YOU ARE MINE"

YOU ARE MINE"
Jadikan Aku Yang Kedua



Alex masih mencium Fanny dengan lembut, wanita itu tidak menolaknya sedikitpun , dia sangat menyukai ciuman lembut dari Alex, lembut tapi terkesan menuntut . Sean sering menciumnya serta mencumbunya tapi tidak selembut Alex melakukannya. Bahkan sekarang posisi mereka berubah , Fanny berada diatas Alex yang sudah berbaring disofa itu , seakan Fanny yang memimpin ciuman itu , mereka bahkan lupa bernafas .


Fanny memukul dada Alex dengan lembut agar melepaskan ciumannya karena Fanny sudah tidak bisa bernafas. Alex melepaskan ciumannya dan tertawa kecil melihat wanita itu meraup oksigen sebanyak-banyaknya.


"Kenapa kau tertawa ? ada yang lucu diwajahku?"


Fanny terlihat kesal dengan Alex yang menertawainya.


"Kau terlihat lucu dengan wajah merahmu sayang" canda Alex.


"Hey tuan jangan memanggilku sayang karena kau bukan kekasihku" ucap Fanny dengan sengaja menekankan kata BUKAN KEKASIHKU.


"Kalau begitu jadikan aku kekasihmu, aku sangat senang dengan panggilan itu, atau kau ingin menggantinya? , bagaimana kalau baby, sweety, honey ?" Alex terlihat memikirkan kata-kata panggilan lainnya.


"Kau gila ? kau kan tahu aku sudah punya kekasih"


Fanny tidak habis pikir dengan lelaki ini, dia tahu lelaki ini adalah tipikal lelaki yang sulit untuk berhubungan dengan lawan jenisnya, karena Fanny pernah berbicara dengan sekretaris Alex saat menandatangani kontrak modelnya di perusahaan lelaki itu , dan dia tahu Alex sangat dingin dengan wanita yang terang-terangan mendekatinya.


Awalnya Fanny menyukai Alex dari photo yang terpajang diperusahaannya, berkharisma itulah pertama kali Fanny menilai photo Alex, dan pernah menargetkan Alex untuk dijadikan kekasih tapi dia menyerah sebelum mencoba karena rasanya tidak mungkin seorang Alexander Elvano Damian akan menyukainya yang berprofesi sebagai aktris dan model itu.


Tapi sekarang seorang Alex bahkan berciuman dengannya saat ini. Sungguh lucu bukan takdir Tuhan.


"Kenapa melamun sayang ?" Alex menarik Fanny untuk duduk dipangkuannya . Fanny hendak bangkit tapi Alex dengan erat memeluknya.


"Sungguh posisi ini tidak nyaman untukmu tuan" Fanny mengejek Alex yang wajahnya mulai memerah karena senjata dibawah sana sedang ingin keluar.


"Hahahahaha" , Alex tertawa dengan renyah .


"Perkataanku tadi sungguh serius, mau jadi kekasihku nona Fanny ?". Alex meniup telinga Fanny dari samping hingga wanita ituu terkekeh karena geli.


"Hmmmmm kau sudah tau aku sudah memiliki kekasih dan kau mengenal kekasihku itu , apa yang kau harapkan dari wanita sepertiku tuan ? " Fanny melingkarkan tangannya ke leher Alex dan itu membuat mereka semakin intens untuk saling menyentuh.


"Kalau begitu jadikan aku yang kedua" Alex menatap tepat kedalam mata Fanny.


"Kau ingin jadi yang kedua ?"


"Apa aku sedang bermimpi atau aku sudah tuli?, oh Tuhan kenapa dengan pendengaranku ini ? " Fanny mulai dengan dramanya.


"Aku serius dan sangat serius dengan setiap ucapanku " Alex benar-benar serius dengan ucapannya pada Fanny.


Fanny menatap Alex mencari kebohongan pada mata lelaki itu tapi tidak menemukannya sedikitpun. Wanita itu bingung, bimbang dengan pernyataan Alex. Dia ingin menolak karena sudah memiliki kekasih tapi disisi lain dia menginginkan Alex untuk terus memberikan sentuhan untuk dirinya. Fanny sangat bingung dengan dirinya saat ini.


Fanny tidak menjawab , dia berdiri dan berjalan ke pintu masuk dan membukanya , dia mempersilahkan Alex untuk keluar.


"Silahkan tuan Alex yang terhormat, aku ingin istirahat karena besok adalah hari yang panjang untukku" , wanita itu dengan senyuman terpaksanya.


Alex berjalan sambil tersenyum dan tidak lupa memberi kecupan ringan pada bibir mungil Fanny.


"Pikirkan yang aku katakan tadi ya sayang" genit Alex sambil mengedipkan matanya pada Fanny.


Fanny menutup kamarnya dengan cemberut, dia berpikir Alex sudah melewati batas, tapi tunggu , kenapa dia tidak menolak sedikitpun sentuhan lelaki itu ?


"Ahhhh aku bisa gila berhadapan dengan lelaki itu" teriak Fanny sambil menjambak ringan rambutnya.


Dia benar-benar melupakan Sean untuk sekarang, tidak berniat untuk mengubungi kekasihnya itu, dia lebih mementingan istirahtanya untuk sekarang.


Sementara itu Sean terus menghubungi Rani , beberapa kali dihubungi tapi tidak ada jawaban sama sekali, lelaki itu semakin gusar apalagi dia baru mengetahui kalau pekerjaan kekasihnya sekarang ini berhubungan dengan perusahaan Alex dan pastinya akan bertemu disana.


Alex terus tersenyum dengan perkataannya kepada Fanny, dia tidak habis pikir dengan dirinya saat ini ,yang rela jadi yang kedua, sungguh dia tidak pernah menyangka akan mengatakan ini pada seorang wanita, padahal wanita yang mengantri untuknya sangat banyak bahkan ada yang lebih cantik dan **** dari Fanny.


"Aku memang sudah gila karenamu sayang" ,Alex terus memandang photonya berdua dengan Fanny saat berdansa dulu. Photo yang diambil diam-diam oleh asistennya , dan tidak lupa dia memberikan bonus yang luar biasa saat asistennya mengirim photo itu untuk Alex.