
sementara di kediaman keluarga mahendra elzia baru saja menyelesaikan ritual mandinya, elzia baru ingat untuk cari informasi tentang organisasi gadis itu mengambil ponselnya di meja belajarnya dan menghubungi seorang ahli IT profesional kenalannya, tak lama panggilannya terhubung.
"gue butuh informasi "
"informasi apa bos cantik "
"cari tau tentang organisasi mafia devil "
"apa...... "
"ck organisasi mafia devil "
"mereka organisasi berbahaya jangan macem macem sama mereka "
"gue ga sendiri tenang aja "
"tetep aja mau lo bawa militer belum tentu bisa melawan mereka "
"emang seberbahaya itu ya? "
"ya iyalah "
"lo mau berapa, gue mohon ya mau gue butuh bantuan lo "
"hmmm gimana ya,... oke gue bantuin lo "
"oke makasih, kapan lo bisa dapet informasinya?"
"kebetulan gue pernah cari informasi tentang mereka dulu, jadi gue tinggal salin apa yang gue dapet dulu, besok malem kita ketemu di tempat biasa "
"oke deal "
elzia menghembuskan nafasnya dia sudah dapat informasinya, elzia begitu penasaran dengan organisasi itu seberbahaya dan sekejam apa sebenarnya mereka, hingga banyak membuat orang ketakutan mendengar nama organisasi itu.
elzia melihat boneka beruang di sampingnya dia tersenyum mengingat pertemuannya dengan pemilik boneka beruang itu.
"flasback"
"kakak ciapa " ucap gadis kecil
"aku el "
"aku juga el " ucap elzia kecil dengan raut wajah polos
"ini buat kamu " ucapnya menyodorkan boneka beruang kesayangannya, elzia kecil itu melihat boneka beruang itu dengan tatapan berbinar
"makacih kakak el " ucapnya antusias
"aku suka kamu "
"aku juga cuka kakak " ucapnya sambil memeluk boneka beruangnya
"hey sayang..... ini siapa " ucap mama marissa yang baru datang
"ini kakak el ma tadi kacih aku beluang ini " ucap elzia kecil
"bilang makasih dong sama kakak elnya " ucap mama marisa
"udah tadi ma " ucap elzia kecil
mama marissa beralih menatap bocah kecil yang juga menatapnya "kamu disini sama siapa sayang?" ucapnya sambil mensejajarkan drinya dengan elkan kecil
"aku sama kakek tante "
"ohh kamu kok pisah sama kakekmu?"
"aku mau beli eskrim "
"mau sama tente? "
"gausah tante aku sendiri aja "
"oke kalo gitu tante sama el pamit ya "
"flasback off"
secara tidak langsung dua insan itu saling memikirkan dan saling merindukan, elkan dengan gadis kecilnya dan elzia dengan bocah kecilnya.
tok tok tok
"masuk "
ethan masuk dengan raut wajah seriusnya "bos senjata sudah siap " ucapnya
"atur semua anak buah lo jangan sampe gagal " ucap elkan
"siap bos " jawab ethan berlalu pergi dari ruangan pimpinannya menuju ke ruangannya, di ruangannya anggota di bawah kepemimpinannya sudah berkumpul bersiap untuk memlakukan misi dan arahan darinya
"siap mengerti bos " ucap anggotanya serempak
"bagus " ucap ethan tersenyum tipis, melihat kesiapan anggotanya
"siapkan barang barang kalian, gue kasih waktu 5 menit harus sudah ada di halaman markas " ucap ethan sambil melihat jam tangannya
"siap bos "
5 menit kemudian anggota ethan sudah siap dengan perlengkapannya, meskipun hanya misi antar barang tapi tak menutup kemungkinan mereka bakal diganggu oleh kepolisian atau musuh mereka sendiri.
"semua sudah siap? " teriak ethan
"siap bos " tegas anggotanya serempak
"berangkat sekarang " ucap ethan memasang helm full facenya, dan menaiki motornya diikuti anggotanya yang menuju empat mobil yang disediakan, mereka meninggalkan markas dengan truk pengangkut barang di depannya pastinya bukan barang legal melainkan barang ilegal yang di pesan oleh organisasi sekutu di luar negeri, jadi wajar kalo organisasi mafia devil bisa menduduki puncak dunia bawah di infonesia, karna jaringannya begitu luas hingga ke beberapa negara
tugas eksekutif ethan memang kebanyakan adalah misi yang berurusan dengan bisnis organisasi seperti bisnis barang ilegal dan legal, ya benar bahkan organisasi mafia devil juga fokus pada bisnis legal seperti resort dan perhotelan, ini yang membuat organisasi mafia devil selangkah lebih maju dari yang lain, disaat organisasi lain hanya menjalankan bisnis ilegal, organisasi mafia devil sudah menjalankan dua bisnis yaitu ilegal dan legal.
dua jam kemudian mereka sampai di pelabuhan yang tampak tak berpenghuni, bangunan yang mulai rapuh dan tembok beton yang berlumut, di dermaga sudah tampak 2 kapal ikan yang telah disiapkan oleh organisasi, ethan turun dari motor dan melepas helm full facenya
"tim 1 dan tim 2 angkat barang, tim 3 dan tim 4 berjaga di sekitar pastikan aman, setelah barang tinggal setengah, ganti " ucap ethan memberi arahan pada anggotanya
"siap bos " ucap anggotanya serempak, dan langsung menjalankan tugasnya masing masing
sementara ethan dihampiri oleh pria paruh baya dengan tubuh kekar dialah ketua yang akan membawa barang itu ke tempat tujuan dengan aman, pria itu membungkuk sebagai salam.
ethan mengangguk lalu menyerahkan sebuah dokumen pada pria paruh baya itu "tandatangani disini " ucap ethan, lalu meneyerahkan sebuah bolpoin, pria itu menerimanya lalu menandatangani dokumen itu
"pastikan tidak ada kendala, tidak boleh ada jejak sedikitpun " tegas ethan
"siap bos " ucapnya tegas
"saya permisi bos memberi arahan untuk anggota saya " pamitnya
"oke " ucap ethan
drrttt drttt
ponsel ethan berdering menandakan panggilan masuk, segera ethan mengangkatnya karna itu dari pimpinannya.
"gimana?"
"aman bos "
"oke bagus, pastikan semua lancar "
"siap bos "
sementara itu di markas elkan tampak fokus pada layar laptopnya, setelah menghubungi ethan pemuda itu kembali pada kesibukannya
tok tok tok
"masuk " ujar elkan
dava masuk dengan kaos penuh keringatnya "bos, barang yang kita pesan sudah ada di halaman markas " ucapnya
"oke " ucap elkan lalu bangkit berdiri diikuti dava meninggalkan ruangannya
sesampainya di halaman sudah berkumpul para anggota yang siap menerima perintah darinya, semua anggota menunduk karna kedatangannya.
"sudah di cek?" ucap elkan
"sudah bos semua aman " ucap salah satu anggota memberanikan diri
"oke, mana pengirimnya?" tanya elkan
"saya tuan " ucap pemuda berpakaian serba hitam, sambil mendekati elkan dan menyerahkan dokumen yang perlu ditandatangani
elkan menerimanya lalu menandatangani dokumen itu, lalu menyerahkannya kembali
"keluarkan semua barang masukkan ke gudang penyimpanan " perintah elkan pada seluruh anggota disana
"siap bos " ucap semua anggota serempak
elkan berbalik menuju ke dalam markas dan duduk di sofo ruang latihan duduk disebelah dava yang fokus pada layar laptopnya.
"lo udah beri mereka akses?" tanya elkan
"mereka membayar tikus yang pernah membobol kita dulu bos " ucap dava
"beri dia akses " titah elkan
"siap bos, setelah itu ni tikus boleh gue bunuh?" ujar dava menyeringai
"jangan biarkan dia hidup " ucap elkan