
Sesampainya Edward di rumah, dia lupa untuk mengabari Ana. Dia pikir Ana bercanda jadi Edward pergi mandi terlebih dahulu baru mengabari Ana.
Ana yang menunggu kabar dari Edward memandangi handphone nya, dan melihat jam. Seharusnya sudah sampai kan, kok gak ada kabar ya?
Ana langsung chat Edward dan menanyakan apakah Edward sudah sampai dirumah?
DI WA:
Ana : woeeeee kemana loo???
Pesan pertama dari Ana ceklis dua yang tak kunjung membiru yang arti nya pesan dari Ana belum dibaca oleh Edward.
Lagi-lagi Ana mencoba chat Edward.
Ana : kata gue kalau udah sampai rumah chat gue, lo kemanaa?? Gak mungkin jam segini lo belum sampai rumah kan???
Ana menunggu pesannya dibaca, disisi lain Edward yang baru saja keluar dari kamar mandi tidak mengecek ponselnya karena Edward mau makan terlebih dahulu.
Ana masih memandangi chat nya, lalu mama nya Ana menyuruh Ana untuk makan dan Ana bertanya ke mama nya itu "ma, ada nih anak gadis temennya aku. Dia bisa-bisanya bilang ke temennya, temennya ini cowo kan nah dia bilang gini 'chat gue kalo udah sampe rumah' terus dia nungguin chat dari tuh cowo tapi gak dapet kabar takut dia kenapa-napa ma, dipandangin terus tuh handphone" ucap Ana.
"Kira-kira temenku ini kenapa ma?" tanya Ana.
Mama nya mendengar cerita Ana dan merasa kalau diceritakan Ana itu adalah diri nya sendiri dan cowo yang dia maksud adalah Edward.
Mama nya Ana langsung menjawab "biasanya itu kalau kek gitu kan pacaran ya, tapi ini kamu bilang temen? Kalau mereka cuma temen kek nya temen kamu yg cewe itu suka sama temen cowo nya" ucap mama.
Ana langsung speechless, apa iya diri nya menyukai Edward? Ah mana mungkin.
Mama nya Ana melihat Ana melamun itu langsung menepuk pundak anaknya itu. "Kamu gapapa?" tanya mama nya sambil menepuk pundak Ana.
Ana yang tersadar dari lamunan nya itu langsung menjawab dengan cepat "ah nggak, gapapa ma" ucap Ana langsung masuk ke dalam kamar.
Mama nya pun menggelengkan kepala nya karena melihat Ana melamun, mama nya menyadari kalau Ana sudah mulai ada rasa ke Edward.
2 jam sudah Ana menunggu balasan chat dari Edward yang tak kunjung tiba, Ana ingin menelponnya tapi kehalang gengsi.
Edward tak sempat membuka ponsel karena diri nya waktu makan tadi langsung pergi mencari angin sambil refreshing.
Setelah 2 jam berlalu Edward pulang kerumah dan baru mengecek ponselnya dan sekali dibuka terdapat banyak notifikasi dari Ana.
99+ pesan belum terbaca.
Edward langsung membuka chat itu dan membaca yang paling atas, karena sisa nya itu Ana spam stiker.
Edward pun langsung membalas pesan itu, dan meminta maaf lalu menjelaskan semua nya.
Di WA:
Edwrard Wijaya: maaf ya Ana tadi gua kagak sempat ngecek handphone gua. Gua gapapa kok tenang aja, tadi gua mandi terus makan dan gua keluar rumah nyari angin sambil refreshing. Sekali lagi maaf kalau gua buat lu khawatir.
Pesan chat itu langsung di baca oleh Ana dan dengan gercep Ana membalas chat dari Edward itu.
Di WA :
Analia : oh ok. Siapa juga yang khawatirin lo. Gue juga gak nungguin lo kok, gue tadi gabut aja ga usah GR.
Edward membaca balasan dari Ana, dan senyum miring.
Di WA :
Edward Wijaya : apa iya deck? 99+ pesan gabut kah?
Analia : y
Edward Wijaya : cuek amat neng, besok gua beliin cimory.
Analia : DEAL !
Ana langsung menaruh handphone di kasur dan mematikan layar ponselnya.
Keesokkan hari nya di sekolah, Edward pun menepati janji nya dan membelikan Ana cimory.
Ana dan Edward sedang asik mengobrol tiba-tiba datanglah seorang guru yang meminta bantuan ke Edward untuk membantu menyusun buku yang baru datang di perpustakaan sangat banyak sehingga kekurangan orang. Edward menyetujui nya, Ana ingin membantu juga tapi Edward tak mengizinkannya. Ana balik ke kelas, dan ternyata buku begitu banyak sangking banyak nya sampai pulang sekolah pun masih belum selesai.
Ana menunggu Edward di depan perpustakaan sepulang sekolah, Edward melihat kalau Ana berdiri di depan perpustakaan. Edward menghampiri Ana dan menyuruh Ana untuk tunggu di halte bus, kalau dia sudah selesai Edward akan menghampiri diri nya. Dan Ana pun menuruti perkataan Edward lalu Ana pergi menuju halte bus.
Setengah jam kemudian pekerjaan Edward menyusun buku di perpustakaan telah selesai, Edward langsung pergi menyusul Ana yang sudah menunggu diri nya di halte bus. Edward menghidupkan motor nya dan ke halte, tiba-tiba di halte Edward tidak melihat Ana.
Edward pun mengambil ponsel nya dan menghubungi Ana, tetapi sayang nya handphone Ana terjatuh di halte bus.
"Lho? Ini kan hp nya Ana, Ana kemana ya? Gua coba ke rumah nya aja" ucap Edward langsung pergi ke rumah Ana.
Setiba nya Edward di rumah Ana, Edward bertanya ke mama nya Ana.
"Permisi tante..." ucap Edward memanggil mama nya Ana.
Mama nya Ana pun keluar membukakan pintu "iya Edward? Lho Ana mana? Gak pulang bareng kamu?" tanya mama nya Ana.
Edward mendengar pertanyaan mama nya Ana itu pun heran, tadi di halte bus Ana gak ada di rumah juga gak ada. Kemana pergi nya Ana?
"Ana belum pulang tante?" tanya Edward.
"Belum, bukannya sama kamu ya?" tanya mama nya Ana.
"Enggak tante, tadi saya dipanggil buat bantu guru nyusun buku di perpustakaan terus Ana nunggu di halte tapi pas saya selesai, saya langsung ke sana. Terus setiba nya saya di halte, Ana gak ada di tempat. Saya cuma nemuin hp nya di halte, tan." ucap Edward menjelaskan ke mama nya Ana.
"Ja-jadi maksud kamu Ana hilang?" ucap mama nya Ana dengan rasa khawatir.
"Aduh bagaimana ini Edward? Kok bisa-bisa nya Ana hilang?" tanya mama nya Ana yang sekarang sedang panik.
Edward mencoba menenangkan mama nya Ana.
"Tante, tante tenang dulu ya" ucap Edward.
"Aduh gimana mau tenang!! Anak tante hilang begini" ucap mama nya Ana.
"Biar saya cari Ana tan, tante jangan hubungin polisi dulu oke? Kalau saya gak ketemu sama Ana baru kita lapor polisi" ucap Edward.
"Tolong ya Edward" ucap mama nya Ana berharap Edward menemukan keberadaan Ana.
"Iya tante" ucap Edward langsung pergi mencari Ana.
2 jam sudah Edward mencari Ana tapi tidak ketemu, tiba-tiba ponsel Edward berbunyi dari nomor tak di kenal.
Edward mengangkat telepon dan berkata "halo? Dengan siapa ini?" tanya Edward.
"Cari Ana?" ucap suara orang dari nomor tak dikenal itu.
"Lu siapa? Lo nyulik Ana?" tanya Edward.
Orang tak dikenal itu langsung tertawa "HAHAHAHA, coba lu dengerin baik-baik lu lagi bicara sama siapa?" kata orang tak dikenal itu.
Edward mencoba mengingat orang dibalik suara itu, lalu Edward mengingat nya dan itu ternyata suara Randy! "Lu apain Ana!?" tanya Edward.
Randy pun tertawa "udah tau gua siapa?" tanya Randy.
"Ya, lu Randy kan" tanya Edward dengan tepat.
"Ya pinter juga lu ternyata" ucap Randy.
"Kagak usah basa-basi, kembaliin Ana" ucap Edward.
Randy hanya tertawa dan ingin membuat persyaratan ke Edward.
"Gua bakal balikin Ana ke lu, tapi ada satu syarat" ucap Randy.
"Apa?" tanya Edward.
"Lu harus jauhin Ana dan buat dia benci sama lu, baru gua balikkin Ana ke elu. Kalo nggak yaaa, gua jual Ana ke temen gua yang lagi butuh cewe apalagi Ana masih perawan pasti harga nya bakalan mahal HAHAHA" ucap Randy menakuti Edward.
Edward yang mendengar persyaratan dari Randy merasa keberatan, sulit untuk melakukan itu. Tapi Ana? Edward mencoba berpikir untuk kedua kali nya.
"Gua pikirin dulu soal itu, ntar gua hubungin lu lagi" ucap Edward langsung mematikan telepon.
"Ahhh!! Sialan lo Rand!!" ucap Edward.
Edward langsung pergi ke rumah Ana untuk memberitahukan ke mama nya Ana dan mencari solusi bersama.