
"Sean apa yang kau lakukan!" kata pertama yang Fanny ucapkan pada Sean saat menarik tangannya dengan kasar setelah pesta berakhir.
Sean terus menarik tangan kekasihnya itu hingga sampai diparkiran mobil-mobil mewah diarea Hotel tersebut.
"Sean! Lepaskan ! " Fanny menarik tangannya dengan kasar dari genggaman Sean.
"Kau menyukainya sayang?" ucap Sean sambil merapikan rambut Fanny yang sedikit berantakan akibat berjalan dengan cepat sambil menarik tangan kekasihnya itu.
Sean sedikit menyesal dengan tindakannya. Tapi api cemburu sedang membakarnya sekarang.
"Jawab aku sayang, kau menyukai Alex ?" Sean lagi-lagi mencengkram dengan kuat lengan Fanny hingga wanita itu ingin menangis karena kesakitan.
"Maksudmu apa bertanya seperti itu ke padaku?" ucap wanita itu sambil melepaskan tangannya dari cangkraman Sean.
"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri , kau menikmati sentuhan dari Alex", sambil menatap dengan dalam mata kekasihnya itu.
"Apa kau tidak puas dengan sentuhanku sayang?" suara Sean mulai melemah tapi tidak dengan tatapan tajamnya yang seakan-akan ingin menguliti Fanny.
Fanny sedikit ketakutan dengan sifat cemburu kekasihnya ini, salahnya sendiri memilih kekasih dalam waktu singkat, Fanny dan Sean baru menjalin hubungan sepekan yang lalu , dan dia sedikit menyesal mimilih lelaki ini yang menjadi kekasihnya.
"Ayolah sayang kau mengenal siapa aku" sifat santai Fanny sudah kembali.
"Bukankah kau sendiri yang memohon ingin menjadi kekasihku?" ucap Fanny sambil menatap Sean yang bungkam mendengar ucapan kekasihnya itu.
"Kau tahu aku tidak suka kekerasan",
"kau tahu aku tidak suka di kekang",
"dan kau juga tahu aku ini orang yang mudah bosan dengan hubungan" , "kau masih ingin jadi kekasih ku ? " tanya Fanny kepada Sean yang diam seribu bahasa mendengar ucapan kekasihnya.
Sean memang sangat mencintai wanita ini dan itu tulus dari lubuk hatinya,walaupun Fanny hanya menganggapnya pelampiasan sesaat . Sean sangat rela jika wanitanya mempunyai lelaki lain asalkan Fanny tetap pulang ke pelukannya. Tapi kata dan hatinya berkata lain , baru melihat kekasihnya berdansa dengan lelaki lain dia sangat marah , bagaimana jika Fanny memang punya lelaki lain nantinya , dia tidak akan sanggup menerimanya.
"Maafkan aku sayang" ucap lelaki itu sambil menggenggam dan mencium tanggan wanitanya berulang-ulang. Sean tidak akan sanggup kehilangan kekasihnya ini.
Tidak jauh dari pasangan kekasih itu , Alex melihat semuanya dari awal drama percintaan Fanny dan Sean. Alex dengan seringaiannya menatap penuh kearah wanita yang menjadi idamannya itu . Alex memang mengikuti pasangan kekasih itu dari Sean yang menarik tangan Fanny untuk keluar hingga sampai pada drama yang menurutnya Sean terlalu lebay.
Fanny menarik tangannya kembali dari genggaman Sean . Dia sedikit takut kalau ada paparazi yang memotret mereka .
"Aku ingin pulang" ucap Fanny pada Sean.
"Baiklah sayang ayo kita pulang" balas Sean sambil tersenyum dan membuka pintu mobil untuk kekasihnya.
"Sayang aku akan mengantarmu" Sean mengikuti langkah Fanny yang akan menaiki taxi.
"Jangan ikuti aku,aku ingin sendiri,dan jangan telpon aku malam ini" Fanny memperingati kekasihnya dengan tatapan tajamnya.
"Baiklah sayang ,aku tidak akan mengganggumu malam ini" Sean mencoba tersenyum sambil membuka pintu taxi yang akan mangantar kekasihnya itu.
Taxi itu mulai melaju meninggal Sean yang termenung, dia sedang mencoba menahan amarahnya sekarang.
"Lihatlah Fanny sayang akan ku buat kau bertekuk lutut padaku dan tidak mau meninggalkanku" lelaki itu masih menatap taxi yang ditumpangi oleh Fanny dengan mata tajamnya.
Alex menatap taxi yang membawa pujaan hatinya pergi , dia buru-buru menaiki mobil mewahnya itu dan melaju mengejar taxi tersebut. Alex terus mengikuti taxi itu, sampai taxi berhenti di sebuah Club mewah yang isinya tentu orang-orang penting dan selebritis papan atas
Alex melihat Fanny turun dari taxi dan masuk ke dalam club tersebut. Dia memarkirkan mobilnya dan ikut masuk ke club . Alex bisa bebas keluar masuk club ini karena klub ini adalah salah satu aset keluarga Alex yang tidak diketahui oleh banyak orang.
Alex mencari keberadaan wanita itu ditenga-tengah banyaknya orang yang meliukkan badannya didance floor, dan dia menemukannya.
Fanny sedang asik meliukkan badan mengikuti musik yang menyenangkan baginya , dia ditemani oleh dua sahabatnya yang profesinya sama seperti Fanny yaitu artis dan model. Fanny sebenarnya sudah janjian dengan sahabatnya akan ke klub malam ini ,tapi karena Sean mengajaknya ke pesta jadi harus menunda kesenangannya ini.
"Kenapa kau terlambat sweety?" tanya Angel sambil teriak-teriak agar bisa didengar Fanny.
"Aku diculik setan" jawab Fanny asal sambil teriak juga.
"Setannya ganteng apa jelek?" sekarang giliran Nana yang bertanya.
Mereka kemudian tertawa sejadi-jadinya karena merasa konyol dengan pertanyaan dan jawaban mereka.
Fanny tidak sadar jika ada lelaki tampan yang sedang menatapnya dari belakang, Alex berdiri tepat dibelakang wanita itu. Alex memeluk Fanny dari belakang, dua tidak terkejut karena memang biasa Fanny rasakan tapi dia tidak tahu kalau Alex lah yang memeluknya.
Alex mencium daun telinga Fanny dengan mesrah dan menggigit dengan bibirnya, wanita itu mulai terbuai dengan sentuhan Alex.
"Kau menyukainya sayang?" Alex berbisik ditelinga Fanny
"kau mengikutiku?" tanya Fanny setelah dia tahu kalau Alex yang memeluknya. Tapi dia tidak melepaskan pelukan Alex ,dia malah berbalik menghadap Alex.
Alex terkekeh mendengar pertanyaan fanny.
"Percaya diri sekali kau sayang" Alex makin leluasa memeluk wanitanya ini dan menatapnya. bolehkah Alex menyebut Fanny wanitanya untuk malam ini ?.
"Aku menyukaimu" dua kata dari Alex yang membuat Fanny berhenti sejenak dari suara musik.