Adiva

Adiva
Adiva 13 : Teman Kecil Yang Terlupakan



"Xel? kamu kenapa tidak mengunjungi Adiva di rumah barunya?" tanya nyonya Heni. Kebetulan Axel sedang berkunjung ke rumah mamanya.


"Sibuk Mam!" ucapnya singkat.


"Yasudah, oh iya. Mama mau bertemu model untuk promosi iklan produk mama. Katanya model ini dari agensi naungan mu Xel"ucap nyonya Heni, membuat Axel heran.


"Siapa mam?" tanya Axel heran.


"Farah Al Nasution, dia satu alumni dengan mu lo nak" ucap nyonya Heni girang.


"Mama yakin dia dalam naungan agensi ku?" tanya Axel memastikan.


"Iya Xel, dia baru bergabung 1 tahun ini. Bahkan banyak prestasinya" ucap nyonya Heni tersenyum.


"Ya sudah Mam, nanti aku akan cek lagi siapa saja model yang berada dalam naungan agensi ku" ucapnya santai.


...---...


Seminggu sudah Adiva dengan rutinitasnya. Dia memutuskan untuk off saja perkuliahannya. Karena pekerjaannya sebagai dokter baru menyita waktunya.


"Kamu yakin Va? mau off kuliah?" tanya dokter Shinta.


"Iya nih mba, mau fokus kerja aja dulu deh. Mau banyak-banyak melatih keterampilan agar reputasi RS DKT semakin baik kedepannya" ucap Adiva sambil tersenyum.


Mereka sedang duduk di kantin rumah sakit, Adiva menikmati es teh dan mie ayam. Sedangkan dokter Shinta memakan salad buah dan es teh.


"Yasudah kalau itu keputusanmu. Oh iya seminggu ini tentara bernama Farel itu sering mengirimi makanan ke dokter jaga di UGD. Apa kamu mengenalnya Va?" tanya dokter Shinta.


"Tidak mba, aku bahkan tidak ingat pernah bertemu dengannya dimana. Ah sudahlah, mungkin dia sedang mengincar salah satu dokter wanita di RS ini. Sudah bukan rahasia lagi, jika abdi negara berjodoh dengan dokter atau perawat atau tenaga medis lainnya" ucap Adiva acuh.


"Ya yang diincer olehnya itu kamu Va, piye to? urusan kek ngono wae otakmu lemot! " ucap dokter Shinta sambil tertawa membuat Adiva tersenyum malu.


(Gimana sih? urusan kayak begitu saja otakmu lemot)


"Mana aku tahu mba, sing jelas tujuanku ana ning RS ya kerjo." jawabnya dengan tersenyum.


(Yang jelas tujuanku ada di RS ya kerja)


"Permisi dokter Adiva ini ada titipan dari komandan Farel untuk dokter" ucap pria berseragam tentara itu tiba-tiba.


"Ah, menganggu makan siang ku" ucapnya kesal dalam hati.


"Maaf nih mas, tolong bawa lagi titipan nya. Saya tidak mau rekan saya mengira saya disogok. Dan tolong jangan memberikan titipan lagi ke saya" ucap Adiva kesal namun tetap sopan dan langsung pergi.


"Untung saja aku sudah kenyang" gumamnya dalam hati.


"Mas sini buat saya saja, dari pada kamu kena hukuman sama komandan mu" ucap dokter Shinta mengambil papper bag itu dan berlari mengejar Adiva.


...---...


"Lapor komandan, dokter Adiva menolak tapi diambil oleh rekannya" ucap Farid selaku bawahannya di barak.


"Biarkan saja, terus saja kirimi dia bingkisan." ucap Farel tersenyum bahagia.


"Siap laksanakan, mohon undur diri" ucap Farid pamit.


"Yasudah" ucap Farel singkat.


"Adiva Ahmad Cantika, Anak kecil yang cantik. Tidak terasa aku mengagumimu sudah lebih dari 20 tahun." gumam Farel mengingat Adiva.


#Flashback on


"Farel habisi makan siang mu nak!" ucap ibunya Farel sambil mengejar Farel yang berusia 7 tahun sedang berlari-lari di tanam.


Tiba-tiba Farel terjatuh karena bertabrakan dengan seorang anak kecil perempuan.


"Bunda, huwaaa. Sakit, bunda!!" ucap anak kecil itu menangis.


"Dek? kamu nggak apa-apa kan? abang nggak sengaja dek" ucap Farel iba dengan anak kecil itu.


"Ayo abang gendong dek,"


Farel menggendong anak kecil itu ke ibunya.


"Farel kamu bunda bilangin, loh kok malah bawa anak kecil. Kamu gangguin dia?" tanya bundanya Farel bingung.


"dek namanya siapa? abang Farel gangguin adek ya?" tanya bundanya Farel sambil menggendong anak kecil itu.


"Vava tante," ucapnya dan menggeleng bahwa Farel tidak mengganggunya.


"Vava mau ke bunda tante" ucapnya sambil merengek.


"Bunda Vava di mana?" tanya bundaya Farel.


"Tempat kue tante, di sanah" katanya menunjuk.


Karena lokasi taman dekat dengan toko kue itu, langsung saja mendatangi toko kue itu.


"Ya Allah Adiva!!Anakku, kamu kemana aja sih nak" kata bunda Nissa cemas dan mengambilnya dari gendongan bunda Farel.


"Maaf Bu. Jangan ditanyai dulu nanti nangis. Vava bermain di taman bu, kebetulan nangis karena Farel anak saya tidak sengaja menyenggolnya" ucap ibunya Farel menjelaskan.


"Terima kasih nyonya. Sudah mengantar kan anak saya, saya sangat panik" ucap bunda Nissa tersenyum.


"Iya sama-sama"


#Flashback off


Saat itu Adiva berusia 5 tahun lalu Farel 7 tahun, Farel sering mengunjungi Adiva untuk bermain bersama.


Kelangsungan mereka hanya sementara, dikarenakan pak Ahmad mendapatkan pekerjaan di rumah keluarga Pratama. Terpaksa toko kue bunda nya Adiva berpindah tempat, karena dimodali tempat usaha yang lebih terjamin oleh Nyonya Heni.


Adiva yang masih terlalu kecil tidak mengingat Farel, sosok Farel tergantikan oleh sosok Axel yang menjadi teman bermain Adiva dikarenakan usianya yang sama.


"Sejak aku tahu ada anak Olimpiade kimia bernama Adiva Ahmad Cantika, aku langsung mencari tahu tentang kamu Va. Ternyata benar kamu Vava yang kini sudah berubah menjadi gadis cantik, pintar, sholehah dan baik hati. Tidak sia-sia aku menunggu kamu Va, akhirnya saat SMA kita satu sekolahan. Maafkan aku Va yang tidak bisa menjaga kamu, maafkan aku yang abai sama kamu. Aku cemburu Va melihat kedekatan mu dengan Axel" gumamnya sambil menatap foto masa kecilnya berdua.


Foto yang bundanya ambil ketika mereka bermain bersama.


...---...


"Lo pasti tersaingi sama tu dokter umum" ucap Salsa, dia seorang dokter spesialis bedah yang menjadi teman dokter April.


"Dia emang cantik, kaya, berprestasi. Tapi sayang dia belum spesialis kayak gue. Siapa sih nggak tau sama gue, dokter spesialis penyakit dalam yang terkenal dengan kecantikan gue. Nggak ada yang bisa ngalahin kecantikan gue Sal" ucap nya percaya diri.


"Tapi lo jangan seneng dulu Pril, Adiva itu inceran satu barak anak buahnya komandan Farel." ucao Salsa membuat April marah.


"Farel itu cuma punya gue. Belum tahu aja dia, kalau gue pegang rahasia besar tentang Farel" gumamnya dalam hati.


"Wajarlah namanya juga cowok" ucap dokter April santai.


"Tumben lo nggak cemburu? apalagi anak-anak di UGD pada dapat makanan tuh dari Farel" ucap dokter Salsa memanasi dokter April.


"Udahlah nggak usah bahas mereka. Lagian gue juga udah mau tunangan" ucap dokter April angkuh.


"Sama siapa?" tanya dokter Salsa heran.


"Biasalah perjodohan," jawabnya.


"Misteri banget hidup lo Pril" jawab dokter Salsa geleng-geleng.


...---...


-Bersambung-


Kangen pembacašŸ¤ā¤šŸ¤ā¤


Kangen sama author nggak?