
Setelah selesai perkenalan, mereka mengganti pakaian mereka, lalu membawaku ke tempat guild petualangan berada.
Saat di jalan, Megumin bertanya kepadaku dengan rasa ingin tahu.
"Nama aneh dan pakaian yang aneh, apakah Araragi berasal dari negara yang sama dengan Kazuma?"
"Ya. Aku dan Kazuma berasal dari negara yang sama. Hanya saja, aku tidak Neet seperti dirinya."
"Hey! Aku sekarang seorang petualang, bukan lagi Neet!"
"Benar. Mantan Neet."
"Itu tidak mengubah apapun!"
"Ne, Araragi-san. Jika kau seperti Kazuma, apakah Eris yang mengirim mu ke sini?" Aqua memiringkan kepalanya. "Aku pikir dia tidak bisa melakukan pekerjaan ku, jadi aku pikir itu mustahil untuknya karena dia anak yang bodoh."
Caraku ke sini seharusnya tidak ilegal, kan?
"Uhuk uhuk!" Aku batuk dua kali dan mengeluarkan uang. "Kau mengetahui tempat menjual sake yang enak kan, belikan aku beberapa dan sisanya untuk mu."
"Sungguh? Terimakasih, Araragi-san." Aqua menepuk dadanya. "Serahkan padaku jika masalah sake terbaik!"
Setelah itu, Aqua pergi tanpa curiga seolah dia tidak pernah menanyakan hal yang penting apapun sebelumnya.
"Eh, Kau mengerti cara menangani Aqua, ya." Kata Kazuma. Dia menatap Aqua yang pergi dengan riang.
"Tapi apa kau yakin hanya dengan pakaian seperti itu? Aku pikir kita perlu membeli perlengkapan terlebih dahulu di toko peralatan."
Darkness berkata selagi melihat ke arahku.
Aku melihat pakaianku. Saat ini aku hanya memakai baju olahraga yang berwarna merah. Mungkin karena pakaianku hanya pakaian biasa, dia memberikan sarannya.
Meskipun seorang gadis mesum, Darkness masihlah memiliki sedikit akal sehat... Mungkin.
Aku menggelengkan kepalaku dan memberinya jempol.
"Tidak masalah. Pergi ke sana hanya akan memakan waktu, belum lagi memilih peralatan yang sesuai, itu akan memakan waktu setidaknya satu jam."
"Begitu? Tapi apapun itu, jika tentang melindungi serahkan kepada ku!"
"Seperti yang diharapkan dari gadis berotot,
dapat diandalkan."
"Oi, Aku juga seorang gadis biasa."
Darkness berkata selagi berjalan ke arahku, dan Aku mundur disaat yang sama.
"Aku tahu itu, jadi berhenti mendekat ke arahku. D-darkness, apa yang ingin kau lakukan?! Kita baru kenalan, dan kau ingin hal macam-macam denganku?!"
"Apa yang kau bicarakan! Berhenti membuat orang salah paham! Hey, Kazuma, ada apa dengan temanmu, kalian berdua sangat mirip. Apa kalian bersaudara?"
"Aku pikir tidak. Meskipun aku akui sifat mereka terlihat mirip, tapi wajah beda jauh, dan tampang bodoh dari Kazuma tidak terlihat dari wajahnya."
Megumin berkata selagi melihat ke arah aku dan Kazuma.
"Oi, Megumin! Tidak bisakah kau sedikit berbohong dan memujiku saat mengatakan ku?!"
Saat berbicara, kami tiba di Guild Petualang. Tempat besar dan penuh berisik terdengar dari dalam.
"Tunggu sebentar. Biar aku masuk duluan." Kata Kazuma. "Meskipun dari segi umur kau lebih senior dariku, tapi dari segi petualang, aku adalah seniornya."
Aku menatapnya dengan kosong.
"Lihat Kazuma, dia berlagak keren. Dia bahkan tidak bisa membunuh katak raksasa sendirian." Bisik Megumi.
"Shht, diam lah Megumin. Biarkan dia seperti itu untuk sementara." Kata Darkness. "Tidak mudah membuatnya bersemangat untuk mengambil misi."
"Oi, Aku bisa mendengar kalian!"
Kemudian, mereka masuk terlebih dahulu, dan aku mengikuti mereka di belakang.
Saat di pintu masuk, seorang pria brewok menyapa Kazuma, dan kemudian berhenti saat melihatku.
Dia menyipitkan matanya dan berkata, "Yo, bocah baru. Selamat datang di gerbang neraka."
Aku tersenyum dalam benakku karena tahu dia hanya bekerja sebagai penjahit dan bukan petualangan. Tapi karena terlihat menarik, aku mengikuti alurnya.
"Bukan datang, tapi Aku kembali dari neraka."
"Ho, kembali, ya."
Setelah berbicara dengannya, aku berjalan ke resepsionis. Di sana ada Kazuma dan party nya sedang berbicara dengan perempuan pirang.
Saat aku berjalan ke sana, Kazuma melihat ke arahku dan melambaikan tangannya.
"Apa yang kau lakukan, cepat kesini."
Didepan resepsionis, aku melihat Onee-san pirang sebelumnya. Dia wanita yang cantik dan memiliki aset yang melimpah.
Dia benar-benar... Luar biasa.
"Erm... Apakah anda Araragi Kiyomi-san?"
"Itu benar."
Sial, Aku tidak bisa menarik mataku.
"A-apa anda ingin menjadi petualang seperti yang Kazuma-san katakan?"
Sial. Jika aku tidak menghentikannya, reputasi ku akan hancur sebelum memulainya.
Aku dengan paksa memejamkan mataku dan memberikan jempol kepada Onee-san itu.
"Ya. Tolong lakukan."
"B-baiklah, jika begitu, tolong letakkan tangan Anda di atas alat ini untuk membuat kartu petualangan Anda."
Seperti yang Onee-san itu katakan, aku meletakkan tanganku di atas alat seperti peta bola dunia.
Setelah beberapa detik aku meletakkan tanganku di atas alat itu, alat itu mengeluarkan sinar biru seperti laser, lalu rangkaian sinar itu membuat status di kartu petualangan yang kosong.
Tidak menunggu waktu yang lama, kartu petualangan ku selesai. Onee-san pirang itu segera mengambil dan mengeceknya, dan matanya melebar ketika melihatnya.
"Ada apa dengan angka-angka ini... Semua status anda sangat tinggi!"
"Oh, Ya?"
Yah, itu tidak diragukan lagi karena aku meminum air abadi yang membuatku mencapai puncak manusia. Jadi reaksiku tidak berlebihan saat mendengarnya.
"Ya, sangat luar biasa! Anda dapat memilih job tingkat lanjut manapun dari awal! Dilihat dari fisik anda, saya menyarankan anda untuk memilih sword master yang mengandalkan fisik dan kecepatan!"
"Hmn, hmn. Meskipun Sword Master terdengar bagus, tapi itu tidak terkesan fantasi."
"Fantasi?"
Apa ciri khas dunia lain? Itu benar, Sihir. Romansa laki-laki adalah bisa menggunakan sihir untuk mempermudah hidupnya!
"Aku memilih Arc Wizard."
Saat aku mengatakan Arc Wizard, Megumin tiba-tiba menjadi marah.
"Apaa?! Hei, Arc Wizard sudah ada di party ini. Araragi, kau tidak bisa memilih job itu, pilih saja Sword Master atau yang lainnya!"
"Oi, tenanglah Megumin. Aku mengerti kenapa kau marah, tapi aku juga paham romansa laki-laki yang ingin bisa menggunakan sihir. Jadi, tenanglah, oke? Itu tidak seperti kami akan mengeluarkan mu dari party."
Kazuma, yang di sampingnya, menghentikan Megumin yang ingin merapal mantra dengan kedua matanya yang bersinar merah.
"Kazuma benar, Megumin. Kau adalah anggota party berharga kami, tidak mungkin kau bisa digantikan begitu saja."
Bahkan Darkness berkeringat dingin saat menenangkannya.
"Tapi... Baiklah. Aku akan menunjukkannya apa itu arti sejati Arc Wizard agar dia tidak main-main dengan ku!"
"Main-main?"
Mengambil kartu petualangan ku yang sudah dipilih menjadi Arc Wizard oleh Onee-san itu, aku menoleh ke arah Megumin.
"Alasan sebenarnya aku memilih job Arc Wizard adalah aku ingin belajar sihir ledakan. Aku mendengar dari Kazuma ada seorang Arc Wizard di Axel yang bisa menggunakan sihir le-"
Sebelum aku menyelesaikan perkataanku, tanganku ditarik oleh Megumin dengan matanya yang bersinar merah.
"Fwaaa...! Benar, itu benar! Kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi?! Aku adalah Megumin, Seorang Arc Wizard yang menguasai sihir ledakan, mantra serangan terkuat yang pernah ada! Araragi, Ayo kita telusuri jalan ledakan bersama!"
"O-oi, tenanglah. Saat ini poinku masih sedikit, aku perlu naik level untuk mendapatkan poin."
Bukankah dia sudah mengatakannya sebelumnya?
"Kalau begitu ayo kita mengambil misi untuk menaikkan level mu, dan sekaligus aku akan menunjukkan kehebatan dari sihir ledakan!"
Setelah mengatakan itu, Megumin pergi untuk memilih misi, lalu Kazuma menghampiri ku dan berbisik.
"Apakah itu tidak apa-apa? Biar aku memberitahumu, sihir ledakan hanya dapat di gunakan sekali sehari, dan setelah itu kau tidak akan dapat bergerak ataupun mengeluarkan mantra apapun. Dengan kata lain, kau akan menjadi penyihir tidak berguna. Kau masih ingin mempelajarinya?"
Aku hanya melipat tanganku dan melihat Megumin memilih misi dari jauh.
"Tentu saja." Aku menghela nafas. "Aku butuh mantra serangan dengan kerusakan area yang besar, dan hanya ini pilihan yang bagus untuk misi itu..."
Aku terdiam sejenak, lalu menyipitkan mataku, dan memberitahu Kazuma apa yang aku lihat. "Ah, sepertinya Megumin mengambil misi mengusir Griffin dan Manticore di pegunungan dekat Axel."
"Megumin apa...?! Oi, Megumin! Hal bodoh apa yang kau lakukan! Letakkan kembali dan cari misi yang lebih mudah! Kau juga Darkness, hentikan!"
Kazuma berlari dengan terbirit-birit untuk menghentikan Megumin mengambil misi mengusir Griffin dan Manticore.