Who is that mysterious boy

Who is that mysterious boy
Ternyata elo!



"Sorry sorry, aduh lo sih meluk gue" ucap Ana meminta maaf karena merasa bersalah.


"Hahaha, iya gua yang salah" ucap Edward.


"Nyari siapa lu?" tanya Edward pura-pura tidak tahu.


"Gue nyari elo" jawab Ana dengan jujur.


"Jiakh elah tumben nyariin gua" ucap Edward dengan senang.


"Gue mau bilang tadi kayak ada yang ngikutin gue deh" ucap Ana


Edward yang mendengar cerita Ana langsung speechless dan tak memberitahukan kalau itu sebenarnya adalah dirinya.


"Oh siapa?" tanya Edward pura-pura tak tahu soal kejadian tadi.


"Ye mana gue tau, terus ye tadi tuh orang pakee motoin gue segala sih gilaaaa, gue kaget banget pokoknya." ucap Ana dengan penuh ekspresi yang serius.


Edward melihat ekspresi Ana pun tertawa, dan Ana pun jengkel karena Edward malah tertawa.


"Dih apa sie, kaga ada yang lucu" ucap Ana dengan penuh rasa jengkel.


"Iyaa, hahaha memang gak ada yang lucu. Tapi lo yang lucu" ucap Edward.


Ana merasa kalau diri nya tidak lucu, tapi dimana titik letak lucu nya?


"Ah serah lo dah" ucap Ana dengan pasrah dan langsung pergi meninggalkan Edward.


"Lu mau kemana na, sini lah gua anterin pulang" tanya Edward.


"Kaga mau gue pulang bareng lo, lo resek soalnya" ucap Ana.


"Hahaha ngambek dia nya" ucap Edward yang mengetahui kalau Ana sedang marah.


Edward mengejar Ana yang pergi, dan berusaha membujuknya supaya tidak marah lagi ke dirinya. Edward berusaha kerasa supaya mood Ana kembali seperti biasa, banyak cara yang dilakukan Edward sampai pada akhirnya Edward berhasil mengembalikan mood Ana.


"Masih marah?" tanya Edward.


"Kagak" ucap Ana mengatakan kalau dirinya tak marah lagi.


"Mau pulang sekarang apa mau mampir beli eskrim dulu?" tanya Edward memastikan.


"Heemm mang boleh?" tanya Ana.


"Boleeeehh lima puluuhhh" ucap Edward meledek Ana.


"Apa sie gajelas, hahaha" ucap Ana yang heran dengan kelakuan Edward yang random itu.


"Udah ayo beli eskrim, naik" ucap Edward.


Edward langsung mengajak Ana membeli eskrim, dan berkata "beli seberapa banyak yang kamu mau sayang, biar abang belikan semua yang kamu inginkan"


Ana pun terheran heran dengan kelakuan random Edward, ada apa dia hari ini?


"Lo sakit?" tanya Ana memastikan.


"Oh gak lucu ya?" tanya Edward


"Oke oke gua gak gitu lagi" ucap Edward langsung kembali seperti biasanya.


Ana pun lanjut memilih eskrim yang dia inginkan.


"Bang yang ini 2 ya" ucap Ana kepada abang eskrim


"Siap neng, tunggu sebentar ya" ucap abang eskrim yang langsung membuatkan 2 potong eskrim dan melumurinya dengan coklat.


"Ini neng, udah jadi eskrim nya total nya 10 rebu ya neng" kata abang eskrim sambil memberikan 2 potong es yang dipesan.


"Bayar" ucap Ana menyuruh Edward membayar, sedangkan Ana yang tengah memegang 2 potong eskrim di kedua tangannya menikmati salah satu eskrim.


Edward pun langsung membayar eskrim, dan setelah membayar Edward pun mengambil satu eskrim yang belum di makan oleh Ana dari tangannya. Ana yang merasa eskrim nya diambil satu itu langsung ingin merebut balik dari Edward, tapi sayang nya Ana tidak nyampai karena Edward terlalu tinggi. Ana merasa kalau diri nya itu terlalu pendek, dan diri nya seperti sedang mengambil layangan di atas pohon kelapa!! Ana pun mulai kesal, karena Edward memakan eskrim nya.


"Huh" ucap Ana kesal dan pergi memakan eskrim yang belum habis tadi.


Edward pun mengejar Ana yang sedang marah itu, dan segera meminta maaf.


"Gua janji deh bakal beliin eskrim banyak-banyak buat lo" ucap Edward mencoba membujuk Ana.


"Bohong" ucap Ana tak percaya pada Edward.


"Oke, ayo ikut gua sekarang" kata Edward sambil menarik tangan Ana ketempat eskrim tadi.


"Bang, saya borong semua eskrim nya bang diitung total nya berapa. Sebagian dibungkus, sebagiannya lagi makan disini" kata Edward yang memborong langsung depan Ana.


"Hah, serius atuh?" tanya abang eskrim nya memastikan.


"Wah, oke oke saya langsung laksanakan sebentar ya" ucap abang eskrim.


Ana mendengarnya pun terkejut dan berkata "lo yakin borong semua?"


"Ya gua yakin lah, asalkan lu gak marah lagi sama gua apapun gua lakuin buat lu" kata Edward dengan tulus.


Ana merasa ada yang aneh dengan perasaannya sendiri, kenapa jadi agak beda ya? Apa yang terjadi sama diri Ana?


"Nah sudah saya hitung dek total nya 500rebu ini ada 100 eskrim berarti 50 bungkus 50 nya lagi makan disini ya dek?" tanya abang eskrim memastikannya kembali lagi


Ana mendengar perkataan abang eskrim itu langsung berkata "98 eskrim aja bang bungkus, 2 makan disini"


"Oke siap neng" kata abang eskrim langsung membuatkan pesanan.


"Asli langsung pulang masukin ke kulkas" ucap Ana ke Edward.


"Hahaha, gak marah lagi kan lu?" tanya Edward memastikan.


"Udah enggak" ucap Ana.


Eskrim pun sudah siap, dan Ana mengambil 2 eskrim dan 1 eskrim diberikan ke Edward.


"Nih eskrim buat lu satu, gue kan orang nya gak pelit dan suka berbagi" ucap Ana sambil memberikan eskrim ke Edward.


Edward yang tersenyum mendengar perkataan Ana itu langsung mengambil eskrim yang Ana berikan.


Setelah selesai memakan eskrim mereka pun langsung pulang kerumah, dan Ana pun masuk ke dalam rumah menuju ke kulkas langsung membuka pintu kulkas setelah itu memasukkan eskrim yang dibeli tadi.


Diruang tamu, Ana berbincang dengan mama nya. Mama nya Ana menyuruh Edward untuk fotoin mereka berdua, karena mama nya Ana terakhir foto berdua dengan Ana waktu Ana masih berumur 7 tahun.


Edward pun mengambil kamera di tas nya, dan Ana melihat ke kamera Edward itu dan merasa seperti pernah melihat kamera tersebut tapi dimana ya? Ana mencoba mengingat bentuk kamera nya, dan Ana baru ingat itu ternyata kamera yang pemuda itu punya! Iya, yang memotret Ana di tempat rahasia nya.


Ana langsung berkata ke Edward "tunggu dulu, kamera lu?"


Edward langsung menyadari dan langsung menyembunyikan kamera di belakang tubuhnya.


"Oh ternyata elo yang motoin gue di tempat rahasia gue itu!?" ucap Ana.


Edward pun mengaku kalau dia lah yang mengikuti Ana dan memotretnya diam-diam, dan Edward langsung meminta maaf.


"Sorry kalo gua motoin lu, tapi hasil foto nya bagus" ucap Edward.


"Mana? Kalau bagus gue gak jadi marah" kata Ana.


"Abis ini gua tunjukkin, foto dulu sama emak lu" ucap Edward yang sudah bersiap untuk memotret Ana dan mama nya.


Setelah selesai berfoto, Edward langsung menunjukkan foto Ana yang dia potret di sekolah.


"Bagus juga hasil foto nya" ucap Ana


"Buat gue aja foto nya" Ana meminta foto nya, tapi Edward tak setuju. Lalu Ana bertanya "kenapa?"


Edward pun menjawab "foto nya cuma ada satu"


"Terus napa kalo cuma ada satu?" tanya Ana penasaran.


Mama nya Ana pun tersenyum, dan mengerti maksud Edward. Mama nya Ana pun langsung memberitahukan ke Ana kalau Edward mau menyimpan foto Ana supaya Edward bisa memandangi wajah Ana tiap malam walaupun hanya lewat fotonya.


Edward langsung menjadi canggung, lalu Ana terdiam sejenak dan berkata "ya udah buat lo aja"


"Oke thanks na" ucap Edward sambil tersenyum.


"Tan, saya permisi mau pulang dulu udah mau malem soalnya" ucap Edward pamit ke mama nya Ana.


"Udah mau pulang lo? Cepet amat, entaran aja kali" ucap Ana yang mencoba menahan Edward untuk pulang.


"Tau nih Edward, si Ana jadi kesepian kalau calon pacar nya pulang cepet. Kan masih kangen anaknya, senggol Ana" ucap mama nya Ana sambil melirik ke arah Edward.


Edward hanya tersenyum, dan Ana merasa malu dan menjadi salah tingkah.


"Apa sih ma" ucap Ana.


"Hahaha, di sekolah tetep ketemu kok" ucap Edward.


"Saya pulang dulu ya tan, pulang dulu na see you" ucap Edward sambil berpamitan.


"Iya, see u" ucap Ana.


"Hati hati ya dijalan" ucap mama nya Ana.


"Iya tante" ucap Edward.


Edward pun langsung pergi keluar, dan pulang kerumahnya.