
Edward melihat kejadian itu langsung menghampiri Analia, dan memberikan tumpangan.
"Naik" ucap Edward menyuruh Ana naik ke motornya.
Ana melihat ke arah Edward dan langsung menjawab "Gak usah, gue bisa jalan kaki" ucap Ana.
"Udah gak usah sungkan sama gua, cepet naik sebelum gua berubah pikiran" ucap Edward.
Analia pun terpaksa naik ke motor Edward, karena bus sudah tidak ada. Kalaupun jalan kaki, jarak antara rumah dan sekolah Ana jauh sekali. Ana sangat jengkel dengan perbuatan Tania yang menjahili nya, dan Ana akan buat perhitungan untuk Tania besok di sekolah.
"Ya udah deh iya" ucap Ana
Analia akhirnya naik ke motor Edward.
"Gua gak bawa helm lebih, jadi hari ini lo gak pake helm dulu" ucap Edward.
"Ya kan hari ini aja lo anterin gue pulang" ucap Ana menjawab perkataan Edward.
"Besok pagi gua jemput lu di rumah, kita berangkat ke sekolah bareng" ucap Edward mengajak Ana untuk datang ke sekolah bersama.
"Ngapain, gak usah gue bisa naik bus" ucap Ana menolak ajakan Edward.
"Ntar gua beli helm buat lu, besok gua jemput" Edward menjawab dengan serius.
Analia tidak menghiraukan perkataan Edward, Ana berencana besok pagi dia akan bangun lebih awal dari hari ini supaya diri nya tidak pergi ke sekolah bersama Edward.
Sesampainya mereka di rumah Analia, ada mama nya Ana yang sedang menyiram tanaman di depan rumahnya.
Mama nya Ana melihat ke arah anaknya itu yang sedang di antar pulang oleh seorang lelaki muda yang tampan, yang mama nya tau anak gadis nya itu tidak pernah membawa seorang lelaki ke rumah. Karena mama nya Ana mengenal anak nya itu sangat dingin dan tak menghiraukan orang di sekitarnya.
"Udah pulang? Siapa dia Na? Pacar kamu Ana?" ucap mama nya Ana.
Ana hanya diam, dan baru saja mau menjawab pertanyaan mama nya itu tapi Edward duluan yang menjawab dan menyapa mama nya Ana.
"Saya Edward tante, temannya Ana" ucap Edward memperkenalkan diri.
"Dih, sejak kapan lo jadi temen gua?" jawab Ana dengan ketus.
"Barusan" ucap Edward singkat.
"Oh, teman nya Ana. Mampir dulu nak Edward" ucap mama nya Ana yang menyuruh Edward untuk mampir ke rumah.
"Maaf tan, gak usah. Takut ngerepotin" ucap Edward sungkan.
"Gapapa, mampir saja sebentar. Tante buatin jus dulu" ucap mama nya Ana yang langsung masuk ke dalam rumah membuatkan jus untuk Edward.
"Masuk" ucap Analia mengajak Edward masuk ke dalam rumahnya.
"Oke" Edward langsung masuk ke dalam rumah Ana dan duduk diruang tamu.
Beberapa menit kemudian, mama nya Ana sudah selesai membuatkan jus untuk Edward.
"Jus sudah jadi, silahkan nak Edward di minum dulu jus nya" ucap mama nya Ana.
"Terimakasih tan" ucap Edward, Edward langsung meminum jus buatan mama nya Ana.
Mama nya Ana ingin bertanya seputaran tentang Analia di sekolah ke Edward, mumpung Ana sedang mandi. Karena jika bertanya pada saat ada Ana, itu sangat susah. Karena Ana tidak suka kalau di tanya ke orang lain tentang dirinya.
"Nak Edward, tante boleh nanya?" ucap mama nya Ana.
"Maaf sebelumnya tan, Panggil Edward aja tante, jangan nak Edward" ucap Edward karena dia jadi sungkan kalau di tambah kata 'nak' di depan nya.
"Hahaha, oke oke Edward. Tante mau nanya soal Ana, di sekolah dia bagaimana? Bandel? Buat ulah gak dia di sekolah?" ucap mama nya Ana dengan penuh penasaran tentang anaknya itu di sekolah.
Edward pun langsung menjawab "enggak tan, tenang aja"
Mama nya Ana pun lega, dan percaya. "Ngomong-ngomong kamu teman dekatnya Ana ya?" tanya mama nya Ana ke Edward.
"Hah, enggak tan. Saya baru pindah sekolah, hari ini hari pertama hehe" ucap Edward.
"Oh jadi kamu murid baru? Berarti gak deket dong ya sama Ana?" ucap mama nya Ana.
"Hehe iya tan" jawab Edward dengan canggung.
Mama nya Ana dan Edward pun berbincang-bincang, dan hubungan mereka sekarang sudah tidak canggung lagi.
Di pembicaraan mereka terakhir mama nya Ana berkata "tante bisa titip Ana gak sama kamu? di sekolah jagain dia ya, kalau dia di ganggu sama teman di sekolah nya ataupun kalau Ana nya bandel marahin aja" ucap mama nya Ana.
Edward tersenyum, dan menjawab.
Di tengah-tengah pembicaraan, Ana yang baru saja selesai mandi langsung menghampiri mereka.
"Ngomongin apa ma?" tanya Ana.
"Enggak na, cuma ngobrol-ngobrol biasa aja iya kan Edward?" ucap mama nya Ana.
Edward langsung menjawab
"Iya tan"
"Kalau begitu saya permisi pulang tante" ucap Edward langsung berpamitan ke mama nya Ana.
"Iya hati-hati ya Edward, jangan ngebut" ucap mama nya Ana.
"Besok gua jemput lo, kita berangkat sekolah berdua" ucap Edward yang tidak lupa soal tadi yang dia katakan.
"Ya" ucap Ana dengan singkat.
"Permisi dulu tante" ucap Edward.
Edward langsung pergi keluar untuk pulang, mama nya Ana menyuruh Ana mengantarkan Edward sampai ke depan. Tetapi Ana tidak mau, dan mama nya Ana mengomeli Ana.
"Ana, anter Edward sampai ke depan sana ikutin" ucap mama nya.
"Ngapain, dia bisa sendiri kok" ucap Ana.
"Kamu itu ya, di kasih tau selalu aja gak mau dengerin kata mama" mama nya Ana mengomeli Ana karena kesal anaknya itu tidak mau menuruti kata mama nya.
"Iya iya" ucap Ana, Ana pun langsung mengikuti Edward dan mengantarkan sampai ke depan.
"Ngapain ngikutin gua?" tanya Edward.
"Disuruh mak gue, ngomel noh di dalem nyuruh gue nganterin lo ampe ke depan sini" ucap Ana.
"Oh, yaudah ikhlas gak lu" ucap Edward.
"Kagak" Ana menjawab jujur dengan muka sebal di wajahnya.
"HAHAHA, udah masuk aja lu ke dalem" ucap Edward.
"Lo mau gue dimarahin mak gue?" ucap Ana.
"Ya udah, gua pulang duluan. Ketemu besok pagi disini" ucap Edward pamit ke Ana.
"Hem, ya. Tiati" ucap Ana dengan singkat.
Edward langsung pergi untuk pulang, Ana pun langsung masuk ke dalam dan berbaring di sofa.
"Udah?" tanya mama nya.
"Ya, udah pulang" ucap Ana.
"Besok ke sekolah bareng Edward kan" tanya mama nya lagi.
"Enggak, besok pagi-pagi Ana mau berangkat pagiii bangeeeet supaya Ana gak pergi berdua sama Edward." Ana keceplosan mengatakan rencana nya ke Mama nya itu.
"Kok jahat banget sama Edward, percuma besok kalo dia kesini gak ada kamu nya. Tau tau nya kamu udah berangkat naik bus, kamu jangan begitu besok harus hargai usaha orang baik ke kamu" ucap mama nya Ana yang menasehati Ana.
Ana menarik napas dan menjawab
"Iya maa, Ana bakal ikut sama Edward"
"Nah gitu dong, kan mama jadi seneng dengernya. Pokoknya besok kamu tunggu Edward jemput kamu, jangan lakuin hal yang kamu sebut tadi ya. Janji dulu sama mama!?" ucap mama nya Ana dan membuat janji ke Ana supaya dirinya tidak mengingkarinya.
"Iya ma, Ana janji bakalan ikut sama Edward besok pagi ke sekolah. Udah kan?" ucap Ana.
"Oke, mama pegang janji nya" ucap mama nya Ana.
Ana pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamar.
Malam telah tiba, Ana bersiap siap untuk pergi tidur. Setelah gosok gigi, Ana langsung bergegas tidur di kasur yang empuk.
Pagi telah tiba, Ana pergi mandi dan bersiap siap untuk pergi ke halte bus tanpa sarapan dan tanpa diketahui oleh mama nya.
"Pas, mama belum bangun saat nya pergi ke halte bus" ucap Ana, sambil mengendap-ngendap.
Ana membuka pintu rumah dengan sangat pelan, dan disaat Ana membuka pintu... Ternyata di depan rumah sudah ada Edward yang menunggu di depan rumah nya itu.