Who is that mysterious boy

Who is that mysterious boy
Ana membantu cowo culun yang di bully



Di depan perpustakaan Ana melihat segerombolan pembully di sekolah nya, mereka sedang membully salah satu murid di sekolah Ana... Ana melihat mereka yang sedang membully cowo culun itu merasa kesal dengan kelakuan si sang pembully.


Ana langsung menghampiri pembully itu dan mau membantu si cowo culun.


"Kalian ngapain bully dia?" tanya Ana.


Segerombolan itu merasa terganggu dengan kedatangan Ana, dan mendorong Ana.


"Lu kagak usah ikut campur! Pergi lu, sebelum gua berubah pikiran" ucap ketua geng pembully tersebut.


"Kamu pergi aja, aku bisa sendiri kok" ucap cowo culun menyuruh Ana pergi dan tak usah membantu diri nya.


"Udah, lo tenang aja oke? Gue bantu lo bebas dari si pembully ini" ucap Ana.


"Cih, gua suka gaya lu" ucap Angga si ketua dari segerombolan pembully.


"Apa sih lo, mending lo aja yang pergi dari sini" ucap Ana mengusir dengan ketus.


"Nama lu siapa sih, songong amat" ucap Angga.


"Kaga usah kepo sama nama gue, Nge fans lo ama gue ampe nanya-nanya nama gue? Apa urusan nya sama lo ampe kepoin nama gue?" ucap Ana dengan suara agak tinggi.


"Wah hebat juga lu ya" ucap Angga.


"Udah kamu pergi aja dari sini ya?" ucap cowo culun itu lagi-lagi menyuruh Ana untuk pergi.


"Lu kaga tau gua siapa?" tanya Angga.


"Gua kaga kayak lo yang suka kepo sama urusan orang!!" ucap Ana.


"Gila, gua akuin lu menarik juga" ucap Angga yang ternyata mulai tertarik dengan Ana.


"Apa sih lo ga jelas banget" ucap Ana langsung membawa cowo culun itu pergi dari depan perpustakaan supaya tidak di bully lagi oleh Angga.


"Boss, mereka pergi" ucap anak buah nya.


Anak buah nya baru saja mau mengejar untuk menangkap mereka kembali tetapi.... "Stop, gak usah di kejar biarin aja" ucap Angga.


"Baik bos" ucap anak buah nya.


Angga pun melihat Ana mempunyai nyali yang besar itu merasa kalau seorang Ana cukup menarik di mata nya. Angga mencoba mencari tahu tentang Ana, dan diri nya penasaran siapa nama gadis yang mempunyai nyali yang besar itu?


"Makasih ya kamu udah tolongin aku" ucap si cowo culun.


"Nama kamu siapa?" cowo culun itu bertanya.


Ana langsung menjawab pertanyaan dari si cowo culun "nama aku Analia Bella Christina, panggil aja Ana"


"Oh Ana, salam kenal ya" ucap cowo culun.


"Iya, salam kenal juga. Aku dari kelas sebelah, kalo butuh bantuan panggil aku ya?" ucap Ana.


"Haha, oke. Maaf kalo ngerepotin" ucap cowo culun itu.


Edward melihat Ana sedang berbicara dengan cowo lain itu merasa sedikit cemburu dan rasa nya ingin langsung menghampiri mereka berdua tapi Edward masih menahan niat nya itu.


"Oh ya nama kamu siapa btw?" tanya Ana.


"Nama aku, Rangga" ucap si cowo culun itu yang ternyata adalah saudara nya Angga.


Di sekolah Angga membully adik nya itu, mereka lahir bersamaan hanya saja Angga lahir duluan dan Rangga lahir 1 menit setelah Angga lahir. Mereka tidak kembar, hanya saja mereka lahir beda 1 menit.


Alasan Angga membully Rangga karena dia tidak suka karena adiknya itu sangat culun dan polos.


Mereka sambil berbicara, Edward yang dari tadi melihat Ana dan cowo culun itu sudah tidak tahan dan langsung menghampiri mereka.


"Ini siapa?" tanya Edward.


Ana melihat Edward datang itu langsung menjelaskan kejadian tadi, dan Edward pun mengerti mengapa Ana bisa berdua dan berbicara dengan cowo culun itu.


"Bro, kenalin gua Edward. Nama lu siapa?" tanya Edward.


"Aku Rangga, salam kenal" ucap Rangga.


"Kita berdua balik kelas dulu ya bro" ucap Edward.


"Oke" ucap Rangga sambil mengangguk.


Edward dan Ana itu langsung pergi balik kelas.


Tania melihat Ana dan Edward itu selalu berduaan di mana pun dan kapanpun itu merasa iri dikit ga ngaruh wirrr.


"Berduaan mulu lo berdua" ucap Tania.


"Nape? Maka nya cari ayang" ucap Ana.


"Cariin lah" ucap Tania.


"Iya nanti gue cariin ya?" ucap Ana.


"Beneran lo?" tanya Tania.


"Iya bener, gue janji" ucap Ana.


"Thanks beb" ucap Tania.


"Iya" ucap Ana.


Jam pulang sekolah sudah tiba, Ana di halang oleh Angga si cowo pembully yang membully Rangga.


Edward heran mengapa mereka berdua di halang oleh cowo aneh ini?


Edward berbicara di dalam hati nya "seperti nya cowo aneh ini menghalangi Ana" ucap Edward di dalam hati.


Edward langsung menarik tangan Ana dan pergi menghindari Angga.


"Hah? Kok lo tau nama gue? Bukan nya lo tadi nanya nama gue ya?" tanya Ana terkejut karena Angga tiba-tiba tau nama Ana dengan cepat.


"Informasi yang gua dapet kenceng" ucap Angga.


"Siapa dia?" tanya Edward ke Ana.


Ana langsung menjelaskan, dan Edward sudah tau ternyata dia yang membully Rangga tadi.


"Lu cowo kan bro, cih mental yupi" ucap Edward.


"Apa lu bilang?" ucap Angga merasa kesal.


"Lu budek apa tuli?" tanya Edward.


"KURANG AJAR YA LU!!" ucap Angga langsung meninju Edward.


"Ah astagaa, sayang kamu gapapa kan?" tanya Ana yang terkejut karena Edward di tinju oleh Angga.


"Lo apa apaan sih sok asik" ucap Ana.


"Oh jadi dia pacar lu?" tanya Angga sedikit kecewa ga ngaruh wirrr....


Ana tak menjawab perkataan dari Angga dan langsung membawa Edward pergi meninggalkan Angga.


Angga mencoba mengejar Ana dan Ana berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhi Angga, tapi percuma saja Angga begitu sangat meresahkan.


"Lo ngapain sih ngikutin kita?" tanya Ana.


"Mending lu pergi deh bro" ucap Edward.


"Gua cuma mau ngomong sama Ana" ucap Angga.


"Ngomong apaan? Gak ada yang mau gue omongin" ucap Ana.


"Minggir, gue mau pulang" ucap Ana.


"Gua anterin lu pulang" ucap Angga.


"Lu kagak liat? Gua ini pacar nya, gua bisa anterin dia pulang!!" ucap Edward dengan nada agak tinggi sambil menarik kera baju sekolahnya Angga.


Angga sedikit tidak senang dengan perlakuan Edward terhadap diri nya itu, Angga pun menepis tangan Edward.


"Lu baru pacar nya, belum jadi suami nya kan?" ucap Angga.


"Lu!!" ucap Edward.


Edward langsung membawa Ana ke tempat parkir dan memberikan helm, tapi Angga malah mengikuti nya lagi sampai di tempat parkir.


Lagi-lagi Angga menghalangi Ana untuk tidak pergi.


"Beri gua waktu 15 menit untuk ngomong sama pacar lu ini" ucap Angga ke Edward.


"Enak aja, 15 menit kelamaan" ucap Edward.


"Ya lalu? Berapa menit?" tanya Angga.


"30 detik" ucap Edward.


"Gila lu 30 detik pala lu" ucap Angga.


"Udah-udah 5 menit, nawar lagi gue timpuk pala lo" ucap Ana.


"Oke 5 menit, ikut gua sebentar" ucap Angga.


"Tapi ka, tunggu" ucap Edward.


"Udah gapapa ya, kamu tunggu di sini aja oke? Aku nanti balik lagi kalo udah 5 menit" ucap Ana.


"Oke" ucap Edward yang terpaksa mendengarkan perkataan Ana.


Ana pun mengikuti Angga dan penasaran apa yang ingin Angga sampaikan ke diri nya itu sampai membuat emosi meningkat dan ingin meledak.


"Di sini aja, lo mau ngomong apaan sih sampe kek gini" ucap Ana.


"Kata nya lu kaga kepoan kayak gua, tapi tuh lu kepoan juga kan" ucap Angga.


"Beda pinter!!" ucap Ana.


"Hahaha" Angga tertawa.


"Diem, gausah ketawa. Sok asik lu kantong kresek" ucap Ana.


"Waktu lo udah abis semenit, sisa 4 menit 57 detik.


"Buset pake ngitung segala" ucap Angga.


"Ya iya lah, gue kaga mau lo korupsi waktu yang gue" ucap Ana.


"Oke oke langsung aja, gua tertarik sama lu dan kayak nya gua suka sama lu. Lu mau kaga jadi pacar gua?" tanya Angga.


Ana merasa ilfeel dengan Angga yang menyatakan perasaan nya itu, seperti... ??? Wowww... Inprensif...


"Lo sakit?" tanya Ana.


"Kagak, gua serius. Lu mau kaga jadi pacar gua?" tanya Angga dengan ekspresi serius.


"Gue udah punya pacar, Edward pacar gue" ucap Ana.


"Ya gua tau, tinggal jawab mau atau kagak susah amat lu" ucap Angga.


"Sebelum nya gue minta maaf aja nih, gue gak bermaksud buat bikin hati lo sakit tapi maaf banget sedalem-dalem nya lo kan tau sendiri gue udah punya pacar dan gak mungkin gue nerima lo dengan status pacar orang kan? Mungkin next time kita bisa jadi temen aja? Itu kalau lo mau sih. Oke udah 5 menit, gue pergi dulu ya bye.." ucap Ana langsung pergi meninggalkan Angga.


Angga yang mendengar perkataan Ana itu bukan nya sakit hati malah semakin kagum dengan Ana, ternyata Ana berbeda dengan wanita lain nya.