
12.00
📍 Restaurant
William, Alice dan Indra telah sampai di restaurant waktunya untuk makan siang dan mereka telah menempati meja yang ada 4 kursi, William duduk di samping Alice sedangkan Indra duduk di seberang William dan Alice dan mereka juga sudah memesan makanan dan minuman tinggal menunggu pesanan mereka
“jadi kamu sudah berapa lama jadi guide di Bali?” tanya William ke Indra
“kira-kira saya sudah 5 tahun kerja jadi guide” jawab Indra
“lalu kenapa kamu mau jadi guide?”
“karena saya ingin menunjukkan ke para wisatawan kalau Bali banyak wisata yang indah-indah secara natural maupun buatan manusia”
“oh gitu”
“kalian sudah beli oleh-oleh buat keluarga di Shanghai?” tanya Indra
“belum” jawab cepat Alice, William yang melihatnya heran dengan jawaban Alice
“bagus kalau begitu, sehabis kita dari tanah lot kita bakal ke salah satu tempat belanja kalian bisa mendapatkan harga yang lebih murah daripada di tempat belanja lainnya”
William hanya mengangguk sedangkan Alice antusias dengan di tempat belanjanya nanti
\~\~\~\~\~
13.00
📍 Tanah Lot, Bali
Mereka telah sampai di tanah lot, dari parkiran mobil mereka berjalan kaki kurang lebih selama 5 menit untuk sampai di gerbang pintu masuk tanah lot mereka melewati para pedagang disana yang menawarkan dagangan mereka
Setelah sampai di gerbang pintu masuk tanah lot, mereka jalan lagi untuk melihat pura yang berada diatas laut mereka hanya berjalan untuk menyebrang sedikit untuk ke pura tersebut
“wow indahnya kalau lihat dari sini” kagum Alice setelah sampai di pura tersebut
“beneran indahkan?” ucap William sambil memeluk Alice dari belakang
“Will lepas dong malu dilihatin sama orang” Alice mencoba melepaskan pelukan William
“engga ada yang liat kok” asal William sambil pemandangan yang ada di depannya
“kata siapa engga ada yang liat, tuh liat banyak yang liat” ucap Alice sambil mengarah pandangan yang ada disekitar, William pun juga melihat keadaan sekitar dan benar saja memang banyak yang melihat ke mereka
“hmm” gumam William sambil melepaskan pelukannya ke Alice
\~\~\~\~\~
16.00
📍 Pasar Seni Kuta
William, Alice dan Indra telah sampai di pasar yang dimana kata Indra jual barang-barang disana murah-murah... Di pasar Alice membeli baju-baju dan tas-tas yang lucu-lucu buat Rosalie dan Laura sedangkan William hanya membeli kaos buat dirinya sendiri karena ia sudah beli oleh-oleh buat Lisa, Hendy dan Revan sudah dibeli di Joger kemarin
\~\~\~\~\~
17.45
📍 Mulia Resort, Nusa Dua, Bali
140 Room
Alice sudah sampai dikamarnya sedang duduk di atas kasurnya
“ah entar dulu deh beresin belanjaannya ngaso dulu sebentar” ucap Alice sambil tiduran dikamarnya
*Ting...Tong...Ting...Tong* tiba tiba saja ada yang mengebell kamar Alice\, Alice pun membuka pintu kamarnya ternyata yang datang William
“ada apa? Katanya mau mandi” tanya Alice
“kan koper dan baju mandi aku masih ada disini gimana aku mau mandi” jawab William
“oh ya gue lupa kalau kopernya William masih ada disini” kata Alice dalam hati
“yaudah bentar aku ambil koper sama baju mandinya” ketika Alice ingin mengambilkan barang-barang miliknya William memegang tangannya
“engga usah” cegah William
“loh kenapa?”
“kan nanti malam aku juga akan tidur lagi disini”
“lagi? Engga..engga kamu tidur dikamar kamu sendiri” tolak Alice
“kan kita cuman semalam lagi disini, jadi aku cuman mau tidur aja”
“beneran ya tidur aja? Engga minta yang lain?” tanya Alice
“iya aku janji nanti malam kita tidur aja” jawab William
“berarti engga ada kiss-kiss an ya?” ledek Alice
“eits kiss itu harus masa engga”
“yaudah daripada berdebat, aku kesini mau ngajakin kamu lihat sunset” ajak William sama Alice
“lihat sunset dimana? Di pantai Kuta lagi?” tanya Alice
“engga di hotel aja” jawab William
“emangnya bisa?”
“ya bisalah, kalau engga bisa mana mungkin aku ngajakin kamu lihat sunset”
“yaudah aku ganti baju dulu”
“ngapain ganti baju, kita kan lihat sunsetnya di hotel juga”
“oh yaudah”
“yuk” William menggandeng tangan Alice
Mereka telah sampai di tempat untuk melihat sunset disana sudah ada dua bangku akhirnya mereka tempati bangku tersebut disana pemandangan kolam renang untuk umum dan di depannya kolah renang langsung lautan
“berapa menit lagi sunsetnya?” tanya Alice
“tinggal 5 menit lagi” jawab William, Alice hanya membalas dengan menganggukan kepalanya
Tak terasa sudah 5 menit saatnya melihat matahari terbenam, setelah melihat sunset William dan Alice masih ada disana duduk berdua
“hmm El” panggil William
“iya” balas Alice menengok ke arah William
“kalau lulus kuliah kamu akan kerja dimana?” tanya William
“belum tau” jawab Alice
“apa kamu menerima tawaran Kevin untuk bekerja di Smith Enterprise?” tanya William
“sebenarnya aku tertarik untuk bekerja disana tetapi ...” Alice diam sejenak
“tapi kenapa?”
“Smith Enterprise kantor pusatnya di London kan?” tanya Alice
“iya kantor pusat mereka disana, kenapa emangnya?” tanya balik William
“kalau aku bekerja disana takutnya aku akan dipindahkan ke kantor pusat mereka” jawab Alice sambil menatap ke arah lautan yang luas disana
William diam saja, Alice benar kalau Alice bekerja di Smith Enterprise dan Alice akan dipindahkan ke kantor pusat mereka di London
“nanti sajalah aku mikirin dimana aku akan kerja nantinya, aku harus memikirkan tugas akhirku mulai semester depan” ucap Alice
“yaudah kalau kamu ada masalah di tugas akhir kamu, kamu bisa hubungi aku biar nanti aku ajarin kamu”
“memangnya sebelumnya kamu kuliah jurusan apa?” tanya Alice penasaran
“aku dulu kuliah jurusan Management Business sama kaya kamu” jawab William
“beneran?” tanya Alice engga percaya
“iya masa kamu engga percaya”
“bukannya engga percaya, aku kira kamu kuliah di amerika ngambil jurusan yang berbeda dari pekerjaan kamu yang sekarang”
“biasanya kan orang jurusan kuliahnya apa kerjanya dibidang yang lain” lanjut Alice
“engga, dari aku masih kecil aku selalu di kasih pelajaran bisnis sama kedua orangtua ku”
“biasanya kan anak engga mau kuliah di jurusan yang ditentukan orangtuanya”
“ya sebenarnya aku terpaksa karena dulu waktu SMA sekolah aku kejuruan dibidang Pariwisata” ucap William
“SMA kamu dulu sekolah Pariwisata?” tanya Alice, William hanya mengangguk sambil menatap Alice
“kok sama kaya sekolah ka Rosalie dulu, waktu SMA ka Rosalie sekolah Pariwisata tapi aku lupa nama sekolahnya apa” ucap Alice
“apa mungkin kamu dan ka Rosalie satu sekolah?” tanya Alice membuat William membeku
“El kan sekolah Pariwisata di Beijing kan banyak bukan sekolahku doang” jawab William untuk meyakinkan Alice
(Author Note : sekolah SMA William dulu di Beijing)
“benar juga ya sekolahan pariwisata banyak di Beijing”
“wait... kok kamu tau kalau kakak aku SMA nya di Beijing?” tanya Alice
“kan dulu aku sekolahnya di Beijing jadi aku kira kakak kamu bukan di Beijing juga” jawab William
“dulu kakak aku sekolah SMA nya di Beijing, tapi benar apa kata kamu kalau sekolah SMA nya berbeda” ucap Alice percaya dengan William
“yaudah yuk kita balik ke kamar habis itu kita makan malam deh” ajak William
“iya disini juga mulai dingin udaranya” ucap Alice sambil mengusap kedua telapak tangannya supaya hangat kembali
“yaudah yuk” ajak William yang sudah mengulurkan tangannya ke arah Alice dan mereka kembali ke kamar untuk mandi lalu mereka makan malam di restaurant hotel
07.00
The Cafe, Mulia Resort
William dan Alice sudah ada di restaurant hotel untuk sarapan dan juga mereka sudah rapi karena hari ini mereka akan kembali ke Shanghai
“sedih deh hari ini kembali ke Shanghai” ucap Alice yang masih sarapannya sedangkan William sudah selesai sarapannya sambil menunggu Alice menghabiskan sarapannya ia meminum secangkir kopi sambil mengecek email lewat pad
“yaudah nanti kalau kita ada waktu kita liburan lagi” ucap William yang masih melihat pad-nya
“tapi kan susah kalau cari hari libur, hari libur anak kuliahan sama orang kantoran itu berbeda” ucap Alice
“yaudah nanti kalau mau liburan ikut hari libur kamu aja, kan aku boss jadi bisa ngambil libur kapan aja” ucap William sambil menaruh pad-nya ke atas meja
“meskipun kamu boss, tetap aja kamu harus kasih contoh yang baik untuk para karyawan di kantor engga boleh minta hari liburnya terserah kamu”
“ya kan selama setahun bekerja ada jatah hari cuti untuk para karyawan maupun aku, jadi kalau aku mau cuti tinggal potong hari cuti aku aja” ucap William santai sambil meminum kopinya
“oh ya..ya yaudah nanti kalau kita liburan aja lagi pas aku sudah kuliah lagi”
“loh emangnya kenapa kalau kamu masih magang?”
“ya kalau aku cuti mulu nanti malahan nilai magang aku di kurangi”
“kan aku yang kasih nilai magang kamu”
“ya memang kamu yang kasih nilai magang aku tapi kan keputusan akhir ada di tangan dosen”
“ya juga ya” William menghembuskan nafas
William dan Alice diam karena Alice harus menghabiskan sarapannya takutnya kalau masih ngobrol mereka akan telat ke bandaranya
\~\~\~\~\~
10.00
📍 Ngurah Rai International Airport, Bali
William dan Alice sudah sampai di bandara, disana sudah dipenuhi para calon penumpang pesawat komersial pada saat counter check-in karena beberapa hari yang lalu ada bencana gempa yang ada di daerah jawa timur dan hari ini penerbangan kedatangan maupun keberangkatan di buka kembali
“wow penuh banget pasti lama nih ngantrinya” kaget Alice
“untung kita engga naik pesawat komersial bisa 2 jam kita nunggu check-in doang” ucap William
“kita engga ikutan ngantri kaya mereka?” tanya Alice
“engga” jawab William
“emangnya kita akan naik apa selain naik pesawat?” tanya Alice lagi
“ya tetap naik pesawat dong” jawab William
“kalau tetap naik pesawat kita akan terlambat karena harus mengantri bersama mereka” ucap Alice sambil menunjuk ke arah counter check-in bagasi yang sudah di penuhi lautan manusia
“kita hari ini engga naik pesawat komersial” ucap William lalu berjalan ke arah counter check-in khusus private plane
“loh kok kita check-in bagasinya disini” ucap Alice sambil melihat sebuah ruangan yang merupakan tempat check-in bagasi penumpang private plane
William dan Alice sedang check-in bagasi setelah selesai mereka memasuki sebuah ruangan yang merupakan waiting room untuk para penumpang private plane dan mereka sudah menempati sebuah meja sambil menunggu pesawat mereka telah siap
“kita hari ini naik private plane” ucap William sambil meminum orange juice yang telah disiapkan oleh pihak bandara
“naik private plane? Punya siapa?” tanya Alice
“punya manusia” jawab William asal
“permisi Sir, pesawat sudah siap” ucap seorang perempuan yang merupakan pramugari dari private plane yang akan dinaiki William dan Alice
William dan Alice pun mengikuti langkah pramugari tersebut dan setelah sampai di landasan pacu bandara mereka melihat sebuah pesawat yang tidak terlalu besar yang sangat keren dan mereka mendekati pesawat tersebut dan menaiki tangga pesawat satu persatu
Private Plane
“selamat datang Mr. Johnson” ucap seorang pramugari yang berbeda dari yang menjemput mereka tadi
William dan Alice mulai memasuki kabin dari pesawat tersebut
“wow bagus banget nih pesawat pasti William sewanya mahal banget” kata Alice dalam hati setelah duduk di salah satu bangku yang ada didalam pesawat tersebut
“hei kenapa bengong?” tanya William duduk di samping Alice setelah ia mengobrol dengan pilot pesawat tersebut
“ah engga apa-apa” jawab Alice
“kamu mau makan apa?” tanya William
“engga usah, aku masih kenyang” jawab Alice
“yaudah kalau kamu mau tidur, kamu bisa ke kamar yang ada disana” ucap William, Alice hanya mengangguk
“aku mau mengerjakan pekerjaanku dulu di ruang kerja jadi kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa panggil pramugari yang ada disini” ucap William sebelum ke ruang kerjanya ia mencium bibir Alice terlebih dahulu
“bibir kamu manis. I like it” ucap William sambil mengusap bibirnya Alice dengan jempolnya lalu ia melangkahkan kaki menuju ruang kerja
Alice hanya tersenyum mendengar ucapan William
“permisi nona, anda ingin makan atau minum apa?” tanya seorang pramugari yang sudah ada disampingnya
“saya ingin air mineral saja, please” jawab Alice
“baik nona” ucap pramugari tersebut setelah itu ia meninggalkan Alice
Setelah beberapa menit pramugari tersebut kembali dengan membawa sebotol air mineral untuk Alice
“silahkan nona” ucap pramugari tersebut menaruhkan botol tersebut ke atas meja
“thanks” Alice menerima botol air mineral tersebut
“hmm maaf saya mau tanya boleh?” tanya Alice
“iya nona silahkan” pramugari tersebut mempersilahkan Alice bertanya
“kalau saya boleh tau pesawat ini milik siapa ya?” tanya Alice
“pesawat pribadi ini milik Mr. Johnson nona” jawab pramugari tersebut membuat Alice kaget
“milik William?”
“iya nona”
“kalau tidak ada lagi saya permisi dulu” ucap pramugari tersebut melangkahkan kaki setelah mendapatkan persetujuan dari Alice
“jadi ini semua milik William, ya tuhan” kata Alice dalam hati
30 menit kemudian, William kembali ke tempat duduknya dimana ada Alice yang sedang tidur dengan kepala mengarah ke jendela
“pasti kamu pegal tidur seperti ini” ucap William lalu menggendong tubuh Alice menuju ke kamar tidur yang ada di pesawat
Bedroom
“have a sleep tight baby” ucap William lalu mengecup bibir lalu kening Alice dengan lama setelah itu William kembali ke ruang kerjanya
6 jam kemudian, pesawat hampir tiba di bandara Shanghai
“baby wake up” William mencoba membangunkan Alice
“hmm” gumam Alice tidak bangun hanya berpindah posisi
“baby please wake up, we are almost in Shanghai”
“what? Sudah sampai?” kaget Alice tiba-tiba langsung bangun
“almost dear” ucap William mengusap kepala Alice
“oh hampir, aduh aku pusing” ucap Alice memegang kepalanya karena tiba-tiba ia langsung berdiri
“mangkanya kamu duduk dulu kalau habis bangun tidur jangan langsung berdiri” William menyuruh Alice duduk lalu mengasihkan Alice segelas air yang ada di atas meja dekat tempat tidur
“thanks” ucap Alice setelah meminum air setengah gelas
\~\~\~\~\~
17.00
📍 Pudong International Airport
William dan Alice telah sampai di bandara shanghai, mereka berjalan berdampingan William memeluk pinggang Alice
“Mr. Wang tolong antarkan pacar saya ke rumahnya dengan selamat” ucap William ke supir pribadinya
“baik Mister” jawab Mr. Wang
“yaudah kamu hati-hati ya, kalau Mr. Wang ngebut kamu bisa kasih tau beliau” ucap William yang sedang berhadapan dengan Alice
“iya Will, kamu juga hati-hati” ucap Alice sambil mengusap kedua pipi William
William mulai mendekatkan diri ke Alice, lalu William mencium bibir Alice
“please princess” William membukakan pintu belakang untuk Alice
“thanks boss” Alice masuk ke dalam mobil lalu William menutup kembali pintu mobil tersebut
“ingat kata-kata saya Mr. Wang hati-hati kalau bawa mobilnya” ucap William
“iya Mister saya akan selalu mengingat kata-kata Mister” ucap Mr. Wang lalu masuk kedalam mobil
William juga masuk ke dalam mobil yang lain, karena hari ini William harus mampir ke kantor untuk mengambil sebuah file sedangkan Alice harus pulang ke rumahnya
~Bersambung~
Jangan lupa Like and Comment, karena Like dan Comment kalian sangat berarti bagi penulis supaya penulis bisa semangat untuk menulis cerita ini... Penulis menerima saran dan kritik dari para pembaca.
Thanks ^^