AS SOON AS POSSIBLE

AS SOON AS POSSIBLE
JANTUNGAN.(HEART ATTACK)



Assalamualaikum, selamat malam para pembaca karya jelek saya.


Menjelang bulan Ramadhan ini, saya selaku author meminta maaf sebesar-besarnya atas khilaf dan salah perkataan saya selama ini.


Maafkan juga karena novel author ini banyak kekurangan. Saya hanya ingin menghibur sekaligus mengasah kemampuan saya dalam hal kepenulisan. Jika ada hal-hal yang salah dan kayak enggak masuk akal saya bener-bener minta maaf. Kapasitas otak author ini rendah, jadi ya harap dimaklumi.heheh.


Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya.


Wassallam......


๐ŸŒฟRissanamaku๐ŸŒฟ


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Aku ngos-ngosan setelah memencet finger print di dinding lobbi kantor. Tubuhku terhuyung hampir saja merosot, kurang 30 detik lagi dan jika aku terlambat, aku pasti kena SP. Belum stabil nafas yang aku atur seraya menepuk dada, aku melihat segerombolan orang berpakaian rapi memakai setelan jas melintas di lobby dan aku sepertinya kenal dengan laki-laki yang jalannya paling depan.


Itukan Hyuga.....


Ngapain dia kelayapan ke kantor ku?


Bukannya dia teknisi komputer ya???


Bisa saja aku salah lihat. Aku berlarian semenjak dari shelter transjakarta sampai kantor. Mataku berkunang-kunang dan aku sering memikirkan pria Jepang itu.


Aku memang tidak pernah berkomunikasi dengan Hyuga melalui chat atau telpon. Kami belum saling bertukar Nomer HP. Dia orang Jepang, orang Jepang paling enggak suka ada orang yang sengaja kepo sama privasi dan Kehidupannya. Kecuali kalau kita tidak di anggap orang lain.


Dimata Hyuga, Yello mah apa atuh???


Sebuah tepukan di punggung mengagetkanku.


"Yel, kalau mau jogging di Senayan jangan di kantor " Bukannya ngucapin selamat pagi Yello... si Gani malah ngomong sarkas.


"Gue telat !" Aku kembali berjalan menuju lift menuju lantai 14 tempatku bekerja. Gani mengekor di belakang.


"Kalau gue jalan di depan lo kesannya gue mirip Yang Mulia Ratu enggak sih??" Aku terbahak. Si Gani malah melempem.


"Ya udah gue jaga jarak..." Gani memang jaga jarak namun kita naik satu lift juga.


Gani memencet tombol angka 14 di samping pintu lift.


"Abis ini kita meeting Yel. Bahas proyek yang kita pegang" Gani memulai pembicaraan serius.


"Sama siapa aja??" Tanyaku santai.


"Sama beberapa orang dari top Management, GA dan marketing terus denger-denger sama Mister direktur juga"


Pintu lift terbuka lebar, aku dan Gani keluar berpapasan dengan pegawai lain yang gantian masuk ke lift.


"Wah, kayaknya proyeknya enggak main-main nih" Kataku senang. Baru ini aku dapat proyek gede.


"Iya, user kita perusahaan manufaktur perakitan mobil"


Mataku membelalak. Eh, yang bener?? Kok aku kayak kejatuhan rejeki nomplok??? Denger-denger sih bisa dapet bonus gede jika user yang di tanganin perusahaan bonafit.


"Tapi gue kan udah masuk di user pabrik elektronik" Keluhku. Bagaimana bisa aku di ajak main ke proyek gede. Dengan status cungpretku yang membuatku insecure.


"Oh, proyek itu udah di handle sama Ketut. Jadi lo enggak usah bingung. Lumayan loh Yel, bisa jadi kan abis ini kita diangkat jadi karyawan tetap"


Senyumku mengembang. Tapi aku tidak yakin juga sih. Efisiensi itu kan kabar nyata yang cepat atau lambat akan terjadi.


Kami berdua masuk ke ruangan dimana cungpret Berada. Aku dan Gani bersiap memulai meeting. Jujur aku deg-degan jika harus berhadapan dengan pegawai yang punya jabatan tinggi di perusahaan. Aku pernah beberapa kali meeting, itupun cuma beberapa staff dari top Management. Usernya juga bukan perusahaan gede. Kebanyakan perusahaan start up yang fee nya kecil.


Meeting yang ini memang bener-bener beda. Kita meeting di ruang yang besar. Dengan full AC. Laintainya mengkilat dari marmer. Ada lampu gantung gede di tengah-tengah plafon.


Aku kok jadi merasa istimewa yaa....


Aku agak minder juga sih rapat pakai seragam cungpret. Beda sama top menagement. Seragam mereka rapi. Dandanannya juga terkesan elegan dan wangi. Beda sama aku yang alakadarnya begini.


Semua anggota meeting yang jumlahnya 15 orang berdiri saat pintu terbuka. Menandakan Pak Direktur masuk dan langsung duduk di kursi pimpinan yang terletak di ujung meja


Aku yang pernah mendengar gosip tentang Pak Direktur barupun hanya menunduk diam tanpa berani menatap sang atasan. Dia orang Jepang, katanya sih tegas dan harus disiplin waktu dan kerjaan. Kakiku bergetar di bawah meja, tanganku yang saling meremas sudah keringat dingin.


"Se lamat pagi" Mister direktur mengucapkan selamat pagi menggunakan Bahasa Indonesia dan aku hafal suara itu.


"Selamat pagi..." Jawab anggota rapat kompak.


Senyumku yang tadinya berbinar-binar bahagia dengan mata berlambang dollar seperti mata milik Tuan Crab yang mendengar picisan menggelinding dilantai berubah jadi senyum sumbang. Apa aku lepas dari proyek itu membiarkan tangkapan besar aku lepas???


Aku mendadak linglung.


Paralyzed.


Mesti banget ya Direkturku itu Hyuga????


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Aku semakin kusut semenjak keluar dari ruang meeting. Pantesan aku sering lihat cowok rapi dengan wajah tegasnya seliweran di Kantor yang aku duga itu cuma bayang-bayang Hyuga.


Semenjak aku pertama kali kenal dengan Hyuga, dia bukan pria tsundere. Dia hangat dan baik. Wajahnya juga menunjukkan keramahan walaupun ada privasi yang harus di jaga. Dan daebaknya lagi....


"Recruiter should start preparing the appropriate test material. Any suggestions for tests that will be carried out during recruitment?" Dengan wajah tegasnya, Hyuga bertanya pada staff rekruter di sebelah kirinya.


"we will use the test that we are used to. like DAM-IQ, spasial, MBTI..."


"Bagaimana if we used pauli test?" Dahi Hyuga mengkerut, memikirkan metode test perekrutan yang lain.


Aku penasaran isi batok kepala Hyuga. Kok smart banget sih?


Ehmm, enggak boleh, tahan Yel...!!! Dia emang smart, aslinya Hyuga ini pernah ngobok-ngobok aplikasi kencan hingga kenal dengan diriku yang ternyata cungpret di kantornya.


"Saya mau rekruter siapkan presentasi. Dan hari rabu semuanya sudah selesai. Draft kontrak kasih sudah ke Mister Amir. Ok, as soon as possible is always."


Para staff bagian rekruter saling pandang. Ini hari selasa, dan mereka seketika lesu kalau malam ini bakalan ada lembir dadakan.


"Disini siapa yang pegang bagian trainee??" Hyuga bertanya yang mana itu adalah bagianku.


"Oh, semua ada di Yello Sir." Bu Wina menunjukku.


Pandanganku dan Hyuga bersirobok. Ada senyum kecil disana.


How are you my heart??


Are you okey???


Enggak mau say deg deg deg seerrr????


Hyuga mengambil buku tebal bersampul kulit dengan banyak post it yang menyembul. Dia ternyata tipe-tipe pria rajin dan suka belajar. Aku yang statusnya cungpret aja udah pakai IPAD buat nyimpan Data sama catatan. Dia yang dari negeri rajanya teknologi masih pakai buku. Tebel lagi.


Mirip bukunya Kang Kredit panci.


"Trainer must must prepare workers according to user needs." Kata-kata Hyuga masih menggantung. Dia menutup bukunya kembali dan.


"Yello, you follow me go to User office, tomorrow"


Aku ikut dia ke kantor USER besok????


Kimak kali hidup aku...!!!!!!


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ



Senyumnya mana Mas??? hehehe