Who is that mysterious boy

Who is that mysterious boy
Cinta segitiga



Sebentar lagi ujian kenaikan kelas, anak-anak mempersiapkan diri nya untuk naik ke kelas 12 ada yang sedang membaca buku dan ada juga yang tidur tak belajar.


Analia yang sedang membaca buku itu mendapatkan kedatangan dari Randy si ketos, Edward melihat kedatangan Randy terdiam sejenak.


"Ana" ucap Randy memanggil nama nya.


Ana langsung menoleh, dan menjawab "oh hai, ada apa?" ucap Ana sambil bertanya ke Randy ada keperluan apa.


"Keliatan nya lagi sibuk, boleh minta waktu nya sebentar?" ucap Randy meminta waktu nya Ana karena ada yang ingin dibicarakan.


"Boleh, ngomong aja" ucap Ana memperbolehkan Randy berbicara.


"Ntar malem sempet gak? Aku mau ajak kamu dinner" ucap Randy langsung gas tanpa basa basi.


Edward mendengar itu langsung tertegun, bisa-bisa nya Randy yang tak dekat dengan Ana langsung mengajaknya dinner? Edward merasa sedang ada saingannya di sebelah.


Baru saja Ana mau menjawab ajakan Randy, tiba-tiba pertanyaan Randy di jawab oleh Edward. "Kagak, gak boleh" ucap Edward mencetus.


"Maaf? Lu siapa nya dia?" tanya Randy penasaran dan jengkel dengan Edward.


Edward speechless dan langsung menarik satu tangan Ana yang sedang memakai gelang couple pemberiannya itu dan menunjukkannya ke Randy.


"Lu gak liat?" ucap Edward sambil menunjukkan satu tangan Ana.


Satu kelas heboh termasuk Tania sahabatnya Ana, Tania berkata "Buset sejak kapan lo berdua pacaran? Baru jadian lo? Kemarin ya? Gila sih congrats ya Ana dan Edward moga langgeng OMGG, gue ikut senenggg"


Randy yang mendengar perkataan Tania terpancing dan kesal lalu Randy pun pergi meninggalkan kelas Ana.


Ana cuma diam kebingungan, padahal diri nya bukan pacar Edward tapi mengapa Edward memakai gelang itu sebagai senjata?


"Nggak!" ucap Ana sedikit membentak Tania.


"Lho kenapa enggak? Itu udah jelas buktinya kalian jadian" ucap Tania mempertanyakan maksud Ana.


"Orang ini gelang couple pertemanan kok bukan pacaran" ucap Ana meyakinkan Tania.


"Iyakah? Yaelah baru juga seneng" ucap Tania kecewa.


Edward speechless, dan langsung menyelutuk "nanti" ucap Edward.


Tania yang mendengar perkataan Edward itu langsung paham maksud Edward.


Tetapi tidak dengan Ana sangat sulit untuk Peka walaupun sudah di berikan kode.


Edward terus berusaha, demi Ana.


Apakah Ana akan terus seperti ini? Perasaan Edward bertepuk sebelah tangan? Atau Ana nya saja yang kurang Peka terhadap kode yang diberikan Edward.


Keesokkan hari nya Randy tak menyerah, ia pikir kalau Ana berpacaran dengan Edward dan ia ingin memastikannya langsung ke Ana.


"Ana, aku datang hari ini cuma mau mastiin langsung dari mulut kamu" ucap Randy.


Edward melihat lagi-lagi Randy datang ke kelas nya, harus pakai cara apalagi Edward supaya Randy tak mengganggu pikirannya?.


"Mastiin apa?" tanya Ana dengan polosnya.


"Kamu pacaran sama dia?" tanya Randy sambil menunjuk ke arah Edward.


"Hah?, enggak kata siapa?" ucap Ana menjawab dengan jujur.


"Lalu gelang couple itu?" tanya Randy memastikan dengan detail.


"Ini gelang pertemanan kemarin dibeliin Edward" ucap Ana.


Randy merasa senang ternyata Ana belum punya pacar dan ternyata itu hanya gelang pertemanan saja.


"Oke, makasih Ana" ucap Randy sambil tersenyum lalu balik ke kelasnya.


Tania langsung menghampiri Ana "buset lo jujur amat, jangan jujur-jujur amat lah jadi orang" ucap Tania yang heran melihat kelakuan sahabatnya itu yang selalu berkata dengan jujur.


Edward merasa terganggu oleh perasaannya sekarang, Edward pun pergi keluar kelas.


"Edward, mau kemana?" tanya Ana.


"Cari angin" ucap Edward menjawab pertanyaan Ana.


Edward pun pergi setelah menjawab pertanyaan dari Ana.


Edward mencari angin untuk menenangkan diri nya yang penuh dengan rasa kesal dan amarah.


Edward tak mau rasa kesal dan amarahnya ia lampiaskan ke orang lain apalagi dilampiaskan ke Ana, jadi dia mencari angin untuk menenangkan diri nya.


Setelah menenangkan diri, Edward pun kembali masuk ke dalam kelas dan menghampiri Ana. Lalu Edward ingin mengajak Ana keliling sekolah sewaktu istirahat kedua nanti. Dan Ana menyetujuinya.


"Apa?" tanya Ana.


"Ntar istirahat kedua ikut gua yok" ucap Edward yang mulai mengajak Ana.


Ana pun penasaran Edward mau mengajak dirinya kemana? Lalu Ana pun bertanya "kemana?"


"Keliling sekolah aja, cari angin" kata Edward.


"Oh oke, boleh" ucap Ana.


Beberapa jam kemudian akhirnya jam istirahat kedua telah tiba, Edward pun langsung mengajak Ana keluar kelas dan pergi berkeliling sekolah.


Disaat mereka keluar dari kelas, Randy melihat mereka pergi lalu Randy mengikuti Ana dan Edward diam-diam dari belakang.


Edward merasa kalau mereka sedang di ikuti oleh seseorang, dan Edward pun menghentikan langkah nya. Setelah itu Edward menoleh ke belakang, Randy yang melihat Edward tiba-tiba menghentikan langkah nya langsung bersembunyi.


Ketika Edward melihat ke belakang tak ada tanda-tanda orang yang mengikuti mereka, lalu Edward dan Ana pun melanjutkan perjalanan nya untuk berkeliling sekolah.


Ketika sudah berkeliling, Edward memberikan sebuah jepitan pita kecil dan memakaikannya di rambut Ana.


"Biar gua pakein" ucap Edward sambil memakaikan jepitan rambut untuk Ana.


Setelah memakaikan jepitan itu, Randy melihat Edward memakaikan jepitan tersebut lalu ia merasa cemburu dan Randy pergi begitu saja.


Ana tersenyum, akhir nya Ana berani untuk tersenyum di depan orang. Edward yang melihat ada senyuman di wajah Ana itu langsung berkata


"Bentar, lu senyum?" ucap Edward bertanya dengan penuh rasa tak percaya.


"Iya" ucap Ana sambil tersenyum.


"Baru kali ini gua liat lu senyum, lebih cantik ternyata" ucap Edward mencoba memberikan kode keras ke Ana.


Ana yang mendengarkan perkataan Edward itu langsung salah tingkah, dan semakin lebar senyumannya.


"Apa sih" ucap Ana salah tingkah.


"Hahaha, balik kelas yuk" ajak Edward.


"Ayok" ucap Ana.


Mereka berdua pun balik ke kelas.


Di kelas, pas mereka berdua masuk Tania melihat ada jepitan rambut di atas rambut nya Ana. Tania mengetahui kalau jepitan tersebut dari Edward dan dia langsung memulai aksi menggoda Ana.


"Jiakhh elaahhh dapet jepitan pita dari mas pacar" ucap Tania sambil menyenggol pelan Ana.


Ana hanya tersenyum, lalu Tania melihat ada senyuman di wajah Ana. "Tunggu dulu? Jangan bilang lo senyum?" tanya Tania yang masih belum percaya kalau ada senyuman di wajah sahabatnya itu.


"Ya ampun Ana, akhir nya ada senyuman juga di wajah eloo. Gila dari kecil gue bersama lo poreper baru hari ini gue liat senyuman lo!" ucap Tania yang senang melihat senyuman Ana.


Ana pun merasa kalau Tania sedikit lebay dan berkata "apa sih lebay lo, cuma senyuman aja sampe segitunya" ucap Ana.


"Dih, pokoknya gue seneng banget" ucap Tania.


"Thanks yo bro, lo udah buat sahabat gue senyum" ucap Tania berterimakasih ke Edward.


"Yoi" ucap Edward.


Jam pelajaran telah dimulai, saatnya seluruh murid kembali belajar.


Di jam pulang sekolah Randy mencari Ana lalu mereka bertemu dan Randy mengajak Ana untuk pulang bersama tetapi Edward langsung menarik tangan Ana dan berkata "Ana pulang sama gua" ucap Edward cemburu.


"Lu siapa nya Ana hah?" tanya Randy dengan nada keras.


"Gua itu, gua, gua temen Ana" ucap Edward.


"Lu baru temen nya jadi gak usah ikut campur!" ucap Randy memperingati Edward untuk tidak ikut campur urusannya.


"Na, pulang sama aku oke?" ucap Randy.


Ana pun langsung menolak, dia tidak mau pulang bersama Randy.


"Maaf Rand, gue pulang sama Edward aja. Sorry gue gak bisa" ucap Ana merasa tidak enak dengan Randy.


Lalu karena gak enak, Ana pun berkata "mungkin next time oke?" ucap Ana.


Lalu Randy merasa kecewa dan berkata "oke mungkin next time aku bisa anterin kamu pulang ke rumah, tapi kamu janji ya?" ucap Randy membuat janji ke Ana supaya Ana tak mengingkari janji nya.


Ana pun berjanji suatu saat nanti dia akan diantar pulang oleh Randy kerumah, Edward yang melihat Ana berjanji langsung mendorong Randy.


"Lu apa-apaan, ngajak ribut lu!?" ucap Randy kesal karena di dorong oleh Edward.