Who is that mysterious boy

Who is that mysterious boy
Akankah hubungan Ana dan Edward berakhir?



Setengah jam sudah berlalu, ART di rumah Edward pun pulang membawakan bahan-bahan untuk membuat kue.


Singkat cerita, mereka berdua langsung membuat kue di dapur.


Setelah 1 jam kurang lebih akhir nya kue yang mereka buat sudah jadi, Amel menyuruh Edward untuk mencoba kue itu.


Amel menyuapi sesendok kue ke Edward, tampaknya kejadian itu di potret oleh mama nya Edward dan di posting ke sosial media mama nya Edward.


Banyak sekali netizen yang melihat kemesraan Edward dan Amel.


Ada juga beberapa yang tag Analia, dan siapa sangka ternyata Tania juga ngetag sahabat nya itu.


Ana pun melihat postingan yang di posting di sosial media mama nya Edward, Ana cemburu melihat Edward dan Amel berdua seperti itu. Apalagi dengan posisi Amel yang sedang menyuapi kue ke Edward.


Lalu Ana mengirimi Edward pesan yang berisi "ayo putus, lagi..." sambil mengirim foto tangkapan layar sosial media mama nya.


Edward sedikit terkejut melihat Ana mengajak nya putus lagi yang kedua kali nya, Edward melihat foto tangkapan layar yang Ana kirim dan ternyata mama nya mengambil gambar di saat Edward disuapi kue oleh Amel.


Edward sudah tidak tahan dengan kelakuan mama nya yang sangat ingin menjodohkan diri nya dengan Amel, Edward langsung memberitahukan semua nya ke Amel.


"Kita kan udah dijodohin, berarti kita bisa di bilang pacaran dong ya?" tanya Amel ke Edward untuk memastikan hubungan mereka sekarang.


Edward dengan cepat menjawab pertanyaan dari Amel tersebut "Cukup, kita gak ada hubungan apa-apa dan gua gak pernah nganggep lu jadi pacar gua. Sorry sebelumnya, perjodohan ini nyokap gua yang buat. Gua harap lu bisa ngerti keadaan gua, gua juga udah punya pacar. So, mending lu lupain aja soal perjodohan kita" kata Edward menjelaskan dengan panjang lebar dan sangat detail agar Amel mengerti apa yang dia maksud dan tidak membuat nya sakit hati.


Amel hanya terdiam mendengar perkataan Edward dan Amel merasa sedikit kecewa, tapi diri nya harus bisa mengalah dan mengikhlaskan perasaan nya itu. Karena bagaimanapun juga Edward sudah mempunyai pacar, kalau memang perjodohan ini bakal di lanjut Amel pun berpikir itu akan menyakiti hati pacar nya Edward.


Edward pun pergi meninggalkan Amel sendiri di ruang tamu, Edward pergi menuju ke rumah Ana untuk menjelaskan semua nya.


Amel yang sedang duduk sendiri di sofa itu termenung dan terdiam sambil berpikir, dan tanpa disadari ternyata air mata Amel menetes satu persatu. Amel menangis karena kecewa, tapi Amel berusaha untuk ikhlas.


Mama nya Edward melihat Amel duduk di sofa sambil menangis itu pun bertanya "Amel... Kok nangis? Edward mana? Kok kamu sendiri?"


Amel langsung mengusap air mata nya dan hanya tersenyum, lalu Amel berkata "gapapa tante, cuma sedih aja dikit" ucap Amel.


Mama nya Edward pun penasaran apa yang membuat Amel begitu sedih sampai meneteskan air mata?


"Kamu sedih karena apa sayang? Cerita sama tante, siapa tau tante bisa bantu" ucap mama nya Edward.


"Aku bakal cerita ke tante, tapi tante janji ya sama aku harus menyetujui apapun keputusan Edward" ucap Amel.


"Iya, tante janji" ucap mama nya Edward.


Amel pun langsung menceritakan kejadian tadi, dan mama nya Edward pun terkejut mendengar cerita dari Amel.


"Jadi Edward pergi untuk milih pacar nya itu!?!? Gak bisa dibiarin" ucap mama nya Edward.


"Tan, tante restuin hubungan Ana sama Edward ya tante. Cuma Ana cinta sejati nya Edward, kalau aku gak bisa milikkin Edward dan jaga dia mungkin Ana bisa" ucap Amel.


Mama nya Edward pun merasa tidak enak dengan Amel karena sudah membuat hati nya sakit dan sedih, mama nya Edward pun meng-iya kan perkataan Amel.


"Baiklah, sekarang tante akan menyetujui dan merestui hubungan Ana dan Edward. Tapi tante minta maaf soal kejadian hari ini ya sayang, maaf kalau anak tante buat kamu sedih" ucap mama nya Edward langsung meminta maaf sambil mengelus punggung Amel.


Setelah rasa sedih Amel hilang, Amel pun berpamitan dengan mama nya Edward sekaligus diri nya mau balik ke luar negeri lagi.


Niat nya Amel ingin sekaligus berpamitan dengan Edward, tapi sayang seperti nya Edward masih belum pulang.


Mama nya Edward mengantarkan Amel ke bandara, sambil memeluk Amel dan itu sebagai tanda perpisahan.


Di sisi lain, Edward menunggu Ana di ruang tamu dan duduk di sofa. Sudah 1 jam Edward menunggu Ana untuk keluar dari kamar, mama nya Ana juga mencoba untuk membujuk Ana agar menemui Edward di luar.


"Ana, kamu coba denger penjelasan Edward dulu sayang" ucap mama nya Ana.


"Nggak ma, aku ga mau" ucap Ana.


"Ana, kasih kesempatan terakhir buat Edward sayang" ucap mama nya Ana dan ternyata itu berhasil membujuk Ana.


Ana pun keluar dari kamar dan menemui Edward, Edward melihat Ana yang keluar dari kamar itu pun langsung berdiri dan menjelaskan semua nya ke Ana.


Ana pun memberikan kesempatan terakhir untuk Edward, walaupun Ana tau Edward tidak salah apa-apa.


Ana hanya merasa cemburu melihat Edward yang mau dijodohkan dengan Amel itu, dan Ana mencoba untuk tidak egois lagi dan menghilangkan rasa cemburu nya.


Mama nya Edward menelpon Ana, Ana hanya melihat ke layar ponsel nya itu sambil melihat ke arah Edward.


Ana pun mengangkat telepon dari mama nya Edward.


"Hallo Ana, tante minta maaf sama kamu kalau selama ini tante jahat sama kamu dan tidak merestui hubungan kamu sama anak tante" ucap mama nya Edward di telepon.


"Hallo juga tante, iya tante gapapa kok" ucap Ana.


"Sekarang tante menyetujui hubungan kalian berdua, tante harap kamu bisa menjadi yang terbaik untuk anak tante" ucap mama nya Edward.


Perkataan mama nya Edward itu membuat Ana senang.


"Hah, serius tante!? Makasih banyak tantee" ucap Ana.


Edward yang menguping dan mendengar perkataan mama nya itu pun ikut senang, dan mereka berdua berpelukan sangkin senang nya.


"Akhir nyaaa, mama kamu ngerestuin hubungan kitaaa" ucap Ana.


"Iya, syukur lah. Akhir nya aku bisa pacaran sama kamu dengan tenang" ucap Edward.


Mama nya Ana pun ikut senang melihat Ana yang begitu gembira, mama nya Ana selalu mendoakan anak nya itu agar selalu bahagia.


Edward izin pamit ke mama nya Ana untuk mengajak Ana jalan-jalan, dan sudah tentu itu di izinkan oleh mama nya Ana.


Ana dan Edward berkeliling taman, dan membeli eskrim, gulali, boneka.


Malam telah tiba, setelah itu mereka berdua memainkan 15 permainan di pasar malam.


Ana sangat bahagia, begitupun dengan Edward. Sekarang tidak ada lagi penghalang hubungan mereka, Edward berencana untuk melamar Ana ketika sudah lulus sekolah dan mendapatkan kerja.


Walaupun mama nya Artis, tapi tetap saja Edward ingin mandiri dan mencari kerja sendiri.