
...Maaf saya nyari uang bukan nyari muka....
...dari sini paham kan?...
🌿🌿🌿🌿🌿
Di kantor, ada dua makhluk yang sedang aku hindari keberadaanya. Radar yang ada di kepalaku nguing-nguing jika salah satu diantara mereka mendekat. Of course, in first place, Mister Hyuga Kubota. Dia adalah makhluk Tuhan paling seksi yang harus aku elak jika kebetulan bertemu. Kesan kencan buta melalui aplikasi itu masih melekat padaku walaupun pada kenyataannya dia sekarang adalah bosku yang harus aku hormati. Dia sangat disiplin dan professional dalam pekerjaan. Dia memang kenal sebelum aku tahu dia direktur di kantor, tapi dia tidak pernah menyinggung hal itu saat kami sedang bekerja.
Setidaknya rahasia pertemuanku dan dia aman.
Second place is Adelia. Cewek kepoan itu tentu saja sangat aku hindari. Denger-denger dia udah balik dari proyek besarnya di Jakbar. Kemungkinan besar aku akan bertemu dia hari ini. Beberapa chat darinya aku abaikan, bisa saja saat bertemu denganku dia akan memberondong dengan pertanyaan seperti....
"Yel !" Satu tepukan mendarat di pundakku di sertai suara horor yang aku hindari.
"Eh, Del !" Aku cengengesan songong. Aku sebenernya denger dia manggil, tapi aku belagak budek dan mempercepat langkah memasuki lobby kantor.
"Lo kalau di panggil nyahut dong Yel,!" Protesnya langsung.
"Sorry gue enggak denger"
"Kenapa chat gue enggak di bales sih? Gue kan nanya tentang Mister Kubota !" Sudah kuduga dia akan menanyakan ini.
"Gue kan sibuk" Aku segera berjalan cepat menuju ruang cungpret tempatku bekerja.
Tapi wangi semriwing parfum yang aku kenal mengalihkan pikiranku sedikit. Wangi yang membuat hatiku berdesir dan mengisi seluruh ruang mobil Rubicon berwarna merah.
Bertemu dengan Adelia sudah membuatku kalang kabut dan sekarang aku harus papasan dengan Hyuga di lobbi kantor?
Catet ya guys, lobbi kantor bukan lobbi gedung. Lobbi gedung itu luas dan lobbi kantor?? Aku rasa tidak ada tempat untukku sembunyi.
"Good morning" Sapanya saat melintasi ku dan Adelia yang terpaku menatapnya. Senyum yang Hyuga sunggingkan pada kami membuat aku berdesir lagi. Tapi kayaknya bukan hanya aku saja yang begitu, tapi seluruh karyawan wanita yang di sapa juga menunjukkan ekspresi yang sama.
Aku dan Adelia menunduk. Pagiku nyaris berantakan sampai siang jika bertemu dua orang yang paling aku hindari. Untung Hyuga cuma nyapa, bukan berhenti terus ngajak ngobrol.
Bahu Adelia menyenggol bahuku dengan tertawa cekikikan setelah Hyuga hilang di balik tikungan masuk ke ruang Kayangan khusus Top Management.
"Itu Hyuga yang kamu kenal di aplikasi sejenis Tinder itu kan??"
Aku tertawa sumbang, bukannya dia yang jerumusin aku pada situasi yang sangat tidak menguntungkan ini???
"Bukannya elo kan yang njerumusin gue??"
"Eh harusnya lo bersyukur deh dapet Hyuga. Dia itu direktur loh Yel, smart, gue rasa rekeningnya juga enggak bermasalah" Adelia bersemangat.
Tentu saja enggak bermasalah, kartu kreditnya aja hitam mengkilat.
"Dia bahkan enggak ngungkit-ngungkit perkenalan konyol itu lagi waktu kerja bareng gue. Kalau dia pengen banget pendekatan ama gue misalnya, kenapa gue dapet job bagus kayak punya lo. Gue malah ke Cikarang yang panasnya minta ampun !"
Iya dong, kalau dia respect sama aku sebagai kenalan aplikasi kencan dan beberapa kali melindungiku dari mantan brengcek, harusnya aku dapat job yang menguntungakanku. Bukan malah melemparku ke pabrik yang 80% karyawannya pria dan harus observasi dua shift. Seluruh kerjaan yang aku garap tepat waktu juga sama sekali enggak di sentuh. Jangankan di pegang terus di cek. Boro-boro, dilihat wujudnya aja kagak.
"Dia mau profesional kali Yel. Jangan suudzon lo" Adelia masih bisa berfikir positif dengan apa yang aku alami. Akupun sama, dia hanya profesional. Tapi untuk melanjutkan hubungan ini ke tahap yang lebih, kayaknya kejauhan.
"Professional sih yes. Tapi kalau ngerjain karyawan??" Aku masih tak terima dengan perlakuan Hyuga. Untung aku cuma karyawan outsourcing. Setelah kontrak habis, aku pastikan aku akan hengkang dari sini. Nyari kerjaan dengan gaji tinggi.
"Tapi kan dia kerjanya bareng ama lo. Mungkin itu effort dia buat deketin lo"
"Jangan menduga sesuatu yang belum terbukti kebenarannya. Yang paling bener kita kerja sekarang." Aku berlalu kembali segera masuk ke ruangan divisi cungpret yang berisi kubikel-kubikel. Lebih baik aku meringkuk disana agar di pandang karyawan dengan dedikasi tinggi.
🌿🌿🌿🌿
Semua berawal ketika si Ketut mendadak di tugaskan pergi ke kantor User yang ada di sekitaran Koja, Jakarta Utara. Dia enggak akan bisa balik kantor sebelum jam istirahat. Dan alhasil aku yang mengambil alih pekerjaannya. Mendadak aku mengerjakan bagian Ketut dan harus di serahin ke Pak Agus. Manager bengek yang suka lempar tatapan mesum hampir ke semua karyawan perempuan. Aku sendiri sih belum pernah berinteraksi dengan Pak Agus. Tapi gosip yang aku dapat dari sesama cungpret di kantor membuat aku bergidik ngeri. Dia suka bertindak enggak wajar sebagai atasan dan bawahan. Seolah kesialan ku belum berakhir, mendadak Jeany mendatangi kubikelku untuk meminta bantuan. Aku dengan penuh kesadaran menolak permintaan tolongnya. Aku sadar aku adalah manusia biasa. Manusia adalah makhluk sosial. Aku juga bukan pahlawan kesiangan. Pekerjaanku sendiri sedang menumpuk dan dia dengan entengnya meminta tolong. Terserah dia kalau ngadu ke Bu Weni. Aku enggak peduli.
Setelah istirahat nanti aku harus menyerahkan pekerjaan Ketut yang aku handle kepada Pak Agus. Aku harus banyak-banyak mengisi oksigen di paru-paru sebelum menghadapi serangan Pak Agus yang katanya suka mesum sama karyawan cungpret. Katanya ada sih yang sampai kena pelecehan gitu, tapi namanya karyawan di hirearki terbawah seperti kami mana berani untuk speak up. Jika cicilan kartu kredit dan motor yang jadi taruhannya.
Adelia di tugaskan untuk meeting dengan user baru di daerah Kemayoran. Dan aku terpaksa makan siang di kantin sendirian.
"Lo disini Yel?"
Aku tersedak aqua saat suara Jeanny menemukanku sedang duduk-duduk di bangku kantin seusai makanan yang aku ambil sudah habis aku makan. Dengan santainya si Jeanny duduk di Hadapanku. Enggak usah minta ijin sih kalau duduk di kantin. Kan kantin punya perusahaan bukan punya Opung Yello.
Disusul kemudian ada Sisy yang jadi pesaing Jeanny di kantor ikutan nimbrung duduk di sebelah Jeanny. Kenapa nih pada kayak mau nyerang aku?? Setidaknya aku ingat tadi siang aku nolak Jeanny yang minta tolong.
"Emang user baru diminta apa?" Sisy yang notabene adalah pesaing berat Jeany kepancing dengan omongan Jeany.
"Mereka maunya test menyeluruh. Enggak cuma di MCU aja, mereka juga mau tes fisik. Kalau buat medical Check Up sih gue OK. But, we talk about Physical test. I cannot strong" Jeany mengeluh dengan kondisi pekerjaanya seraya menyugar rambut yang di model macam Jenni Blekping di MV How you like that. As You know, dia penggemar berat musik KPOP especially Blekping. Tapi biasnya enggak tentu, kadang dia suka Jisoo dengan outfitnya, eh besoknya dia niru make up nya Lisa. Tergantung moodnya aja. Dia juga sebenarnya punya nama asli Juleha asli Condet tapi entah kenapa saat dia bekerja untuk perusahaan asing namanya ganti Jeany. Biar sesuai sama penampilan dan mendukung dalam hal pekerjaan. Dab itu juga yang membuat dia suka banget gunain kosakata Inggris dan hobi mengumpat dengan aksen British.
Hyuga bos kalian yang di impor langsung dari Jepun aja mati-matian belajar Bahasa Indonesia biar komunikasi enak Lancar. Prichilla lee cewek Korea Korea yang punya channel Youtube aja ngomongnya medog Jawa bagian Malang. Dan Jeany???
"Enggak nyari tes yang sesuai Jen?" Sisy nanya serius.
"I have never ever physical test in my carrier in my life"
Sisy hanya menimpali senyuman respek yang di buat-buat. Aku yakin 100% Omongan Jeany di simpan di memori otaknya dengan baik dan akan di sebarkan oleh mulut Sisy sampai seluruh divisi kecipratan hot news.
Aku enggan menimpali dan hanya ingin jadi Pendengar dan mengabaikan omongan Jeany. Aku disini kerja, bukan mau nyebarin gosip.
"Gue tadi pagi kan ketemu Mister Hyuga di lobbi dan dia nyapa gue. Duh senyumnya gemesin banget sih." Jeany mengalihkan topik membicarakan pria tampan.
"Bukan lo doang yang disapa. Gue juga" Imbuh Sisy tak mau kalah. Aku tersenyum pongah dalam hati. Kalian cuma di senyumin doang bangga. Aku nih pernah di traktir belanja, di buatin mie setan. Tapi kebaikan itu tak sebanding dengan etos kerja yang aku lakukan
"Gue sih sering lihat expat Jepang di kantor. But, he is different. He is cool. Ya nggak sih? Ya kan Yel?" Jeany menyenggol lenganku untuk menyetujui ucapannya.
"Iya" Aku tersenyum kaku. Karena hatiku tidak setuju.
Sisy mengambil ponsel dan bersiap untuk melempar gosip siang hari tentang Jeany ke seluruh anggota chat grup. Dia pasti membicarakan tingkah Jeanny yang kege eran.
"Se lamat siang"
Suara horor milik pria kembali terdengar. Aku menunduk mendengar sapaan itu. Badanku tegang.
Panjang umur banget sih pas di omongin eh nongol aja.
Dan parahnya dia malah duduk di sebelahku.
"Selamat Siang Pak" Kedua teman yang daritadi menggosip tersenyum dengan kadar manis yang Dibuat-buat. Mau cari muka ama bos. Aku hapal banget tingkah mereka yang begini.
"Jeany, besok kamu harus pergi ke user" Kata Hyuga memberi perintah dengan mengingat kosakata.
"I am ready sir. So, what i should prepare?" Tanya Jeany antusias.
"Mungkin kamu harus bawa kamu punya Laptop, draft about new requirement and spare clothes"
"Who do i go with?" Tanya Jeany dengan aksen Britishnya.
"Oh, kamu besok pergi ke Bekasi. Bersama Pak Agus."
Aku tersenyum dengan wajah menunduk. Ya itulah tugas untuk cungpret yang belagak Loyal. Bukannya dapat kemudahan, malah di lempar ke Pabrik yang ada Bekasi dan disuruh bawa baju ganti pula.
Bekasi itu panas dan netizen pernah membully kawasan Bekasi yang jauh dari planet Bumi.
"Untuk Yello..."
Nah, ini yang paling enggak aku suka. Kenapa aku ikut kwna getah gosipin Hyuga sih? Kan aku enggak ikutan ngomongin dia.
"Setelah habis jam makan siang, kamu ke luangan saya ya?" Perintahnya.
Penderitaan belum berakhir kayaknya. Mau ngapain sih Hyuga?????
🌿🌿🌿🌿
Lama banget enggak update. Aku lagi nyari muka ama majikan dengan kerja keras biar di kasih THR banyakkkk !!! Amin amin.wkwkwk.
Apa kabar semuanya? Puasanya aman kan????
Semoga lancar.....
ada yang kangen hyuga enggak???