
Minggu, 7 Februari 2016
10:30 PM
Kring..Kring..Kring (bunyi telpon)
Bunyi telepon terus berbunyi dan mmembangunkan Alice yang sedang tertidur pulas
"Siapa sih yang telepon malem malem jam segini" kata Alice
"Bodo amat lah ga penting juga" sambungnya
Setelah beberapa kali berbunyi, akhirnya perempuan tersebut mengangkat teleponnya
"Hoam..Halo siapa sih nih?"
"Apakah benar ini Alice Keneisha?" ucapan seseorang diseberang telepon
"Iya gue Alice Keneisha, ada apa?"
"Anda datang ke J. Hospital dan didepan rumah anda sudah ada sebuah taksi yang akan mengantarkan anda ke J. Hospital"
"Maaf mengganggu tidur anda, selamat malam" sambungnya dan tiba tiba menutup teleponnya
Alice yang masih setengah sadar pun bingung
"Siapa yang sakit ya?" tanya Alice pada dirinya sendiri
"Kan ayah, ibu dan kakak ada di desa, engga mungkin kan salah satu diantara mereka yang sakit" sambungnya
"Ah daripada aku penasaran mendingan aku siap siap aja kesana" kata Alice sambil bersiap siap
Setelah selesai, Alice pun keluar
Ternyata benar yang dikatakan orang di telepon tadi kalo ada taxi di depan rumahnya
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
11:00 PM
Akhirnya taxi yang membawa Alice pun sampai di depan J. Hospital
"Silahkan mbak sudah sampai" kata supir taxi sambil membuka pintu belakang yang di duduki Alice
"Terima kasih pak" kata Alice sambil membungkuk kan badan
Alice pun masuk ke J. Hospital, tiba tiba ada yang menghampiri Alice dengan tergesa gesa
"Apakah anda yang bernama Alice Keneisha?" kata seorang laki laki
"Iya saya Alice Keneisha, ada apa saya di suruh kemari?" tanya Alice
"Perkenalkan nama saya Hendy Wang Connor yang tadi menelpon anda, anda kemari karena ..." belum selesai bicara tiba tiba di potong oleh suara pria lain
"Ayo ikut saya" kata pria tersebut sambil menarik tangan Alice
"Hei saya mau dibawa kemana" kata Alice sambil ngos ngosan mengikuti langkah pria tersebut
Langkah kaki mereka pun berhenti setelah di depan kamar rumah sakit, tiba tiba keluarlah suster dari kamar tersebut
"Permisi pak, apa sudah ada pendonornya?" tanya suster tersebut
"Dia sus pendonornya" kata pria tersebut sambil melirik Alice disebelahnya
"Baik pak, silahkan mbak mari ikut saya" ucap suster dengan mempersilahkan Alice masuk ke kamar tersebut
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Kamar 021
"Ngapain darah saya diambil?" tanya Alice penasaran sambil takut takut
"Ada yang membutuhkan darah anda"
"Siapa sus?"
"Salah satu keluarga dari pria yang tadi di luar"
"Oh begitu, kalo untuk kebaikan engga apa apa deh sus" ucap Alice akhirnya
Setelah beberapa menit akhirnya Alice keluar dari kamar tersebut sambil menekan kapas ke tangan habis di suntik
"Saya ucapkan terima kasih sama kamu" ucap pria yang tadi memotong ucapan Hendy
"Hmm, perkenalkan nama saya William Chen" ucap pria tersebut yang bernama William
"Oh nama saya Alice Keneisha"
"Saya sudah mengetahui nama kamu"
"Hmm, saya permisi dulu ya pak"
Alice pun berjalan ke arah pintu masuk rumah sakit ada taxi yang sudah menunggunya dari tadi
Tiba tiba ada yang memanggilnya
"Tunggu Alice" ucap pria lain yang sambil berjalan ke arah Alice
"Maaf mas, ada apa ya?"
"Hmm, saya cuman mau memperkenalkan diri"
"Nama saya Revan Wang sahabatnya William" sambung Revan
"Oh nama saya Alice Keneisha" ucap Alice memperkenalkan diri
"Saya sudah tau nama kamu siapa"
"Oh ya saya ingin menawarkan kamu pulang bareng, kamu mau?" sambung Revan
"Engga usah Revan, taxinya sudah menunggu" ucap William tiba tiba datang
"Yasudah permisi pak Revan saya pulang dulu" pamit Alice
"Ya jangan gitu, kan kasian dia harus pulang naik taxi tengah malem kaya gini"
"Will tunggu gue belum selesai ngomong sama lu" sambung Revan kesal karena tiba tiba William pergi gitu aja
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
12:30 PM
Rumah Alice
"Akhirnya sudah sampe dirumah" kata Alice sambil tiduran dikasur
"Orang orang tadi kayanya aku pernah liat tapi dimana ya kok aku lupa"
"Dari pada aku pusing mendingan aku siap siap buat tidur"
Setelah selesai, akhirnya Alice pun tertidur
~ Bersambung ~
Aku harap kalian suka sama cerita pertama aku ini.
Jangan lupa like dan comment.