YOU ARE MINE"

YOU ARE MINE"
16.jatuh cinta



"kebetulan kalian berdua lagi bareng" ucap ethan tersenyum penuh arti pada elkan dan elzia.


"gue juga penasaran sih" ujar tito menaikturunkan alisnya.


elzia yang merasa tersindir pun jadi salah tingkah sendiri, gadis itu masih sok sibuk dengan makanannya tapi telinganya mulai memanas akibat dari godaan sahabat elkan tersebut.


"gimana kalian beneran pacaran?" tanya ethan dengan raut wajah tengilnya.


"eng-enggak" ucap elzia.


"yaa" ucap elkan.


ucap mereka berdua bersamaan, sahabat elzia dan elkan menatap cengo keduanya "jadi mana yang bener nih?" tanya ethan dengan senyum menggodanya.


"gue"


"gue"


sahabat elkan sudah saling pandang dan memberi kode, sedangkan sahabat risa dan devina menatap elzia seakan bertanya meminta penjelasan, yang di tatap hanya mengelengkan kepalanya pelan.


elkan yang melihat eksperesi elzia yang salah tingkah dan berusaha menjelaskan pada kedua sahabatnya terkekeh pelan, sudut bibirnya naik ke atas menunjukkan senyum tipisnya, lalu berdiri dari tempat duduknya sembari berkata "berhubung gue dan elzia queenesa mahendra sekarang resmi pacaran kalian boleh makan apa aja di kantin ini, gue yang bayar semuanya" ucapnya yang didengar seluruh isi kantin.


"*wooo makan gratis nih"


"langgeng ya gue doain kalian cepet dapet momongan"


"jadi bener ya mereka pacaran"


"ahhh ini hari patah hati satu sekolah"


"couple ter wow tahun ini*"


kira kira seperti itu respon siswa siswi di kantin kala dengan tegasnya elkan mengklaim dirinya dan elzia berpacaran, banyak yang ngedukung karna mereka pasangan yang sangat serasi tapi banyak juga yang iri dengan hubungan mereka.


"akhirnya lo gak jomblo lagi bos" ucap ethan sok bangga dengan menggenggam tangan elkan.


"selamat ya bos" ujar dava menepuk bahu elkan.


"selamat bos langgeng ya" timpal tito dengan senyum menggodanya sembari menaikturunkan alisnya.


lain halnya dengan sahabat elzia kalo sahabat elkan tampak berbahagia, beda lagi dengan tiga gadis itu yang ternganga di tempatnya, dan tampak elzia dengan wajahnya yang memerah bak kepiting rebus berusaha menjelaskan pada kedua sahabatnya yang menatapnya penuh tanya.


"a-aku ke kelas dulu ya el" ujarnya pada elkan disampingnya.


elkan tersenyum tipis melihat elzia yang nampak kikuk dengan wajah yang merona merah "yaa" ucapnya sembari mengangguk.


lantas elzia berdiri dan menarik tangan kedua sahabatnya menuju ke kelas untuk menjelaskan semuanya, sesampainya kelas tampak sepi karna seluruh siswa siswi di kelas berada di kantin.


di kelas elzia langsung mendapatkan tatapan tajam dari keduanya, sementara dirinya tersenyum kikuk menatap kedua sahabatnya yang seakan mau memakannya.


"gu-gue beneran ga pacaran sama elkan" ucap elzia berusaha menjelaskan.


"huhuhu gue gabisa ketemu lo lagi dong zi" pekik risa sembari memeluk elzia.


sementara elzia ternganga di tempatnya dan devina yang memutar bola matanya jengah "lo apa apaan sih, gue ga kemana mana anjir" ujar elzia.


mendengar ucapan elzia lantas risa melepas pelukannya sembari berkata "lo lupa elkan siapa, dia kejam bahaya lo bisa di gorok sama dia huhuhu... tapi gapapa lo gak mati jomblo zi" pekiknya panjang lebar sambil memeluk elzia kembali.


"lo doain gue mati" ucap elzia dengan tatapan tajamnya, sembari melepas pelukan risa.


devina yang jengah dengan kelakuan sahabatnya langsung mengusap wajah risa sembari berucap "gausah drama, lo gak liat tatapan elkan ke zia tu beda jadi bisa dibilang elkan suka sama zia atau mungkin udah di tahap cinta " ucapnya.


risa dan elzia tampak berpikir akan ucapan devina tak lama risa menatap elzia dengan senyum penuh arti "sahabat gue keren banget sih lama nge jomblo pas pacaran sama bos mafia" ucapnya sembari menaikturunkan alisnya.


"apaan sih lo ris" elzia memalingkan wajahnya yang memerah.


"udah fix lo beneran jadian sama elkan" ujar devina dengan senyum menggodanya menatap sahabatnya yang makin gelagapan.


"a-ahh itu.... gu-gue ke toilet dulu" ucap elzia dengan wajah yang sudah memerah bak kepiting rebus sembari berlalu dari sana meninggalkan kedua sahabatnya.


disaat elzia sudah pergi risa dan devina saling tatap sembari tersenyum penuh arti "kayaknya zia juga udah cinta sama elkan" ucap risa.


"ya baguslah setidaknya zia ga terlalu mikirin orang tuanya" ujar devina.


"tapi lo yakin elzia bakal aman, secara elkan itu....."


"mafia" timpal devina yang diangguki oleh risa.


"lo tenang aja elkan ga bakal ngapa ngapain, gue tau orang yang tulus dan enggak kalo dari tatapan elkan meskipun terkesan datar tapi sama zia beda, dan lo harus tau sebenarnya gue udah lama ngeliat tingkah laku elkan" mendengar itu risa mengerutkan kening.


"jadi lo udah dari lama tau siapa dia?" tanya risa.


"kalo itu gue juga baru tau dari ayah yang kemaren itu" jawab devina yang dibalas anggukan oleh risa.


sementara itu di toilet elzia menatap cermin sembari menatap cerminan dirinya "*gue kenapa selalu mikirin dia sih, ahh tapi dia manis benget sih" batinnya sembari tersenyum, setelahnya gadis itu menggeleng gelengkan kepalanya.


"enggak enggak gue kenapa sih masa beneran suka sama dia, ini kenapa lagi muka merah gini" batin elzia*.


"oke stop zi stop mikirin dia" ucapnya pada diri sendiri sembari membasuh mukanya yang memerah.


selang beberapa menit kemudian elzia keluar dari toilet dengan keadaan yang lebih segar di perjalanan banyak pasang mata yang menatapnya, dia sudah biasa dengan pandangan memuja dan iri orang orang di sekitarnya karna kecantikannya.


elzia berjalan di koridor menuju ke kelasnya gadis itu tidak sadar kalo sedari keluar dari toilet dia diikuti oleh seseorang.


elzia berhenti melangkah tatkala tangannya di cekal oleh seseorang dari belakang elzia menoleh.


deg


manik mata hazel itu bertubrukan dengan manik hitam legam milik orang yang mencekal tangannya beberapa detik dua orang berbeda jenis itu hanya saling tatap menyelami netra masing masing.


"ikut aku" ucap elkan.


mendengar suara berat itu elzia seakan tersadar dari lamunannya "a-apa?" tanya elzia dengan kening yang berkerut.


"ikut aku" ucap elkan sembari menarik tangan gadis itu.


elzia hanya pasrah mengikuti langkah elkan, gadis itu mulai was was tatkala langkahnya menuju halaman belakang sekolah, halaman yang tidak boleh di masuki oleh murid atau guru sekalipun, karna halaman belakang adalah tempat yang sepi elzia mulai berpikiran yang negatif.


"el ki-kita ngapain lewat sini?" tanya elzia.


"ikut" ucap elkan.


"ya tuhan apa gue mau di bunuh ya, huaaa mama papa zia ga mau mati" batin elzia sembari menggigit bibir bawahnya karna takut.


sekilas elkan menoleh menatap elzia yang gelisah dengan menggigit bibir bawahnya.