AS SOON AS POSSIBLE

AS SOON AS POSSIBLE
BE MAID.



...Enggak ada foto lebaran....


...Kalau foto bias sih aku ada....


...Banyak malah....


...menuhin galery....


...Rissa...


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Gosip tentang aku yang menjadi orang ketiga atas kandasnya hubungan Hyuga dan Jeanny semakin memanas. Apalagi di tambah foto laknat saat aku berpelukan dengan Hyuga di toilet wanita menyebar melalui chat grup kantor.


Selama ini aku yang jadi cungpret dan menutup diri dari pergaulan para pegawai Brighton mendadak jadi terkenal. Bukan terkenal karena prestasi, tapi terkenal karena jadi pelakor.


Aku ketahuan pelukan sama Mister Hyuga. Padahal itu pelukan perpisahan dan aku enggak minta di peluk Hyuga. Tapi, foto laknat itu jelas menunjuk jika kami ini punya hubungan lebih dari sekedar bos dan cungpret.


Dan nasib paling apes pasti jatuh kepadaku. Mereka beramai-ramai membicarakan aku. Mister Hyuga ini sudah punya pacar dan pacarnya itu jauh banget lebih shining shimmering splendid melebihi aku. Ketut yang punya image player aja mendeskripsikan Jeanny itu cewek setengah bidadari. Tentu saja, mereka akan membela wanita cantik yang di selingkuhi. Apalagi selingkuhnya sama cewek yang B aja.


Aku yang sebenarnya cuma korban, enggak ada yang bela. Karena secara bukti aku yang salah. Padahal aku merasa teraniaya disini. Netizen itu lebih membela yang cantik bukan yang teraniaya. For example, kasus TKW yang dianiaya majikan di luar negeri. Mereka di hujat habis-habisan. Kenapa nyari kerjanya kejauhan, kayak enggak ada kerjaan aja di dalam negeri.


Coba yang teraniaya itu cewek macam Jeanny yang punya wajah cantik terus pacarnya di rebut olehku.


Dukungan terus berdatangan membela Jeany yang aku jahati.


"Nyebelin !" Aku merosot ke lantai bersandar ranjang kamarku seraya menjambak rambut. Aku di pecat dari Brighton karena aku diam-diam cinta lokasi sama atasan. Padahal kontrak abis kurang seminggu lagi. Perjuanganku sia-sia selama ini. Aku sudah dapat cap buruk dari perusahaan tempatku bekerja sebelumnya.


Lagian, siapa sih yang diam-diam ngambil fotoku terus di sebar?????


*****


As Soon As Possible !


Introduction :


I am an expatriate who live in South Jakarta.


And i am as soon as possible looking for maid and pet caregiver.


I live in gated community. And i stay in South Jakarta 2 years ago. And i already knew a few Indonesian language. But i will maids able to English very well.


So as long as you can work very well, i will pay with competitive salary.


My Pets :


I have pets. 1 dog and 1 group pet rabbits. My maid must be able to feeding and assist my pets.


Aku terbahak, aku baru denger ada bule yang melihara kelinci di Jakarta? Jakarta Selatan pula. Dan dia peduli banget sama hewan peliharaan.


My house it self has maid quarters and toilet.


Please send your resume with recent photograph via this job site.


Membaca ada kata 'competitive salary' membuatku tertarik untuk memencet apply. Sejak kapan aku tidak peduli dengan job vacancy yang tersedia dan tergiur dengan gaji???


Sebulan sudah aku menganggur. Sebulan juga Mama dan Ayah stres melihatku hanya rebahan, nonton tv, tidur, dan jarang keluar Rumah di usia yang sudah tidak lagi muda.


Wanita sebayaku kebanyakan sudah menikah, memiliki anak dan keluarga. Sedangkan aku masih santay seolah kiamat masih lama.


Bukannya aku tidak berusaha mencari pekerjaan. Sudah berpuluh-puluh lamaran aku kirim ke perusahaan-perusahaan yang barangkali membutuhkan orang sepertiku. Namun satupun tidak ada jawaban. Selain usiaku yang sudah tidak freshgrad, barangkali review dari perusahaan sebelumnya juga mempengaruhi.


Dan ketika ada job vacancy yang tidak memerlukan ijazah, aku langsung tergiur. Apalagi gaji yang di tawarkan juga menarik.


Aku yang rebahan di sofa seraya nyengir menatap layar smartphone di kejutkan dengan teriakan khas Mama. Seperti biasa, Mama sudah pasti jengah melihat kelakuanku yang malas.


"Kenapa kau senyum-senyum. Gila ya kau Yello?" Kupingku sudah kebal dengan suara menggelegar milik Mama dengan logat bataknya yang kental.


"Enggak Ma. Yello cuma lihat-lihat video lucu" Jawabku asal seraya menggaruk rambut yang seharian tidak di sisir.


"Daripada kau lihat-lihat pideo kayak itu baik kau bantuin Mama masak" Mama menepuk keras pantatku menyuruhku segera membantunya di dapur.


"Aku tadi mau bersih-bersih kamar Ma. Aku ke kamar dulu ya?" Entah kenapa aku selalu menghindar jika di suruh memasak. Padahal sebenarnya memasak bareng Mama itu mungkin bisa membantu jika aku di terima di pekerjaan yang aku apply tadi.


Tapi pengalaman buruk membantu mama memasak masih melekat di otakku. Jika aku salah step dalam memasak, mama akan memukul pantatku dengan centong nasi berbahan kayu dan itu sakit banget.


"Alasan aja kau !" Teriak Mama melihatku berjalan cepat masuk ke kamar.


Begitu memasuki kamar aku segera berdiri ke arah jendela. Melihat pemandangan jalanan komplek yang tak begitu lebar dari atas. Memainkan ponsel dan melihat kontak whatsapp Hyuga yang foto profilnya berwarna abu-abu. Sebulan ini kami kehilangan kontak. Kata Jeanny, dia sudah kembali ke Jepang. Mungkin hubungan kita berakhir sejak saat itu.


Wajahku bertambah sendu. Nampak Arman dan Maya sedang mengasuh anak mereka di depan rumah. Aku menghela nafas. Banyak orang yang mencibir jika aku gagal move on. Aku enggak gagal move on, hanya saja aku trauma dengan hubungan seperti pacaran. Mau nikah juga belum punya calon. Walaupun Mama pernah menyodorkan anak temannya yang juga berdarah batak sebagai pariban.


Tapi aku tak cukup percaya diri di usiaku yang sudah segini. Biarlah jodoh nanti juga datang sendiri.


.


.


.


.


.


Emang ya, kalau nasib udah apes tuh bisa beruntun. Udah pengangguran, harga diri serasa tercabik-cabik karena enggak punya gebetan eh ketemu mantan laknat di tukang siomay.


Kenapa sih, gini banget nasib Yello???


"Hai Yello..." Sapanya ramah. Aku cuma balas dengan cengiran sinis.


"Gue denger lo sekarang nganggur, kalau lo mau di tempat kerja gue ada lowongan kerja. Gue bisa bantuin lo buat..."


"Urusin hidup lo sendiri !" Jawabku ketus seraya bersedekap kemudian menyuruh abang siomay untuk menambahkan 5 sendok sambal ke dalam siomay pesananku.


"Temen gue bilang kalau lo di pecat gara-gara lo cinta lokasi sama atasan. Orang Jepang itu atasan kamu?"


Aku menggeram dengan intonasi rendah. Kan udah aku bilang jangan gangguin hidupku tapi Arman ini emang nyari mampus.


"Lo kenapa kepo banget ama urusan orang???!!! Gue enggak pernah ye ngusik idup lo !" Aku sengit terpaksa meladeni Arman yang menurutku sudah keterlaluan. " Bang, parenya banyakin !" Pintaku lagi pada abang siomay.


"Kan udah aku bilang kalau cowok Jepang itu enggak baik buat kamu Yel" Si Arman mendadak peduli dengan hubungan asmaraku yang abu-abu bersama Hyuga. Bahkan sekarang kita lost contact.


Aku diam tak menanggapi. Jujur aku tak ingin tersulut emosi lagi. Dan entah kenapa abang siomay bikin pesenannya lama banget kek sengaja.


"Iya mbak, bentar lagi" Jawabnya seraya menyiapkan sambal.


"Aku juga denger kalau sebenernya cowok Jepang itu udah punya pacar dan foto-foto kamu sama cowok Jepang itu nyebar di massanger"


Aku memang sudah memutuskan untuk tidak menaggapi Arman, tapi Arman sudah sangat keterlaluan menyinggung ranah pribadiku.


"Banyak yang bilang kamu Pelakor..."


"Eh, lo bisa diem enggak???" Aku mengacungkan telunjuk persis di depan wajahnya. Memperingatkannya jika dia sudah melanggar batasan.


"Gue bilang sesuai apa yang gue denger" Wajahnya cengengesan. Seolah dendamnya aku permalukan di tampat yang sama dan di waktu yang sama ini terbalaskan.


"Seenggaknya gue enggak ngrebut cowok sahabat baik gue diam-diam dan having sex" Aku akan terus menggaungkan kata-kata ini sebagai senjata mematikan untuk melawan Arman.


"Lo boleh kecewa sama gue dan Maya. Tapi lo jangan ngrusak hubungan orang lain" Dia tak mau kalah.


"Gue kan belajar dari bini lo. Bahwa kebahagiaan itu perlu gue perjuangin walaupun ngorbanin persahabatan. Ya nggak?" Jawabku sinis seraya membawa pesanan siomayku yang sudah selesai dan membayarnya.


Penting banget ngladenin dia. Rasanya pengen kabur !!!


********


Job vacancy yang beberapa hari yang lalu aku apply mendapat jawaban. Dan hari ini, aku di panggil untuk interview.


Aku putuskan merahasiakan pekerjaan dari semua orang. Apa kata dunia, Yello akan kerja sebagai Maid dan Pet caregiver??


Aku seakan tak peduli jika aku harus jadi babu dan mengurus anjing. Yang penting aku harus mendapat bayaran yang pantas syukur-syukur jika aku di bayar mahal. Banyak orang yang mencibir pekerjaan ini. Seperti halnya jika kita bekerja sebagai TKI di luar negeri. Terkesan rendah dan hina. Padahal mereka di bayar mahal. Apalagi jika mendapat majikan yang baik dan enggak pelit. Tapi, orang yang bekerja dengan bermodalkan pendidikan mereka dan duduk di belakang meja kantor banyak yang menjudge rendah para TKI ini. Apapun pekerjaan mereka asal halal, tidak ada yang boleh menghina.


Berdasar pada keyakinan itu, aku nekat menerima tawaran pekerjaan ini. Aku tidak peduli yang penting aku akan dapat gaji yang besar. Dan semoga saja orang asing yang memperkerjakan aku ini adalah orang yang baik.


"Selamat pagi Miss Yello Siborong Borong" Sapaan halus terdengar dari Miss Dinda, orang yang mengirimiku email untuk interview.


"Selamat pagi" Aku berdiri, menerima jabat tangan Miss Dinda dengan senyum terbaikku. Walaupun hanya menjadi maid, aku harus punya kesan yang baik.


"Silahkan duduk" Diapun mempersilahkan. " Anda mau minum teh atau?" Tawarnya.


"Teh saja" Jawabku singkat. Dia mengangkat gagang telpon dan menyuruh OB untuk menghidangkan teh untukku. Aku salut, baru kali ini saat interview aku di tawarin minum. Biasanya cuma dapet aqua gelas.


"Ok, lets start our interview. I read your CV and I intersested. Can you introduce your self?" Sudah kuduga dia akan mewawancaraiku dalam bahasa Enggres. Calon bos ku kan expatriat yang katanya maidnya kudu bisa little-little speak in English. Wokeey, hajar....!


"Why do you want to work as maid and pet caregiver? Sorry to say, your qualification are higher from job requirements " Miss Dinda bertanya serius. Aku enggak bisa bohong.


"I need job. After resign from company last month ago, i had nothing to do. I know my skill my work doesn't match from this requirments job. But, i think my experience in my house can be plus point" Sejujurnya aku ragu atas kalimat terakhir yang aku ucapkan. Aku emang wanita tapi aku jarang mengerjakan pekerjaan rumah. Ada rasa menyesal kenapa jadi wanita pemalas.


"I hope this job can fix the economy I need" Semoga dia tertarik dengan jawabanku atau malah menolakku saat ini juga.


"I see. Now, how many salary requirments you need?"


Mataku berbinar, saatnya kita bernegosiasi soal gaji. Aku akan mematok bayaran tinggi untuk bekerja pada keluarga asing ini.


Aku pernah dengar maid yang bekerja untuk keluarga ekspatriat di gaji mahal. Bahkan mereka mendatangkan nanny dari Filipina dan mendapat bayaran yang tinggi.


"Before i answer your question, may i know job description ?" Ini juga penting. Aku tak mau di bayar mahal untuk pekerjaan ya g ternyata berat.


"Of course. You will be maid for Director. Your job is feed his pet. Mop, sweep, laundry, throw the trash, iron, shopping. He will make his own meals. You will have off day once in two weeks every sunday. You can cook meals by yourself"


"How about my facility?"


"You will have maid quater with bathroom inside. And he will pay your health insurance."


Segitunya??? Baik bener...


"He is kind person" Mata Dinda berbinar-binar membicarakan user yang membutuhkan pembantu ini. Kayaknya emang calon bosku beneran baik.


"Ok, now i will know your expected salary"


"I will ten millions" Eh, apa enggak kebanyakan? Tapi nilai sepuluh juta sudah meluncur keluar dari bibirku.


"Thats higher from your job" Diapun heran dengan nominal yang aku ajukan.


"We offer you five"


"No, nine"


"Five and half?"


"No, thankyou."


"Well, Six"


Enam juta rupiah menurutku gaji yang lumayan tinggi daripada gaji yang aku dapat dari Brighton. Tapi aku tidak mau harga enam juta untuk pekerjaan yang beresiko di cerca banyak orang. Kalaupun di cerca, aku harus dapat harga yang sepadan.


Aku masih bergeming, angka enam juta bisa saja akan naik jika aku terlihat acuh.


"Ok, you get eight . Thats higher salary for this job" Dinda nampak jengah tawar menawar denganku dan dia menyerah di angka delapan juta untuk gajiku sebagai pembantu. Ini pekerjaan yang penuh resiko, tapi desakan dari saldo tabungan dan menghindar dari tetangga laknat membuat ku menjabat tangan Dinda sekali lagi.


"Great !"


Pilihan hidupku ini mungkin akan berdampak besar dan akan aku sesali di kemudian hari. Apalagi jika Pak Patar Simanungkalit dan Ibu Ruth Siborong Borong tahu anaknya di sekolahin tinggi dan kerja jadi pembantu???


Ok, saatnya aku akan dengar Dinda menjabarkan secara rinci dimana usernya ini tinggal. Dan Dinda bilang kalau usernya ini tinggal di Jakarta selatan.


Fix ini kayaknya kudu nginap.......


🌿🌿🌿🌿🌿🌿



salah sendiri kenapa balik ke Jepun. Yello aku carikan bos yang baru.Suh suh sana !!! Go awayy !!!!


🐰🐰🐰🐰🐰🐰


...Author serbuk marimas mengucapkan selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir batin....


...Maaf sekali up nya telat karena di gempur kerjaan terus akhirnya kecapekan dan butuh istirahat....


...Semoga para readers jangan ada yang kayak aku ya.....selalu jaga kesehatan...


...sekali lagi maaf lahir batin.......