Adiva

Adiva
Adiva 18 : Pernikahan Mario Dan Jelita



1 bulan sejak Adiva menampar Farel di kantornya, kini kesibukan di rumah keluarga Notoatmodjo membuat Adiva terlibat di dalamnya.


Adiva yang menggunakan seragam bridesmaid warna gold itu membuatnya semakin terlihat anggun. Adiva bertugas sebagai pengiring pengantin barisan kedua setelah pengantin.


Sedangkan Axel sebagai keluarga dari mempelai laki-laki.


Disesi gladiresik kemarin, Adiva berpasangan dengan adik laki-laki dari Jelita. Usianya di bawah Adiva bernama Marcell. Membuat Adiva santai dan tidak canggung. Karena Marcell masih SMA.


Namun saat, acara puncaknya Adiva dipasangkan dengan Axel.


"Plinplan banget nih WOnya, aku harus bersikap gimana nih?" ucapnya dalam hati.


"Va? gugup? kok kamu pucat?" tanya Axel memperhatikan.


"Nggak biasa aja. Yang gugup itu mba Jelita sama Kak Mario bukan aku" jawabnya dengan mengelak.


"alah bilang aja gugup, ayo pegangan biar nggak jatuh" balas Axel menggoda Adiva.


"Ih nggak lah, aneh. Diem coba, acaranya mau mulai oon" ucap Adiva mencubit lengan Axel.


"Makin badas aja kamu Va, iya iya" ucap Axel pasrah, membuat Adiva kesal.


Pernikahan Mario dan Jelita berlangsung sangat lancar dan meriah. Setelah foto bersama, Adiva melipir ke stand makanan. Dia sangat kelaparan.


Saat mengambil es cendol yang sangat mengiurkan itu. Gaunnya di tarik oleh Mahesa.


"Eeh, kenapa ganteng?" tanya Adiva pada Mahesa.


"Mahesa pengen eek kak" ucapnya memelas.


"papa kamu kemana sayang? tas perlengkapannya mana?" tanya Adiva memastikan.


"Papa lagi ngobrol sama kakak cantik di sana" ucapnya sambil menunjuk ke arah Axel.


Mahesa yang mengerti dan malu, akhirnya mencari Adiva.


"oh gitu, okelah. Hmm Mahes mulai sekarang kalau mau BAB tidak perlu pake tas perlengkapan lagi ya. Di toilet ada sabun dan tisu juga kok. Mulai belajar mandiri ya," ucap Adiva mengajarkan agar Mahesa terbiasa.


"Iya kak, di panti dulu. Aku juga begitu kok, tapi sejak sama papa. Semuanya harus mengikuti cara papa" ucap Mahesa lagi.


"Dia pikir Mahesa anak bayi yang perlu perlengkapan begitu. Aneh2 aja" gumam nya dalam hati.


Dan melipir ke toilet di rumah Jelita.


Pesta pernikahan diadakan di taman belakang keluarga Notoatmodjo. Rumahnya sangat luas.


Axel sedang berbincang dengan seorang wanita yang diduga Adiva teman kerjanya Axel.


"Xel lihat, itu Farel!!" ucap wanita cantik bernama Tiara itu. Dia adalah model di agensinya Axel yang sangat populer.


"Hei Bro! hei Tiara. Sorry gue telat" ucap Farel menghampiri Axel dan Tiara.


"santai aja" jawab Axel singkat sambil mencari-cari sosok Adiva dan Mahesa.


"Kalian gue tinggal dulu ya, gue mau cari anak gue" ucapnya sambil pergi.


"Sejak kapan dia punya anak?" tanya Farel pada Tiara.


"Axel adopsi anak, dan kemarin minta tolong sama gue suruh jadi ibu asuhnya, ya gue ogah dong. Walaupun gue suka anak-anak, tapi kan gue punya pacar juga. Apa kata pacar gue" ucap Tiara sedikit sewot.


"Hahahha, aneh2 aja tu si Axel" ucap Farel sambil melihat ke sekeliling.


"Yang? lihat ada Farel" ucap Marsya sambil melihat ke arah Farel.


"Oh iya, sepertinya dia diundang oleh mba Jelita. Karena keluarga Notoatmodjo masih kerabat Farel" ucap Aman dengan santai.


Sahrul dan Fahrul melihat arah ke arah Axel yang kebingungan.


"Gue tebak, dia kehilangan Adiva" ucap Fahrul tiba-tiba. Membuat Aman dan Marsya melirik. ke arah Fahrul berbicara.


Dan tiba-tiba Axel menghampiri meja mereka.


"Loe cari Adiva? kayaknya tadi lagi sama Mahes deh" ucap Sahrul.


"Loe yakin Rul?" tanya Axel memastikan.


"Iya gue juga lihat Xel" ucap Fahrul mengiyakan.


Tanpa babibu Axel langsung mencari Adiva, karena Axel takut. Kejadian 10 tahun lalu terulang kembali.


"Yang, aku yakin deh. Axel ketakutan, karena Adiva pergi saat pesta berlangsung kan" ucap Marsya dan diangguki kekasih dan kedua sahabat kekasihnya itu.


 


"Medin, gue di undang sama keluarga Notoatmodjo. Dan loe tahu?" ucap Caitlyn dengan sumringah.


"Tahu apaan?" tanya Medina bingung.


"Anaknya pak Atmo itu nikah sama anaknya pak Arga. Otomatis itu kakaknya si Axel." ucapnya Caitlyn.


"Hah? parah sih. Gue harus ikut, itu kapan?" ucap Medina terkejut.


"Hari ini, lebih baik loe dandan sekarang." kata Caitlyn segera. Mereka berdua akan pergi sebagai tamu undangan di pernikahan Mario dan Jelita.


Kini Axel yang kebingungan mencari Mahes dan Adiva mulai lelah karena tidak kunjung bertemu.


"Ayah!!" teriak Mahes dan berlari ke arah Axel.


"Ya Allah, nak! kamu sama kak Adiva kemana?" tanya Axel cemas.


"Mahes ke toilet Yah, Mahes mandiri Yah" ucap Mahesa dengan girang.


"Pintarnya, lalu sekarang kemana kak Adiva?" tanya Axel cemas.


"Tadi kak Diva lagi ngumpul sama orang Yah" ucap Mahesa jujur.


"Dimana nak?" tanya Axel dengan gelisah.


"Di depan pintu toilet, Mahes laper jadi pergi duluan" ucap Mahes santai.


"Nak, kamu pergi ke tempat kakek sama nenek ya. Ayah mau ke kak Diva dulu" ucap Axel padanya, dan diangguki oleh Mahesa.


Axel mencari Adiva dan menemukannya bersama dengan Caitlyn, Medina.


Axel hendak menghampiri karena Adiva akan di tampar oleh Medina.


Namun terhenti karena Farel datang menahan tangan Medina.


"Kak Farel!" gumam Medina dan Caitlyn bersamaan.


Membuat Adiva heran, kenapa Farel bisa ada di sana.


"Cukup Din, lihat tempat lah kalau mau ribut. Keluarga Jelita punya banyak pengamanan. Loe mau rusak nama loe seperti waktu itu?" tanya Farel dengan tegas.


"Kak, aku kira kamu ada di pihak kita" ucap Caitlyn bingung.


Tanpa menjawab pertanyaan itu, Farel membawa Adiva menjauh dari Caitlyn dan Medina. Untung saja mereka berbincang di tempat sepi, jadi tidak ada yang melihat.


"Sekali lagi, aku gagal jaga kamu Va" gumam Axel dalam hatinya dan pergi dari tempat itu.


---


Sebelum itu, Adiva yang baru keluar dari toilet dihampiri oleh Medina dan Caitlyn. Mahes yang kelaparan langsung masuk ke dalam ruangan kembali.


"Untuk apa kalian datang ke sini?" tanya Adiva dengan kesal.


"Wah-wah kacungnya Axel sudah berani, hahaha" ucap Medina dengan tertawa.


"Buang-buang waktu" ucap Adiva yang ingin meninggalkan mereka. Namun dicegat oleh ucapan Caitlyn yang membuatnya geram.


"Gimana? seru tidur sama kak Nadiv? kalau seru kenapa harus menuntut kami?" ucap Caitlyn sinis.


Adiva berbalik dan menampar Caitlyn.


Medina yang kesal ingin membalasnya, namun dicegat oleh Farel yang tiba-tiba datang.


---


"Untuk apa anda menolong saya lagi? belum cukup jelas ucapan saya waktu itu?" tanya Adiva yang kesal.


Mereka sedang berbicara di perpustakaan keluarga Notoatmodjo. Farel yang sering ke rumah Jelita pun sudah hapal dengan rumah keluarga Notoatmodjo.


"Nih tisu, hapus dulu ingus sama air mata kamu" ucap Farel santai.


Adiva yang malu langsung mengambil tisu dan mengelapnya.


"Kamu di sini saja, sebentar lagi Axel datang. Saya sudah mengabarinya. Tenangkan diri kamu, dua orang tadi sudah saya suruh keamanan mengurusnya. Jadi kamu yang tenang" ucap Farel dan langsung keluar ruangan.


"hah! apa-apaan dia. Aku juga bisa jaga diri kali" ucap Adiva kesal.


Tak lama, pintu ruangan itu terbuka di sana ada Axel yang cemas. Axel berjalan cepat lalu mendekap Adiva dengan Erat.


-Bersambung-