
"Maafin aku ya Va, sekali lagi aku gagal jaga kamu. Maafin aku abai sama kamu" ucap Axel sambil terus mendekap Adiva.
"Kamu gila ya Xel wkwkwk. Aku nggak apa-apa kok santai aja." ucap Adiva sambil melepaskan dekapannya Axel.
"Kita pulang aja ya, izin sama Mama Papa. Biar kamu bisa istirahat" ucap Axel perhatian.
"Lebay, masa iya seorang ayah jadi cengeng kayak gini" ledek Adiva padanya.
"Ngarang, aku cemas oon. Kalau kamu diapa-apain sama mereka gimana?" kata Axel kesal karena dianggap lebay.
"Aku laper! tadi lagi asik minum es cendol malah bantuin Mahes ke toilet" kata Adiva sambil memegang perutnya.
"Yaudah yuk, kita makan. Gabung sama yang lain" ucapnya sambil menggandeng tangan Adiva.
"Sebenarnya kita itu bukan mahrom loh wkwkkw, aku masih belajar untuk mendekatkan diri ke jalan yang benar. Kamu mau nggak sama-sama belajar" tanya Adiva lalu Axel melepas genggamannya dan menatap Adiva.
"Setelah kamu spesialis, kamu akan jadi mahrom aku" ucap Axel dalam hati.
"Woi kenapa? laper nih!" ucap Adiva pada Axel lalu berjalan lebih dahulu.
"Tunggu Va!" ucapnya sambil menyusul Adiva.
...****************...
"Mba? Keumala kalau malam suka rewel nggak?" ucapnya sambil mengelus pipi si mungil Keumala. Putri kecil dari Julio dan Stefani yang berusia 3 bulan.
"Rewel yang parah banget sih nggak Va, paling rewel kalau mau buang air aja, atau laper dan pas sakit. Kalau biasanya aman-aman aja, anteng banget anaknya" tutur Stefani menjelaskan.
"Kenapa tanya-tanya Va? mau punya anak?" tanya Julio menimpali.
"Ya mau dong, tapi nanti cari bapaknya dulu" ucapnya dengan percaya diri.
"Lah itu bapak anak satu belum ada bini!" tunjuk Julio mengarah ke Axel yang sedang mengelap mulut Mahes yang blepotan oleh icecream.
Sontak hal itu membuat sahabat Axel serta Stefani tertawa lucu, karena Julio bicara dengan nada lucu.
"Ngarang loe! Jagain anak gue. Gue mau ambil air aqua buat Adiva" ucapnya berlalu.
"Perhatian banget loe!" ejek Fahrul.
Adiva banyak menyantap hidangan manis, hal itu tidak baik untuknya. Karena bisa menyebabkan radang tenggorokan, ditambah pula dengan es batu yang dia ambil.
"Udah jangan diminum lagi es cendolnya, bandel banget!" ucap Axel tiba-tiba sambil memberikan air minum aqua.
"Rese, banget sih! Orang baru minum dikit doang" ucapnya kesal.
"Kamu dokter loh Va, harusnya kamu bisa stop diri sendiri. Kalau radang lagi gimana?" nasehat Axel lagi.
Stefani dan Julio saling lirik, "Udah Va! benar kata Axel nanti kamu kena radang. Dulu waktu winter, kamu juga kena radang karena udah tahu lagi winter malah minum es." ucap Julio menengahi.
"Iya-iya ini juga berhenti." ucapnya pasrah.
Karena sebentar lagi acara lempar bunga oleh pengantin, tamu undangan yang masih single mengikuti acara itu.
"Dalam hitungan ketiga pengantin bersama-sama melemparkan bunga kearah belakang, ayo siap-siap. 1...2...3... lempar!"
ucap MC dengan lantang.
Dan bunga itu jelas tertangkap lebih dari 1 orang.
Membuat pengantin, keluarga serta tamu undangan menatap heran. Bahkan MC yang tadinya heboh mendadak diam tak bergeming.
Tiba-tiba Julio memberi perintah kepada MC untuk membawa acara agar tidak canggung kembali.
"Wah, selamat wedding bouquet yang telah ditangkap oleh mba Adiva dan....." ucap MC perempuan itu.
...****************...
-Bersambung-