YOU ARE MINE"

YOU ARE MINE"
17.taman bunga mawar putih



elzia sudah ketakutan dari mulai melewati koridor sepi menuju ke taman belakang, dia takut pemuda itu akan berbuat yang tidak tidak kepadanya "e-el"


"diem, kalo enggak aku cium" ujarnya santai.


wajah elzia memanas mendengar perkataan elkan yang menurutnya sangat santai "wajah gue kenapa lagi, ni cowok nyebelin banget sih kalo aja gue ga takut udah gue bejek bejek ni cowok" gerutunya dalam hati.


setelah melewati koridor sepi dan bangunan gudang yang kosong, mereka sampai di taman belakang sekolah yang di pagar tembok beton yang tinggi dengan pintu tengah tengah taman, lebih mirip kandang singa dibandingkan taman.


elkan menoleh sekilah pada elzia sembari menarik tangan kanan elzia sembari mendorong pintu taman.


cklek


pintu taman terbuka elzia langsung tersenyum sumringah dengan apa yang dilihatnya hal pertama yang cocok menggambarkan keadaan itu adalah indah, taman belakang sekolah yang tidak bisa di masuki oleh siapapun kecuali pemiliknya dan yang mengurus taman adalah tempat yang di penuhi dengan bunga kesukaannya bunga mawar putih yang sedang bermekaran.


tanpa sadar elzia melepaskan tangan elkan sembari berjalan meninggalkannya di depan pintu, elzia berjalan mengitari taman dengan tersenyum lebar sesekali gadis itu mencium bau harum dari bunga mawar putih yang tampak terawat tersebut.


tanpa sadar gadis itu sedang di perhatikan oleh elkan yang sekarang sudah duduk di tengah tengah taman tepatnya di bawah pohon besar yang disediakan kursi taman di bawahnya, pemuda itu menarik sudut bibirnya ke atas menampilkan senyum tipisnya.


"el" panggil elkan pada elzia yang masih fokus pada bunganya.


elzia yang merasa terpanggil menoleh ke arah suara, dia pun terkejut dengan keberadaan elkan disana dia lupa kalo ke tempat itu bersama pemuda itu, elzia berjalan mendekati elkan lalu duduk di samping pemuda itu.


"suka?" tanya elkan sembari menatap intens gadis cantik itu.


elzia menganggukkan kepalanya antusias "suka banget, bunganya cantik banget, terawat dan kebetulan juga itu bunga kesukaan aku" ucap elzia dengan senyum sumringahnya.


elkan mengacak acak rambut gadisnya gemas sembari terkekeh pelan menatap elzia yang menurutnya sangat imut menceritakan semuanya.


beberapa detik elzia terpaku melihat ketampanan elkan "tampan" batinnya.


"ga ada yang kebetulan" ucap elkan sembari tersenyum tipis.


kening elzia berkerut menatap elkan penuh tanya "maksudnya?"


"taman ini untukmu" ucapnya.


mata elzia membola mendengar perkataan pemuda itu "ja-jadi?" tanyanya.


"iya taman ini ku buat untuk kamu sayang" ucapnya sembari tersenyum tipis.


blushh


elzia memalingkan wajahnya yang memerah bak kepiting rebus ketika elkan memanggilnya 'sayang' tak mau munafik dia cukup suka dengan panggilan itu asal elkan yang memanggilnya seperti itu.


elkan tersenyum tipis melihat elzia yang salah tingkah dibuatnya "jadi kamu suka?" tanya elkan.


elzia menganggukkan kepalanya "suka banget, tapi sejak kapan? kok kamu bisa tau kalo aku suka bunga mawar putih?" tanya elzia dengan pertanyaan yang mengganjal di otaknya.


"satu tahun lalu, dan aku tau semua tentang kamu" ucap elkan sembari menatap manik mata hazel itu.


elzia jadi salah tingkah dengan jawaban elkan apalagi tatapannya yang menusuk "e-el kita ke kelas yuk?" ucap elzia mengalihkan pembicaraan.


elkan menggeleng sembari merapikan anak rambut elzia ke belakang telinganya "gausah aku udah ijinin kamu" ucapnya dengan raut wajah datarnya.


"emang di bolehin?" tanya elzia.


"ya boleh" timpal elkan seraya mengangguk mengiyakan.


elkan menggigit bibir bawahnya lantaran gemas dengan elzia yang menatapnya lekat "ahh... bangsat gue karungin juga nih" batin elkan.


"hmm" jawab elkan berdehem sembari menormalkan ekspresinya.


"kalo kamu buat ni taman satu tahun yang lalu dan kamu juga tau bunga kesukaan aku jadii..? ucap elzia seraya mengerutkan dahinya.


"bahkan waktu kamu berumur 6 tahun" ujar elkan sembari tersenyum tipis.


elzia mengerutkan dahinya lantaran bingung dengan jawaban elkan "maksudnya?" tanyanya.


drtt drrttt


sebelum menjawab pertanyaan elzia ponsel elkan berdering menandakan sebuah panggilan dilihatnya adalah panggilan dari sahabatnya "bentar" ujarnya pada elzia yang dianggukinya.


pemuda itu berlalu dari sana meninggalkan elzia. setelah cukup jauh dari elzia. elkan mengangkat ponselnya.


"*kenapa?"


"bos barang yang kita pesan udah sampek markas dengan kondisi aman"


"udah di cek?"


"sudah bos"


"oke gue kesana sekarang"


"siap bos"


tut*


setelah panggilannya mati elkan berjalan mendekati elzia yang sibuk memerhatikan bunga bunga di taman itu. sesekali gadis itu mencium bunga mawar putih itu.


"yuk ke kelas" ucap elkan sambil menarik tangan elzia.


elzia terkejut karna tiba tiba tangannya di tarik oleh elkan. dengan cepat elzia menormalkan ekspresinya sembari mengikuti langkah elkan di depannya. elzia hanya pasrah mengikuti langkah elkan dengan kaki kecilnya sembari berpikir tentang perkataan elkan yang masih tanda tanya di otaknya.


"el katanya ga usah masuk kelas" ucap elzia bingung. bukan karna apa elzia menanyakan itu. tadi elkan sendiri yang mengatakannya kalo gausah masuk kelas.


elkan menoleh pada elzia di belakang yang mengikuti langkahnya. dengan senyum tipisnya sembari berkata "aku ada urusan" ucapnya yang dibalas anggukan kepala oleh elzia.


elzia menatap punggung kekar elkan yang menggoda dan rambut lurus yang acak acakan menambah kesan bad boy untuknya. dan itu malah terlihat semakin membuat elkan tampan. pipi elzia merona merah kala mengingat pemuda tampan di depannya ini menyukainya dan bahkan mengumumkan kalo mereka pacaran pada teman temannya dan seisi kantin. dengan itu pastinya satu sekolah akan tau kalo mereka berdua pacaran. padahal sebenernya mereka berdua tidak pacaran.


tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka hingga sampai di depan kelas elzia.


"aku masuk ya" ucap elzia.


"iya" ucap elkan sembari merapikan anak rambut elzia ke belakang telinganya.


elzia yang di perlakukan seperti itu hanya tersenyum kikuk. bahkan elzia tidak sadar kalo sekarang dia sudah jadi sorotan di kelasnya sampai guru yang mengajar pun memperhatikan mereka berdua. elzia berbalik dan masuk ke kelas. di kelas elzia merasa aneh kala di perhatikan oleh teman sekelasnya yang tersenyum aneh padanya. tapi elzia tidak menggubris dan langsung menuju ke tempat duduknya. di sana dua sahabatnya juga tersenyum aneh padanya.


"gimana rasanya di anterin suami tampan ke kelas zi?" goda risa sembari menaikturnkan alisnya. elzia yang sudah paham arti tatapan teman sekelas dan sahabatnyapun langsung merona merah.


"apaan sih" ucap elzia seraya memalingkan wajahnya yang memerah tomat.


"pastinya seneng dong ris, apalagi rambutnya di rapiin tadi sama suami" timpal devina dengan senyum menggodanya.