AS SOON AS POSSIBLE

AS SOON AS POSSIBLE
He is My BOSS !



...Inget dia itu sekarang boss...


🌿🌿🌿🌿🌿


Hyuga Kubota adalah pria Jepang.


Aku kenal dia dari aplikasi alay kencan stranger gara-gara ulah si sotoy Adelia.


Dia pernah bayarin belanjaanku, enggak banyak sih, tapi bayarnya pakai kartu hitam berkilat. Aku enggak tau pasti itu kartu hitam yang tersohor seantero jagat yang di kenal dengan nama American Blackcard, yang punya tuh kayak orang-orang seperti suami Duthcess of Cambridge slash Prince William dari Inggris atau Jin BTS dan Suho EXO. Aku kira itu kartu platinum yang boleh bayar tagihan sebesar dua ratus ribu rupiah doang. Tapi Hyuga ternyata adalah Bosku, si Mister Kubota -san.


Dan sialku enggak berujung karena aku di ajak visit ke factory user, tomorrow. Catet ye guys tumorow!!!


Gimana enggak kelabakan, modal presentasi belom ada, cuma melongo doang di ruang meeting. Kelihatan banget cungpret bego hasil masuk pakai orang dalem.


"Yello, kamu harus siapkan presentasi buat besok dan kita berangkat ke pabrik user jam 05.30 pagi. Jangan terlambat" Bisikku menirukan ucapan Hyuga, sesaat sebelum mengakhiri meeting.


Aku yang tadinya menertawakan divisi rekruter bakalan lembur dan kelabakan jadi pengen nangis karena aku sendiri dapet tugas maha berat dari Pak Kubota-san.


Aku meringkuk di dalam kubikel menghadap komputer. Kayaknya aku perlu reshuffle dan sedikit negosiasi.


Aku mengetik pesan di LAN massanger di komputer.


Yello_


Tut, kita tuker posisi yah??


Ketut


Posisi apaan mbak yello. saya udah pewe


Yello


Tukeran proyek dong....


Ketut


Gue nyaman sama proyek ini.


Yello


Fee proyek gue lebih gede...


Ketut


You need promotion. Kali aja lo diangkat jd karyawan tetap.


Yello


Gw gk mau. lo ambil yaa...


Aku melirik kubikel milik Ketut yang berada persis di sebelahku. Mataku memohon dengan kedua tangan menagkup di depan dada. Biar Ketut luluh . Apalagi dengan iming-iming fee gede.


Ketut


Gw udah jalan nih.. lo perlu buat jenjang karir.


Yello.


gw gk butuh jenjang karir. Gw bahagia jd cungpret asal Hidup gw tenang.


Ketut.


Give me a reason.


Yello.


gw gk mampu


Ketut


boong. Proyek di tanganin langsung loh ama mister kubota. Yakin lo lepas. Kali aja lo abis ini naik jabatan pindah ruangan ke kayangan.


Kami para cungpret mengibaratkan kantor tempat top management dan petinggi perusahaan bekerja sebagai kayangan. Fasilitas lengkap. Ada AC, air purifier dimana-mana. Jangankan minum kopi latte, udara aja di jaga biar bersih terus. Bukan ruangan kelas cungpret yang sempit, AC dengan ukuran 0.5pk cuma 2, kursi aja beda.


Yello


gw traktir deh ya... starbucks? janji jiwa??


Ketut.


Duh yel, gw gk bisa lo sogok. ini kesempatan kerja bareng mister kubota. dia apreciate karyawan yang kinerjanya bagus.


Yello


Ketut.


Hyuga????


Oopss! Aku kelepasan. Enggak ada yang boleh tau aku kenal sama Hyuga sebelumnya. Pas di ruang meeting, Hyuga juga amnesia enggak kenal aku.


Yello.


Pokoknya gue enggak mau !!! Tukeran please..


Kakiku gemetaran gemas di bawah meja dan tersentak kaget saat di tegur Bu Wina, kepala divisi cungpret.


"Bukannya kerja malah ngobrol di chat grup. Kamu sudah dapet proyek ini. Kerjain. jangan ngeluh !" Setelah kena damprat Bu Wina, aku sadar kalau aku salah masuk chat grup yang isinya seluruh karyawan dari senior trainee, trainee sampai junior trainee.


Ini mah namanya nyari mati.


"Yel, di panggil Mister Kubota " Gani yang baru datang memberi kabar yang membuat aku tercengang.


"Lah, malah bengong ! Sana ke Lobbi kayangan. As soon as possible !"


Aku menghentak kesal dipanggil sama Hyuga. Mau apasih dia?? Enggak terima kalau aku cuma kebagian presentasi?


Apa mau nambahin dengan beban kerjaan buat cungpret kayak aku??


Enggak mau liat aku hidup tenang apayaa???


🌿🌿🌿🌿🌿


Setelah masuk ruang yang nyaman mirip di kayangan, udara sejuk berhembus Segar. Aku melihat Mister Kubota sedang. memeriksa ponselnya seraya duduk di sofa empuk berwarna merah. Resepsionis yang ada di belakang meja terlihat sibuk. Alah, paling nyarmuk sama Hyuga.


Inget falsafah hidup... Time is moneeeeyyy.


Sumpah, ini beda banget. Bukan seperti Hyuga yang aku kenal kemarin. Dia ramah, dia enggak marah saat aku mengkoreksi kosakata Indonesia yang salah dia ucapkan. Dia selalu senyum lebar, tapi ini???


Enggak mungkin dia tipe pria tsundere, aku yakin ada alasan Hyuga mendadak amnesia sama aku. Tapi enggak apa-apa juga sih dia enggak inget. Kan effort ku buat menjauh dari dia semakin lebar. Abis kontrak abis, and then bye strangeeerrrr !


"Excuse me sir, are you call me?" Tanya ku setelah aku mantap untuk menghadap Hyuga.


Hyuga yang mendengar suaraku memanggil dengan pelan dan sopan (aku rasa sih) menengok ke arahku. Senyumnya mendadak kikuk. Dia berdiri, kemudian menyerahkan berkas padaku.


Aku mengambil berkas itu dengan setengah hati, gini amat nasib Lee Ji Eun...


"Kamu perajari profil factory user, ok see you tomorrow" Hyuga pergi dengan gagah meninggalkan ku di lobby Kayangan. Tapi dia berhenti mendadak pas di depan meja resepsionis.


"Yello, " Panggilnya seraya berbalik menatapku yang berjalan cepat dengan kikuk mendekat. Mau kasih perintah lagi keknya.


"Yes Sir" Aku menunduk.


"Bawa kamu punya laptop and please you make presentation about our Company all this time. As soon as possible"


"Yes..."


"Oh, and dont forget to bring some spare clothes."


Baju ganti? Hey, kita cuma sehari Hyuga???


"For what sir? We only go one day" Aku mendadak Merinding. Sepanjang pengalamanku menangani user, cuma ini loh di suruh bawa baju ganti. Buat apa? Kan aku pakai seragam???


"Oh, we'll overnight, maybe. I hear if location so far. we better make preparation" Alasan Pak Direktur mah.


"Not far Sir. Only in Cikarang. We can go there in one day" Cungpret mulai ngebantah Direktur. Siapa kalau bukan aku pelakunya??? Bukan apa-apa, enggak biasanya di ajak overnight Begini. Apalagi sama Direktur. Berdua aja. Dan kita pernah blind date. You know lah kekhawatiran ku???


"I want everything to be smooth and fine. Ok, see you next tomorrow" Hyuga kembali pergi meninggalkan lobby Kayangan dengan senyum yang tidak dapat kuartikan. Dan senyum itu enggak pernah ditunjukkan padaku.


Aku yakin dia bukan Hyuga yang aku kenal. Dia palingan kloningan Hyuga yang sifatnya beda jauh dari Hyuga -ku.


Dan, yang membuatku tersenyum sumbang adalah, aku cuma pergi berdua sama dia, di pagi buta pula. Masih di tambah lembur buat presentasi all this time. Ya Tuhan, kalau kayak gini aku bisa bobrok kerja bareng dia.


As soon as possible.


🌿🌿🌿🌿


Dihhh mau ngajak nginep....