
meja elzia dkk yang tadi ramai mendadak jadi canggung karna kedatangan 4 badboy sekolah, elkan yang terkenal cuek dingin dan irit ngomong dan risih jika didekati perempuan sekarang duduk manis di dekat elzia, itu pun tak luput dari bisik bisik siswa siswi yang ada di kantin.
"wah ada hubungan apa yah elkan sama elzia "
"padahal dari semua cewek yang ngedeketin elkan ga ada yang di gubris, tiba tiba dia ngedekin elzia anjir "
"berita baru nih...."
"tapi mereka cocok banget sih "
elzia memutar bola matanya jengah mendengar bisik bisik siswa siswi di kantin tapi gadis itu juga tidak menyangkal hal itu, elkan yang biasanya marah didekati perempuan malah mendekatinya "santai aja kali gausah tegang gitu " ucap ethan memecah keheningan
devina yang berada di sebelahnya hanya tersenyum canggung lalu mengangguk kikuk, devina yang notabennya crewet dan ceplas ceplos kalo ngomong mendadak jadi cewek kalem dan pemalu, sungguh perubahan yang signifikan bukan.
ethan hanya terkekeh kecil melihat ketiga gadis itu yang tiba tiba jadi pendiam "kita kenalan dulu kalo gitu, gue ethan cowok terganteng di sekolah " ucapnya dengan bangga, para sahabatnya hanya memutar bola matanya malas dengan sifat narsis ethan
lalu ethan menunjuk tito disebelahnya "yang ini tito " ucapnya lalu menunjuk dava di sebelah elkan "dan yang itu dava " beralih menunjuk elkan yang duduk manis di sebelah elzia dan sibuk menatap elzia dengan inten "kalo yang ini bos kita, kalian udah tau kan namanya siapa?" tanya ethan memandang ketiga gadis itu secara bergantian
elzia dan kedua sahabatnya menggangguk paham "gue devina " ucap devina memperkenalkan diri, lalu menunjuk risa "kalo yang ini risa " lalu menunjuk elzia "kalo ini el.... " belum juga devina meneruskan kalimatnya, suara serak memotong kalimatnya
"elzia queenesa mahendra " bukan elzia yang bersuara, melainkan elkan yang baru saja membuka mulutnya
"mana handpone?" tanya elkan
"i-ini?" ucap elzia menunjukkan ponselnya pada elkan, dibalas anggukan oleh elkan lalu mengambil ponsel di tangan elzia sambil mengetikkan sesuatu di ponsel elzia, beberapa menit kemudian elkan mengembalikannya pada gadis itu
"aku pergi dulu ya " ucapnya lembut sambil merapikan anak rambut di sekitar telinga gadis itu
para siswa siswi di kantin dan sahabat elzia tak terkecuali sahabat elkan hanya menganga melihat perlakuan elkan pada elzia yang lembut, bahkan dia pakai kata 'aku' 'kamu' pada elzia.
"i-iya " ucap elzia mengangguk
elkan tersenyum tipis melihat ekspresi elzia yang menurutnya sangat imut, lalu berdiri dan memberi kode pada sahabatnya untuk pergi dari sana
"dadah cantik..... sampai ketemu lagi " ucap ethan sebelum pergi dari sana, mengejar para sahabatnya
elzia yang masih memandang punggung elkan menjauh beralih menatap kedua sahabatnya yang melihatnya dengan serius, elzia tersenyum kikuk melihat sahabatnya yang menatapnya tajam "ke-kenapa ngeliatin gue?"
"lo hutang penjelasan sama kita zi " ucap risa menatap sahabatnya dengan wajah serius
kringgg kringg
bel masuk kembali terdengar menandakan waktu istirahat sudah habis, para siswa siswi berhamburan keluar dari area kantin untuk kembali masuk ke kelas mereka masing masing.
"nanti gue jelasin pas pulang sekolah kita masuk dulu ke kelas " ucap elzia menjelaskan pada kedua sahabatnya
"oke kalo gitu tapi lo janji bakal ngejelasin sama kita kan?" tanya devina menatap sahabatnya dengan serius
elzia menghembuskan nafasnya pelan "oke gue janji " ucapnya pasrah
elzia dkk meninggalkan kantin yang mulai sepi hanya ada murid bandel yang masih duduk santai di kantin, sesampainya di kelas sudah ada guru yang masuk ke kelas mereka
"permisi bu " ucap elzia dkk serempak
"dari mana kalian?" tanya guru itu dengan tegas
dia adalah salah satu guru disiplin di sekolah
"dari kantin bu baru aja selesai makan " ucap elzia
"baik, lain kali jangan sampai terlambat " ucap guru itu "yaudah duduk di kursi kalian masing masing " ucapnya
"baik bu " ucap elzia dkk serempak
pembelajaran di kelas itu berjalan dengan lancar tanpa hambatan hingga bel pulang sekolah berbunyi menandakan pembelajaran hari ini sudah usai
kringg kringg
semua siswa siswi berhamburan keluar dari sekolah untuk menuju ke rumah masing masing kecuali elzia dkk yang masih berada di taman sekolah, sesuai janji elzia pada sahabatnya yang mau menjelaskan hubungannya dengan elkan.
"jelasin zi " ucap devina
elzia menghembuskan nafasnya pelan lalu mulai menjelaskan kejadiannya
*flasback*
"cewek cantik nih, lagi ngapain malem malem disini " ucapnya basa basi
elzia yang tersadar dari lamunannya langsung terkejut melihat kelima preman yang berbadan besar, menatapnya dengan tatapan penuh nafsu, elzia lekas berdiri dan mundur dari sana dia tau arti tatapan para preman itu kepadanya, arti tatapan ingin dan nafsu.
"eh mau kemana sini dong sayang " ucap salah satu preman sambil mendekat dan meraih tangannya
tapi elzia tidak selemah itu, gadis itu menendang perut pria yang memegang tangannya cukup kencang
bukkk
"mau main kasar rupanya " ucap salah satu preman yang mungkin bosnya
"tangkap dia " perintahnya
para preman itu menangkap elzia dengan mudah, meskipun memberontak tenaganya tidak cukup kuat untuk ke tiga pria besar yang memegangnya, sekarang dia menyesal dulu waktu latihan bela diri tidak serius mempelajarinya.
"lepasin gue " teriak elzia
"ha ha ha gadis cantik nanti kalo kita sudah puas bakal kita lepasin kok " ucapnya dengan sorot mata nafsu
"brengsek lepasin gue " teriak elzia
plakkk
"diam " bentak preman itu dengan kasar
elzia diam dan menunduk dengan sorot mata berkaca kaca, dia sudah pasrah karna melawan pun dia tidak punya kesempatan melawan lima orang itu
dari kejauhan elkan yang mendengar suara teriakan yang familiar langsung berdiri dan menoleh ke kanan dan kiri, mencari sumber suara, dari kejauhan dia melihat lima pria yang memegang seorang gadis
"itu bukannya elzia yah.... bangsat beraninya mereka " gumamnya dengan tangan terkepal erat, elkan menghampiri kelima preman itu dengan cepat
"lepasin " ucapnya dingin dengan gigi bergeletuk marah
kelima preman dan gadis itu menoleh bersamaan pada sumber suara yang terdengar dingin "ha ha ha jangan sok jadi pahlawan deh lo, lo sendirian disini " ucapnya salah satu preman mengejek
elzia yang melihat elkan punya sedikit harapan untuk selamat dari preman itu, meskipun dia tidak kenal dengan elkan tapi dia masih punya secercah harapan untuk lepas dari kelima preman itu
elkan yang melihat sorot mata elzia yang berkaca kaca hatinya sakit melihat itu, meskipun belum mengenal satu sama lain tapi elkan sudah mencintai gadis itu saat pertama kali melihatnya
"gue gapeduli " ucap elkan dingin
"wah mau main main nih bocah, kasih dia pelajaran cepat " bentaknya
ketiga preman itu bersamaan dengan tampang garang, tanpa banyak bicara lagi elkan melesat dan menendang leher salah satu preman dan...
brukk krekk
suara tulang patah terdengar dari salah satu preman yang pingsan, para preman dan elzia melongo melihat itu, mereka bergidik ngeri saat melihat pemuda yang seperti iblis, sorot mata tajam, wajah tanpa ekspresi, dan aura membunuh yang kuat memberikan kesan mengerikan
"cepat hajar jangan bengong brengsek "
mendengar perintah dari bosnya mereka maju bersamaan
elkan maju dengan santai dan memberikan pukulan tepat pada rahang lawan, yang meneyebabkan lawannya pingsan seketika, pukulan yang mengerikan tak sampai disitu elkan menendang preman yang medekat hendak memukulnya tapi tendangan elkan lebih cepat hingga mengenai tepat dikepalanya, bunyi tulang patah kembali terdengar, teman preman itu hanya ternganga melihat temannya yang sudah dilumpuhkan semua hanya oleh satu orang, tapi tak lama...
jlebb
benda runcing menembus tubuhnya "akhh khakh " preman ambruk ke tanah dan pingsan seketika
bos preman yang masih memegang elzia dibuat melongo dengan itu, pasalnya anak buahnya dibabat habis hanya dengan satu orang, dia melepas elzia dan mendekati pemuda itu "beraninya lo.... "
brukk brakk
belum selesai lelaki itu berbicara elkan sudah menendang dengan sangat keras
"akhhh ba-bangsat... "
tak cukup sampai disitu elkan kembali menendang pelipisnya dengan cepat, hingga membuat lelaki itu tak sadarkan diri
elkan melihat elzia yang masih melongo di tempatnya, dia mendekat dan memeluk gadis itu, elzia terpaku pada perlakuan elkan yang tiba tiba memeluknya.
elkan melepas pelukannnya sambil menyelipkan rambut sebahu elzia pada belakang lehernya, dan mengelus pipi elzia yang memerah akibat ditampar preman tadi, hatinya sakit melihat gadisnya yang seperti itu.
*flasback off*
risa dan devina diam mendengar penjelasan dari sahabatnya lalu tersenyum menggoda pada sahabatnya, elzia yang melihat itu merinding dibuatnya "kenapa kalian ngeliatin gue kek gitu " ucapnya
"sahabat kita bakal ada yang jadian nih " ucap devina tersenyum menggoda
"pesona sahabat kita ini emang ga main main sampe bisa melelehkan kulkas 20 pintu " timpal risa dengan senyum mengodanya
elzia hanya memalingkan wajahnya yang bersemu merah ketika digoda teman temannya "apaansih "
"cie ada yang salting nih " goda devina
elzia yang mukanya makin memanans karna digoda kedua sahabatnya hanya bisa memalingkan wajahnya "apaansih kalian.... " ucapnya lalu pergi meninggalkan sahabatnya yang masih tertawa melihat ekspresinya.
"eh zi tungguin kita " teriak devina
"pasti tu anak ngambek ayok kejar " ucap devina berlalu pergi mengejar elzia yang sudah menjauj pergi.