Boss And Me

Boss And Me
Chapter 13



1 minggu kemudian


CEO Room


Tok...Tok...Tok *ketukan pintu*


“masuk” teriak William dari dalam ruangannya


Allice pun masuk ke dalam ruangan William lalu melangkahkan kaki menuju meja kerja William lalu berdiri di samping meja kerjanya William


“ini Mister laporan yang anda minta” ucap Alice lalu menyerahkan sebuah map yang berisi laporan yang di butuhkan William


“iya terima kasih” ucap William lalu menerima map tersebut dan mulai membacanya


Alice masih memperhatikan William yang sedang membaca isi map tersebut


“kerjaan kamu bagus dan rapi” ucap William setelah selesai membaca isi map tersebut lalu menutup map tersebut


“kalau begitu saya permisi dulu Mister” pamit Alice


“tunggu sebentar Alice” ucap William yang sudah berdiri dan menahan tangannya Alice, Alice pun berbalik


“iya Mister ada apa ya?” tanya Alice


“Alice apa kamu marah sama saya?” tanya balik William


“marah? Saya marah kenapa Mister?” ucap Alice heran karena menurutnya ia tidak marah sama sekali


“semenjak Allysia datang kemari beberapa hari yang lalu, kamu selalu menjauhi saya dan kamu juga selalu diam saja kalau kita berdua saja” ucap William sambil melihat ke mata Alice


Alice yang mendengar ucapan William hanya diam, karena ia bingung harus menjawab apa masa ia harus menjawab kalau ia tidak suka kedekatan antara Allysia dan bossnya tersebut


“itu cuman perasaan Mister saja, saya baik-baik saja” ucap Alice


“beneran kamu baik-baik saja?” tanya William sekali lagi untuk meyakinkan


“iya Mister saya beneran baik-baik saja” jawab Alice supaya meyakinkan William


“yaudah kalau begitu, kamu boleh kembali bekerja” ucapan William seperti mengusir Alice, Alice pun kembali ke mejanya sedangkan William kembali mengerjakan pekerjaannya


~beberapa hari kemudian~


12.00


Hari ini William dan Alice ada meeting di salah satu hotel sebelum meeting mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di salah satu restaurant di hotel tersebut


📍 HIYA Restaurant, Shanghai The Edition Hotel


“silahkan tuan nona ingin pesan apa?” tanya seorang pelayan kepada William dan Alice yang sedang melihat-lihat buku menu restoran tersebut


“hmm saya pesan ini saja Mister” ucap Alice sambil menunjuk gambar dalam menu tersebut


“hmm” jawab William sambil mengangguk


“kami pesan Sea bass roll, myoga & shiso salad, crispy potato-nya satu, Bluefin tuna tartare, premium Oscietra caviar, fresh wasabi, steamed brioche-nya satu dan Salmon slow cooked pork shoulder with seasonal vegetables-nya satu” ucap William


“baik Mister” ucsp pelayan tersebut sambil menyatat pesanan William


“ada lagi tuan?” tanya pelayan tersebut setelah selesai menyatat pesanannya William


“oh tidak ada” ucap William sambil menyerahkan buku menu restoran ke pelayan tersebut


“baik Mister kalau tidak ada lagi pesanannya, saya permisi dulu” pamit pelayan tersebut lalu pergi membawa buku menu restoran


“hmm El” panggil William


“iya Mister” ucap Alice yang sedang membaca materi untuk meeting nanti lalu menatap William


“apa kamu masih marah sama saya El?” tanya William


“marah? Memangnya saya marah kenapa Mister?” tanya Alice balik ke William


“kali aja kamu marah sama saya karena waktu itu pas kamu pulang dari rumah sakit tidak menjemput kamu” ucap William lalu menundukkan kepalanya karena merasa bersalah kepada Alice


Alice yang mendengar ucapan William terdiam, karena sebenarnya marah kepada bossnya tersebut tetapi karena bukan bossnya itu tidak menjemputnya, Alice marah ke William karena selama Alice di rumah sakit William tidak pernah menjenguknya lagi setelah malam William tanya tentang insiden yang dialami Alice


“tuh kan benar kalau kamu marah sama saya karena saya tidak menjemput kamu di rumah sakit” tebak William


“saya memang marah sama Mister tetapi karena bukan hal itu” ucap Alice


“lalu kamu marah sama saya, karena hal apa?” tanya William


“maaf ya Mister, saya marah sama Mister karena Mister tidak pernah menjenguk saya lagi setelah Mister tanya tentang insiden yang saya alami” jawab Alice


“maafkan saya Alice, saya tidak menjenguk kamu karena saya ingin tahu siapa yang kunciin kamu di toilet” ucap William


“apa Mister sudah tau siapa yang kunciin saya di toilet?” tanya Alice


William hanya mendiam setelah di tanya seperti itu


“apa Alice akan percaya kalau sebenarnya yang ngunciin dia adalah teman dekatnya sendiri” ucap William dalam hati


“hmm, saya tahu siapa yang ngunciin kamu di toilet” jawab William


“siapa Mister?” tanya Alice yang penasaran


“”tapi saya mohon sama kamu, kamu harus percaya sama saya dengan apa yang akan saya ucapkan nanti” ucap William sambil menatap ke mata Alice


“iya saya akan percaya dengan Mister” janji Alice


“yang ngunciin kamu di toilet adalah Rani karyawan divisi marketing” jelas William


“Rani? Engga mungkin Rani melakukan itu” ucap Alice tidak percaya


“apa kamu merasa aneh dengan para karyawan yang bergosip tentang kamu?” tanya William


“iya yang saya di gosipin, saya diterima jadi sekertaris sementara Mister karena saya godain Mr. Johnson” jawab Alice


“yang menyebarkan gosip itu juga Rani” ucap William yang membuat Alice lemas seketika karena menurutnya Rani orang yang baik kepadanya engga mungkin Rani melakukan itu semua


“engga-engga itu bukan Rani yang melakukannya” ucap Alice tidak percaya


“kamu kan sudah janji sama saya apa yang saya ucapkan kamu akan percaya” ucap William


“iya saya akan percaya, kalau yang melakukan itu semua kepada saya orang lain bukan Rani” kesal Alice


“saya punya buktinya kalau Rani lah yang melakukan itu semua supaya kamu percaya sama apa yang saya ucapkan” ucap William lalu mengeluarkan sebuah pad dari tasnya untuk menunjukkan sebuah video dari cctv dari lantai 25


Alice pun menonton video tersebut, ia menggelengkan kepalanya apa yang ia lihat di video itu kalau memang benar Rani lah yang kunciin Alice di toilet


“kamu sudah percaya sama apa yang saya ucapkan” ucap lalu memasukkan padnya kedalam tasnya


“iya saya percaya sama apa yang Mister katakan” ucap Alice menundukkan kepalanya


“maafkan saya Mister” lanjut Alice masih menundukkan kepalanya


“sudah Alice tidak apa-apa” ucap William lalu mengusap pipinya Alice supaya Alice mendongakkan kepalanya


“lalu Rani kemana Mister?” tanya Alice yang sudah mendongakkan kepalanya


“Rani sudah saya pecat” ucap William santai


“apa di pecat?” kaget Alice dengan apa yang di ucapkan William barusan


Tiba-tiba pelayan restoran mengantarkan pesanan makanan William dan Alice


“permisi tuan, nona ini pesanannya” ucap pelayan tersebut sambil menaruhkan makanannya ke atas meja


“sudah semua ya pesanannya” ucap pelayan tersebut sambil melihat makanan dan ke catatannya


“iya” ucap William


“kalau begitu saya permisi dulu, selamat menikmati” ucap pelayan tersebut lalu pergi meninggalkan meja Alice dan William


William dan Alice menikmati makanan mereka dengan diam dan tenang, sebenarnya Alice masih tidak menyangka apa yang di lakukan Rani kepadanya


Selesai makan mereka harus menemui klien mereka di hotel tersebut juga tetapi di lantai yang berbeda


13.00


Meeting Room


“selamat siang Mr. Smith, maaf saya dan sekertaris saya terlambat” ucap William


“oh tidak apa-apa Mr. Johnson, saya dan sekertaris saya juga baru sampai” ucap Mr. Smith


“yaudah kalau begitu Mr. Smith saya akan memulai meetingnya” ucap William


“silahkan Mr. Johnson” ucap Mr. Smith mempersilahkan Alice untuk mempresentasikan proyek yang akan mereka kerjakan nantinya


Selesai meeting William, Alice, Mr. Smith dan sekertaris Mr. Smith berbincang-bincang dengan santai


“Mr. Johnson sepertinya saya belum mengenal siapa sekertaris baru anda ini” ucap Mr. Smith


“oh perkenalkan ini dia Alice Keneisha dia adalah sekertaris pengganti sementaranya Diandra” jelas William


“pengganti sementara? Maksud anda bagaimana Mr. Johnson?” tanya Mr. Smith


“oh maksud saya, Alice hanya menggantikan Diandra selama ia cuti setelah cuti Diandra selesai maka Alice akan kembali ke posisinya” jawab William


“oh begitu, memangnya anda sebelumnya bekerja sebagai apa Ms. Keneisha?” tanya Mr. Smith ke Alice


“saya sebelumnya hanya sebagai anak magang di J. Corporation” jawab Alice


“anak magang? Wow anak magang seperti anda ini sebenarnya keren sekali” kaget Mr. Smith, Alice yang mendengar ucapan Mr. Smith sedikit tersinggung karena mengingat kata-kata karyawan di J. Corporation yang menyebutkan “Alice menggantikan Diandra sebagai sekertaris CEO karena ia menggoda sang CEO”


“maksud saya kamu anak magang saja kerjanya bisa sebagus ini, bisa menghandle semua pekerjaan boss dan menemani boss dari pagi sampai malam untuk meeting kaya waktu itu” jelas Mr. Smith


Alice yang mendengar ucapan Mr. Smith sedikit lega karena ia takut kalau klien bossnya ini akan berfikiran sama seperti karyawan di kantornya


“kalau kuliah kamu sudah selesai, kamu akan bekerja dimana?” tanya Mr. Smith


“hmm saya belum tahu Mister” jawab Alice


“kalau kamu mau kamu bisa bekerja di Smith Enterprise nantinya dan ini kartu nama saya dan kartu nama sekertaris saya kalau ada lowongan nanti sekertaris saya akan memberitahukan ke kamu” jelas Mr. Smith memberikan kartu nama dirinya dan kartu nama sekertarisnya


“terima kasih Mister” ucap Alice sambil menerima kartu nama tersebut


“yaudah kalau begitu saya dan sekertaris saya mohon undur diri karena harus meeting di tempat lain” ucap Mr. Smith


“terima kasih Mr. Smith atas waktunya” ucap William ingin berjabat tangan dengan Mr. Smith dan sekertarisnya lalu di balas dengan Mr. Smith dan sekertarisnya


“sama-sama Mr. Johnson, saya permisi dulu” pamit Mr. Smith berlalu dari hadapan William dan Alice


“yaudah yuk El, kita kembali ke kantor” ucap William lalu berdiri


“baik Mister” ucap Alice berlalu meninggalkan restoran bersama William


17.00


William keluar dari ruangannya karena ini sudah waktunya pulang kantor


“Alice” panggil William yang sudah ada di samping meja Alice


“iya Mister” jawab Alice mendongakkan kepalanya


“kamu sudah mau pulang?” tanya William melihat Alice yang sedang berberes


“iya Mister saya sudah mau pulang, ada apa ya Mister?” tanya Alice


“oh engga, saya cuman mau kamu temenin saya malam ini” ucap William


“menemani Mister, memangnya Mister ada jadwal meeting dengan klien?” tanya Alice


“oh saya tidak ada jadwal meeting, tetapi saya cuman kamu menemani saya membeli kado.. apa kamu mau?” tanya William


“membeli kado? Memangnya untuk siapa Mister? Maaf kalau saya lancang” ucap Alice sambil menundukkan kepalanya


“untuk keponakan saya” ucap William


“oh keponakan Mister yang beberapa bulan lalu lahir itu” tebak Alice


“iya benar” jawab William


“bagaimana kamu bisa menemani saya?” tanya William


“bisa Mister, tapi saya bereskan ini dulu” ucap Alice


“santai saja, saya juga mau mengambil barang-barang saya” ucap William lalu kembali masuk ke dalam ruangannya untuk mengambil tas kerjanya


William dan Alice sudah ada di dalam mobil dan menuju ke salah satu mall terbesar di Shanghai


🚗 William Car


“memangnya jenis kelamin keponakan Mister apa ya? laki-laki atau perempuan?” tanya Alice


“keponakan saya perempuan” jawab William masih fokus menyetir mobil


“hmm, memangnya Mister ingin mengadokan keponakan Mister apa? Baju, boneka, sepatu atau yang lain?” tanya Alice


“saya belum tau, nanti kalau di toko ada yang lucu dan menarik untuk keponakan saya baru saya pilih untuknya” jawab William


“oh begitu” ucap Alice sambil mengangguk-nganggukkan kepalanya polos, William yang melihatnya tersenyum karena menurutnya Alice lucu


📍 Super Brand Mall, Shanghai


Parking Area


“yaudah yuk El, tapi kamu bawa tas saja” ajak William ke Alice


“iya Mister” ucap Alice lalu keluar dari mobilnya William hanya membawa tasnya tanpa membawa file-file dari kantor


William dan Alice pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam mall


~Di Dalam Mall~


“El kamu pakai baju yang ada di dalam paper bag ini” ucap William sambil mengasihkan sebuah paper bag yang di dalam ada baju untuk Alice


“untuk apa Mister?” tanya Alice


“sudah kamu ganti saja, saya juga akan ganti baju” ucap William sambil mengangkat paper bag satunya lagi lalu melangkahkan kakinya menuju toilet pria


Alice mau ga mau harus memakai baju tersebut karena takut akan membuat William marah kepadanya


William yang sudah mengganti bajunya segera keluar dari dalam toilet pria lalu menuju tempat duduk yang ada di depan toilet sambil menunggu Alice keluar, tak lama kemudian Alice pun keluar dari dalam toilet perempuan dan sudah mengganti bajunya


“kamu sudah selesai?” tanya William ke Alice yang sudah ada di depannya


“iya Mister” jawab Alice


“kamu tunggu sini dulu, saya akan menaruh baju kamu dan baju saya ke dalam mobil” ucap William


“hmm Mister saya ikut ya” ucap Alice


“tidak usah, saya tidak akan lama kok” ucap William lalu meninggalkan Alice menuju ke parkiran


Setelah beberapa menit, akhirnya William sudah selesai menaruh bajunya dan baju Alice ke dalam mobil


“yasudah ayo kita cari kadonya” ucap William lalu melangkahkan kaki mengelilingi mall bersama Alice


Setelah mengelilingi Mall selama 30 menit akhirnya William belum juga mendapatkan kado yang cocok untuk sang keponakan


“hmm Alice bagaimana kalau kita nonton film dulu” ucap William menengok ke arah Alice


“tapi Mister kan kado untuk keponakan Mister belum dapat” ucap Alice


“udah nanti saja setelah selesai kita nonton, saya lagi pengen nonton film Ready or Not” ucap William


“mau ya please” ucap William sambil bernada memohon dan kedua telapak tangannya di satukan


“baiklah Mister” ucap Alice akhirnya


“yaudah yuk” ajak William lalu menarik tangannya Alice


~Bersambung~


Jangan lupa Like and Comment, karena Like dan Comment kalian sangat berarti bagi penulis supaya penulis bisa semangat untuk menulis cerita ini... Penulis menerima saran dan kritik dari para pembaca.