
*Keesokkan hari nya*
Edward terbangun dari tidur nya dan melihat Ana sudah ada di samping nya, Edward pun kebingungan karena melihat Ana tidur di sebelahnya itu. Lalu Edward membangunkan Ana, dan Ana terbangun dari tidurnya karena dibangunkan oleh Edward.
Edward pun bertanya apa yang sedang terjadi di rumah nya, mengapa Ana bisa ada di rumah Edward dan tidur di sebelah nya.
Ana pun menjelaskan soal kejadian semalam, Edward diberikan obat tidur dan disuruh minum oleh Virly. Lalu Edward tertidur efek dari meminum minuman yang diberikan Virly. Dan Ana melihat kalau Virly mencoba untuk menjebak Edward, namun sayang nya kejadian itu dilihat oleh Ana yang datang ke rumah Edward dengan keadaan pintu rumah Edward terbuka lebar... Jadi, Ana pun langsung masuk ke dalam rumah Edward karena ingin mengecek keadaan Edward.
Edward pun terkejut mendengar cerita dari Ana, "jadi Virly mau menjebak aku?" tanya Edward.
"Ya, begitulah. Aku dateng semalem cuma mau minta maaf aja sih, aku merasa bersalah karena udah salah paham soal kejadian kemarin. Yaaa, walaupun aku udah gak marah lagi sama kamu dari kemarin cuma aku masih ngerasa merasa bersalah aja hehehe" ucap Ana.
Edward pun senang mendengar perkataan dari Ana itu dan langsung memeluk Ana, Ana pun membalas pelukan dari Edward.
*Beberapa jam kemudian*
Ponsel Ana berdering, ternyata itu dari mama nya Ana yang menelpon Ana. Ana mengangkat telepon tersebut "halo ma? Kenapa?" tanya Ana.
Mama nya Ana pun menjawab dari telepon "kamu kemana? Pagi-pagi udah gak ada di rumah" tanya mama nya Ana.
"Hehehe Ana semalem nginep di rumah Edward ma, semalem Edward pingsan di kasih obat tidur sama Virly" ucap Ana.
"Oke kalo gitu, abis itu pulang ya nanti" ucap mama nya Ana.
"Iya ma" ucap Ana.
Mama nya Ana mematikan panggilan itu.
Edward melihat Ana dan Ana melihat Edward, Ana heran kenapa Edward melihat ke diri nya. Apa ada yang salah? Lalu Ana mencoba bertanya ke Edward. "Kenapa?" tanya Ana.
"Kamu cantik" ucap Edward.
Ana mendengar 2 kata itu pipi nya langsung memerah, dan Ana membuang pandangannya ke sisi lain. Edward melihat Ana yang pipi nya memerah itu merasa gemas dengan Ana, secepat itu pipi nya memerah?
"Ada yang merah nih pipi nya" sindir Edward.
"Siapa Yaaa.... Hm..." ucap Edward lagi.
Ana pura-pura tidak mendengarkan sindiran dari Edward itu dan Ana mencoba untuk pergi, tetapi tangan nya Ana ditarik oleh Edward.
"E-eehh?" ucap Ana yang ditarik oleh Edward sampai terjatuh dipangkuan nya.
Mereka berdua saling bertatapan dengan muka yang terlalu dekat, sehingga bibir mereka nyaris bersentuhan.
Edward mencoba mendekatkan bibir nya lebih dekat ke bibir Ana, tapi Ana langsung secepat nya berdiri dari pangkuan Edward.
Ana salah tingkah dan langsung mengambil tas nya dan pergi pulang, Edward yang tak sempat mengejar Ana itu pun tersenyum melihat tingkah pacar nya itu. Mengapa segemas itu?
Edward menelpon Ana yang masih di setengah perjalanan pulang, handphone Ana berdering dan itu dari Edward. Ana mengangkat nya, "halloo kenapa lagi?" tanya Ana.
"Mau jalan-jalan gak? Mumpung hari minggu, gak sekolah. Kapan lagi?" tanya Edward membujuk Ana.
"Hemmm mau gak ya?" ucap Ana sambil berpikir mau menerima ajakan Edward atau menolaknya.
Setelah berpikir selama 2 menit Ana pun memutuskan untuk menerima ajakan dari Edward, dan Edward pun langsung bersiap-siap untuk mengambil motor nya dan menjemput Ana. "Oke share location ya biar aku jemput" ucap Edward.
"Oke" ucap Ana.
Ana langsung share location.
"Otw sayang" ucap Edward.
"Oke" ucap Ana.
Edward langsung berangkat ke lokasi Ana, setelah itu mereka pun sampai di tempat tujuan untuk jalan-jalan menghabiskan hari minggu mereka.
Edward dan Ana berkeliling di taman, banyak kupu-kupu yang terbang di atas bunga dan di sekeliling nya.
Ana melihat pemandangan sekitar merasa senang, karena sangat indah sekali.
Edward membelikan jajanan dan minuman untuk mereka makan dan minum, sambil duduk dan berbincang.
Tepat pukul 12.00 Edward mengajak Ana untuk pergi membeli nasi goreng, karena sudah pasti mereka akan lapar.
Di jam 12.45 Edward dan Ana sampai di tempat orang yang menjual nasi goreng.
"Pak, nasi goreng dua ya. Makan disini, yang satu pedes dan yang satu nya nggak ya" ucap Edward.
"Baik mas, silahkan ditunggu dulu ya'' ucap penjual nasi goreng itu.
"Yang gak pedes buat kamu?" tanya Ana.
"Buat kamu" ucap Edward.
"Kok kamu tau aku gak suka pedes?" tanya Ana.
"Iya lah, aku tau apa yang gak disuka dan apa yang disuka sama pacarku ini" ucap Edward sambil menyentuh hidung Ana.
Ana tersenyum dan berkata "ah apa iya? Coba... Kalo emang kamu tau apa yang aku suka? Sebutin cepet" ucap Ana.
"Aku tau apa yang kamu suka, pasti kamu suka aku" ucap Edward.
"Dih mana bisa gitu" ucap Ana.
"Hahaha" ucap Edward.
Edward hanya tertawa melihat tingkah Ana itu, beberapa menit kemudian pesanan nasi goreng mereka sudah jadi. Edward dan Ana mencicipi hidangan nasi goreng tersebut, Ana sangat menyukai rasa nasi goreng itu.
"Enak juga, rasa nya pas banget" ucap Ana sambil mengancungkan jempol.
"Next time kita makan disini aja" ucap Edward.
"Ide bagus, aku setuju" ucap Ana dengan semangat sambil memakan nasi goreng itu.
Edward langsung memesan es jeruk karena mereka membutuhkan minuman disaat makan. "Pak, es jeruk nya dua ya" ucap Edward memesan minuman ke penjual nasi goreng.
Catatan : penjual nasi goreng nya juga jual minuman ya.
"Oh oke mas saya buatkan, mohon ditunggu ya 2 es jeruk nya" ucap penjual nasi goreng itu langsung membuatkan minuman.
Beberapa menit kemudian...
"Ini dia es jeruk segerrr, di jamin bikin tenggorokan adeeemmm seeerr.... Silahkan dicoba" ucap penjual nasi goreng itu.
"Makasih ya pak" ucap Edward.
"Masama mas" ucap penjual nasi goreng.
"Ini pacar nya ya mas?" tanya penjual nasi goreng itu sambil menunjukkan ke arah Ana.
"Iya pak, ini pacar saya" ucap Edward.
"Cantik mas pacarnya, jangan di sia-siain ya pacar nya. Semoga kalian langgeng, amin" ucap penjual nasi goreng itu sambil mendoakan hubungan Ana dan Edward.
"Ya ampun pak, makasih banyakk aminn pak aminn" ucap Ana.
"Amin pak, terimakasih ya" ucap Edward.
"Iya neng, mas" ucap penjual nasi goreng.
Ana dan Edward melanjutkan makan dan minum mereka, setelah beberapa menit akhirnya mereka selesai dan Edward membayar total ke penjual nasi goreng.
Setelah makan, mereka berdua pun jalan-jalan keliling mall. Seperti biasa, Edward membelikan satu barang spesial untuk Ana.
"Ana coba sini dulu" ucap Edward.
"Coba liat itu syg" ucap Edward.
Ana langsung menghentikan langkah kaki nya dan melihat ke arah yang di maksud oleh Edward.
"Wah lucu banget" ucap Ana.
"Kamu mau?" tanya Edward.
"Mau banget malah, hehe. Tapi gak deh, pasti harga nya muahallll buangeeetttt" ucap Ana.
"Gapapa, yok masuk ke dalem kita langsung beli" ucap Edward sambil menarik tangan Ana untuk membeli boneka beruang yang lucu itu.
Setelah membeli boneka, Ana senang melihat boneka lucu itu.
"Makasih ya udah beliin boneka lucu ini" ucap Ana.
"Sama-sama sayang" ucap Ana.
Selesai dari membeli boneka akhirnya mereka pulang, Edward mengantarkan Ana pulang ke ke rumah.
Hari minggu telah selesai, saat nya mereka melanjutkan aktivitas di sekolah besok. Tepat di hari senin, lagi-lagi mereka harus menahan ngantuk mendengar ocehan guru yang sedang mengajar di depan.