
Axel dan Adiva sedang menikmati buah apel yang sudah disajikan oleh Mba Nana. Adiva memohon agar ia dan Axel menonton film series kesukaannya yaitu Home Alone.
"Va dari kita kecil sampai sekarang, kamu masih betah nonton ginian?" tanya Axel yang heran melihat Adiva masih duduk manis di depan TV.
"Seru tau Xel" ucapnya tanpa melihat Axel.
"Aku pulang ya Va, besok aku harus ke kantor di Jakarta, kereta pagi" ucap Axel.
"Loh, katanya nggak sibuk. Gimana sih Xel?" ucapnya kesal.
"Dadakan, kamu jaga diri baik-baik. Kalau risih atau gimana. Kamu nginap di rumah Mama aja. Mba Jelita sama Kak Mario lagi honeymoon. Kalau Kak Julio sama Mba Fani lagi ke rumah keluarganya Mba Fani" ucap Axel menjelaskan.
"Lalu, bagaimana kalau Nadiv datang lagi Xel? aku harus bagaimana?" tanya Adiva memelas.
"Tentang saja ***********, kamu kan jago ngebully aku dulu" ucap Axel asal dan berlalu pergi menuju mobil.
Adiva terdiam di sofanya sambil melihat ke arah pintu depan, Axel yang sudah pergi dengan mobilnya.
Adiva mematikan TV-nya dan masuk ke kamar. Mba Nana yang heran melihat tingkah Adiva hanya geleng-geleng kepala.
......................
Keesokan paginya, di depan rumah Adiva sudah ada Farel yang duduk di ruang tamu rumahnya.
"Loh kok anda bisa masuk ke rumah saya? ini masih jam 7 pagi loh!" ucap Adiva yang terkejut melihat keberadaan Farel pagi-pagi di rumahnya.
"Hari ini saya tidak piket, dan Axel menyuruh saya untuk mengantar jemput kamu. Lalu bunda saya ingin bertemu dengan kamu Adiva, kebetulan bunda akan chekup kesehatan di RST nanti. Kita bisa makan siang bersama" ucap Farel yang langsung to the point.
"Tunggu-tunggu, ibunya anda ingin bertemu dengan saya?. Untuk apa? saya tidak mengenal ibu anda. Lalu untuk apa Axel menyuruh anda? aneh. Ini lagi, kenapa mba Nana persilahkan anda masuk! Mba Nana! Mba!" ucap Adiva kesal dan teriak memanggil Mba Nana.
"Iya mba? ada apa? kenapa ribut-ribut masih pagi!" jawab Mba Nana terkejut mendengar teriakan Adiva.
"Ini, kenapa cang ijo ini bisa masuk ke rumah? Aku kan udah bilang Mba, jangan biarkan siapapun masuk!" ucap Adiva kesal.
Farel yang melihat itu dia langsung menarik lengan Adiva membawanya ke arah ruang TV.
Dan memegang kedua bahu Adiva sehingga manik mata mereka saling menatap.
"Saya ke sini karena khawatir terhadap dirimu, Axel menyuruh saya untuk menjaga mu. Lihatlah internet, kamu dan Nadiv sudah viral karena kejadian kemarin" ucap Farel secara terang-terangan.
"Axel ke Jakarta untuk membicarakan hal ini kepada orang tuanya Nadiv. Nadiv masih ada di Purwokerto." ucap Farel kembali.
Adiva hanya terdiam, dan bingung akan bereaksi apa. Reputasinya akan hancur, mentalnya bagaimana. Sudah 10 tahun dia harus menanggung hidup seperti itu.
"Kamu tenang ya Va, ada aku di sini. Jangan pandangan jabatan atau siapa aku, yang jelas aku dan Axel akan menjaga kamu Va" ucap Farel dan langsung memeluk Adiva.
Adiva yang merasa nyaman dalam pelukan Farel langsung membalas pelukannya Farel.
"Sekarang kamu mandi dan siap-siap. Hari ini aku akan antar kamu ke RS dan ketemu sama bunda" ucap Farel melepas pelukannya dan menuntun Adiva ke kamarnya.
......................
"Mba, aku pulang sore kayaknya. Nanti masak untuk Mba aja ya. Kalaupun kesorean aku bakal ke rumah Mama" ucap Adiva berpesan.
"Iya Mba, Hati-hati ya" balas Mba Nana tersenyum.
Adiva tidak membawa mobil, karena Farel yang mengantarnya.
Adiva yang menggunakan gamis biru muda dengan jilbab putih tulang membuatnya sangat manis. Tak lupa flatshoes berwarna abu-abu membuatnya tampak elegant.
Selama perjalanan Adiva hanya diam sambil melihat tabletnya melihat jadwal kegiatannya.
"Dari kecil sampai sekarang kamu masih suka gigitin jari ya Va" ucap Farel sambil menyetir.
"Hah?" Adiva yang bingung dengan ucapan Farel langsung menatapnya.
"Siapa kamu? kenapa bisa tahu?" tanya Adiva bingung.
-Bersambung-