
Edward mencoba menghibur Ana yang sedang sedih, Edward membeli minuman kesukaan Ana dan itu tidak berhasil. Ana masih tetap bersedih belum menerima kalau ternyata diri nya tak dapat mempertahankan posisi ranking nya.
Di kejauhan, Randy melihat Edward yang berusaha untuk mengembalikan mood nya Ana. Ternyata tidak mudah mengembalikannya.
Randy menghampiri Ana, dan mengajak nya untuk makan di kantin.
Bukannya Ana yang menjawab, tapi ajakan Randy malah dijawab okeh Edward.
"Enak aja gak gak" ucap Edward melarang Ana untuk makan bersama Randy di kantin.
"Lu tuh apa-apaan, gua ngajak Ana bukan ngajak lu!" ucap Randy yang langsung membentak Edward.
"Gua wakilin Ana ngomong, dia lagi sedih" ucap Edward yang beralasan mewakili Ana bicara.
"Iyakah? Gua kaga percaya" ucap Randy yang tak memperdulikan omongan Edward.
Randy sedikit jengkel dengan perkataan Edward tapi, setelah itu Ana pun berbicara dan berkata "maaf next time aja" ucap Ana dengan suara yang tak bersemangat.
Randy sedikit kecewa, tapi kecewa dikit ga ngaruh wkwkkw.
Randy menjawab "oh ok next time aja" ucap Randy tersenyum ke arah Ana.
Edward menyadari kalau Randy senyum ke Ana, lalu Edward tak senang dan mengusir Randy "Ngapain lu senyam senyum ngeliat Ana? Naksir lo ama dia?" ucap Edward.
Randy pun langsung berkata "iya"
Randy ini orang nya memang sat set sat set yagesya beda sekali dengan Edward yang gengsi nya setinggi pohon kelapa.
Edward terkejut mendengarnya, tapi tidak untuk Ana. Sudah menjadi hal biasa bagi Ana mendengar kata-kata itu.
"Ngapain lu masih disini? Udah sana pergi" ucap Edward mengusir Randy.
Randy tak menghiraukan perkataan Edward dan Randy mengajak Ana untuk menepati janji nya soal tawaran dia untuk mengantarkan Ana pulang kerumah.
"Ana, jadi kapan kamy mau nepatin janji soal kemarin niat aku nganterin kamu pulang kerumah?" tanya Randy ingin diberikan kepastian.
Ana melihat ke arah Randy dan berkata "besok" ucap Ana.
"Serius?" tanya Randy memastikannya lagi.
"Ya, besok" ucap Ana dengan serius.
Edward pun tak habis pikir, bisa-bisa nya Ana mau meladeni orang seperti Randy. Edward tak bisa menahannya lagi, kali ini Ana berhasil membuat Edward benar-benar cemburu.
Sepulang sekolah pun Randy langsung mencari Ana dan mengantarkannya pulang, Edward merasa tak senang. Biasa nya setiap hari dia yang mengantarkan Ana pulang tapi hari ini malah Randy yang mengantarkan Ana pulang.
Edward masih sedikit belum terima, tapi Ana sudah menyetujuinya. Edward harus menerima keputusan Ana, sejujurnya Edward sedikit kesal dengan Randy seakan akan tak menyerah untuk menjadi saingannya.
"Yuk, naik" ucap Randy menyuruh Ana naik ke motor nya.
Ana pun naik ke motor Randy, dan Randy mengolok Edward. Edward yang melihat Randy mengolok diri nya semakin kesal, hari ini Edward harus bersabar yang penting besok dan seterusnya dirinya bisa mengantarkan Ana pulang lagi.
Sedikit kecewa tapi isokeee.
Ketika sudah sampai dirumah, mama nya Ana heran mengapa bukan Edward? Biasanya setiap hari Edward lah yang mengantarkan Ana pulang.
Bawa cowo mana lagi anaknya itu? Apakah kali ini benar-benar pacarnya? Ah mana mungkin, mama nya Ana merasa tak setuju kalau Ana dekat-dekat dengan cowo itu. Mama nya Ana sendiri pun belum mengetahui kalau ternyata itu adalah Randy. Randy pun turun dari motor dan memperkenalkan diri ke mama nya Ana, lalu ekspresi mama nya Ana berubah drastis waktu tahu kalau itu Randy cowo yang tak sengaja mendorong Ana sampai lutut nya terluka.
Setelah memperkenalkan diri, Randy pun pamit untuk pulang. Dan mama nya Ana hanya menjawab seadanya saja, mama nya Ana menyuruh Ana masuk ke dalam lalu mama nya Ana berkata "kenapa bukan Edward?" tanya mama Ana yang penuh dengan rasa penasaran yang besar.
Ana pun langsung menjawab "Randy waktu itu nawarin pulang bareng terus Ana tolak dan Ana bilang next time, ya Ana juga waktu itu buat janji" ucap Ana menjawab dengan jujur.
Mama nya Ana menggeleng kepala "maka nya jangan buat janji sama orang kalau belum ada kepastian" ucap mama nya Ana.
"Iya ma" ucap Ana.
Ana pun langsung masuk ke dalam kamarnya, dan pergi mandi.
Diluar Edward ternyata datang kerumah nya Ana untuk menengok Ana apakah dia sudah sampai dirumah atau belum?
Edward pun mengetuk pintu dan memanggil nama Ana "Ana... Ini gua, Edward, permisi tante... Ini saya Edward tante..." sambil mengetuk pintu.
Mama nya Ana yang mendengar suara ketukan pintu itu langsung membukakan pintu, dan ternyata itu adalah Edward.
Mama nya Ana tampak senang dengan kedatangan Edward lalu mama nya Ana mempersilahkan Edward masuk, dan bertanya ada keperluan apa dirinya datang kemari.
"Ohh Ana lagi mandi, gapapa tante saya tunggu sampai Ana selesai mandi aja hehe" ucap Edward.
"Oke kalau begitu, tante buatkan minuman dulu ya buat kamu" ucap mama nya Ana.
"Gak usah tante, saya cuma sebentar aja mubazir kalau gak diminum" ucapĀ Edward.
"Oke kalau begitu, tante ke dapur dulu ya. Bentar lagi Ana selesai mandi" ucap mama nya Ana.
"Iya tante, silahkan. Maaf ngerepotin" ucap Edward merasa mengganggu waktu mama nya Ana.
"Iya Edward tenang aja" ucap mama nya Ana.
Beberapa menit kemudian, Ana pun selesai mandi.
Edward melihat Ana yang selesai nandi itu langsung memanggil Ana. "Ana" Edward memanggil Ana.
Ana langsung menoleh ke arah suara yang memanggil nama nya dan itu ternyata Edward yang datang kerumahnya, Ana pun heran mengapa anak itu datang ke rumah nya? Ada keperluan apakah dia?
Ana langsung menghampiri Edward dan bertanya "kenapa? Kok lo datang ke sini?" ucap Ana.
"Gua cuma mau ngecek keadaan lu aja selamat apa kagak dianterin Randy" ucap Edward mengatakan yang sejujurnya.
"Itu aja?" tanya Ana.
"Kagak, masih ada yang mau gua tanya" ucap Edward.
"Tanya apa? Dipersilahkan bertanya" ucap Ana sambil mempersilahkan Edward bertanya.
"Lu suka sama Randy?" ucap Edward.
Ana yang mendengar pertanyaan konyol dari Edward itu langsung tertawa, dan berkata "lo lucu hahaha" ucap Ana sambil tertawa.
Edward yang merasa pertanyaan nya tidak ada yang lucu itu pun hanya terdiam, dimana letak lucu nya? Entahlah, hanya seorang Ana yang tahu.
"Gua serius na" ucap Edward dengan muka serius.
Ana melihat wajah Edward yang serius itu pun langsung terdiam dan menjawab pertanyaannya dengan serius pula.
"Kagak, ngapain gue suka sama Randy" ucap Ana dengan serius.
Edward senang mendengar jawaban Ana, berarti masih ada kesempatan untuk diri nya mendapatkan Ana.
"Hei? Kok diem? Ada yang mau ditanyain lagi gak? Kalo gak ada lo pulang aja sana" ucap Ana.
"Waduh... Gua di usir?" tanya Edward yang merasa diri nya diusir oleh Ana.
Ana yang tak bermaksud mengusir Edward itu menjelaskan, kalau dirinya bukan mengusir Edward dari rumah tapi karena Ana mau belajar dan fokus. Kalau ada Edward sampai kapan ia bisa fokus belajar?
Edward pun mengerti setelah mendengar penjelasan dari Ana, lalu Edward pun pamit untuk pulang.
"Gua pamit pulang dulu sama nyokap lu di dapur" ucap Edward yang langsung menuju dapur dan berpamitan dengan mama nya Ana.
Setelah berpamitan, Edward pun pulang.
"Hati-hati ya jangan ngebut" ucap Ana.
"Oke, gua pulang dulu" ucap Edward.
"Iya, chat gue kalo lo udah sampe rumah" ucap Ana dengan polosnya.
"Jiakh elah, kayak pacaran aje" ucap Edward menggoda Ana.
"Apa sih lo, gue gaplok juga nih pake sapu" ucap Ana.
"Ampun ampun haha" ucap Edward.
"Bye sayang" ucap Edward langsung tancap gas.
"Sayang pala looooo" ucap Ana sambil meneriaki Edward yang sudah tancap gas.
"Hadeh, ada-ada aja tuh bocah tengil" ucap Ana yang jengkel dengan Edward.
Ana pun masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamar untuk belajar.