YOU ARE MINE"

YOU ARE MINE"
19.penggoda



setelah acara mewek bersama kini elzia dkk sudah ada di ruang latihan. mereka sedang pemanasan dengan om joe mengamati gerak gerik mereka. om joe adalah pelatih bela diri karate dari anggota militer. tak heran jika dia melatih muridnya sama persis dengan melatih militer.


"kalian bisa bela diri?" tanya om joe menatap elzia dan risa secara bergantian.


"sedikit om" ucap mereka bersamaan.


om joe menganggukkan kepalanya seraya berkata "ikuti gerakan saya" titahnya sembari menunjukkan gerakan dasar karate. elzia dan risa mengikuti gerakan pelatih itu. gerakan demi gerakan mereka ikuti dan di ulang sampai gerakan itu tertanam di otak mereka.


tak terasa mereka sudah latihan selama 2 jam dan sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 06:00. elzia dkk keluar dari ruang latihan untuk langsung pamit pada pemilik rumah tersebut. di ruang tamu om joe dan tante irma terlihat sedang ngobrol sembari minum teh.


"om tante aku sama yang lain mau pulang" pamit devina sembari mencium tangan om joe dan tante irma diikuti oleh elzia dan risa.


"loh kok udah pulang?" tanya tante irma seperti tak terima ketiga anak gadis yang dianggap anaknya sendiri pamit pulang.


"tenang aja tante kami tiap hari ke sini jadi tante ga akan kesepian lagi" ujar elzia tersenyum sumringah.


sontak saja sudut bibir tante irma melengkung ke atas mendengar ucapan elzia "beneran?" tanyanya antusias yang dibalas anggukan oleh mereka bertiga.


"oke karna kalian kesini tiap hari jadi gapapa kalo kalian mau pulang" ucapnya dengan senyumnya yang tak pernah luntur.


elzia dkk hanya terkekeh mendengar ucapan tante irma yang antusias karna mereka. om joe hanya tersenyum tipis istrinya itu memang sudah sangat menginginkan anak. tapi tuhan belum memberikan kepercayaan untuk mereka. terkadang om joe melihat istrinya itu sering murung. tapi semenjak devina sering ke rumahnya istrinya itu jadi lebih ceria apalagi sekarang ada kedua sahabat devina yang turut menghibur istrinya. setelah drama itu selesai elzia dkk langsung pamit untuk pulang ke rumah masing masing.


.................


sementara itu elkan berada di basement hotel bintang lima miliknya yang di urus oleh salah satu eksekutif mafia devil yaitu dava. elkan berjalan menuju lobi hotel disana dava dan para karyawan sudah berbaris sembari membungkuk untuk memberi hormat kepadanya.


"gausah terlalu formal kembali bekerja" tegasnya memberi perintah pada karyawannya. sementara dava hanya tersenyum geli melihat karyawannya yang tergesa gesa ke tempatnya masing masing.


"mereka cuma nyambut lo bos" ujar dava dengan senyum bodohnya.


elkan menatap dava datar seraya berucap "gue ga butuh" elkan berlalu dari sana diikuti dava menuju lift khusus. sesampainya di lift elkan langsung memencet lantai 30 di mana ruang kerjanya berada. sesampainya ruang kerjanya elkan langsung duduk di kursi kebesarannya.


"kirim berkas yang perlu gue kerjakan" titah elkan memberi perintah pada dava. mendengar itu dava berbalik meninggalkan ruangan elkan.


sementara elkan membuka laptopnya sembari mengecek saham perkembangan saham hotelnya.


tok tok tok


"masuk"


cklek


pintu terbuka menampilkan sosok perempuan cantik dengan body seperti gitar spanyol dia adalah lina sekertaris baru dava yang baru bekerja 3 minggu di hotel itu. roknya yang ketat dan dadanya yang membusung membuat laki laki yang melihatnya panas dingin di buatnya. berbeda dengan elkan yang hanya menatap datar perempuan itu seolah tidak terpengaruh sama sekali.


perempuan itu mendengus melihat elkan yang seolah tidak berminat kepadanya tapi dia tidak menyerah. dia duduk di kursi depan elkan sembari menyerahkan berkasnya.


"ini berkasnya" ucap lina sedikit mendesah di setiap kalimatnya.


elkan hanya menatapnya datar "ya pergilah" titah elkan memberi perintah. dia bukan tidak tau kalo sekertaris bawahannya ini menggodanya. tapi elkan hanya tidak tertarik pada perempuan murahan sepertinya.


perempuan itu berdiri dengan sengaja membusungkan dada besarnya berniat menggoda atasannya "ada yang bisa saya bantu pak" ucapnya mengedipkan sebelah matanya.


elkan mengeluarkan pistolnya sembari mengarahkannya pada perempuan itu. "jangan pernah sekalipun menggoda saya lagi atau peluru ini bersarang di kepalamu" tegas elkan memberi penekanan di setiap kalimatnya.


sontak saja lina membeku di tempatnya dengan tangan yang bergetar. dia tak menyangka kalo atasannya akan menodongkan pistol padanya. benda yang sangat berbahaya dan tak pernah dia lihat langsung di dunia nyata paling dia cuma melihat benda seperti itu di film. belum lagi tatapan tajam atasannya yang seolah ingin membunuhnya.


"ma-maaf pa-pak" ucapnya bergetar.


"ba-baik pak" ucap lina sembari berlalu meninggalkan ruangan atasannya dengan menghela nafas lega dia hampir saja mati oleh atasannya sendiri.


setelah kepergian perempuan itu elkan melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk sambil sesekali melirik foto seorang gadis yang tersenyum manis sambil mencium bunga mawar putih yang dia ambil diam diam tempo hari lalu.


.......


jam sudah menunjukkan pukul 19:46 di kediaman keluarga mahendra elzia masih bergelung di dalam selimutnya. sesudah pulang dari latihan gadis itu memang langsung membersihkan diri dan tidur dikarnakan badannya yang sakit sakit akibat udah lama tidak latihan bela diri.


elzia mengerjapkan matanya beberapa kali menyesuaikan cahaya sekitar. gadis itu memaksakan diri untuk duduk sembari meregangkan ototnya.


tring tring


ponselnya berbunyi menandakan pesan masuk elzia mengambil ponselnya di sebelah bantal tidurnya dan melihat siapa yang menghubunginya.


:*three best friends


devina: mau ikut kagak lo pada?


risa: kagak lah anjir badan gue sakit semua😭


devina: cemen lo gitu doang


risa: yee gue udah lama gak latihan dan gak olahraga sama sekali, jadi ya gini badan gue jadi sakit sakit


devina: bilang aja lo emang cemen gausah alesann🤣


risa: devina monyet awas lo gue tampol pala lo


me: berisikk....kalian apaansih gelut mulu sama sama monyet tu harus akur


devina: ehhh kalo kita berdua monyet lo ratunya monyet🤣


risa: jangan bawa bawa gue ke masalah permonyetan kalian, lo pada gak liat gue cantik paripurna begini😎


devina: eh ris gue ketemu sama mantan lo lagi sama cewek lain anjir


me: yang mana dulu nih dev, lo lupa kalo temen kita ini buaya betina😂


devina: itu yang anak sma merah putih yang tinggi anak basket


risa: lupa gue sama mukanya mantan gue di sma merah putih ada 6 jadinya gue lupa yang mana satu


me: sialan emang lo ris, tobat anjir dosa lo banyak


devina: anjir banget lo ris gue hidup ni 18 tahun baru punya mantan juga satu, lah lo udah membluddak mantan lo inget dosa bestie


risa: kalian harus tau hidup itu cuma sekali, yaudah nikmatin aja masih banyak cogan di luar sana yang wajib kita eksplor*


tok tok tok


tiba tiba ada yang mengetuk pintu balkon kamar. elzia terkejut pasalnya kamarnya ada di lantai tiga siapa yang bisa naik ke balkon lantai tiga dan tanpa ketahuan penjagaan di luar. elzia mengambil pisau yang dia beli untuk jaga jaga dia mendekat ke pintu balkon dengan perlahan.


sesampainya di depan pintu elzia melihat siluet seseorang lelaki. elzia mendorong pintu perlahan sambil memasang kuda kuda dengan pisaunya setelah pintu terbuka lebar elzia membeku di tempatnya.


pria itu tersenyum manis ke arahnya sembari berjalan mendekat. "ka-kamu"