
Sesampainya di rumah, Edward langsung menyampaikan semua nya ke mama Ana. Dan mama nya Ana kaget mendengarkan kabar tentang Ana dari Edward.
Tak lama kemudian, papa nya Ana pulang kerja. Lalu papa nya bertanya kemana Ana, dan mama nya Ana menjelaskan semua nya. Benar saja, papa nya Ana pun terkejut mendengar kabar buruk yang menimpa anak gadis satu-satu nya itu.
"Saya harus menyetujui syarat dari Randy tante, demi Ana" ucap Edward.
Mama nya Ana tak setuju soal itu, kalau Edward menyetujui syarat dari Randy untuk menjauhi Ana pasti Ana akan sedih dan kecewa.
"Gak, tante gak setuju" ucap mama nya Ana.
"Tapi tan, gak ada cara lain" ucap Edward yang langsung mengambil handphone nya untuk menelpon Randy.
Papa nya Ana memiliki ide, dan berkata "tunggu dulu, om punya ide" ucap papa nya Ana.
Mama nya Ana dan Edward senang mendengarkan perkataan papa nya Ana itu, dan papa nya Ana memberikan ide "gimana kalau kamu telpon Randy dan bilang kalau kamu setuju sama persyaratan nya, terus kamu tanyain alamat dia sekap Ana dimana. Dan om sama tante bakalan lapor polisi, om sama tante ke alamat itu bareng polisi. Gimana? Ide bagus?" ucap papa nya Ana.
Mama nya ana langsung setuju dengan ide nya papa Ana, "ide bagus tuh, ayo Edward telpon Randy sekarang" ucap mama nya Ana.
Edward langsung menelpon Randy, dan menyetujui persyaratan dari dirinya.
"Gua udah setuju sama persyaratan lu, sekarang dimana alamat lu sekap Ana!? Gua mau jemput dia !" tanya Edward.
"Nice, mumpung Ana belum sadarin diri lu jemput dia sekarang di Jl. Merpati 0297 rumah kosong, warna ungu" ucap Randy.
Randy langsung mematikan telpon dan tertawa dengan kencang "Hahaha sekarang lu jadi milik gua Ana!" ucap Randy.
Ana yang sedari tadi sudah sadar itu ternyata sedang pura-pura belum sadar agar Randy tak curiga. Ana juga tau syarat yang dibuat Randy ke Edward, tapi Ana sedikit kecewa Edward menyetujui persyaratan dari Randy.
Edward datang di alamat itu, lalu membuka ikatan tali yang mengikat Ana.
Edward langsung menggendong Ana dan segerombolan polisi langsung masuk dan menangkap Randy.
Randy terkejut melihat kedatangan polisi "kurang ajar lu, lu manggil polisi!?" tanya Randy.
"Bukan Edward yang manggil polisi, tapi saya!!" ucap papa nya Ana.
"Berani-berani nya kamu nyulik anak saya dan mau menjualnya" ucap papa Ana.
"Kalau kamu berani ganggu anak saya lagi, saya gak akan segan untuk bunuh kamu. Kamu belum tau saya siapa? Saya ketua polisi, kamu yang cuma ketua osis aja tingkah nya berantakan mau kasih makan apa anak orang yang kamu nikahi nanti?" ucap papa nya Ana.
"Bawa dia" ucap papa nya Ana menyuruh anggota polisi untuk membawa Randy ikut masum ke dalam mobil polisi dan di bawa ke kantor untuk ditindak lanjuti.
Edward langsung membawa Ana masuk ke dalam mobil papa nya, dan menidurkan kepala Ana di pangkuan Edward.
Ana langsung terbangun waktu Edward menidurkannya di pangkuan Edward "akhir nya kamu sadar juga, aku khawatir sama kamu" ucap Edward.
"Aku kamu?" tanya Ana.
Edward speechless yang penting Ana selamat dan sudah sadarkan diri.
Mama dan papa nya Ana pun senang karena anaknya sudah sadar, Ana pun menceritakan semua nya.
"Sumpah lo jahat sama gue, malah setuju sama syarat nya si Randy" ucap Ana yang jengkel dengan Edward.
"Gua serba salah, demi lu gua rela setuju sama syarat nya Randy" ucap Edward.
Ana terdiam mendengar jawaban Edward, dan membuang pandang ke arah lain sambil mencari alasan "ah alasan lo" ucap Ana.
Edward pun hanya diam yang penting Ana sudah ada di sampingnya itu lebih dari cukup untuknya.
Beberapa menit kemudian mereka tiba dirumah, dan Ana langsung pergi mandi karena badannya sudah lengket dari tadi siang sepulang sekolah dia belum mandi.
Edward berbincang-bincang dengan papa dan mama nya Ana, Edward mendapatkan restu tambahan dari papa nya Ana. Edward berada di posisi pertama di hati kedua orang tua Ana, tinggal mendapatkan posisi pertama di hati nya Ana.
Setelah berbincang-bincang, Ana pun selesai mandi. Edward meminta waktu Ana untuk bicara sebentar dengan nya.
"Ana, bisa ikut gua sebentar? Gua mau ngomong sama lu" tanya Edward.
"Okeh, 5 menit. Gue mau tidur, capek" ucap Ana memberikan waktu 5 menit untuk Edward bicara dengannya.
Edward setuju dan menggunakan waktu 5 menit untuk mengajak Ana besok ke suatu tempat.
"Udah? Itu aja?" tanya Ana.
"Mau lah masa enggak, kapan lagi coba laen di pasar malem. Udah lama gue gak main di sana" ucap Ana.
"Kenapa gak ke sana ajak nyokap sama bokap lu?" ucap Edward.
"Aelah, mereka sibuk. Bokap gua kerja pulang sore, malem nya ngurusin data-data. Nyokap gue kerja jualan online di rumah, live tiktok, live shopee segala macem mana ada waktu buat kek gitu" ucap Ana.
"Kalo gitu besok gua yang nemenin lu ke sana" ucap Edward.
"Oke deal, pulang sekolah ya. Langsung ke sana, awas lo boong" ucap Ana.
"Siap bos, laksanakan" ucap Edward.
"Udah ah lu, lama. Lewat dari 5 menit ini, gue mau tidurrr. Lo pulang sana" ucap Ana.
"Galak amat neng, gua pulang dulu. Tidur nyenyak lo, besok gua jemput" ucap Edward.
"Iya siap, lo juga. Kabarin gue jangan lupa lo, ngartis amat lo kagak bales chat gue kemaren" ucap Ana mengungkit kejadian kemarin.
"Iya maaf deh gua gak gitu lagi deh janji sumpah suerrr" ucap Edward.
"Dih" ucap Ana.
"Ya udah sana pulang, udah malem bau busuk badan lu liat baju nya belum ganti. Besok kan pakai baju ini" ucap Ana.
"Oh iya juga, gua pamit pulang kalau gitu" ucap Edward.
Baru saja Edward ingin pulang papa nya Ana berkata "kamu nginep disini aja" ucap papa nya Edward.
"Lho pa? Tidur dimana? Kan kamar cuma 2" tanya Ana.
"Sama papa, mama tidur sama kamu" ucap papa Ana.
"Wa-waduh, hahaha gak usah om takut ngerepotin. Gak enak saya nya" ucap Edward.
"Udah malem lho Edward, apa mau tidur di kamar Ana aja? Hahaha" ucap mama nya Ana.
"Papa sih gak keberatan kalau Edward mau tidur di kamar nya Ana hahaha" ucap papa nya Ana.
"Ana keberatan!" ucap Ana langsung memotong pembicaraan mereka.
"Eh gak deng, boleh tidur sekamar sama gue tapi lo tidur di lantai" ucap Ana.
"Jahat amat lu neng ama gua" ucap Edward.
"Hahahaha" papa dan mama nya Ana tertawa.
"Udah lo nginep di rumah gue aja, sementara lu pake baju tidur bokap gua dulu besok pagi-pagi kita berdua kerumah lo buat ambil ****** lo kan baju sekolah lo dirumah gue tuh nah baju sekolah lu dibawa jangan sampe ketinggalan terus lo mandi dah tuh dirumah lo abis itu baru kita berangkat ke sekolah, paham kagak yang gue bilang? Jangan bilang lo kagak ngerti" ucap Ana.
Edward sedikit tidak mengerti tapi mencoba untuk mencerna dari perkataan Ana. "Ya, gua ngerti"
Edward mengganti baju nya, dan masuk ke kamar Ana.
"Lu yakin mau tidur di lantai beneran?" tanya Ana.
"Kan lu yang bilang" ucap Edward.
Ana tak tega kalau Edward tidur dilantai karena di lantai sangat dingin, lalu Ana membiarkan Edward untuk tidur satu ranjang dengannya.
"Sini tidur di sebelah gue" ucap Ana.
"Eeits, awas lo macem-macem ya ini bates nya. Yang lewat dari batas ini dia jadi kambing" ucap Ana yang membatasi dengan bantal guling.
"Oke, terimakasih nona sudah berbaik hati dengan saya" ucap Edward.
Mereka pun tidur, setelah mereka pulas tertidur... Ana menendang Edward sampai terjatuh dari kasur.
"Aduh, sakit gila tendangannya Ana kuat juga" ucap Edward.
"Belum juga tidur satu ranjang setiap hari dengan Ana, baru beberapa jam aja udah remuk pinggang gua" ucap Edward sambil mengambil bantal kepala dan menaruh di lantai.
Edward pun melanjutkan tidur nya di lantai.