannya yang ternyata Revan
"bukannya kerja" lanjut William
"eits bro ini tuh udah mau jam makan siang, jadi sudah saatnya kita berhenti kerja sejenak"
William melihat ke arah jam tangannya ya memang 5 menit lagi akan istirahat jam makan siang
"Van tapi inikan masih 5 menit lagi dan lu udah di ruangan gue?"
"ya gue tau masih 5 menit lagi tapikan tetep aja ini sudah waktunya makan siang"
"yaudah lu duduk di situ dan jangan ganggu gue dulu, gue akan membereskan pekerjaan ini dalam 5 menit" William menyuruh Revan untuk duduk di sofa yang memang ada di ruangannya
"baik Mr. Speed"
William pun melanjutkan pekerjaannya dan tak terasa ia sudah bekerja selama 7 menit, lebih 2 menit dari janjinya ke Revan
Tok...Tok *ketukan meja*
"eits bro lu tadi janjinya 5 menit ini tuh udah 7 menit dan lu masih ngerjain pekerjaan lu?"
"ayolah bro tubuh lu jangan di forsir tubuh lu butuh makanan dan istirahat"
"Diandra saya akan makan siang bareng Revan, kalau kamu makan siang makan aja ya"
"baik Mr." jawab Diandra
📍 Kantin
William dan Revan pun masuk ke kantin dan itu membuat suasana kantin menjadi ramai dan berisik dengan suara-suara para karyawan dan karyawati
"eh Mr. Johnson ganteng banget lagi.. dingin-dingin gimana begitu pengen gue peluk aja dengan tangan dan badan sesempurna itu" bisikan karyawati yang terdengar jelas di telinga William dan Revan
Banyak bisikan-bisikan karyawati ke teman sebelahnya yang begitu terdengar jelas di telinga William dan Revan
"eh bro coba lu liat siapa tuh yang lagi sendirian" Revan melirik ke arah perempuan yang lagi sendirian
"Van lu jangan ganggu karyawati di sini deh" William masih belum melihat apa yang di lihat Revan karena ia masih fokus ke handphonenya yang masih membalas pesan dari kliennya
"siapa juga yang gangguin gue cuman pengen gangguin karyawati satu ini, pasti lu engga akan melupakan gue godain karyawati ini" Revan pun berjalan ke arah meja perempuan tersebut
William yang penasaran siapa karyawati ini pandangannya mengikuti jalannya Revan, disaat itulah ia merasa geram dengan tingkah laku Revan dan menghampirinya
"awas aja lu berani godain Alice" Revan yang mendengar ancaman William hanya tertawa
Revan dan William sudah duduk di kursi kosong yang di tempati Alice dan temannya, Revan dan William melihat Alice yang sedang memainkan handphonenya
"Will si Alice engga nyadar apa kalau ada kita disini?" tanya Revan yang sedang melihat heran ke Alice yang fokus memainkan handphonenya
Tiba-tiba saja Alice mendongakkan kepalanya dan melihat Revan dan William disana, Revan melihat Alice dengan senyuman menggoda sedangkan William melihat Alice dengan tatapan dingin tanpa ekspresi apapun
"hai Alice" sapa Revan sambil melambaikan tangannya ke arah Alice
"o..oh hai" Alice membalas sapaan Revan dengan gugup
"Alice kan gugup jadinya gara-gara curut satu ini lagian kenapa juga si Revan harus dengan tatapan sok menggoda begitu" kata William dalam hati dengan melirik Revan
"hahaha Alice lucu kalau lagi gugup begitu" ucap Revan dalam hati dengan menahan senyumnya
"kamu sendirian aja Lis?" tanya William yang sebenarnya sudah tidak tahan untuk tidak membuka mulutnya sambil menahan senyumnya karena menurutnya Alice lucu
"i..iya" ucap Alice dengan gugup
"jangan gugup Lis kita berdua orang baik-baik kok, tenang saja" kata Revan
Setelah beberapa menit, tiba-tiba saja ada perempuan yang duduk di samping Alice di depan William dan Revan
"itu siapa Will?" tanya Revan ke William dengan suara pelan
"hmm engga tau gue" jawab William dengan suara pelan juga karena supaya Alice dan temannya tidak mendengar percakapan mereka berdua
Setelah Revan dan William asik mengobrol dengan suara pelan, tiba-tiba saja temannya Alice bersuara
"Mr. Johnson..Mr. Boughton?"
"ada apa ya Mister berdua ada di sini?" tanya Rani
"hmm, kita mau makan" jawab Revan
"makan? Hmm tapikan masih ada bangku kosong yang lain" jelas Rani
"sepertinya bangkunya sudah terisi penuh semua, dan yang masih tersisa dua cuman ada disini" jelas Revan sambil melihat sekitar kantin
Rani pun juga melihat ke sekitar kantin dan benar saja apa yang di bilang Revan kalau bangkunya sudah terisi penuh semua
"ya kalau kamu engga mau saya dan Mr. Johnson di sini baiklah kami akan pergi dari sini" kata Revan agak kesal dengan Rani
"ayo kita pergi Will" ajak Revan dan berdiri dari kursinya tetapi William tidak menghiraukan kata-kata Revan sambil Alice yang sedang makan
"eh lihat tuh perempuan disana, masa Mr. Boughton dan Mr. Johnson di usir dari kantin padahal mereka tidak pernah makan disini" itulah kata-kata dari beberapa karyawan dan karyawati yang sedang melihat keributan antara Revan dan Rani
Rani yang mendengar kata-kata itu hatinya mendidih seketika
"huh yaudah Mr. Boughton sama Mr. Johnson boleh makan di meja ini" akhirnya Rani menyerah karena ia takut akan di bully sama para karyawati disini
"nah gitu dong kamu harus memperbolehkan kami makan di sini" akhirnya Revan duduk lagi di kursinya
"Will lu mau makan apa?" tanya Revan ke William yang sedang memandangi Alice
"eh, aku samain aja sama lu Van" jawab William tanpa menoleh ke arah Revan
"baiklah" Revan meninggalkan meja dan mendatangi gerai makanan yang ada disana
Revan sudah memesan makanan lalu balik ke kursinya, setelah beberapa menit makanannya Revan dan William sudah datang dan mereka langsung memakannya dengan lahap
Setelah mereka berempat selesai memakan makanannya mereka balik ke ruangan mereka masing-masing
19.00
Sudah 2 jam dari waktu pulang tetapi Alice masih mengerjakan pekerjaannya dan semua karyawan dan karyawati yang ada di divisi marketing sudah pada pulang dan ia sendirian di situ
Pada akhirnya Alice sudah menyelesaikan pekerjaannya dan Alice tidak langsung pulang ia naik ke lantai 30 yang merupakan rooftop yang ada di perusahaan itu dan Alice memandang kota Shanghai dari ketinggian tersebut sangatlah indah
pemandangan kota Shanghai dari rooftop J. Corporation
"kamu belum pulang?" tiba-tiba saja ada suara yang mengagetkan Alice
"eh ada Mr. Johnson, kalau begitu saya pergi saja" pamit Alice
"tidak usah kamu di sini saja temani saya" ucap William
William dan Alice menikmati pemandangan dengan saling berdiam saja, tiba-tiba saja
Kring...Kring...Kring *suara telepon* yang berasal dari handphone Alice
"permisi Mr. saya angkat telepon dulu" pamit Alice
"silahkan saja" William mempersilahkan Alice untuk mengangkat teleponnya
Alice pun mengangkat teleponnya yang ternyata dari Laura
📞 LAURA "kamu dimana El?"
📞 ALICE "aku masih di kantor, kenapa?"
📞 LAURA "aku udah di parkiran kantor kamu"
📞 ALICE "apa? Kamu ngapain ke sini?"
📞 LAURA "aku mau jemput kamu"
📞 ALICE "yaudah aku akan turun sekarang, kamu jangan kemana-mana"
📞 LAURA "yaudah aku tunggu di parkiran"
📞 ALICE "yaudah, bye"
Alice menutup sambungannya dan menghampiri William yang sedang menikmati pemandangan yang ada di depannya
"hmm Mr. Johnson saya pamit pulang dulu ya" pamit Alice
"oh gitu, apa kamu mau saya antar? Karena enggak baik buat perempuan sendirian malam-malam" tawar William
"oh tidak usah Mister saya sudah di jemput" tolak Alice
"oh begitu, yaudah kalau begitu kamu hati-hati"
"ya Mister, saya permisi" Alice pun langsung turun ke divisi marketing untuk mengambil barang-barangnya lalu menuju parkiran kantor
Setelah Alice pergi, William sendirian menikmati angin yang segar dan pemandangan indah kota pada saat malam hari
"hmm Alice sepertinya kamu menarik" ucap William dalam hati sambil tersenyum hangat
~Bersambung~
Jangan lupa Like and Comment