WHAT'S WRONG WITH HER

WHAT'S WRONG WITH HER
bab 13



Rosie berkali kali bersin hingga hidungnya memerah. Akibat hujan kemarin, gadis itu jadi demam. Karena memang rosie tidak sekuat itu saat berurusan dengan hujan. Dia pasti akan terserang demam.


"Sayang, kamu demam nak? "tanya dara khawatir saat memasuki kamar anaknya itu. Wanita itu memeriksa kening anaknya, dan benar saja tubuh gadis itu sangat panas.


"Kita kerumah sakit aja ya!"ajak Dara bersiap memanggil para maid untuk membantunya.


Namun tangannya langsung di cekal oleh Rosie. "Gak usah bund, ambilin obat demam aja"


Dara menghela nafa pelan, anaknya ini memang keras kepala "Ya udah kamu tunggu sebentar, bunda ambilin obat dulu"


Rosie hanya mengangguk saja dengan mata tertutup, kepalanya terasa sangat berat sehingga membuat gadis itu tidak bisa banyak gerak.


Tak lama, Dara datang membawa nampan berisikn obat dan juga bubur. "kamu makan dulu, setelah itu baru minum obat"titah dara. Wanita itu membantu Rosie untuk bersandar, dan menyaupi anak semata wayangnya itu.


"Udah bund"Rosie rasanya tidak bisa menyuap lagi, padahal gadis itu baru saja makan 4 sendok.


"Satu sendok lagi ya,kamu baru makan beberapa sendok loh"paksa Dara


Lagi2 Rosie menggeleng "rosie udah kenyang, langsung minum obat aja. Aku gak mau kalau bolos kerja nanti ayah marah lagi"lirih Rosie. Walaupun ayah nya kini tidak ada di rumah. Namun ayahnya akan senantiasa memantau dirinya.


Apalagi hanya alasan demam, itu tidak akan bisa dijadikan alasan untuk tidak masuk kantor. Di tambah lagi hari ini Rosie akan melaksanakan meeting yang dimana ayahnya akan hadir, jadi dia harus bisa hadir.


"Kamu lagi sakit begini malah mikirin kerjaan!, bunda gak akan ngijinin kamu berangkat sebelum kamu sembuh total" ucap dara sedikit membentak anaknya itu. Ibu mana yang tega saat melihat anaknya sakit begini di paksa bekerja.


"Rosie udah mendiangan kok bunda, udah ya Rosie mau siap2 dulu"ujar Rosie sembari membuka selimut yang menutup tubuh hangatnya.


"Kamu kenapa gak dengerin bunda sih, udah cukup kamu di perbudak ayah kamu rosie!!. Kalau dia bener2 sayang sama kamu dia gak akan maksa kamu kerja dalam keadaan sakit kayak gini"


"TAPI AYAH GAK PERNAH SAYANG SAMA AKU BUND. Bunda bisa liat gimana menderitanya aku terus di siksa ayah hanya karena hal2 sepele. Aku udah capek bund, aku udah gak tahan di sama perlakuan kasar ayah, apalagi kata2 ayah yang seharusnya gak aku denger"Tangis gadis itu tumpah begitu saja.


Sedangkan dara. Wanita itu terdiam memandang putrinya yang dapat dilihat sangat tertekan selama ini. Dara langsung memeluk tubuh ringkih itu. "Maafin bunda. Bunda cuma khawatir sama kamu nak"


Brak...


"Ayah!!!"kaget Dara dan Rosie saat ayah Mason datang dalam keadaan marah.


"Kamu kenapa masih dirumah?, perusahaan bermasalah bukannya menyelesaikannya malah santai2 dirumah, dasar anak gak berguna"Bentak Mason.


Rosie benar2 bingung masalah apa yang di maksud oleh ayahnya, setaunya perusahaan nya aman2 saja. "M_maksud ay-"


PLAK.


Mason menampar keras Rosie dengan sebuah map yang ada di tangannya. Bibir gadis itu sedikit robek sehingga mengeluarkan sedikit darah segar di sudut bibirnya.


PLAK


Kali ini Dara sendiri yang menampar keras suaminya


"Terserah!,, kamu urus anak kamu yang gak becus ini, kalau sampai dalam 3 hari masalah ini gak selesai, siap2 aja kalian berdua nerima hukuman yang setimpal dari saya"Ancam Mason, sebelum pergi dia lebih dulu melempar map yang ditangannya kewajah Rosie.


"Kamu baca itu!!!"ucapnya lalu pergi begitu saja.


Rosie dengan cepat membuka map itu dan membacanya. "Penggelapan Dana Perusahaan?"


*__________*


Sean tersenyum kecut menatap figura potonya bersama seorang gadis yang selama ini dia cari keberadaan nya entah dimana. Karena perempuan itu juga hingga sampai saat ini Sean masih betah melajang.


Dia yakin, pasti dia bisa menemukan gadisnya itu. "Kamu kenapa ninggalin saya?. Kamu tau sampai saat ini saya masih mencari kamu, saya masih mencintai kamu"lirihnya.


Sean meletakan poto itu disamping meja kerjanya. Pria itu berjalan menuju kaca besar yang menampakan pemandangan kota jakarta. Pikirannya saat ini masih tertuju pada perempuan itu.


Sean melirik arlojinya yang sudah menandakan waktunya makan siang. Namun di saat dia ingin keluar tiba2 saja hp nya berdering dan menampakan nama mama Yunda tersayang disana.


"Assalamualaikum ma"


"Waalaikum salam, kamu hari ini bisa pulang awal gak nak?, Mama pengen kita makan malam bareng, soalnya kan besok papa bakal berangkat ke luar negeri "


"Bakal Sean usahain deh ma"


"Harus dong!, kitakan jarang banget makan malam bareng, nanti juga kakak kamu sama Edwan bakalan dateng juga"


"Iya2 deh bakal dateng"


"Eh ajak Rosie juga ya, mama udah kangen banget sama dia"


"Loh kok mak lampir di ajak juga sih, gak ah ma Sean gk mau" Tolak Sean mentah2


"Tapi mama rindu se"


"Jangan rindu ma, rindu itu berat" ucap Sean ala2 Dilan


"Justru rindu itu berat, mama pengen ngeringanin dengan ketemu Rosie, pokoknya gak mau tau ya!! ,rosie harus dateng!!kalau gak Mama bakal ngambek sama kamu"


"Ma-"


Tut...


"Hah, punya emak kok gini amat ya!"Sean hanya bisa pasrah dan segera keluar dari ruangannya untuk menemui rosie.


TBC


jangan lupa lika dan votement nya ya 😁