
pagi hari yang cerah di sma sriwijaya sekolah yang masuk jajaran sekolah terbaik di indonesia, siswa siswi sudah masuk ke kelas masing masing kecuali elzia dkk yang sudah berdiri di lapangan dan hormat pada tiang bendera, mereka terlambat masuk ke sekolah karna menunggu elzia di rumahnya.
"emang lo ngapain zi tadi malem sampe kesiangan?" tanya devina memecah keheningan
"cari info tentang kak el " ucap elzia
devina mendengus kesal "mending lo lupain, iya kalo dia inget sama lo "
"bener tuh lo ngapain cari cowok yang gajelas, mending cari cowok yang jelas jelas aja biar lo gak jomblo " sewot risa
devina dan elzia saling pandang "anda gak ngaca mbak " sinis devina mengejek
"lo lupa gebetan gue banyak, itu gak bisa dikatakan jomblo anjir " sewot risa
"gebetan doang lo bangga, yang antri dapetin gue juga banyak " ucap devina dengan bangga
elzia mendengus kesal mendengar perdebatan kedua sahabatnya, dia sudah biasa mendengar keduanya berdebat hal hal yang tidak penting "udah udah kalian sama aja " ujar elzia menengahi
"yee lu ma....... " baru saja devina menyangkal ucapan elzia tapi ucapannya sudah terpotong kalimat risa
"itu elkan sama temen temennya ga sih?" tanya risa menunjuk koridor kelas
elzia dan devina spontan menoleh pada elkan dkk yang menuju ke arah mereka "mereka kesini gimana nih, apa si fito ketauan yah " ucap elzia menggigit bibir bawahnya
risa dan devina spontan menoleh pada sahabatnya yang nampak gelisah di tempatnya "lo nyuruh fito zi?" tanya risa, yang dibalas anggukan oleh elzia
"kalo fito ketauan, berarti mereka nyamperin kita mau bunuh kita dong, astaga gue ga mau mati " ujar risa histeris sambil menggoyang goyangkan bahu devina
devina hanya mendengus kesal dengan tingkah sahabatnya itu "gue tau kemampuan fito jadi ga mudah buat nangkep tu anak, jadi lo berdua tenang aja " ucap devina menenangkan kedua sahabatnya, sambil menoleh menatap elkan dkk yang mendekati mereka bertiga
"hai cantikk " ucap ethan tersenyum sambil menaikturunkan alisnya
elzia dkk hanya tersenyum kikuk menanggapi sapaan ethan, menurut mereka ethan ini satu spesies dengan risa.
"nih buat kamu " ucap elkan
suara serak itu menyadarkan mereka dan spontan menoleh pada elkan yang menyodorkan sebuah botol air pada elzia.
"ga-gausah " tolak elzia menggelengkan kepalanya kikuk
"ambil aja "
"ta-tapi.... "
"aku ga nerima penolakan " tegas elkan sambil menatap elzia intens
elzia mendongak dan menatap elkan yang menatapnya, wajah itu sangat indah tapi sebelum dia tau identitasnya kalo sekarang wajah itu sungguh mengerikan.
"ma-ma-makasih " ucap elzia menerima botol air itu dengan gugup
ketiga sahabat elkan saling berpandangan dan tersenyum penuh arti, bahkan bos mereka tidak bisa bersikap kasar pada elzia.
"oh ini buat lo " ucap dava menyodorkan botol air pada devina
devina yang masih fokus pada percakapan elzia dan elkan spontan menoleh menatap dava "makasih " ucapnya tersenyum kikuk
"kalo ini khusus buat lo sayang " ucap ethan sambil tersenyum genit ke arah risa
"iya ma-makasih " risa salah tingkah melihat senyum ethan yang menurutnya sangat manis
bel istirahat pertama berbunyi para siswa siswi berhamburan keluar kelas untuk mengisi perut kosong mereka.
"aku pergi dulu " pamit elkan, yang dibalas anggukan oleh elzia
elkan memberi kode lewat jari tangannya untuk mengikutinya pada ketiga sahabatnya, mereka pun mengikuti langkah elkan untuk pergi dari sana.
"bye bye sayang " teriak ethan yang mulai menjauh, risa hanya senyum malu malu
elzia dan devina hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan risa, tadi baru saja gadis itu ketakutan sekarang malah salah tingkah ketika digoda salah satu dari mereka.
"ke kantin yuk ada yang mau gue omongin " ucap elzia
"masalah fito gimana?" tanya risa menatap kedua sahabatnya bergantian
"iya ris ini gue mau jelasin sama kalian " kesal elzia
"hehehe gitu ya " ucap risa sambil menunjukkan deretan giginya
"otak lo itu penuh sama cowok cowok gajelas, jadi rada lemot " timpal devina dengan senyum mengejeknya
mendengar itu risa memanyunkan bibirnya "jadi secara ga langsung lo ngatain gue bodoh gitu " gerutunya
"gue ga bilang, tapi itu lo ngaku ya baguslah " ejek devina
baru saja risa mau menyangkal kalimat devina yang mengatainya bodoh, kalimat elzia sudah memotong ucapannya "udah udah ayo ke kantin keburu bel masuk "
sesampainya di kantin mereka bertiga duduk dibagian paling pojok untuk membahas rencana mereka.
elzia menghembuskan nafasnya pelan "jadi gini tadi malem gue hubungin fito buat cari informasi tentang organisasi mafia devil, awalnya dia takut tapi setelah gue bujuk dia mau, nah nanti malem kita ketemuan sama dia di tempat biasa jam 8 " ucap elzia menjelaskan
"kok cepet banget zi ini organisasi besar loh, ga mudah buat cari informasi tentang mereka, kecuali orang orang di dunia bawah atau orang kayak ayah gue " jelas devina
"itu dia dev ris, fito katanya dulu pernah cari informasi tentang mereka dan sekarang dia tinggal melengkapi informasi itu, dan membuat salinan yang dia dapat dulu " jelas elzia
risa dan devina mengangguk paham dengan penjelasan elzia.
"kalian nanti malem ke rumah gue, pake mobil gue aja sekalian kalian nginep di rumah gue gimana? " ucap elzia memandang kedua sahabatnya secara bergantian
"oke gue setuju " jawab risa semangat
"oke kalo gitu, sebelum itu gue ada kabar bagus untuk kalian berdua " timpal devina membuat kedua sahabatnya menatapnya kebingungan
"om joe setuju kalo kita ke rumahnya tiap hari untuk latihan karate jam 4 sore " jelas devina
"wah bagus dong gue jadi ga sabar, mulainya kapan?" tanya risa dengam senyum lebarnya
"mulainya besok, kalian kumpul di rumah gue kita bareng aja " ucap devina
"oke, baguslah gue setuju " ucap elzia dengan senyum lebarnya
"gue juga " timpal risa
sementara itu di markas organisasi mafia devil elkan dan para eksekutif terlihat sedang membicarakan hal yang serius, mereka berempat bolos sekolah karna ada informasi dari mata mata mereka di markas musuh.
"bagus deril ga sia sia si bos ngangkat lo jadi anggota pangkat khusus " ucap ethan dengan senyum bangganya
pemuda yang di puji hanya mengangguk dan tersenyum tipis, deril adalah salah satu anggota pangkat khusus, anggota pangkat khusus tidak punya identitas seperti tato di tubuhnya karna misi mereka lebih berbahaya dari anggota biasa dan para ekseketif sekalipun, mereka bergerak di balik bayangan, kemampuan mereka setara dengan eksekutif, misi mereka sangat berbahaya karna mereka bergerak sendiri sendiri di misi, beda dengan eksekutif yang memiliki pasukan, mereka tidak memiliki pasukan, karna tugas mereka adalah melindungi organisasi dari balik layar.