BokuMonogatari

BokuMonogatari
Aplikasi aneh



Siang hari yang hangat diakhir pekan, dengan banyaknya orang yang berada di jalan.


Di toko ponsel.


"Ponsel ini tidak memiliki aplikasi yang aneh kan?"


Aku berdiri di konter dan menyipitkan mataku.


"Aneh? Tidak. Ponsel ini belum di aktifkan, semuanya kosong kecuali aplikasi yang penting untuk kerja ponsel."


"Begitu?"


Aku menatapnya dengan ragu.


Karena setiap aku membeli ponsel, aplikasi aneh pasti ada di dalamnya. Di konter manapun semuanya sama, bahkan jenis ponsel apapun pasti akan terpasang aplikasi aneh itu.


"Tentu saja. Anda bisa memeriksanya jika perlu."


"Kalau begitu periksa." Aku mengangguk dan memberitahu.


Kemudian, wanita konter itu menyalakan ponsel itu, dan menyerahnya kepadaku.


Aku mengangkat ponsel itu dan melihat, lalu menggeser layar ponsel itu untuk memeriksa.


Tidak ada aplikasi yang mencurigakan. Hanya fitur pada umumnya seperti, kamera, senter, dan beberapa hal lainnya.


"Oke, aku ingin ini."


"Terimakasih. Semuanya 366.000 Yen dengan diskon 10 persen. Anda ingin transfer atau tunai?"


"Transfer."


Aku mengeluarkan kartu ATM ku dan menggesekkan nya ke mesin COS tanpa pikir panjang.


Mesin itu menyala dan mengeluarkan kertas pengeluaran. Saat melihat itu, wanita konter melebarkan matanya, tapi hanya beberapa saat sebelum dia kembali tersenyum.


"Terimakasih atas pembelinya!"


Wanita konter itu membungkuk, lalu menyerahkan ponsel yang sudah dibungkus dengan tas.


Aku mengangguk dan mengambilnya, kemudian langsung membuka ponsel itu dan meletakkannya di saku ku, sebelum aku keluar dari toko.


Hari pekan, aku memilih banyak waktu luang.


Bukan berarti aku tidak punya teman, aku hanya memiliki waktu luang minggu ini. Jangan membuatku mengatakan hal yang tidak jelas!


'Perlihatkan antarmuka panel.'


Setelah aku mengatakan itu, panel mengambang muncul dari udara tipis.


[Nama : Araragi Kiyomi.


Umur : 17


Kemampuan: Karate (Grandmaster), Kendo (Grandmaster), Jujitsu (Grandmaster), Aikido (Grandmaster), Senjata jarak jauh (Grandmaster), Piano (Grandmaster), Pengetahuan Pelajaran SMA.


Aset: 998.675.000 Yen


Paket merah: 2× ]


'Oh, Semalam aku lupa membukanya, ya?'


Mengetahui itu, aku mengklik panel itu di pojok bawah.


[Ding! Selamat, anda menerima 500.000 Yen.]


[Ding! Selamat, anda menerima 1.000.000 Yen.]


Aku yakin sistem ini jenis sistem uang.


Sudah satu tahun semenjak aku mendapatkan sistem, aku hanya mendapatkan satu hal tentang Supranatural, itu adalah Air Keabadian yang aku dapatkan di awal.


Sistem ini cukup sederhana. Aku hanya perlu membuka paket merah yang akan dikirim sekali sehari. Tapi, dari 360 paket merah lebih, aku hanya mendapatkan 7 kemampuan dan satu item.


Aku tidak tahu, apakah aku yang sial atau sistemnya yang seperti itu. Tapi aku masih beruntung karena aku tidak perlu berkerja keras dimasa depan.


Pada saat ini, ponsel lama ku bergetar, dan pemberitahuan dari bank muncul.


[Pemberitahuan dari Merchant Bank: 500.000 Yen disetorkan ke akun Anda pada pukul 11.23]


Aku mengerutkan kening ku.


500.000? Kemana satu juta sisanya? Ah...


Aku memasukkan tanganku ke dalam saku celanaku, dan segumpal kertas terasa di ujung jariku.


Kenapa itu tidak semuanya ditransfer ke akun milikku?


Salah satu kekurangan sistem ini hanyalah tidak semua uang yang aku dapatkan segera dikirim ke akun bank milikku, melainkan beberapa dikirim secara langsung.


Menghela nafas, aku menarik tanganku, dan mengambil ponsel baru ku.


"Semoga saja tidak ada aplikasi aneh itu."


Tapi, saat aku mengaktifkan layar ponsel, pemberitahuan pemasangan aplikasi aneh itu muncul di ponsel baru ku.


[Menginstal Chat Group selesai.


Tutup atau Lihat.]


"Ah, bajingan!"


"Eh?!"


Aku tiba-tiba mendengar suara manis.


Menghilang panel itu, aku mengangkat mata ku, dan melihat seorang gadis rambut kepang tertegun di depan ku.


Karena aku marah sebelumnya, aku belum memperbaiki ekspresi wajahku. Mungkin karena itu, wanita itu terlihat ketakutan.


Tunggu, Kepang dan kacamata.


"Kau... Hanekawa, Tsubasa...?"


"Eh, kau kenal aku?" Dia tampak waspada kepadaku.


Aku menyimpan ponselku dan mengangguk.


"Kita satu sekolah. Hanekawa Tsubasa, seorang siswi dengan peringkat tertinggi di sekolah. Pandai belajar dan olahraga. Semua orang di sekolah pasti mengetahuinya."


"Wah, aku tidak menyangka itu. Kamu, Araragi Kiyomi, kan? Aku juga mengetahui mu. Kau mendapatkan peringkat ke sepuluh saat ujian harian bulan lalu, kan?"


Aku menggosok hidungku.


"Itu benar."


"Hmm..." Hanekawa membungkuk. Dia melihat ke arahku dari sisi ke sisi. "Aku pikir rumor itu tidak benar."


Rumor? Itu menarik perhatianku.


"Apa yang kau maksud dengan rumor itu?"


"Tidak, bukan apa-apa. Hanya rumor angin."


"Apa itu rumor buruk tentang ku?"


Hanekawa memiliki keraguan di wajahnya dan tidak menjawab. Melihat itu, aku mengerti.


Aku teringat kembali. Saat itu, satu tahun lalu, saat aku baru saja mendapatkan sistem dan air abadi, semua teman sekelas curiga ketika aku mendapatkan nilai tinggi.


Bahkan para guru tidak luput curiga kepadaku. Kemudian, ulangan berikutnya, peringkat ku meningkat, dan itu membuat beberapa teman sekelas ku menggosip hal tentang ku yang tidak-tidak.


Aku hanya mendengarnya dengan acuh tak acuh.


Meski begitu, rumor itu tidak hilang begitu saja, dan masih ada beberapa meskipun tidak terdengar sedemikian sebelumnya.


Aku memasukkan tanganku ke saku celanaku dan berjalan pergi untuk mencari restoran keluarga.


Selagi berjalan, aku mengangkat bahu ku dengan acuh tak acuh, dan berkata, "Hanya sekelompok manusia yang iri. Tidak perlu diperhatikan."


"Waw, Araragi-kun, kau sangat dewasa." Hanekawa mengikuti ku dan berjalan di samping ku. "Araragi-kun, kau mau pergi ke mana?"


"Mencari makan siang. Mau ikut?"


"Hmm..." Hanekawa meletakkan jari telunjuknya di dagunya. "Sepertinya tidak bisa. Aku harus pergi, Araragi-kun, bye-bye!"


"Oh."


Aku melihat ke arahnya dan mengangguk.


Dia melambaikan tangannya dan pergi ke seberang jalan, lalu dia menatap ke arahku dan melambaikan tangannya sekali lagi.


Tiba-tiba tangannya berhenti di udara. Matanya berkedip di balik kacamatanya, lalu dia kembali menyeberang dan berjalan ke arahku.


Aku menatapnya dengan seksama.


Gadis ini terlalu bersemangat untuk situasi yang dia miliki.


"Araragi-kun, berikan ponselmu."


Aku memberikannya, dan dia terkejut saat menerimanya.


"Oh, bukankah ini ponsel keluaran terbaru? Araragi-kun, apakah kau sebenarnya anak orang kaya? Itu tidak terduga."


Meskipun dia mengatakan itu, tangannya tidak berhenti mengusap layar ponsel. Beberapa detik kemudian, dia mengembalikannya.


Aku melihat ke ponsel ku.


Itu alamat email dan nomor Hanekawa Tsubasa.


"Itu nomor dan alamat email ku. Sekarang kita berteman, Araragi-kun."


Setelah itu dia pergi. Aku menggelengkan kepala ku, lalu melanjutkan mencari restoran keluarga untuk makan siang.


Tidak butuh waktu lama aku menemukan restoran keluarga.


Aku masuk dan duduk di meja kosong, beberapa saat kemudian, pelayanan datang dengan daftar menu.


"Apa yang anda ingin pesan?"


Pelayanan itu menyerahkan daftar menu, dan aku melihat daftarnya.


Hmm... Apa yang ingin aku makan, pilihannya sangat banyak. Aku juga tidak tahu bagaimana rasanya...


Karena tidak tahu apa yang ingin aku pilih, aku memilih 3 urutan dari yang teratas.


"Roti coklat bergoyang, Pancake Madu, dan Coklat Lava."


"... Ya. Segera siap."


Setelah jeda sebentar, pelayan itu pergi, saat aku melihatnya dengan datar.


Apa salah jika seorang laki-laki menyukai manisan? Apakah harus perempuan yang boleh menyukai yang manis-manis?


Tidak! Kami juga suka yang manis, lembut, dan kenyal didad- Uhuk! Lupakan.


Selagi menunggu, aku mengeluarkan ponsel baruku untuk melihat aplikasi yang tidak jelas sebelumnya.


Obrolan Chat Grup Dimensi? Nama yang terdengar chuuni.


Meski sedikit ragu, aku membukanya.


[Siscon bermartabat Memasuki ruang obrolan.]


[Siscon Bermartabat: ?]


Apa-apaan dengan namanya!


[Satou Kazuma: Lihat ini. Sudah hampir satu tahun, Siscon Bermartabat baru menampakkan hidungnya.]


[Tsunade Senju: Aku pikir dia mati atau semacamnya, ternyata tidak. Tapi, baru sekarang? Hey Siscon Bermartabat, kau tidak apa-apa?]


[Rias Gremory: Masalah? Siscon Bermartabat, apakah duniamu memiliki hal supranatural? Jika ada, beritahu aku. Mungkin aku bisa meramalkan masa depanmu.]


[Ruri Gokou: Kenapa harus seorang Siscon? Apa tidak cukup dengan kakak beradik itu?! Bagaimana bisa orang-orang semacam itu terlihat denganku!]


[Gintoki Sakata: Huh, ada apa ini? uh, sial. Gula darah ku naik lagi.]


Aku mengangkat alisku, lalu mengetik ponselku dengan cepat.


[Siscon Bermartabat: Sekumpulan Chuuni ternyata. Hei, salah satu dari kalian, siapa yang meretas ponselku? Akhiri itu sekarang, atau aku panggil polisi!]


[Satou Kazuma: Polisi? Heh. Aku, Satou Kazuma, tidak pernah takut dengan polisi.]


[Siscon Bermartabat: Diam kau. Aku dapat melihat hidupmu melebar saat melihatnya.]


[Satou Kazuma: Si-siapa yang hidungnya melebar?! Aku bukan seperti mu, yang terangsang dengan adik kandung sendiri!]


....


Di dunia Konusuba.


"Ada apa denganmu, Kazuma? Menatap udara tipis selagi hidungmu melebar, kau pasti memikirkan hal-hal aneh tentangku kan?"


"Tidak mungkin."


"Kenapa?!"


Kazuma memalingkan badannya selagi Aqua yang hampir menangis menggoyangkan bahunya.


....


[Siscon Bermartabat: Hmm... Melihat chat mu, semakin kau terlihat seperti Kazuma, yang panggilan Lolineet atau semacamnya.]


[Satou Kazuma: Kau yang Lolicon! Jangan sampai aku menemui mu. Kalau Tidak, aku, petualangan veteran dari Axel, akan mengalah mu!]


Melihat pihak lain hanya dari era modern, Kazuma membual dengan berani.


[Ruri Gokou: Ponsel, ya. Yah, itu bagus bagaimana latar belakangnya dari abad pertengahan atau secara fantasi.]


[Tsunade Senju: Sejujurnya aku iri dengan era modern. Dunia seperti itu terlihat damai dan tenang, tidak ada ada rasa takut ataupun kekhawatiran. Di dunia ku hanya ada perang dan perang]


[Rias Gremory: Tsunade Senju, kau mungkin benar. Tapi ada beberapa pengecualian, seperti dunia ku, ada ancaman yang tersembunyi. Btw, Bagaimana denganmu, Lolicon Bermartabat?]


Bukan kah ini terlihat menarik? Kenapa tidak aku lihat sejak dulu?


Saat aku asik memainkan ponselku, pelayan datang dengan makanan.


Aku menoleh saat pelayan itu pergi, lalu kembali menatap ponselku.


[Siscon Bermartabat: Berhenti memanggilku Lolicon Bermartabat.]


['Siscon Bermartabat' merubah namanya menjadi 'Araragi Kiyomi'.]


[Ruri Gokou: Ah, sekarang aku paham kenapa nama panggilannya seperti itu.]


[Satou Kazuma: Benar-benar seorang Siscon.]


[Rias Gremory: +1]


[Gintoki Sakata: 2+]


[Tsunade Senju: 3+]


[Araragi Kiyomi: ....]