
Rosie menyetir mobil dengan tangan yang bergetar hebat. Dia ingat betul bagaimana jane yang sangat terdengar panik saat menelpon nya tadi. Bukan hanya itu, kekhawatiran rosie semakin di buat parah saat mendengar suara dentuman yang begitu keras.
Saat sampai di jalanan yang disebut jane, kerumunan orang2 yang menjadi pemandangan pertama Rosie. Dengan cepat gadis itu keluar dari mobilnya dan mendekat di kerumunan itu.
"JANE! "tanpa sadar Rosie berteriak saat melihat sahabat yang sudah di anggap saudara nya itu kini berlumuran darah dalam gendongan Jeffrey.
"Lo apain Jane? "Bentak Rosie pada Jeffrey.
"Rosie please!,ini bukan saat nya buat lo marah2, kita harus bawa jane ke RS" Mendengar ucapan Jeffrey, Rosie tersadar bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk meluapkan emosinya. Dengan cepat Rosie memberi jalan agar Jeffrey bisa lewat.
Sekitar hampir 15 menit mereka menempuh perjalanan menuju rumah sakit. Jane langsung dilarikan ke UGD untuk di tangani. "Tolong selamatkan sahabat saya dok"ucap Rosie yang langsung dibalas anggukan oleh sang dokter.
Gadis itu terduduk lemas dan menangis tersedu. Berbeda dengan Jeffrey, pemuda itu berkali kali memukul kepalanya dan mengerang frustasi. Rosie berdiri dari duduknya dan melayangkan tamparan keras pada pemuda itu.
Plak
"Udah puas kan lo?,Kalau lo bisa nahan diri Jane gak akan kayak gini! "Bentak gadis itu. "Otak lo kemana jeff, lo seharusnya sadar dengan sikap lo yang berlebihan kaya gini, lo cuma terobsesi sama jane bukan cinta!"
"Ini semua juga gara2 lo!,Kalau aja lo gak punya perasaan sama gue Jane pasti gak akan nolak gue kayak gini!, dia kasian sama lo karena dia gak pengen nyakitin sahabatnya sendiri yang gak pernah dapat kasih sayang dari laki2 bahkan dari ayahnya sendiri!" Jawab Jeffrey.
Air mata Rosie kian mengalir deras saat mendengar ucapan Jeffrey yang begitu menusuk.
"Gue gak semurah itu untuk dapetin kasih sayang dari laki2 yang brengs*k kayak lo, gue ngaku kalau selama ini gue suka sama lo, tapi gue gak kayak lo yang maksa orang buat cinta sama gue karena gue sadar diri dan gak punya hak ngelarang dengan status hanya sekedar sahabat "
Jeffrey terdiam, mata pemuda itu memerah tanda seakan dia menahan emosinya agar tidak meluap. "Lo tau? Penyesalan gue selama ini adalah menolong orang kayak lo, dan seharusnya gue biarin lo di p3rk0sa waktu itu dan gak ngasih perhatian sama cewek manja kayak lo"sarkas Jeffrey lalu pergi membiarkan Rosie yang mematung.
Bagai di hantam sebuah batu,Rosie jatuh bersandar pada dinding, gadis itu terisak saat mengingat perkataan Jeffrey yang sama sekali tidak pernah terpikir dibenaknya, apakah hidupnya begitu merusak impian Jeffrey? Sampai2 pria itu melontarkan kalimat yang begitu kejam.
"Permisi! "Sapa seorang wanita yang kini berada di hadapan Rosie. Gadis itu mendongakkan kepalanya melihat seorang wanita didepannya ini
"Kamu temannya jane kan?, gimana keadaan adik saya?"tanya wanita itu yang tak lain adalah winda, sepupu jane. Winda tahu jane kecelakaan dari berita yang menyebar di sosmed, tentu orang2 tahu bahwa yang kecelakaan adalah designer terkenal Jane Bry Zaylee.
"Sayang gimana keadaan Jane? "Tanya pria jangkung yang baru saja datang.
Deg..
Lagi!, jantung Rosie seakan ingin lepas dari tempatnya. Pria itu adalah Chandra, laki2 brengs*k yang hampir membuat hidup Rosie hancur. Gadis itu bergetar ketakutan dengan air muka yang perlahan berubah pucat.
"Oh ada Rosie juga, gimana keadaan Jane?"tanya Chandra dengan sok akrabnya.
Rosie tidak menjawab, dia perlahan berjalan mundur. Tungkainya seakan tidak mampu lagi menopang tubuhnya sehingga membuat gadis itu terhempas di lantai.
"Rosie kamu kenapa? "Tanya Chandra sambil mendekat ke arah gadis itu.
"JANGAN DEKATIN SAYA, SAYA JIJIK MELIHAT WAJAH KAMU!! "Gadis itu dengan susah payah berdiri dan meremas kepalanya yang begitu sakit. Rosie berlari kedalam toilet, buru2 dia mencari obat penenang didalam tasnya.
Setelah meminum obat itu, Rosie teduduk lemas dan memukul kepalanya agar bayangan masa lalu itu hilang. Kenapa hidupnya terasa begitu berat, orang yang dia sayangi kini menjauhinya, dan sekarang dia di pertemukan lagi dengan manusia yang hampir merusak hidupnya.
Drrtt Drrt Drrt...
Dering ponsel gadis itu menyadarkannya segera. Rosie dengan tangannya yang masih bergetar mencoba Mengambil hp nya,dan mengangkat panggilan itu. "H-halo yah"
"Kamu pulang sekarang, ada hal penting yang harus di bicarakan! "ucap ayah Mason dan langsung memutus telepon nya begitu saja.
Rosie mengatur nafasnya terlebih dahulu, setelah beberapa menit barulah gadis itu keluar dari toilet dan bergegas untuk pulang kerumah.
TBC..
Jangan lupa like dan votement nya