YOU ARE MINE"

YOU ARE MINE"
7.perubahan



elzia masih terpaku pada tempatnya pada perlakuan elkan, pemuda yang di kenal kejam disekolahnya dan dirumorkan terlibat organisasi bawah tanah memperlakukannya lembut.


elzia yang masih tidak bergeming pada tempatnya membuat elkan tersenyum tipis, lalu menarik tangan gadis itu ke supermarket terdekat, sesampainya di depan supermarket elkan mendudukkan elzia di kursi yang tersedia "tunggu di sini " ucap elkan yang di balas anggukan oleh elzia


beberapa menit kemudian elkan keluar membawa es krim dan minuman dingin "buat kamu " ucapnya menyodorkan es krim ditangannya


blushh


elzia yang mendapatkan perlakuan lembut pun, memalingkan wajahnya yang merona merah, bahkan elkan mengunakan kata 'kamu' padanya


"ma-makasih " jawabnya terbata menerima es krim yang di sodorkan elkan


lalu elkan duduk di samping gadis itu, gadis yang menarik perhatiannya, mungkin dia sudah mencintai gadis itu, gadis yang berbeda dari yang lain, elkan belum melepaskan pandangannya pada gadis itu yang sekarang sedang antusias memakan es krimnya, seperti anak kecil "menggemaskan " batin elkan


elzia yang sadar di perhatikan dari tadi menatap pemuda di sampingnya, jantungnya berdetak kencang tatkala pandangannya bertemu dengan netra manik mata hitam legam yang sangat indah sekaligus mengerikan, elzia memalingkan wajahnya "ah jantung gue lebay banget sihh " batin elzia


elkan tersenyum gemas melihat gadis itu yang salah tingkah sendiri, elzia tidak tau saja jika jantung pemuda itu berdebar tidak karuan "bangsat jantung gue " batinnya


"ak-aku pulang du-dulu ya makasih udah bantuin aku " ucap elzia terbata


elkan tersenyum tipis, senyum yang tidak pernah ditampakkan pemuda itu, biasanya hanya wajah datar dan dingin, senyum yang membuat elzia mematung beberapa detik, tapi di sadarkan oleh suara serak dari pemuda itu "oke aku antar " ucapnya


"ga-gausah aku bawa mobil kok " jawab elzia sambil menunjukkan remot mobilnya


"aku ikutin dari belakang " tegasnya


"ta-tapi....."


"ga ada penolakan " ucapnya lalu menarik tangan elzia


elzia hanya pasrah pada perlakuan aneh elkan, gadis itu pikir elkan adalah orang yang dingin dan datar seperti kata para sahabatnya, apalagi sama perempuan sudah banyak yang mendekatinya tapi tak ada satupun yang digubris olehnya, tapi tiba tiba saja pemuda itu bersikap lembut dan manis padanya.


sesampainya diparkiran elkan melepaskan tangannya "gausah ngebut " ucapnya


"i-iya " ucap elzia tersenyum kikuk, gadis itu masuk ke mobilnya menghidupkannya dan melenggang pergi dari sana disusul elkan mengikuti mobil itu


30 menit kemudian mobil itu sampai pada rumah mewah kediaman keluarga mahendra, gadis itu memarkirkan mobilnya dan keluar menuju gerbang untuk menemui elkan yang masih berada di sana, elkan membuka helm full facenya sambil berjalan mendekati elzia


"yaudah aku pulang " ucapnya tersenyum tipis


elzia mendongak menatap pemuda itu "i-iya makasih " jawabnya tersenyum kikuk


elkan yang gemas dengan eksperesi elzia yang menurutnya sangat imut hanya mengangguk mengiyakan "ahh bangsatt imut bangett " batinnya


elkan mengelus rambut gadis itu dan memasang helm full facenya sambil menaiki motornya, pemuda itu melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan komplek elit itu, sedangkan elzia masuk ke rumahnya dengan senyum lebar sumringah sesampainya di kamar gadis itu langsung merebahkan dirinya dan berbaring di kasur king sizenya "dia kenapa sih, apa dia suka sama gue ya, ah ga mungkin " batin elzia, sambil menggeleng gelengkan kepalanya "lebih baik gue tidur daripada mikirin cowok eneh itu " batinnya, gadis itu memejamkan matanya


keesokan paginya elzia masih nyaman di tempat tidurnya, tak lama gadis itu mengerjapkan matanya tangannya meraba raba, mencari ponselnya ketika sudah ketemu gadis itu menghidupkan ponselnya dan tebelalak melihat jam di ponselnya "astaga....." teriaknya lalu turun dari kasurnya, masuk ke kamar mandinya beberapa menit kemudian gadis itu keluar dari kamar mandinya hanya menggunakan handuk, lalu memakai seragam sekolah yang sudah tersedia di sana, tak lama elzia turun ke lantai bawah menuju ke ruang makan, sesampainya di bawah makanannya sudah siap, tapi karna keburu terlambat gadis itu hanya mengambil beberapa roti dan meminum susunya, lalu menghampiri bibinya di dapur "bi zia berangkat dulu " ucapnya


elzia berangkat menuju sekolahnya dengan mobil sportnya, mobil sport merah itu melaju dengan kecepatan tinggi, sesampainya di sekolah gadis itu melihat jam tangannya, disana sudah menunjukkan pukul 7 kurang tiga menit, gadis itu memarkirkan mobilnya tak lama kemudian bel sekolah berbunyi.


kring kringgg


"hufftt untung aja ga telat " gumamnya berlalu pergi dari parkiran menuju kelasnya, di koridor menuju kelasnya banyak pasang mata menatapnya memuja, itu sudah biasa bagi elzia bahkan dia diberi gelar queen be sma sriwijaya, entah gelar dari mana tapi karna itu satu sekolah bahkan sekolah lain mengenalnya, sisi positifnya dia dikenal banyak orang tapi sisi negatifnya adalah orang orang itu sendiri yang terlalu ikut campur pada kehidupannya


sesampainya di kelas elzia disambut sahabatnya "tumben lo siang banget zi?" tanya devina


elzia menghembuskan nafasnya "gue kesiangan bangunnya gara gar......" belum selesai menjawab pertanyaan sahabatnya, guru sudah masuk ke dalam kelas


"selamat pagi anak anak " ucap laki laki paruh baya yang menjabat sebagai guru fisika


"pagi pak " jawab murid di kelas serempak


"oke, buka halaman 74 nanti saya jelaskan " ucapnya


kring kringg


2 jam kemudian bel istirahat berbunyi semua murid di dalam kelas berhamburan menuju kantin, untuk mengisi perut kosong mereka, tak terkecuali elzia dkk, sesampainya di kantin mereka duduk di bangku yang biasa mereka tempati


"kalian mau pesen apa?" tanya elzia menatap kedua sahabatnya secara bergantian


"samain aja zi sama lo " ucap risa


"oke " jawab gadis itu berlalu pergi untuk memesan makanannya, beberapa menit kemudian elzia kembali dengan nampan berisi soto dan es jeruk di atasnya


saat asik makan mereka tidak sadar kalo kantin mendadak hening karena kedatangan elkan dkk, tak lama elkan dkk menuju tempat mereka makan, saking asiknya makan tanpa menghiraukan suara bisikan


"eh itu elkan ke tempatnya elzia nggak sih?"


"wah ganteng banget elkan "


"dava manis banget sih "


"mereka ganteng semua anjir "


sesampainya di meja elzia dkk yang belum sadar akan kehadiran mereka "kita boleh gabung sini nggak?" tanya tito memulai pembicaraan


elzia dkk yang masih sibuk dengan makanannya langsung menoleh dan terkejut dengan kedatangan elkan dkk


uhukk uhukkk


devina sampai tersedak karena kedatangan mereka, risa yang ada di sebelahnya langsung menyodorkan minumannya pada temannya yang tersedak, bagaimana tidak terkejut jika elkan dkk yang tidak pernah menghampiri meja perempuan selama dua tahun tiba tiba menghampiri mereka dan meminta gabung, bahkan semua siswa siswi yang ada di kantin sudah berbisik bisik membicarakan elkan dkk yang tiba tiba menghampiri elzia dkk.