BokuMonogatari

BokuMonogatari
Sihir Ledakan (1)



..


...


.....


Gelap - Berkedip.


Terbangun, aku membuka mataku. Sandaran yang nyaman di belakang kepalaku telah hilang, dan aku menyadari aku sendirian di bak mandi.


Sepertinya saat aku tidur, Darkness diam-diam pergi.


Aku tidak mempermasalahkan itu. Aku bangun, meregangkan tubuhku, lalu pergi keluar kamar mandi.


Sehari sebelumnya, aku memilih kamar ku di lantai atas sebelum misi.


Berjalan ke lantai atas, aku memakai baju singlet yang hanya satu-satunya baju yang aku punya dengan celana pendek.


Lalu aku mengambil dan melihat kartu petualang ku selagi turun ke bawah.


"Poin skill ku bertambah dua kali lipat? Bukankah bertambah hanya satu poin saat naik level?"


Aku melihat kembali itu, dan angka itu tidak sama sekali salah. Hanya memberitahu, Aku dapat dengan jelas memahami huruf dan bahasa di sini ataupun di dunia lain karena salah satu fungsi Group Chat.


Di lantai bawah, aku hanya melihat Kazuma seorang diri di sofa sembari menatap ke perapian di depannya. Aku bisa bisa mencium aroma Neet darinya.


Apakah karena dia Neet sejati?


Aku menghampirinya dan duduk di sofa, dan setelah aku lihat lagi, ternyata ada kentang di dalam perapian.


"Kau mau, Araragi?" Tanya Kazuma.


"Tentu." Jawabku.


Lalu Kazuma melempar satu kentang lagi ke dalam perapian. Aku dan Kazuma menatap ke perapian sambil menunggu kentang masak.


Api perlahan mengikis kulit kentang, yang membuat kentang Itu gosong dan terlihat hitam. Andai saja memanggangnya menggunakan alumunium foil, pasti akan terlihat bagus.


"Hey, apa tidak ada aluminium foil di sini?"


"Tidak ada."


"Merepotkan."


"Aku tau."


Setelah itu aku dan Kazuma diam. Tidak ada yang kami lakukan, hanya menatap ke perapian yang menyala-nyala.


Sekarang aku terlihat seperti Neet seperti dirinya.


Bosan, Aku mengeluarkan ponselku.


[Tsunade Senju: Aku tidak bisa mengatakannya kepada nenek ku. Sial, apa yang harus aku lakukan. Aku tidak bisa berdiam diri begitu saja.]


[Ruri Gokou: Tenanglah Tsunade. Semuanya akan baik-baik saja menurutku. Tidak mungkin jika Clan Uzumaki diserang begitu saja ketika kita diberi misi untuk mencegah kehancuran Clan Uzumaki.]


[Tsunade Senju: Aku tau itu. Tapi tetap saja aku tidak bisa tidak memikirkannya. Clan Uzumaki adalah kerabat ku. Bagaimana aku bisa tidak khawatir.]


[Rias Gremory: Aku juga ingin membantu, tapi tidak ada yang bisa aku lakukan. Jadi aku hanya menunggu selagi aku berlatih untuk meningkatkan kekuatan ku.]


[Sakata Gintoki: Hey, Tsunade. Apakah warung ichiraku sudah membuka bisnisnya? Aku ingin merasakan ramen yang populer itu jika buka.]


[Ruri Gokou: Tidak bisakah kau membaca suasana, Sakata-san? Kenapa kau malah bertanya tentang itu?]


[Tsunade Senju: Tidak apa-apa, sepertinya aku yang terlalu memikirkannya. Itu juga akan membuat kondisi tubuhku menurun. Lalu, untuk warung ichiraku, aku belum pernah mendengarnya.]


[Araragi Kiyomi: Katak goreng sangat enak.]


[Berhasil mengirim foto, buka dan lihat.]


Aku mengirim foto yang aku ambil saat aku lagi farming katak raksasa.


[Ruri Gokou: Menjijikkan. Kenapa mengirim foto semacam ini? Dimana itu, dan kenapa katak-katak nya sangat besar?]


[Tsunade Senju: Jika dilihat, katak milik teman ku lebih besar dari foto itu. Bahkan ada yang ukurannya sebesar gunung. Kalian pasti tahu siapa yang aku maksud, kan?]


[Satou Kazuma: Ero Sannin. Penulis buku icha-icha yang terkenal. Tidak ada yang tidak tahu tentangnya.]


[Sakata Gintoki: Aku sangat penasaran apa yang di tulis dalam buku itu. Kakashi bahkan dapat hidup tanpa pasangan hanya dengan buku itu.] Aku bahkan penasaran juga tentang buku itu.


[Satou Kazuma: Itu buku yang bagus untuk om-om jomblo seperti kalian yang menghabiskan hidupnya seorang diri.]


[Sakata Gintoki: Siapa yang hidup sendiri, aku punya rekan kerja! Mah, bocah Neet pasti tidak mengerti apa yang aku katakan jika berkaitan tentang pekerjaan.]


[Satou Kazuma: Tentu saja aku tidak paham apa yang dikatakan om-om ubanan!]


Aku menutup ponselku dan melihat ke perapian. Kentang yang sebelumnya sudah matang, jadi aku memadamkan apinya dengan meniupnya.


Lalu, saat aku mengupas kulit kentang, aku mendengar suara Aqua.


"Kazuma. Bagaimana kentang milikku, apakah kau menjaganya dengan benar? Tapi biar aku beritahu terlebih dahulu, kentang di ujung yang paling besar adalah punya, oke? Um.. Kazuma?"


Aqua berjalan ke sampingku, dan saat dia melihat Kazuma menatap kosong ke udara, dia membungkuk sejajar dengan ku. Tangannya ada di samping mulutnya, dia berbisik.


"Hei, Araragi-san. Apakah orang Jepang sekarang seperti itu? Terkadang dia terlihat seperti melihat sesuatu, padahal di depannya tidak ada apa-apa. Oh, aku tahu. Mungkinkah ini yang di sebut Chuuni?"


Selagi mendengarkan Aqua, aku selesai mengupas milikku dengan sempurna tanpa cacat. Aku mengangguk, lalu menoleh ke arahnya dan menjawabnya.


"Anggap saja dia seperti itu. Terkadang jika seseorang kelamaan menjadi Neet, otak dan pikirannya akan mengalami gangguan kelainan."


Aku serius. Neet atau Hikikomori, tidak ada yang bagus.


"Oi, Aku bisa mendengar kalian berdua. Apa salahnya menjadi Neet!?" Kata Kazuma.


"Kau menyumpahi seluruh Neet yang ada, bukan?!"


"Diam, Kazuma! Kau sangat berisik. Aku tidak bisa memakan kentang ini dengan tenang." Teriak Aqua. Setelah mengatakan itu, dia pergi ke dapur untuk mengambil garam.


"Ini terlalu pagi untuk kalian ribut, Kazuma. Ah, aku minta satu." Kata Megumin.


Dia datang dengan pakaian biasa. Dilihat dari rambutnya yang basah, dia mungkin baru saja mandi. Dengan daster hitam, dia benar-benar imut.


Sial. Ada apa dengan diriku?


Menyukai gadis kecil? Apakah fetis Araragi Kiyomi mulai bangkit?! Yang terburuk!


Kesampingkan itu.


Berkedip - Aku melirik ke samping Megumin.


Darkness berlagak tenang. Seolah tidak ada terjadi apapun dengan wajahnya yang lurus. Harus aku katakan, dia menjadi pendiam.


Tidak seperti biasanya.


Itu membuatnya aneh.


Dia ingin terlihat santai untuk menutupi rasa malunya. Tapi terlalu santai untuk karakternya, yang membuatnya keliatan aneh.


Darkness.


Putri dari bangsawan besar.


Seperti yang kita ketahui, nama aslinya adalah Dustiness For Lalatina. Seperti putri pada umunya, putri terkurung dari dunia luar. Sebelum meninggalkan rumahnya, dan menjadi petualangan.


"Megumin, jangan mengambil bagian ku."


Dia berbicara kepada Megumin, tapi matanya melirik ke arahku. Dan saat itu, aku menatap matanya.


Mata kami saling bertatapan.


Darkness tersipu. Menarik kembali matanya dengan cepat, dia berdiri, dan berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah.


Gadis yang aneh. Memiliki karakter masokis dan pemalu, setengah-setengah, yang membuatnya menjadi karakter yang unik.


"Tiba-tiba berdiri. Ada apa, Darkness?" Tanya Megumin.


"Dapur." Jawab Darkness, suaranya sedikit kaku. "Aku ingin mengambil garam."


"Tidak perlu." Kata Kazuma, menunjuk Aqua yang datang. "Aqua sudah mengambilnya."


"Ada apa, Darkness? Kau kelihatan aneh pagi ini." Megumin mengangkat kepalanya untuk melihat Darkness, "Apa kau melakukan hal-hal aneh lagi?"


"Siapa yang melakukan hal-hal aneh!" Dia membantah.


"Apa maksudmu, "Hal-hal aneh lagi" yang dilakukan Darkness?" Aku bertanya, seolah tidak mengetahui apapun.


Dan tentu saja aku tau.


"Tidak ada," Darkness menggigit bibir, "Aku tidak melakukan apapun!"


Dia marah. Sungguh marah kali ini.


Sepertinya aku sudah berlebihan kepadanya. Membuatnya membenciku benar-benar gawat.


Meskipun dia seperti itu, dia tetaplah seorang putri bangsawan. Aku tidak ingin terjadi apapun ketika aku disini.


"Oh ya Megumin. Poinku cukup banyak sekarang." Aku mengganti topik yang kami bicarakan. "Apa kau punya waktu luang untuk mengajariku sihir ledakan?"


"Tentu saja, Araragi." Mata Megumin menyala, dia melihat ke arahku. "Tentu saja aku memiliki waktu luang untuk mengajarkan keindahan dari sihir ledakan!"


"Oh, bagus. Kapan?" Aku memejamkan satu mata ku.


Memundurkan kepalaku saat dia terlalu dekat karena bersemangat.


"Sekarang!" Jawabannya dengan antusias.


Setelah itu, tanpa menunggu, dia pergi ke kamarnya, dan mengganti pakaiannya dengan jubah penyihir miliknya.


Apa yang sebenarnya loli penyihir merah itu pikirkan dalam otaknya? Tidak ada lagi selain ledakan?


Karakter loli yang unik.


Seperti aku melihat Darkness, karakter mereka berdua benar-benar unik. Tidak terkecuali dengan Aqua, Dewi yang diseret untuk turun ke dunia fana oleh pahlawan.


Seorang Dewi tapi bodoh. Karakter yang tidak dapat di andalkan, tetapi di satu waktu, dia sangat dapat diandalkan.


Lalu, pemimpin party ini, Satou Kazuma. Meskipun dia terlihat tidak dapat diandalkan meski memang tidak dapat diandalkan, dia pasti akan menolong temannya yang membutuhkan bantuannya.


Benar-benar aneh. Kelompok yang aneh, tapi tidak buruk.


"Kenapa menatapku, Araragi-san? Aku tahu. Kau pasti ingin aku berbicara dengan Megumin untuk tidak mempelajari sihir ledakan, bukan?"


"Tidak. Aku pikir kau harus mandi."


"Araragi-san benar. Kau bau Kazuma, pergi dan mandi." kata Aqua, saat dia menutup hidupnya, mengejeknya.


"S-siapa yang bau?! Kau yang bau!"


Kisah laki-laki brengsek dengan kelicikannya yang akan mengalah raja iblis dimasa depan.


Tapi itu tidak akan diceritakan.


Karena ini bukan kisahnya, tapi kisah ku, reinkarnasi dari Araragi Kiyomi.