Who is that mysterious boy

Who is that mysterious boy
Cewe misterius



Keesokkan pagi nya, Edward sudah berada di depan rumah Ana lebih cepat dari yang dia bilang. Jam 06.05 Edward sudah tiba di depan rumah Ana, Edward mencoba menghidupkan suara di panggilan telepon yang semalam masih tersambung. "Test, selamat pagi tuan putri. Saya sudah tiba di depan rumah anda... Apakah tuan putri sudah siap untuk pergi ke sekolah bersama saya yang sekarang status nya saya adalah pacar tuan putri?" ucap Edward.


Bukannya Ana yang menjawab, malah mama nya Ana yang menjawab pertanyaan Edward itu. "Hallo, selamat pagi juga calon menantu. Tuan putri nya masih mandi nih, mau nunggu di dalem aja?" ucap mama nya Ana.


Edward langsung terdiam dan berkata "hehehe, pagi tante..." ucap Edward canggung.


Edward pun menunggu Ana di dalam rumah, dan mengobrol dengan mama dan papa nya Ana. Mereka berbincang-bincang soal hubungan mereka yang sekarang sudah berpacaran. Tampak dari raut wajah papa dan mama nya Ana, mereka senang mendapatkan kabar soal itu.


Tak lama kemudian, Ana selesai mandi dan siap-siap. Ana berbicara di telepon "hallo sayanggg, halloo... Udah nunggu di depan ya? Aku liat udah ada motor di depan rumah. Kamu dimana? Hallooo? Aku keluar sekarang ya sayang" ucap Ana. Ana langsung keluar dari kamar.


Mendengar handphone Edward berbunyi suara Ana itu, mama dan papa nya saling menengok dan tertawa.


Edward pun melihat mama dan papa nya Ana tertawa itu ikutan tertawa juga, Ana keluar dari kamar dan melihat ada Edward di ruang tamu bersama mama dan papa nya.


"Lho? Ga bahaya ta? Jangan bilang tadi..." ucap Ana panik.


"Mama sama papa udah tau Ana" ucap mama nya Ana.


"Hehehe" ucap Ana.


"Ana sama Edward pergi ke sekolah dulu ma, pa. Bye-byeeee" ucap Ana pamit ke orang tua nya dan langsung menarik tangan Edward. Edward yang belum sempat berpamitan ke orang tua nya Ana itu pasrah karena tangannya ditarik oleh Ana.


"Sayang, kan aku belum pamit" ucap Edward.


"Udah gapapa, aku malu banget asliiii" ucap Ana.


"Hahaha, kamu lucu" ucap Edward.


"Ih udah lah ayo buruan berangkat ke sekolahh ntar telat dihukum nya bareng lagiii" ucap Ana.


"Ya udah nih helm nya, ayo naik" ucap Edward.


Ana pun langsung naik ke motor, dan mereka berangkat ke sekolah.


Tak lama setelah itu, mereka berdua telah sampai di sekolah. Mereka langsung masuk ke kelas, setelah jam istirahat tiba... Edward pergi ke toilet dan meninggalkan handphone nya di meja, Ana melihat ke arah ponsel Edward yang muncul notifikasi pesan dari nomor tak dikenal. Isi pesan itu adalah : "makasih ya sayang untuk waktu nya semalem" Ana yang membaca pesan itu langsung cemburu dan mencoba membuka dan mengecek handphone nya Edward. Tapi pas Ana mau mengecek ponselnya, ternyata tidak bisa dibuka karena diberikan pin dan scan wajah.


Ana mencoba meredam emosi nya dan menenangkan pikirannya sampai Edward masuk ke kelas dan akan langsung Ana tanya.


3 menit kemudian, Edward telah selesai dari toilet. Dan Edward membuka buku untuk dibaca, Ana melihat ke arah Edward yang sedang membaca buku itu. Edward pun menoleh ke arah Ana yang sedang melihat ke arahnya dengan penuh tatapan kesal, Edward merasa ada yang salah dengan Ana. Edward pun langsung bertanya "kenapa?" tanya Edward.


Ana langsung menarik tangan Edward dan pergi dari keluar kelas itu.


Tania melihat Ana menarik tangan Edward itu merasa aneh dan mengikuti mereka berdua.


"Kenapa sayang?" tanya Edward sekali lagi.


"Kamu selingkuh!?" tanya Ana.


"Enggak, kenapa?" tanya Edward sekali lagi.


"Masih bilang kenapa? Itu pesan dari siapa? Kok dia manggil sayang? Terus ngucapin makasih lagi untuk waktu nya semalem, kamu semalem kan main game. Jangan-jangan semalem kamu selingkuh ya dari aku?!?!? Kamu bohong kan soal izin mau ngegame itu?" ucap Ana mengoceh panjang lebar.


Edward yang melihat ke ponsel nya itu membuka pesan, dan melihat ada satu nomor tak dikenal mengiriminya pesan dan memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Sumpah, aku gak tau siapa ini" ucap Edward sambil bersumpah.


"Kalo gak tau kenapa dia manggil kamu sayang?" tanya Ana dengan kesal.


"Mungkin orang iseng aja sayang" ucap Edward mencoba menyakinkan Ana.


"Ya" ucap Edward.


"Astagaa, sejak kapan. wah pajak jadian dong na, gile lu kaga kasih tau gue kalo lo udah jadian sama Edward. Eh bentar, tadi Ana bilang selingkuh-selingkuh, siapa yang selingkuh? Ooooohhhhhh, jangan-jangan elu yaa selingkuhin sahabat gue!?? Iyaa!?" ucap Tania.


"Kagak, buat apa gua selingkuhin Ana. Gua sayang kok sama Ana, gua serius ama dia" ucap Edward.


"Serah, gue bakal bantu Ana buat menyelidiki elu" ucap Tania langsung membawa Ana pergi ke kelas.


Edward pun pusing karena pesan iseng dari nomor tak dikenal itu membuat Ana marah pada diri nya.


Edward mencoba bertanya ke nomor tak dikenal itu dengan cara membalas pesan singkat. "Lu siapa!?" tanya Edward.


Dengan secepat kilat Edward mendapatkan balasan pesan "cie yang lagi berantem sama pacarnya" kata si orang misterius itu.


Edward terkejut, bagaimana bisa nomor tak dikenal itu tau kalau diri nya sedang berantem dengan Ana.


"Lu cewe kan? Siapa nama lu" tanya Edward ingin tau siapa orang itu sebenarnya.


"Lo ga perlu tau gue siapa, yang jelas gue cewe dan gue penggemar rahasia lo. Dan gue bakalan hancurin hubungan lu sama pacar lo itu, dan lo bakal jadi milih gue. HAHAHAH"


Edward membaca pesan itu langsung kesal dan memblokir nomor tersebut, dan Edward langsung bergegas pergi ke kelas untuk meminta maaf ke Ana supaya masalah cepat selesai, walaupun sebenarnya Edward tidak selingkuh.


"Ana, please... Aku minta maaf okey? Kita baikan ya?" ucap Edward langsung meminta maaf.


"Siapa cewe itu?" tanya Ana.


"Dia orang iseng na" ucap Edward.


"Bukti?" tanya Ana meminta bukti ke Edward.


"Aku udah blok nomor nya, dan tadi aku udah tanya ke dia. Ini jawabannya" ucap Edward sambil menunjukan pesan mereka.


"Tuh udah terbukti kan sayang, aku gak selingkuh. Ini cuma orang iseng aja, maafin aku ya na... Please, okey?" ucap Edward.


Ana melihat pesan mereka dan membaca satu persatu, dan ternyata benar cewe misterius itu bukan selingkuhannya Edward. Dan cewe misterius itu ternyata ingin menghancurkan hubungan Ana dan Edward. Siapa sebenarnya cewe misterius itu? Mengapa dia mau hubungan Edward dan Ana hancur? Apakah cewe misterius itu mantan Edward?.


"Aku mau tanya sesuatu" ucap Ana.


"Tanya apa sayang, aku akan jawab" ucap Edward.


"Kalo kamu gak tau siapa cewe misterius itu, kenapa dia pengen hubungan kita hancur padahal baru sehari kita pacaran dan bagaimana dia bisa tau kalau kita pacaran? Pasti itu mantan kamu kan? Kamu masih kontakan sama mantan kamu? Iya?" ucap Ana yang meluapkan semua isi hati nya yang dia pendam dari tadi.


Edward langsung menarik napas dan menghembuskan nya. "Ya ampun Ana, aku juga bahkan gak pernah pacaran. Baru sama kamu aku pertama kali pacaran, sumpahhh" ucap Edward berkata dengan jujur.


Ana langsung mendiamkan Edward, dan mereka berdua tidak berbicara selama jam pelajaran dan sampai pulang.


Setiba nya mereka di rumah, mama nya Ana melihat Ana murung dan langsung masuk ke dalam rumah.


Edward langsung menghampiri mama nya Ana.


"Siang tante, tan bisa bantuin aku gak?" tanya Edward.


"Bantuin apa?" tanya mama nya Ana.


Edward langsung menceritakan semua kejadian di sekolah tadi yang membuat Ana marah kepada dirinya.