
Disebuah pesta yang sangat mewah dan indah , seseorang lelaki tampan yang menjadi pusat perhatian para gadis di sana sedang menyapa tamu-tamunya.
Pesta ini adalah perayaan ulang tahun pernikahan orang tua Alex. Siapa yang tidak kenal dengan lelaki satu ini, sudah tampan,kaya dan berkuasa.
Alexander Elvano Damian adalah putra tunggal pemilik perusahaan raksasa nomor 2 di dunia yaitu Joseph Damian dan Jessica Damian.
Disini lah dia terjebak di pesta ulang tahun pernikahan orang tuanya, Alex tidak suka dengan keramaian tapi demi orang tuanya Alex hadir dengan pesonanya yang mampu menyihir semua wanita yang ada di pesta itu, upsss kecuali satu wanita yaitu Marsha Stefanny.
Wanita yang akrab dipanggil Fanny itu adalah aktris terkenal dan seorang model yang dikagumi oleh banyak lelaki tampan dan kaya, sering gonta-ganti kekasih karena Fanny orang yang cepat bosan dengan sebuah hubungan. Fanny memiliki wajah yang super sempurna , wajah yang didambakan oleh semua wanita yang melihatnya.
Tidak terkecuali dengan Alex , dia sangat mengagumi wanita itu ,Alex bahkan sering memimpikan Fanny jadi kekasihnya. Alex tahu bahwa wanita itu sering mengganti pasangannya , bahkan sekarang Fanny datang ke pesta itu dengan kekasih barunya yaitu Sean Andriano , seorang rekan bisnis perusahaan Alex.
"Apa yang kau lihat Alex ?" tanya ibunya .
"Melihat calon menantu mami" ucap Alex.
ibunya melihat ke arah mana mata anaknya tertuju.
"kamu menyukai Fanny ?" Jessica penasaran dengan jawaban putranya.
"mami mengenalnya ?" Alex seakan mendapat lotre mendengar ibunya mengenal Fanny.
"mami cukup dekat dengan orang tua Fanny" jawab Jessica dengan senyum yang tidak bisa diartikan.
"oh God kenapa mami tidak bilang dari dulu" Alex merasa kesal dengan ibunya karena tidak pernah bilang bahwa mengenal orang tua Fanny.
"kamu kan gak nanya Alex" jawab Jessica yang ingin menjahili putranya.
Obrolan anak dan ibu itu terhenti setelah mendengar sang ayah memanggil ibunya.
Alex berjalan ke balkon hotel untuk merokok, karena dia merasa pusing berada di keramaian pesta , matanya tidak sengaja melihat adegan yang seharusnya tidak dia lihat , yah Fanny sedang berciuman mesrah dengan Sean di balkon depan Alex.
Rasanya Alex ingin menghajar Sean karena berani mencium wanita yang dia sukai , Alex merasa marah seakan ingin menarik Fanny dari depan Sean.
"Tunggulah sampai aku memilikimu" Alex menatap dengan tajam pasangan itu dan tidak sengaja matanya bertemu dengan mata Fanny.
Disinilah mereka Alex dan Fanny yang menjadi pasangan sedang berdansa dengan pasangan lainnya.
"Kenapa kau memilihku ?" tanya Fanny.
"ibuku yang menyebut namamu ditelingaku" jawab Alex. Padahal dia yang memilih sendiri.
ckck suara tawa kecil dari Fanny, dan Alex baru pertama kali melihat tawa itu walaupun hanya tawa kecil tapi wanita ini sangat cantik.
"aku menyukai parfummu" gumam Fanny sambil mengendus leher Alex.
"aku juga menyukai wangi tubuhmu" balas Alex yang sengaja meraba punggung Fanny.
Banyak orang yang terpesona dengan pasangan dansa Alex dan Fanny, seakan mereka memang benar-benar pasangan sejati. Mereka tidak tahu bahwa pasangan asli aktris itu sedang terbakar api cemburu disudut sana. Sean menatap tajam kearah Alex, seandainya Alex bukan orang penting yang menjadi rekan bisnisnya, Sean tidak akan mengijinkan kekasihnya berdansa dengan lelaki itu.
Alex menatap dalam mata Fanny, dia memandang dengan lekat wajah yang di kagumi sejak dulu.
"jangan memandangku seperti itu tuan Alex" Fanny berbisik ditelinga Alex.
"Kau seakan ingin memakanku hidup-hidup" bisik Fanny lagi.
"aku memang ingin memakanmu, tapi tidak disini" jawab Alex sambil mencium daun telinga Fanny.
Fanny merasa bulu roma nya berdiri dengan kelakuan Alex , dia wanita yang sangat mencintai sentuhan lembut dari laki-laki, jadi dia tidak menolak saat Alex makin menjadi dengan mencium lehernya, Fanny seakan lupa dengan kehadiran kekasihnya di ruangan ini. Dia terlalu terbuai dengan sentuhan kecil dari seorang Alexander Elvano Damian.
"Aku menyukai sentuhan kecilmu tuan" jawab Fanny yang sedang terbuai.
Kesadaran mereka kembali ketika suara Mc menghentikan acara dansanya, dilanjutkan dengan potong kue pernikahan dan acara-acara selanjutnya.
Sean menarik tangan kekasihnya itu dengan kasar dan meninggalkan pesta tersebut. Alex melihatnya dari kejauhan bagaimana Sean sangat cemburu padanya.
"Aku akan merebutnya darimu" gumam Alex dengan seringainya.