
di pagi hari yang cerah, kediaman mahendra sudah ribut akan dua manusia yang berebut kamar mandi.
"gue duluan yang bangun ya, jadi yang mandi gue duluan" teriak devina sembari menahan tubuh risa yang mau melangkah ke kamar mandi.
"gue gak budek dev kenapa lo teriak" teriaknya memberontak pada devina yang menahannya.
"kenapa lo teriak juga monyet" sentak devina mengeratkan tubuh risa.
"gue duluan ya dev" ujarnya memohon.
"enggak gue duluan" sentak devina tak terima, karna dirinya yang bangun awal dan ingin masuk ke kamar mandi malah ditahan oleh risa yang baru bangun, jadilah seperti sekarang mereka berebut kamar mandi.
sementara elzia yang masih bergelung di dalam selimutnya mulai terganggu oleh keributan kedua sahabatnya, elzia bangun dan melihat kedua sahabatnya yang berebut kamar mandi, senyum licik terbit di bibirnya lalu mengambil handuk di lemari secara diam diam sembari berlari ke arah kamar mandi, meninggalkan kedua sahabatnya yang masih berebut untuk masuk.
brakk
"gue duluan ya bestie kalian lanjutin aja ributnya" teriak elzia dari kamar mandi.
sementara risa dan devina hanya ternganga di tempatnya melihat kejadian yang begitu cepat itu.
"ziaaaa" teriak keduanya bersamaan.
"suara kalian berdua kek toa anjir jangan teriak" teriak elzia tak kalah melengking.
"ini semua gara gara lo" ucap devina sembari menatap tajam sahabatnya.
mendapat plototan tajam dari devina, risa mengusap muka devina dengan kasar membuat si empunya menutup mata "lo yang nahan gue monyet ngapain lo nyalahin gue" sewotnya.
"kan gue yang bangun duluan" sentaknya ga terima.
"tetep aja kalo lo ga nahan gue zia ga bakal masuk" ucap risa mengebu gebu.
"lo yang sa......." baru akan menjawab risa tapi ucapannya berhenti ketika mendengar teriakan elzia.
"kalian apa apaan sih, di luar kamar banyak kamar mandi goblok ngapain kalian rebutan di sini" teriak elzia dari kamar mandi.
"ini semua gara gara lo ya zi" teriak risa sembari mengedor pintu kamar mandi.
"kok jadi gue, kalian yang debat tadi ngapain gue diikutsertakan ke perdebatan kalian yang tidak berfaedah sama sekali" cerocos elzia di kamar mandi.
"kita ini debat gara gara lo zi" teriak devina melengking.
"iya iya gue yang salah, nanti gue traktir di sekolah sepuasnya" jawab elzia dari kamar mandi.
risa dan devina berbinar mendengar ucapan sahabatnya "beneran lo ya" teriak risa.
"iya iya gausah teriak ris suara lo kek toa" teriaknya.
"dihh ngak ngaca mbaknya" sewot risa.
"oke zi gue pegang janji lo, ayo ris kita mandi udah siang ini" ujarnya sembari keluar dari kamar elzia diikuti risa dibelakangnya.
20 menit kemudian ketiga bersahabat itu sudah berkumpul di halaman kediaman mahendra.
"yuk berangkat ini udah siang" ajak elzia pada kedua sahabatnya yang masih sibuk dengan ponselnya masing masing.
"yuk, pake mobil siapa zi?" tanya devina sembari melangkahkan kakinya mengikuti elzia.
"pake mobil gue aja" ucap elzia sambil membuka pintu mobilnya diikuti kedua sahabatnya.
"lanjutan rencananya gimana dev?" tanya elzia pada devina yang sibuk pada ponselnya.
devina menoleh sekilas pada sahabatnya "gue udah ada rencana tenang aja" ucapnya "oh ya kalian nanti sore ke rumah gue, kita ke rumah om joe sama sama" lanjutnya.
elzia dan risa menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan devina, tak lama mobil sport itu memasuki kawasan sekolah, dari mulai mobil memasuki halaman sekolah hingga elzia dkk keluar dari mobil, banyak pasang mata menatap mereka ada yang terpesona oleh kecantikan mereka, ada juga yang iri karna kehidupan mereka yang serba ada.
"wow pacar gue makin cantik aja nih"
"pacar pacar, mau di gampar sama elkan lo"
"sok cantik banget padahal biasa aja"
"bilang aja lo iri, mereka emang cantik"
"wah ada bidadari nih"
" devina jadi pacar gue mau nggak?"
"jangan mimpi, lo kek monyet lepas mana mau dia sama lo"
kira kira seperti itu cuitan para siswa siswi sma sriwijaya di koridor sekolah tatkala elzia dkk melewati mereka, elzia dkk hanya kadang mengangguk kalo ada yang menyapa dan tersenyum kala ada yang menggoda mereka, tak heran banyak yang terpesona dengan mereka tak hanya cantik mereka juga dari keluarga terpandang di negeri ini, mereka bertiga adalah primadona sekolah terlebih elzia menyandang queen be sma sriwijaya.
sesampainya di kelas teman teman sekelas mereka sudah duduk di bangku masing masing menunggu pelajaran yang sebentar lagi di mulai, elzia dkk langsung duduk di tempat masing masing sembari menunggu guru yang mengajar.
"eh zi, lo ada hubungan apa sama elkan?" tanya teman sebangku elzia yang namanya vivi.
"ga ada apa apa, emangnya kenapa?" balik tanya elzia karna memang dia tidak punya hubungan dengan elkan, hanya sikap elkan yang menurutnya aneh akhir akhir ini.
"kan lo tau sendiri, selama dua tahun kita sekolah di sini ga ada tuh elkan deketin cewek, di samperin cewek aja dia malah risih tau nggak" timpal teman sekelas elzia yang menyimak pembicaraan mereka.
"betul tuh kasih tau kita dong zi, rumor lo itu udah kesebar di seluruh sma sriwijaya" ucap teman sekelas elzia.
"rumor apasih?" tanya devina, mengerutkan kening.
"rumor tentang zia pacaran sama elkan" ujar vivi "hayoo ngaku lo ada hubungan apa sama elkan" goda vivi dan teman sekelas elzia yang sekarang menatapnya dengan senyum penuh arti.
elzia yang di tatap teman sekelasnya memalingkan wajahnya yang memanas "eng-enggak gu-gue ga ada hubungan sama dia" ucapnya gelagapan ketika ditatap oleh teman sekelasnya yang sekarang tersenyum penuh arti padanya.
"cie ciee ada yang salah tingkah nih"
"traktiran sabi kali ya "
"ada guru guys "
elzia hanya menutup wajahnya yang memerah bak kepiting rebus tak ayal dia memang cukup salah tingkah dengan godaan teman sekelasnya untung ada guru yang masuk yang memulai pelajaran.
kringg kringgg
bel istirahat sudah berbunyi siswa siswi menuju ke kantin untuk mengisi perut mereka, tak terkecuali elzia dkk yang sekarang sudah duduk di bangku kantin menunggu pesanan yang datang, tak lama pesanan yang mereka pesan datang.
kantin yang ramai mendadak hening karna kedatangan elkan dkk, elkan dengan wajah datarnya diikuti ketiga sahabatnya.
"itu elzia el" ucap dava menunjuk elzia dkk.
elkan yang melihat arah tunjuk dava tersenyum tipis lalu melangkah menuju ke arah meja elzia dkk diikuti ketiga sahabatnya, sesampainya di sana elkan langsung duduk di sebelah elzia.
elzia risa dan devina menegang karna kedatangan elkan dkk mereka masih cukup takut akan identitas elkan yang sebenarnya.