YOU ARE MINE"

YOU ARE MINE"
Permainan Baru



"Aku menyukaimu" bisik Alex ditelinga Fanny.


wanita itu terkekeh dengan ucapan Alex.


"Kau mabuk tuan Alex ?" Fanny tidak menghiraukan apa yang dikatakan lelaki ini.


"Iya aku sedang mabuk dengan kecantikanmu malam ini" , Alex menggoda Fanny dengan sentuhan yang terbilang sangat sexy.


Alex makin intens memeluk Fanny, dan memberi kecupan-kecupan kecil pada leher jenjang wanita itu. Fanny sangat menyukai sentuhan Alex , dia tidak pernah merasakan sentuhan lelaki yang selembut dan senikmat ini .


"Sungguh aku sangat menyukai sentuhanmu tuan" bisik Fanny pada telinga Alex kemudian berjalan menuju minibar di club itu.


Alex mengikuti wanita itu , sampai ke tujuannya.


"Anda tahu kalau saya sudah mempunyai kekasih" Fanny melirik Alex yang duduk disampingnya.


"Aku tidak peduli kamu punya kekasih apa tidak, yang jelas aku menyukaimu " ,dan Alex kekeh dengan pernyataannya.


Fanny hanya tertawa kecil mendengar ucapan yang dilontarkan Alex. Wanita itu sedang memikirkan tawaran lelaki ini , kalian tahu Fanny adalah wanita yang cepat bosan dengan sebuah hubungan , dan sekarang dia sudah mulai bosan dengan kekasihnya itu.


" Berikan aku kesempatan satu minggu untuk membuktikan kalau aku lebih baik dari kekasihmu itu ". Alex mencoba meyakinkan Fanny.


"Maafkan aku tuan , sepertinya kau salah menilaiku", Fanny ingin mencoba permainan baru dengan Alex . Fanny ingin mencoba permainan tarik-ulur dengan Alex. Wanita itu ingin melihat apakah lelaki ini ingin mempermainkannya atau serius.


"Aku bukan wanita yang suka berselingkah , aku hanya menyukai caramu memberikan sentuhan kecil padaku dan tidak lebih dari itu".


Fanny kemudian bangkit dari duduknya , wanita itu meninggalkan Alex yang menatapnya tanpa kata, Fanny berpamitan pada teman-temannya untuk pulang karena esoknya dia harus berangkat ke Amerika untuk pemotretan BA.


Alex menyusul Fanny keluar dari Club itu . " Biarkan aku mengantarmu pulang , aku tahu kamu tidak membawa mobil kesini " Alex terus mengikuti wanita itu.


"Terima kasih tuan tapi aku bisa memesan Taxi online" Fanny menolak tawaran pria rupawan itu untuk mengantarnya pulang .


"Ayolah aku tidak tega membiarkan mu naik taxi sendirian " Alex tetap tidak mau kalah dari Fanny.


tik tik tik tik ....


tiba-tiba hujan turun membasahi mereka . Alex dengan cepat menarik tangan Fanny untuk masuk ke mobilnya.


"(Tuhan apa kau sengaja menurunkan hujan untuk membantuku mendapatkannya? , kalau iya aku sangat-sangat berterima kasih)" Alex tersenyum sendiri dengan pemikirannya itu.


Mau tidak mau Fanny mengikuti Alex masuk ke dalam mobil. Alex mengambil tisu dan memberikannya kepada Fanny ,menyuruh wanita itu membersihkan bekas air hujan di seluruh badannya, karena memang didalam mobil tidak tersedia handuk . Fanny menerimanya dan mengucapkan terima kasih.


"Anda bahkan tahu alamat apartmen saya tuan " Fanny dengan tatapan menyelidik ke Alex. padahal Fanny tidak mengatakan alamat tempat tinggalnya kepada Alex ,tapi lelaki itu malah langsung mengantarnya ke apartmennya.


"Aku mengetahui semua tentangmu sayang " ucap Alex sambil tersenyum penuh arti.


Hujan masih turun dengan deras, Fanny menelpon managernya agar menjempunya ke parkiran .


"Anda sungguh berkuasa tuan " Fanny membalasnya sambil tersenyum kecil.


Tidak lama kemudian sang manager keluar dari gedung itu dengan payung ditangannya. Dan melihat mobil yang ditumpangi oleh artisnya, dia heran itu bukan mobil milik kekasih artisnya , lalu siapa yang mengantar Fanny pulang . Sang manager sangat penasaran , dan kaget saat melihat Alex didalam mobil itu ketika Fanny turun.


"Tuan Alex selamat malam " manager Fanny membungkuk sopan menyapa Alex. Fanny heran managernya mengenali Alex. Alex hanya menjawab dengan senyumnya, dan meninggalkan apartmen itu.


"Yah bagaimana kau bertemu dengan tuan Alex ? " Rani sang manager menghujani Fanny dengan berbagai pertanyaan .


"Apa hubunganmu dengan tuan Alex ?"


"Kalian dari mana ?"


"Bukannya kau keluar dengan Sean kekasihmu?"


"Astaga tidak ada yang memotret kalian kan ?" , dan banyak lagi pertanyaannya Rani .


Fanny tidak menjawabnya malah langsung masuk ke toilet untuk berendam dengan air hangat , dia butuh air hangat untuk saat ini . Setelah 20 menit berlalu Fanny keluar dari toilet dengan baju tidurnya.


"Kau sudah menyiapkan semua keperluan kita untuk besok kan ?"' tanya Fanny yang melihat Rani sedang menonton.


"Kau belum menjawab pertanyaanku Fanny ". Rani kesal karen wanita itu mengabaikannya.


"Kau tahu perusahaan yang mengontrakmu untuk besok di Amerika adalah anakan perusahan tuan Alex", ucap Rani.


"Apa?" Fanny kaget dengan ucapan Fanny.


"Apa tuan Alex menyukaimu ?" Rani sangat penasaran kenapa artisnya bisa bersama seorang yang sangat penting dan populer itu.


Fanny tidak menjawab dan langsung naik ke tempt tidur dan menarik selimut sampai lehernya.


"Aku tidur " hanya itu balasan untuk managernya Rani yang dari tadi mengoceh tiada henti.