
Di sekolah, cewe berinisial V dari kelas sebelah waktu itu masuk ke kelas Ana yang ternyata dia ingin bertemu dengan Edward.
"Halo sayang, masih inget aku gak?" ucap cewe berinisial V.
Ana melihat cewe itu memanggil Edward sayang merasa kesal, tapi kenapa? Ana mengira kalau cewe itu pacarnya Edward.
"Pacar lo?" tanya Ana ke Edward untuk memastikannya langsung.
"Bukan" ucap Edward langsung menjawabnya dengan cepat.
"Ih sayang kok kamu gitu sama aku? Aku kan calon pacar kamu" ucap cewe berinisial V itu.
Mendengar perkataan cewe itu, Vira teman sekelasnya Ana langsung menarik rambutnya "heh, lo jaga mulut ya! Edward itu calon pacar gue bukan calon pacar lo" ucap Vira.
Tania melihat tingkah laku kedua cewe ini merasa jengkel, dan bertanya ke Ana. "Nih orang dua kenapa dah?"
"Kaga tau gue juga bingung" ucap Ana.
Ana bertanya ke cewe berinisial V itu "lo nama nya siapa?"
Cewe berinisial V itu langsung menjawab "nama gue Virly calon masa depannya Edward dan lo siapa ya? Kok deket banget sama calon suami gue" ucap Virly yang kata nya calon pacar Edward.
Ana yang mendengarnya itu merasa risih, dan Ana berdiri dan pergi keluar kelas. Edward melihat Ana pergi keluar kelas langsung mengikuti Ana pergi keluar kelas juga.
Ana merasa kesal dengan perkataan Virly tadi, dan Ana sendiripun tak tahu apa yang dia rasakan sekarang. Perasaan aneh apa ini? Banyak pertanyaan yang muncul di benak Ana yang tak dapat terjawab.
Edward menghampiri Ana yang sedang duduk sendiri di bangku dekat taman sekolah.
"Lu kenapa na?" tanya Edward penasaran.
"Gue risih ama tuh cewe" ucap Ana.
"Cemburu lu?" ucap Edward memastikan dan berharap Ana menjawab iya.
"Enak aja, ngapain" ucap Ana tak mengaku, padahal dirinya sendiri pun belum tahu jawaban yang sebenarnya.
"Udah dong, jangan ladeni cewe itu kan ada gua. Gua aja yang digangguin kagak ladeni tuh cewe" ucap Edward mencoba mengembalikan mood Ana yang rusak karena ada Virly tadi.
"Kesel abisnya ama tuh orang, calon masa depan lah, calon pacar lah hilih sok cakep. Apa tadi dia bilang? lo siapa ya? Kok deket banget sama calon suami gue. Nyenyenyenye" ucap Ana mengungkit perkataan Virly tadi di kelas yang membuatnya kesal setengah mati.
Edward melihat wajah Ana yang sudah memerah karena kesal itu tersenyum melihat tingkah Ana, Edward mencoba dengan kerasa menenangkan Ana.
"Hahaha, lu lucu" ucap Edward dnegan jujur.
"Lucu darimana" tanya Ana yang sedang kesal malah dibilang lucu oleh Edward.
"Lu dari dulu bilang gue lucu pas marah padahal enggak, coba jelasin dimana letak lucu nya?" tanya Ana sekali lagi ke Edward.
Edward cuma bisa tersenyum dan menjawab "haha iya iya gak lucu, nanti gua bawa lu jalan jalan pas pulang sekolah gimana?"
"Hem, boleh deh janji ya lo?" ucap Ana yang ingin Edward berjanji pada nya untuk mengajak jalan jalan sepulang sekolah nanti.
"Iya gua janji" ucap Edward.
Ana langsung berdiri dari tempat itu dan pergi, Edward melihat Ana berdiri langsung memberikan pertanyaan ke Ana "mau kemana?"
Ana menjawab "ya mau masuk ke kelas lah"
Ana langsung pergi menuju kelas, dan Edward pun berdiri langsung mengikuti Ana dari belakang.
Sewaktu istirahat kedua ada yang memberikan coklat ke Ana, dan itu Randy si ketos di sekolah nya. Randy adalah ketos paling populer di sekolah itu, banyak cewe yang suka dengan Randy dan ingin menjadi pacarnya.
"Hai, kamu Analia ya? Aku ada coklat buat kamu mohon diterima ya. Coklat ini aku kasih ke kamu bukan sebagai ketos tapi secara pribadi" ucap Randy si ketos.
Banyak cewe di luar kelas Ana melihat kalau si ketos memberikan coklat ke Ana dan itu membuat cewe-cewe itu merasa iri.
"Jangan lupa dimakan coklat nya spesial buat kamu" ucap si ketos itu menyuruh Ana memakan coklat pemberian dari nya.
Setelah memberikan coklat tersebut Randy pergi keluar dari kelas Ana, Edward melihat Ana diberikan coklat oleh Randy merasa cemburu. Tapi wajah cemburu Edward diketahui oleh Tania yang sedaritadi melihat ke arah Edward.
"Ya ampun Ana ada yang cemburu" ucap Tania menyindir Edward.
"Siapa? Gua? HAHAHA, kata siapa?" ucap Edward yang merasa tersindir.
"Jiakkhhh? Lo merasa gue nyindir lu?" ucap Tania.
Edward merasa kalau dirinya sedang dijebak oleh Tania langsung speechless, dan menjawab "gua sih biasa aja"
Ana melihat Edward yang agak berbeda pun merasa kalau Edward sedang cemburu dan Ana tak memakan coklat dari Randy tersebut, Ana pun mempunyai ide kalau sebaiknya coklat tersebut diberikan ke cewe-cewe yang sedaritadi menggosip di depan kelas Ana.
"Hei kalian siapa mau coklat dari Randy?" ucap Ana bertanya ke gerombolan cewe-cewe itu.
Cewe-cewe itu langsung menoleh ke arah Ana dan banyak yang mau coklat itu, lalu Ana kasih ke salah satu gerombolannya. Setelah itu Ana pun kembali masuk ke dalam kelas, Edward melihat Ana tak memakan coklat dari Randy. Justru Ana malah memberikan coklat itu ke orang lain, Edward sedikit merasa senang.
Ana kembali ke tempat duduk nya dan lanjut membaca buku, Tania melihat Ana yang sifat nya berubah itu mencurigai kalau sahabatnya itu menyukai Edward. Tak seperti biasanya seorang Analia Bella Christina bisa peka seperti itu, sangat JARANG. Bahkan hampir gak pernah. Tania mencoba mencari tau soal Ana sahabatnya itu, dan berniat memperhatikan lebih dalam lagi tentang hubungan Ana dan Edward.
Jam pulang sekolah telah tiba, saat nya anak anak di sekolah pulang kerumahnya masing-masing dan beristirahat.
Edward tak lupa dengan janji nya dan mengajak Ana untuk pergi jalan-jalan, Edward mengajak Ana untuk pergi menonton bioskop di Bes Cinema XXI lalu Ana menyetujui nya.
Edward membiarkan Ana memilih judul film yang akan mereka tonton, dan Edward juga membiarkan Ana memilih makanan dan minuman apa yang akan di bawa masuk ke dalam bioskop untuk dinikmati sambil menemani nonton.
Semua nya telah selesai, setelah menonton bioskop Edward membelikan sesuatu untuk Ana. Melihat kalung liontin berbentuk love yang ia belikan waktu itu masih dipakai, Edward ingin membelikan gelang untuk Ana.
"Gua mau beliin lu gelang na" ucap Edward yang langsung memberitahukan Ana kalau diri nya mau membelikan gelang untuk Ana.
Ana mendengar perkataan Edward dan langsung berkata "kaga usah, mahal. Mending simpen aja, tadi lo udah habis banyak buat nonton bioskop"
"Kagak, gua beli gelang couple buat kita berdua" ucap Edward.
"Gelang couple? Bukannya gelang couple itu buat orang pacaran ya?" tanya Ana dengan polosnya.
"Ya kalau lo mau pacaran ama gua juga gua fine-fine aja kok" ucap Edward memberikan kode ke Ana.
"Apa sih, emang lo suka ama gue?" ucap Ana sedikit memastikan dan berharap jawaban Edward adalah Iya.
Edward speechless dan tak bisa berkata kata, rasa gengsi terlalu tinggi sehingga Edward menjawab "kagak, kata siapa gua suka ama lu?"
Ana sedikit kecewa mendengar perkataan Edward tapi isokeee, kecewa dikit ga ngaruh.
Ana menjadi lesu dan tak bersemangat waktu mendengar jawaban dari Edward.
Edward langsung mengajak Ana untuk membeli gelang couple itu.
"Sini gua pakein gelang nya, jangan lu lepas ya" ucap Edward.
"Gua ga pernah ngelepasin pemberian dari lo, kalung aja masih aman sampe sekarang" ucap Ana dengan polosnya.
Edward senang mendengar perkataan Ana itu, dan memakaikan gelang ke pergelangan tangan Ana.
"Sini gue pakein gelang lo" ucap Ana sambil memakaikan gelang couple ke pergelangan Edward.
"Jiakh elah udah kayak tukeran cincin nikah" ucap Edward dengan asal ceplos.
"Cincin nikah pala lo" ucap Ana yang jengkel dengan perkataan Edward yang tadi.
Edward hanya tersenyum melihat Ana, dan Edward pun mengajak Ana untuk pulang karena hari sudah semakin gelap.