
"Sejak kecil kamu selalu gigitin ujung jari telunjuk kalau kamu sedang kebingungan. Tenang Va, apa yang sedang kamu pikirkan sekarang pasti berlalu" ucap Farel dengan santai sambil menyetir.
"Kamu siapa? Axel yang kasih tahu?" tanya Adiva sewot.
"Santai dong Va, aku cuma mengatakan apa yang aku ingat waktu kamu masih kecil" jawab Farel dengan tersenyum.
"berhenti di depan, dan kasih tahu aku. Siapa kamu sebenernya?" tanya Adiva kesal.
Farel pun menepikan mobilnya dan menatapnya dengan seksama.
"Va, ini aku Farel." ucapnya sambil memperlihatkan foto mereka berdua yang Farel foto menggunakan hpnya.
"Loh itu kan foto aku, kenapa kamu bisa punya? anak laki-laki itu? astagfirullah" ucapnya bingung merespon bagaimana.
"Anak laki-laki di sebalahmu adalah aku Va" ucap Farel dengan menatap Adiva lekat.
"Bang Farel?" tanya Adiva memastikan.
Farel mengangguk dan meneteskan air matanya. Karena pada akhirnya Adiva menyadari Farel adalah teman masa kecilnya.
Adiva keluar dari mobil, beruntungnya trotoar sedang sepi. Adiva yang bingung akan bereaksi bagaimana hanya duduk di halte troatoar dan menatap ke arah bawah.
Farel paham dengan kondisi Adiva yang kaget karena situasi begini.
Farel menghampiri Adiva dan memberinya satu botol mineral.
Adiva menerima botol itu dan melihat ke atas ada Farel yang sedang menatapnya dengan tersenyum.
Adiva bangkit dari duduknya dan mereka saling menatap.
"Aku senang Bang, kita bisa bertemu lagi. Dan ternyata selama ini kita memang sudah dekat." ucapnya lagi.
"Hutsss, kamu masih seperti yang dulu Va. Lupakan kenangan buruk itu, mari kita susun kembali hal-hal baik dan menarik" ucap Farel dengan tersenyum.
"Terima kasih Bang, karena sudha bersedia mengingat ku" ucapnya dengan tersenyum.
......................
Di kediaman Arkana dan Nadiv, mereka sedang bersantai di tepi kolam renang.
"Gimana? loe udah ketemu sama Adiva?" tanya Kana penasaran.
"Dia semakin cantik, bahkan dengan balutan hijab itu. Membuatnya tampak elegant. Gue semakin ingin memilikinya" ucap Nadiv dengan bersemangat.
"Tapi loe gila, loe buat dia pingsan. Foto loe berdua beredar dan viral. Kayaknya sebentar lagi loe bakal dihajar Axel dan Farel" ucap Kana mengejek Nadiv.
"Nggak takut gue sama mereka berdua. Gue akui sejak kemarin gue kibarkan bendera perang ke mereka berdua. Dan yang lebih epic nya lagi, Adiva anak kecil dalam foto yang ada di kamarnya Farel" ucap. Nadiv menjelaskan.
Arkana yang sedang meminum air pun langsung tersedak.
"Apa! loe yakin Div? Pantes, si Farel terlalu menjaga Adiva. Parah sih, kita berdua udah salah main-main sama mereka berdua. Gue cukup nggak mau ikut campur lagi" ucap Arkana angkat tangan.
"Yang buat taruhan gila itu kan loe, loe harus tangung jawab. Dan bantu gue buat bisa dapatkan Adiva" ucap Nadiv penuh obsesi.
"Gila loe Div!" ucap Arkana kesal dan meninggalkan Nadiv sendiri.
-Bersambung-