
sementara di tengah hutan kota yang hampir tidak di datangi manusia karna di rumorkan sebagai hutan angker. hutan yang di jadikan markas oleh organisasi mafia devil. pihak organisasi dengan sengaja menyebarkan rumor tentang hutan angker. karna dengan begitu orang orang akan berpikir seribu kali untuk masuk ke sana. banyak orang orang yang mencoba masuk ke hutan itu tapi semua tewas dengan wajah membiru pucat dengan mulut keluar darah dan diberitakan mati oleh hantu fi hutan itu. yang terjadi sebenarnya adalah pihak organisasi yang membunuh orang orang itu karna mereka tidak mau ambil resiko. dengan markas yang terekspos pihak kepolisisan bisa mengendus organisasi besar itu. organisasi sendiri tidak mau ambil resiko dengan berurusan dengan kepolisian mungkin organisasi sebesar mereka bisa melawan kepolisian tetapi tetap saja berurusan dengan kepolisian itu merepotkan. itulah mengapa organisasi mafia devil selalu main bersih di bisnis maupun misi karna itu organisasi ini menjadi di tahap paling atas dunia bawah.
sesampainya di markas elkan memarkirkan motornya dan membuka helmnya sembari menuju ke arah halaman markas yang diisi para anggotanya, ethan, dan anggota pengirim barang barang yang dipesannya.
mereka semua membungkuk untuk memberi hormat padanya. elkan mengangguk sembari berkata "sudah di cek semua" ucap elkan menatap ethan.
"sudah bos" jawabnya.
elkan beralih menatap anggota pengirim barang tersebut "mana berkasnya"
anggota tersebut gelagapan di tatap oleh elkan seperti itu. siapa yang tidak tau pemimpin organisasi mafia devil tersebut. walaupun masih muda dia terkenal sangat kejam dengan sepak terjangnya di dunia bawah.
salah satu anggota pengirim memberanikan diri mengambil berkas dan memberikannya pada elkan "i-ini tuan"
elkan membacanya sekilas lalu menandangani berkas itu. setelah selesai elkan langsung memberikan berkas itu kembali pada anggota itu. elkan beralih pada para anggota "bawa masuk ke gudang penyimpanan" tegasnya.
seluruh anggota menoleh menatap elkan yang memberi perintah mereka membungkuk sembari menjawab "siap bos" jawab mereka serempak.
elkan berbalik hendak kembali ke markas karna dia belum mengganti baju sekolahnya. langkahnya terhenti "awasi para anggota" ucapnya pada ethan.
"oke bos" jawab ethan.
elkan meneruskan langkahnya ke dalam markas untuk mengganti baju sekolahnya. di markas memang sudah tersedia semuanya termasuk bajunya di karnakan elkan memang jarang pulang ke rumahnya.
.......
waktu sudah menunjukkan pukul 15:30 elzia dkk sekarang ada di perjalanan menuju ke rumah pelatih karate yang biasa melatih devina. di perjalanan menuju ke sana elzia dkk saling bercanda dan sesekali menggoda elzia hingga membuatnya salah tingkah sendiri. tak terasa mereka sampai di kediaman pelatih tersebut. di sana mereka sudah di sambut oleh om joe dan istrinya yang bernama tante irma yang sedang meminum teh di teras rumah tersebut.
elzia dkk turun dari mobil dan lekas menyapa sembari mencium kedua tangan orang tersebut.
"heyy vivi tante kangen sama kamu" ucap tante irma sembari merentangkan tangannya. tante irma memang menyayangi devina dan telah menganggap devina anak kandungnya sendiri. di karnakan di umur pernikahan om joe dan tante irma yang sudah 5 tahun tapi belum dikaruniai anak. dan lagi devina sendiri yang kurang kasih sayang dari ibunya. ibu devina sendiri telah meninggal karna di bunuh oleh musuh ayahnya waktu devina berumur 7 tahun. karna itu devina jadi dekat dengan tante irma istri pelatihnya tersebut.
devina terkekeh melihat tante irma yang antusias karna kedatangnnya. sembari memeluk tante irma yang merentangkan tangannya "vivi juga kangen sama tante" ucapnya seraya menepuk nepuk punggung tante irma.
tante irma menyipitkan matanya pada devina "kangen apa cobak, kamu ga pernah ke sini ngunjungin tante" ucapnya.
"hehehe itu karna aku sibuk sekolah tante" jawab devina sambil menunjukkan deretan giginya.
tante irma melengos memalingkan wajahnya sok ngambek "gak pokoknya kamu harus sering sering main ke sini"
"utututu tante sayang, tante udah tua tau nggak jelek kalo sok ngambek gini" ejek devina.
om joe hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan istri dan anak muridnya. sementara elzia dan risa menahan tawa melihat keduanya. kalo devina mereka sudah biasa tapi mereka berdua ga nyangka kalo tante irma ternyata sefrekuensi dengan sahabatnya tersebut.
"oh aku hampir lupa, mereka berdua sahabat vivi, om tante. mereka yang akan ikut berlatih sama aku" ucap devina.
mendengar itu tante irma lantas menoleh sembari tersenyum hangat "halo sayang nama kalian berdua siapa?" tanyanya.
"aku elzia tante" elzia memperkenalkan dirinya dengan senyuman ramahmya.
"aku risa tante" ucap risa sembari membalas senyuman tante irma.
"apa elzia dari keluarga mahendra? berarti sepupu devina dong?" tanya tante irma menatap elzia.
"iya tante bener" jawab elzia tersenyum.
"kok tante bisa tau?" tanya devina mengerutkan keningnya bertanya. pasalnya dia ga pernah cerita pada tante irma tentang sepupunya itu.
"yang punya mata kayak elzia di indonesia jarang banget, dan tante kenal sama marisa yang punya mata sama persis elzia" jelasnya sembari mengelus elus rambut elzia.
"tante kenal sama mama? tanya elzia.
tante irma menganggukkan kepalanya sembari tersenyum "iya tante kenal, bahkan orang tua risa tante juga tau" ujarnya seraya menatap risa di sampingnya.
"tante kenal sama mami? tanya risa.
"ya ibu kalian bertiga dulu sahabat tante di sma" ujar tante irma.
tante irma menatap risa "mami kamu gimana kabarnya sayang?" tanya tante irma.
"baik tante tapi mami sibuk sama kerjaannya di new york" jawab risa dengan senyum sendunya.
tante irma yang paham langsung mengusap lembut kepala risa lalu beralih menatap elzia "kalo mama kamu gimana sayang?" tanya tante irma pada elzia.
elzia menatap tante irma yang tersenyum padanya "mama baik baik aja tante, tapi sama aja sibuk sama kerjaannya" jawab elzia dengan senyum paksanya.
tante irma menghela nafas pelan sembari menatap elzia dan risa bergantian. dia sudah bisa menebak kalo anak dari sahabatnya tersebut bakal kekurangan kasih sayang di karnakan kesibukan sahabatnya tersebut.
"kalian bisa anggep tante orang tua kalian disini, dan satu lagi orang tua kalian sebenarnya sayang banget sama kalian tapi karna keadaan yang mamaksa mereka jauh dari kalian, jadi ga boleh membenci orang tua karna mereka adalah yang melahirkan dan mebesarkan kalian, kalian berdua udah dewasa kan? pasti bisa dong bayangin ngelahirin dan membesarkan bayi sampe segede ini, sini peluk tante sayang" jelas tante irma sembari merentangkan tangannya untuk mereka berdua.
elzia dan risa langsung memeluk tante irma seraya berkata "iya tante" ucap mereka berdua bersamaan dengan suara yang bergetar menahan tangis.