BokuMonogatari

BokuMonogatari
Penyerangan Uzushiogakure [2]



"Ugh.." Ruri menutup mulutnya, dan satu tangan diperutnya. Dia hanya sebentar mengintip, tapi dia tidak berani lagi untuk melihat adegan itu saat rasa mual memenuhi mulutnya.


"Oi, tenanglah" Gintoki menepuk bahuku. "Bisakah kau menurunkan ketinggiannya?" Dia kemudian meletakkan pedang kayu di bahunya, menatap ke bawah. "Aku akan membantu Tsunade."


"H-hah?" Aku berkedip dan menatap Gintoki. Mulutku terbuka dengan nafas yang tidak teratur, terangah-engah.


"Beginilah cara kerja dunia, Araragi-kun." Gintoki menurunkan pedangnya. "Mereka hanya akan memenuhi kepuasan diri sendiri dengan menjatuhkan orang lain meskipun itu akan menyakiti yang lainnya." Dia mengorek hidungnya, tersenyum dan berkata, "Tapi itulah manusia, Araragi-kun, kau tidak bisa mengubahnya, Aku juga tidak bisa. Tidak, tidak seorangpun yang dapat mengubah hal itu."


Apa yang kau katakan, pria ubanan?! Aku hanya sedikit Tremor!


Aku memejamkan mataku, mencoba menenangkan diriku. Ketika Aku melakukan itu, Rias menawarkan dirinya, saat sepasang sayap kelelawar muncul di punggungnya.


"Aku akan membantu, Tsunade." Kata Rias, menatap Tsunade. Mengangkat kepalanya, dia Kemudian menatap Gintoki. "Aku juga bisa membantumu turun ke bawah."


"Oh, itu bagus." Seru Gintoki. "Tolong lakukan."


"Um." Rias mengangguk. Dia kemudian mencengkram kerah Gintoki dari belakang, menyeretnya, dan kemudian melompat. Gintoki menegang saat dia diseret, dengan pakaian yang mengerut, mencekik lehernya sendiri.


"Sialan," Kazuma mengerang, "Aku akan menembak dari atas." Dengan itu dia mengeluarkan panahnya dan membidik, dan kemudian melepaskannya anak panah satu persatu. "Tidak bisakah kalian melepaskan anak kecil yang tidak bersalah, keparat sialan?!" Teriaknya, menjatuhkan dua orang.


Ruri menunduk, mengepalkan tangannya. Dia ingin merapalkan sihir yang dia pelajari dari Rias. Tapi dari jaraknya, serangannya tidak mencapai sama sekali. Dia menghela nafas, dan kemudian menatap ke arahku.


Apa yang akan dia lakukan? Tidak ada. Dia hanya memiliki firasat bahwa semuanya akan baik-baik saja ketika pria itu (Aku) membuka matanya. Sebut saja itu firasat wanitanya. Ruri mengangguk dalam diam.


Setelah turun, Gintoki dan Rias ke sisi lain Ketika mereka melihat Tsunade dapat menangani di tempat itu. Mereka membantu warga lainnya untuk pergi mengungsi, menahan ninja aliansi yang datang agar warga uzushiogakure dapat kabur.


Karena jumlahnya terlalu banyak, beberapa ninja menerobos masuk ke salah satu rumah. Melihat itu, Gintoki berlari ke arah ninja itu saat adrenalin nya meningkat, memperkuatnya. Dengan kecepatannya, dia muncul di belakang ninja itu, saat dia mengangkat pedangnya, menebas punggungnya hingga terjatuh.


Di sisi Rias, dia hanya terbang dan menembakkan sihir penghancurnya sambil menghindari apapun yang diarahkan kepadanya. Panah, Jutsu, dan senjata jarak jauh lainnya, dia menghindarinya.


Tapi, setelah beberapa saat, mereka perlahan terkepung. Ninja aliansi terus berdatangan ke sisi mereka dan Tsunade. Meskipun ninja dari Uzushiogakure juga bergabung, mereka tetap tidak bisa menahannya.


Ninja aliansi itu terus bertambah, dan bahkan tidak hanya genin dan chuunin, tapi ninja jounin mulai masuk ke pertarungan, membuat mereka tertekan mundur. Itu membuktikan semua desa mengeluarkan ninja terbaik mereka hanya untuk menghancurkan Uzushiogakure, bahkan membuat aliansi meskipun mereka sedang berperang.


"Agh!" Teriak Gintoki, saat salah satu pedang mengenai bahunya. Menggertakkan gigi, dia kemudian menarik sikunya ke belakang, menghantam hidung yang menyerangnya.


Kemudian, bukannya semakin lemah, tapi dia semakin kuat. Instingnya yang tumpul secara perlahan kembali setiap kali dia terluka. Dia menyerang dengan membabi buta, dengan gaya pedangnya yang liar, secara insting.


"Kita tidak bisa terus seperti ini..." Gumam Rias, menilai situasi. Mengarahkan tangannya, dia menembak sihir penghancurnya, menghancurkan tiga ninja dalam prosesnya.


Saat dia mengarahkan ke arah lain, ninja itu berhenti atau melompat mundur dari jangkauan serangannya. Rias mengerutkan keningnya dan mendengus masam, menembakkan sihirnya ke arah lain.


Meskipun dalam keadaan tertekan, mereka masih bertahan. Semua ini hanya karena satu orang. Itu Tsunade. Menghancurkan beberapa orang dengan satu pukulannya, seperti beton besi yang keras.


Sayangnya, itu tidak bertahan lama. Dari sisi lain, ninja aliansi berhasil masuk ke jalan pengungsian Uzushiogakure.


Tsunade mengetahui itu, tapi dia tidak bisa bergerak. Sepuluh jonin atas mengepungnya, menyerangnya diberbagai arah.


Tidak. Sebenarnya dia bisa pergi, tapi itu hanya akan memperburuk keadaan. Jika dia pergi ke sisi lain, di sisinya yang pasti akan diserang masuk.


Ada tiga sisi yang diserang. Satu di kiri, tempat Tsunade, satu di kanan, tempat Rias dan Gintoki, dan kemudian di sisi depan, pusat dari masuk keluarnya kapal.


"Sialan." Gumam Tsunade, saat dia menahan pukulan dari tiga ninja yang mahir dalam elemen petir. Kekuatannya tidak main-main. Mereka sangat cepat dan kuat, jauh di atas level jounin.


"Apa hanya ini kekuatan dari salah satu Sannin Konoha?" Ejek pria yang memiliki atribut petir di lengannya.


"Hahaha." Pria lainnya tertawa. "Tidak perduli apapun yang kamu lakukan, Uzushiogakure pasti akan hilang hari ini!"


Pria lainnya mengangguk, "Aku mungkin bisa membagikan salah satu Jutsu Uzushiogakure padamu, tapi..." Dia menyeringai, "jika kau melayaniku malam ini-"


"Diam!" Tsunade menghilang, dan kemudian muncul di depan pria itu, menjatuhkan tinjunya. Melebarkan matanya, pria itu menyilangkan lengannya, saat dia terdorong mundur beberapa meter ke belakang, menabrak beberapa ninja lainnya sebelum berhenti.


Semua ninja meneguk liur ketika melihat itu. Tidak ada nada main-main lagi, mereka semua menjadi waspada. Tsunade meringis dalam hatinya.


Di sisi Rias dan Gintoki, mereka benar-benar kelelahan. Benar-benar lelah, hampir mencapai batas mereka. Satu persatu ninja Uzushiogakure semakin sedikit, menyisakan beberapa puluh yang berkumpul di satu titik.


Melihat tidak ada peluang menang, Rias mengeluarkan sayap kelelawarnya, berencana kabur dengan Gintoki.


Rias memutuskan, mengangguk. Dia harus pergi. Saat dia hendak meraih Gintoki, sebuah ledakan menggema dari sisi lain.


Bommmm!!!


Tanah bergetar, dan api ledakan meraung tinggi di langit. Rias melompat saat dia terbang di atas tanah, menghindari gejolak gempa kecil yang terjadi setelahnya.


Tidak sampai disitu, Ledakan itu muncul lagi. Dan kali ini di tempat berbeda. Tsunade Melompat mundur ketika melihat Ledakan dari balik bahu ninja di depannya.


Dia meletakkan tangannya di depan matanya, melindungi debu yang ditendang, saat gelombang angin menyapu semuanya.


Menanam kakinya ke tanah, Tsunade kemudian membungkuk ketika rambut dan bajunya berkibar liar ke belakang, bertahan seperti pohon yang kokoh.


Tidak lama beberapa detik kemudian, ledakan itu terdengar lagi. Ledakan itu terus menggema, membuat semuanya terdiam dan melarikan diri. Terus seperti itu sampai tidak terdengar lagi di Ledakan yang ke sepuluh.


Semuanya menjadi hening. Semua ledakan itu hanya mengenai ninja aliansi, dan tidak ada satupun dari Uzushiogakure ataupun mereka. Tsunade mengernyit.


'Apakah dia yang melakukannya?' pikir Tsunade, sebelum menggelengkan kepalanya dan menganggap tidak mungkin.


Tapi, seketika, pikirannya berhenti saat dia melihat hal abnormal. Pria itu... Klon...?! Sebuah pertanyaan dibenaknya muncul. 'Mungkinkah Ledakan itu juga...?'


Kemudian, suara-suara persis seperti diriku terdengar di atas langit.


"Tsunade, kau sangat kacau di sana."


"Targetku pria itu, dia bodoh dari yang terlihat."


"Hahaha! Mungkin saja dia benar-benar bodoh!"


"Dengan terlambat, Pahlawan datang menyelamatkan kalian!"


"Khakhakha, ini waktunya grinding exp!"


Pada saat itu, semua pandangan terangkat, menatap langit yang gelap saat klon ku berjatuhan seperti hujan.


Tsunade membelalakkan matanya. Sepuluh? Seratus? Tidak. Itu– klon ku hampir menutupi langit.


"Apa-apaan ini!?"


Tsunade tertegun, tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Kemudian, dengan pedang petir di setiap klon ku, mereka menebas semua ninja aliansi tanpa terkecuali. Membunuh, dan memenggal tubuh mereka tanpa henti.


"Ini hanya klon! Serang mereka – Dia, dari jarak jauh saat di udara!" Teriak salah satu ninja aliansi, saat dia berhasil menusuk klon ku, yang berubah menjadi asap.


Seperti yang dikatakan, semua ninja aliansi menyerang klon ku sebelum mereka jatuh ke tanah, berubah menjadi kepulan asap, menutupi langit.


Berikutnya tidak ada yang turun. Semua ninja aliansi; Mereka pikir itu sudah berakhir. Tapi mereka salah besar, saat mereka satu persatu berjatuhan, dengan darah keluar di bagian tubuh mereka.


Kepulan asap menghilang, memperlihatkan semua klon ku yang memiliki senjata api di kedua tangan mereka, saat mereka menembakkan ninja aliansi yang tersisa.


xXxXx


Beberapa saat sebelumnya.


Setelah tenang, Aku membuka mataku. Aku menghela nafas, dan kemudian menatap mereka berdua. Wajah Ruri pucat, sedangkan Kazuma hanya mengerutkan wajahnya, tidak nyaman.


Hanya kami bertiga tersisa. Tsunade, Rias, dan Gintoki sedang melawan aliansi ninja di bawah. Aku tidak bisa berdiam seperti ini.


Menggertakkan gigi, Aku menarik nafas dalam-dalam. Menguatkan tekad ku, Aku menjentikkan jariku, saat Aku melemparkan sihir ledakan ke arah para bajingan itu.


"Explosion!" Teriak ku.


Bommmm!!!!!!