BokuMonogatari

BokuMonogatari
Energy Gun



[Araragi Kiyomi: Oi, Apa maksudnya ini?!]


[Ruri Gokou: Kami juga tidak mengetahuinya. Bahkan ini sangat aneh. Kau baru saja bergabunglah, tapi kenapa kau yang terpilih menjadi ketua, tapi bukan salah satu dari kami?]


Itu benar. Hmm..


Mungkinkah karena aku bereinkarnasi menjadi Araragi Kiyomi, dan menjadikan jiwa ku lebih tinggi dari mereka?


[Satou Kazuma: Kenapa bukan aku, Satou Kazuma, Pemimpin dari party yang mengalahkan jenderal iblis menjadi ketua?!]


[Araragi Kiyomi: Karena kau Hikineet?]


[Satou Kazuma: Oi, berhenti mengatakan hal yang sama seperti Dewi Trik Pesta! Percaya atau tidak, aku akan mengalahkan mu!]


[Sakata Gintoki: Ada apa ini? Bukankah hal ini tidak perlu di masalahkan? Siapapun bisa menjadi ketua, aku tidak peduli. Nah, karena Araragi-kun menjadi ketua, bisakah kau meminjami ku uang? Hanya 20.000 Yen saja.]


Aku mengangkat alisku dengan penasaran.


Apakah aplikasi ini memiliki fitur seperti itu?


Karena penasaran, aku mencari fitur itu, dan setelah beberapa saat, aku menemukannya di pojok bawah keyboard.


Wow, aplikasi yang keren.


Mengklik itu, aku menemukan informasi baru, tidak hanya uang, tetapi apapun dapat itu dapat dikirim untuk sesama anggota Group Chat.


Tiba-tiba aku memikirkan sesuatu.


Berdiri, Aku mengambil batu acak di taman, dan memotretnya.


Klik!


Batu itu menghilang menjadi sebuah foto.


Oh.


Kemudian, aku mengirim uang 1 juta Yen dan batu sebesar kepalan tangan itu ke Sakata Gintoki.


Setelah itu, aku menutup ponselku.


"Tidak akan ada lagi yang membuatku terkejut."


Aku terkekeh, lalu aku menyandarkan punggungku ke bangku taman dan menatap ke langit.


Lima detik kemudian ponselku kembali berbunyi.


Aku mengerutkan kening ku dan melihat.


[Ding! Misi diberikan:


Cegah kehancuran Clan Uzumaki.


Syarat: 5 anggota; Ketua (Wajib)


Hadiah: Sesuai kontribusi yang dilakukan.


Gagal: Kehancuran Clan Uzumaki, -1000 poin.


Misi dimulai dalam 1 Minggu.]


Saat membacanya, dengan refleks aku melempar ponselku ke atas.


"Ah."


Menyadari itu, Aku segera berdiri, dan saat hendak melangkah ke depan, tiba-tiba aku melihat seorang gadis didepan ku.


"Ap-"


Karena perbedaan badan, Gadis itu terdorong jatuh.


Tapi sebelum dia jatuh, aku dengan gesit menarik punggungnya dan menangkap ponsel ku disaat yang bersamaan.


"Hampir saja."


Aku menghela nafas, lalu memiringkan kepalaku ketika melihat ke arah gadis itu.


"Hanekawa?" Aku melepaskannya. "Apa yang kau lakukan di sini?"


"Araragi-kun, kau membuatku terkejut. Aku tidak menyangka kau tiba-tiba akan berdiri."


"Maafkan aku."


"Tidak, aku yang seharusnya minta maaf karena menghampiri mu begitu saja."


"Oh."


Aku kembali duduk di bangku taman, dan melihat misi itu lagi.


[Ding! Misi diberikan:


Cegah kehancuran Clan Uzumaki.


Syarat: 5 anggota; Ketua (Wajib)


Hadiah: Sesuai kontribusi yang dilakukan.


Gagal: Kehancuran Clan Uzumaki, -1000 poin.


Misi dimulai dalam satu Minggu.]


.....


[Araragi Kiyomi: Yang benar saja, apa yang diinginkan dari ku?! Aku hanya seorang siswa SMA biasa, apa yang bisa aku lakukan! Aku yakin ini Misi bunuh diri!]


[Ruri Gokou: Ugh, ini sangat sulit bagiku. Di dunia ku tidak ada hal apapun seperti sihir atau semacamnya.]


[Rias Gremory: Jangan khawatir. Aku akan melindungi mu. Aku juga bisa mengajarimu sedikit tentang sihir manusia jika kau mau.]


[Ruri Gokou: Benar 'kah? Terimakasih Rias. Oh ya, Araragi Kiyomi. Kelas berapa kau sekarang?]


[Araragi Kiyomi: Kelas 2, Minggu depan aku akan naik kelas. Emangnya ada apa?]


[Ruri Gokou: ... Tidak. Aku pikir itu sulit bagimu.]


Aku mengerti apa yang ingin dia maksud.


Aku mengangguk dengan serius.


Saat asik melihat ponselku, aku mencium aroma wangi dari sampingku.


Aku menoleh ke arahnya, dan aku menyadari wajahnya sangat dekat dengan wajahku.


Dia memiringkan kepalanya saat melihat ku.


Jantung ku berdetak kencang beberapa detik sebelum kembali tenang.


"Kau serius tidak melihat apapun?"


Aku memperlihatkan ponselku dan menatapnya dengan serius.


"Ya. Itu hanya layar hitam." Hanekawa mengangguk. "Apakah aku salah?"


"... Tidak, mungkin kau benar."


Itu sangat bagus. Jika ada seseorang yang melihat itu, mereka pasti menganggap Aku gila.


Aku terdiam sebentar, lalu menyimpan ponselku dan menatapnya. "Jadi, apakah kau ada perlu sesuatu denganku Hanekawa?"


"Tidak, tidak ada. Aku hanya kebetulan lewat." Kata Hanekawa. "Sebelumnya aku melihat Araragi-kun bertingkah aneh sambil menatap ponsel, jadi, karena penasaran, aku menghampiri mu."


"Begitu kah? Tapi aku pikir kau berlebihan Hanekawa. Aku tidak mungkin terlihat seperti itu."


"Yah... Mungkin itu benar."


"Ada apa dengan keraguan di wajahmu itu? Apakah aku benar-benar terlihat aneh saat itu?!"


"Tidak."


Setidaknya lihat mataku!


Aku menggaruk kepala ku dan menghela nafas.


Misi itu benar-benar gila. Untung saja aku memiliki tubuh abadi, jika tidak, aku mungkin akan segera mati setelah tiba di sana.


Yah, untuk kedepannya aku pasti sangat sibuk.


Saat berpikir, tiba-tiba aku mengingat keadaan keluarga gadis berkacamata itu di animenya.


Aku meliriknya dan bertanya.


"Hei Hanekawa, kau... baik-baik saja?"


"Hmm?" Hanekawa memiringkan kepalanya. "Apa maksudmu dengan "Baik-baik saja"?


Saat aku ingin menjawab, mulutku berhenti di tengah-tengah.


Ini bukan masalah yang harus aku campuri. Kami hanya kenalan yang baru bertemu beberapa kali. Mungkin dia akan curiga dan risih jika aku tahu tentang keluarganya.


Dan juga, tidak ada yang bisa aku lakukan tentang keluarganya.


Biarkan saja seperti itu.


Oshino Shinobu pernah berkata, "Yang bisa menolong dirimu sendiri hanya dirimu sendiri."


Tapi, jika dia ingin teman bicara, aku akan bersedia melakukannya untuknya.


"Tidak, lupakan. Aku pikir kau tidak akan khawatir tentang ujian akhir Minggu depan." Aku tertawa untuk diriku sendiri. "Bagaimana bisa aku mengkhawatirkan hal yang sama dengan adikku dibandingkan dirimu. Hanekawa yang tahu segalanya, tidak mungkin tidak dapat nilai sempurna."


"Aku tidak tahu segalanya. Aku hanya tahu apa yang aku tahu."


Tapi apa yang 'hanya kau tahu' itu definisinya sangat berbeda dari orang lain.


"Apa kau mengatakan sesuatu, Araragi-kun?"


"Tidak ada."


"Begitu? Kalau tidak ada, aku akan pergi. Araragi-kun, selamat tinggal."


"Ya. Sampai jumpa lain kali."


Setelah Hanekawa pergi, aku melihat ke udara tipis.


"Buka hadiah harian."


[Ding! Selamat, Anda mendapatkan double 'Energy Gun'.]


[Energy Gun. Pistol dengan peluru yang tak terbatas dan sebagai gantinya akan menguras tenaga untuk setiap amunisi. Dapat menjadi tato dan dapat dipanggil kapanpun.]


Berikutnya, aku merasakan rasa hangat muncul di lengan kiri atas ku.


Tato?


Aku berkedip.


"Oi, Oi, Oi, mungkin kah...!"


Aku menarik lengan baju sekolah ku, dan seperti yang aku pikirkan, ada tato pistol yang bersilang di lengan kiri atas ku.


"Keren... Bukan! Sial, jika ada orang yang melihat ini, tamat sudah aku! Aku pernah mendengar rumor kalau seseorang memiliki tato di Jepang, dia pasti tidak akan pernah diterima di tempat kerja... Hmm?"


Kerja? Apa itu berkerja?


Bukankah aku sudah memiliki pekerjaan? Aku hanya perlu mengangkat jari ku, dan hasilnya itu jauh lebih baik dari semua pekerjaan yang ada.


Benar. Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Jika ada, aku hanya perlu menyembunyikan tato itu dari orang lain.


"Dengan pistol ini, aku dapat sedikit lebih tenang."


Aku mengangguk dalam diam.


Untuk sekarang, tidak ada yang lebih penting daripada meningkatkan kekuatan ku.


"Tapi bagaimana aku menggunakannya?"


Saat memikirkannya, dua Pistol hitam SF19 muncul dari udara tipis di tangan ku.


Oh.


Selanjutnya, ketika aku memikirkan pistol itu untuk menghilang, pistol itu menghilang seperti apa yang aku pikirkan.


Aku mengerti sekarang.


Untuk memanggil dan menghilangkan pistol itu, aku hanya perlu berpikir untuk melakukannya. Sangat praktis dan dapat aku gunakan sebagai senjata kejutan.


"Tapi, hanya dengan ini saja masih kurang. Kami akan melawan ribuan pasukan penyihir berkedok ninja yang sangat berpengalaman."


"Tapi apa yang harus aku lakukan untuk meningkatkan kekuatan ku dengan cepat?"