
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk"Titah Jane.
Pintu terbuka menampakan Jeffrey kini tersenyum kearahnya, "Gak ganggukan?"tanya Jeffrey.
Jane hanya menatapnya datar, "Ngapain lo kesini belum puas nyakitin hati orang2?"tanya Jane dengan nada ketus.
Jeffrey makin tambah bingung siapa maksud Jane orang2?, "Aku beneran gak ngerti kenapa kamu tiba2 marah sama aku, tapi aku gak akan nyerah jan, aku akan berusaha untuk dapetin kamu"
Jane hanya tertawa hambar saat mendengar penuturan itu, "Terserah lo aja gue gak peduli, lo harus tau ini sebelum nyesel.."jane menggantung kalimatnya.
"Rosie itu cinta sama lo"Ucap jane.
"Aku tahu kok, terus kamu salah paham karena itu?,,aku cuma mau jelasin kalau aku sama rosie gak lebih dari sahabat, dia udah berkali kali bilang cinta sebagai sahabat sama aku, jadi kamu gak perlu khawatir sama hubungan aku sama Rosie"jelas Jeffrey,
dia berharap Jane akan percaya dengannya, dan berbaikan, Jeffrey bener2 tidak bisa di cuekin oleh orang yang dia cinta apalagi ini cinta pertamanya.
Jane hanya geleng2 kepala mendengar jawaban Jeffrey, "Lo tuh bego banget sih, dia itu cinta sama lo bukan sebagai sahabat, tapi sebagai laki2 yang akan ngendampingin hidup dia"Bentak Jane.
Jeffrey terdiam, sungguh dia tidak menyangka bahwa sahabatnya itu akan menyukainya. "Aku gak peduli, aku udah ingetin ke dia kalau gak boleh ada perasaan satu sama lain, jadi ini bukan kesalahan aku, aku bakalan tetep ngejar kamu"
Jane melangkah mendekat Jeffrey dan langsung meninju kuat rahang Jeffrey, "Gue gak nyangka lo Sebrengs*k ini, sekarang mending lo keluar dari tempat gue"Usir Jane.
Jeffrey merasakan sudut bibirnya mengeluarkan darah, dia tersenyum miring "Ok aku bakalan keluar tapi aku gak bakal nyerah kamu inget itu"Ujarnya dan langsung keluar dari ruangan jane.
"Jeffrey Brengs*ek lo tuh cuma terobsesi sama gue bukan cinta, mati aja lo!!" Amuk Jane yang masih bisa di dengar oleh Jeffrey. Namun pria itu langsung keluar dari tempat itu. Dia tidak peduli dengan kata2 Jane.
*_____________*
Rosie pada akhirnya memutuskan untuk menghubungi Sean. Entah kenapa Rosie merasa nyaman saat sean menenangkan dirinya, ada rasa hangat yang dia rasakan di saat bertemu pria itu.
Saat ini Sean dan Rosie berada di taman yang mereka singgahi kemaren. Rosie memilih taman agar dia bisa merilekskan pikiran dan juga jiwa raganya.
"Jadi ngapain kamu manggil saya?, untung saya Free, berterimakasih lah karena saya sudah mau meluangkan waktu saya yang berharga untuk kamu"ujar Sean dramatis, menurut Sean waktu itu adalah uang
jadi dia tidak bisa menghabiskan waktunya begitu saja. Memang Sean akui dia itu gila kerja.
Rose hanya terkikik mendengar ucapan Sean, Yang membuat Sean bingung dimana letak kelucuannya, "Kamu kok ngetawain saya lucunya dimana coba?,, oh!! atau muka saya yang lucu,,emang sih saya tu lucunya ngalahin baby face"sombong Sean kepedean.
"Lagian lo tuh formal banget berasa nemu klient aja gue, pake aku-kamu atau lo-gue aja kali se"Ucap Rosie tak habis pikir, karena sudah hampir seminggu mereka kenal.
"Kamu tuh kesepian ya?,, saya pernah baca menurut psikologi kalau orang yang ketawa dengan hal2 kecil tuh berarti dia kesepian"Ucap Sean yang langsung mengubah air wajah rosie menjadi Sendu.
"Ya menurut lo? "lirih Rosie.
"Saya gak bisa ngehibur Orang, tapi saya bisa ngebuat orang yang kesepian jadi keramean loh"Ujar Sean sambil tersenyum manis yang membuat rosie sadar kalau sean itu tamvan.
"Masya allah kok manis"batin Rosie.
"Gue gak ngerti lo ngomong apa"Ucap Rosie.
Pria itu menghela nafasnya "Yaudah kalau gak ngerti saya buat mengerti, emang susah kalau ngurus orang bego tuh ya gini untung saya udah biasa"Ucap Sean dengan entengnya.
Rosie hanya merotasi matanya, "frontal banget jadi orang"gumam Rosie.
Sean bangkit dari duduknya dan menatap rosie sambil tersenyum tipis "Kamu tunggu bentar ya"ujar Sean sambil menjauh meninggalkan Rosie.
Sean berlari mendatangi segerombolan anak2 TK yang tengah bekumpul ditaman itu, kebetulan sekolah TK sangat dekat dengan taman ini. "Permisi! "Sapa Sean pada guru yang masih terlihat Muda.
"Eh pak Sean, ada apa pak?"tanyanya. Ya gadis itu mengenal Sean karena TK yang iya tempati adalah milik keluarga Sean.
"Saya boleh minjam anak2 bentar buk, gak lama kok"Ijin Sean.
Guru itu berpikir sebentar sebelum mengangguk, "Boleh pak tapi saya juga ikut ya pak, saya cuma pengen ngawasin aja takutnya mereka nakal, dari jauh kok pak tenang aja"jelas Guru itu.
Sean tersenyum senang "Makasih buk, ya udah yuk anak2 kalian pengen ice cream dari Om gak?"tanya Sean.
"Mau Om"Jawab anak2 sekitar belasan orang itu.
"Tapi ada syaratnya"Sean langsung menyuruh anak2 itu berkumpul dan membisikan rencananya.
*_______*
Rosie dapat melihat segerombolan anak2 kecil yang sangat lucu datang kearahnya sambil membawa balon.
Setelah sampai, salah satu anak mendekat ke Rosie "Tante jangan sedih ya, nanti wajah tante jelek Walupun gak sedih juga jelek tapi gak boleh sedih"ucap anak laki2 yang mungkin masih berusia sekitar 5 tahun itu.
Rosie ternohok sulit membedakan ini sebenarnya hiburan atau hinaan. Gadis itu menyemakan posisinya dengan anak2 itu.
"Tante tenang aja walapun tante putus cinta, kata Om Sean masih ada dia yang lebih baik dari cowok tante"ujar anak gadis yang berada tepat di depan Rosie.
"Hadeh narsis banget tu cowok, eh ini berasa sean nawarin diri secara gak langsung aja"batin Rosie.
Gemas dengan anak kecil itu Rosie mecubit pipi chubby anak gadis itu,"Bilang ketante!, pasti Om Sean ya yang ngajarin ngomong gini?"tanya rosie yang langsung di angguki anak2 itu.
"Tante tulis harapan tante disini nanti balonnya kita terbangin cama2 ya"ujar Sean yang baru datang membawa selembar kertas dan pulpen.
Rosie tersenyum dan menuruti apa kata Sean. Setelah selesai Sean langsung mengikatnya di tali balonya. "Sebenernya gak yakin sih sama yang beginian, saya gak tahu ampuh apa nggak tapi kalau di film2 sih saya liat terkabul2 aja"ujar Sean.
"Ya iyalah terkabul kan settingan"ujar Rosie malas. Sean meraih tangan Rosie namun anehnya gadis itu menepisnya kasar. "Jangan sentuh gue kalau bukan gue yang duluan nyentuh lo"Kesal Rosie.
"Kenapa, tangan saya bersih kok gak ada bakteri yang hinggap"Aneh Sean, padahal dia hanya berniat memberikan balon saja.
Rosie tidak memperdulikannya dia lebih memilih mengambil balon dan dengan segera menerbangkannya, gadis itu memandangi balon yang perlahan mulai menaik ke atas.
Sedangkan Sean beralih ke anak2 yang hanya memperhatikan mereka dari tadi, "Makasih ya udah bantu Om, Ice Creamnya minta ke buk guru ya"ujar Sean.
"Siap Om"
Anak perempuan yang dicubit rosie tadi mendekat ke rosie, "Tante aku pamit ya, tante jangan sedih, kalau tante galau makan B3***r aja kalau gak minum cok3lat*s aja biar mamamia jelatos"ucap Anak itu yang membuat Rosie terkikik. Ini contoh2 anak korban iklan.
"Iya makasih sarannya ya"ujar Rosie sambil mengelus elus surai panjang yang terikat itu.
"Aku pergi dulu ya tante assalamualaikum"pamit anak itu.
"Waalaikum salam "
Rosie berbalik ke arah Sean dan tersenyum pada pria itu, "Makasih ya"ucapnya tulus, berkat Sean dia bisa sejenak melupakan kesedihannya.
"Sama2"
"Ekhem!! "Dehem seseorang.
Sean dan Rosie langsung menoleh keraha sumber suara, dan terdapat Jeffrey yang menatap mereka dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Rosie saya pengen ngomong sama kamu sebentar "ucap Jeffrey datar. Rosie sangat terkejut dengan cara bicara Jeffrey yang terkesan dingin serta formal kepadanya.
"Ngomong langsung aja jef"Suruh Rosie.
Jeffrey langsung mencekam pergelangan tangan Rosie kuat. "Pak Sean saya pinjam Rosie sebentar"ucap Jeffrey sopan, mau bagaimanapun Sean masih menjadi partner kerjanya
Sean mengangguk, "Silahkan pak, saya akan menunggu disini"ujarnya.
Jeffrey langsung menarik rosie menjauh dari Sean, sampailah mereka di bagian taman yang tampak sepi. "Bener lo suka sama gue? "tanya Jeffrey langsung to the poin.
Rosie terdiam, dia bingung harus menjawab apa, dan darimana Jeffrey tahu kalau dia menyukai pria itu, apa Jeffrey yang menyadarinya atau diberitahu oleh seseorang, tapi setahu rosie dia tidak pernah bercerita kesiapapun.
"Jawab Rosie!! "Bentak Jeffrey yang membuat Rosie terlonjak, selama ini tidak pernah Jeffrey membentaknya seperti ini.
"Iya gue suka sama lo, gue cinta sama lo PUAS? "Ujar Rosie dengan nada yang juga ikut meninggi.
Jeffrey hanya tersenyum remeh, "Emang ya lo tuh gak tau diri, gara2 lo Jane ngejauhin gue, harusnya lo gak pernah suka sama gue, bego!!"bentak Jeffrey. Pria itu kini tengah dikuasi amarah, dia bahkan tidak bisa berpikir jernih sekarang.
"Gue juga gak pengen kayak gini, lo kenapa jadi gini sih jeff, cuma karena cewek lo berubah kayak gini "balas Rosie, entah sejak kapan air mata gadis itu telah keluar dengan kurang ajarnya.
"Sejak Gue tau lo suka sama gue, mulai sekarang lo gak usah deketin gue lagi, gue gak mau semuanya rusak gara2 lo nyimpan rasa sama gue..."
"....dan lo harus inget gue gak pernah suka sama lo bahkan sekarang gue benci sama lo"Bentak Jeffrey. Pria itu langsung meninggalkan Rosie tanpa memperdulikan tangis gadis itu.
Rosie memukul dadanya yang terasa bagai di hantam sesuatu, hati gadis itu begitu tercubit, bisa2nya Jeffrey memutuskan hubungan mereka yang belasan tahun cuma gara2 hal sepele seperti ini.
Sean yang melihat itu dengan segera berlari ke tempat rosie, dia diam2 bersembunyi dan mendengar seluruh pertengkaran Jeffrey dan Rosie, biarlah sekali ini dia kepo dengan privasi seseorang.
Sean membawa Rosie dalam pelukannya berharap gadis itu akan tenang. Namun rosie malah mendorong Sean kuat sehingga membuat pemuda itu terdorong kebelakang.
"Udah gue bilang jagan sentuh gue, lo tuli ya!!!"teriak gadis itu. Wajahnya berubah pucat gadis itu memeluk lututnya sendiri dan menangis.
Sean menjadi bingung apalagi saat melihat tubuh rosie bergetar seperti orang ketakutan. "Rosie kamu gak apa apa kan? "panik Sean.
Rosie merasa nafasnya terasa tercekat, gadis itu bersusah payah mencari pasokan oksigen, namun pandangannya mengabur, Rosie langsung tumbang begitu saja.
"Rosie!!!"Sean langsung mengangkat Rosie dan membawanya kemobil.
TBC
Jangan lupa like dan votement kalian