WHAT'S WRONG WITH HER

WHAT'S WRONG WITH HER
bab 11



Jane saat ini sedang berada di restoran untuk makan siang. Namun sialnya seluruh meja sudah hampir penuh dan hanya tinggal tersisa 1 meja saja. Dia sungguh malas untuk pindah tempat, karena hanya restoran ini yang dekat dengan butiknya.


Saat Jane hendak berjalan kemeja kosong itu, tiba2 saja seorang pria duduk dengan santainya, Jane berdecak sebal "Ampun deh gue udah laper banget ini. Duduk bareng tu cowok itu aja kali ya? "batinya.


"Ekhem mas permisi"Sapa Jane canggung.


Pria itu mendongakkan kepalanya dan menaikan sebelah alisnya seolah bertanya apa tujuan gadis di depannya itu.


Jane yang peka langsung saja tersenyum, "Saya boleh ikut duduk gak, semua meja udah penuh jadi... "


"Duduk !"titah pria itu dengan nada yang dingin.


"Anjir merinding, kulkas berjalan inimah "batin Jane bergidik ngeri.


Jane mulai memesan makanan, dan dia melihat kalau pria didepannya ini belum memesan satu pun makanan, "Mas mau sekalian saya pesanin? "tanya Jane hati2.


"Bisa sendiri " Lagi2 pria itu menjawab dengan singkat padat akurat. Dia langsung mengambil menu makanan yang berada di tangan Jane.


"Demi apa tipe gue banget, kulkas berjalan, cool, ganteng aduh mimpi apa gue bisa ketemu ni cowok "Pikirnya, tanpa sadar gadis itu tersenyum manis sambil mengamati wajah tampan pria yang berhasil membuatnya penasaran.


Sedangkan yang di tatap hanya focus memainkan ponsel nya tanpa sadar kalau gadis di depannya sudah klepek klepek dengan ketampanan paripurnanya.


Setelah pesanan datang, mereka langsung makan tanpa mengeluarkan kata apapun. Jane yang tidak tahan dengan kesunyian berdehem pelan. "Kalau boleh tau, masnya kerja apa? "tanya gadis itu.


"Dokter Bedah"jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari makanan.


Jane langsung tersenyum senang, tidak bakal salah pilih kalau pria ini akan menjadi masa depannya nanti. "Wah kebetulan sekali, saya memiliki masalah sama bagian hati saya dokter"


"Kenapa? "


"Hati saya rasanya di tumbuhin akar cinta gara2 ngeliat dokter" Kalau urusan ngalus gini Jane jagonya.


"Gila! "Ketus pria itu sambil menatap Jane tajam. Sedangkan yang di tatap hanya cengengesan.


"Emm dok"


"apa?" jawab pria itu ketus.


Jane tidak menyerah dia mencari cari lagi kata2 untuk membuat pria ini luluh. "Kalau jelasin penyakit pasien yang panjang kali lebar aja dokter bisa, mustahil kalau gak bisa nyebutin id line yang singkat untuk saya"Putus sudah urat malu Jane.


"Kamu boleh pergi sekarang!!"Usirnya, pria itu benar2 terganggu dengan ocehan jane yang tidak jelas.


Jane melototkan matanya, niat hati supaya pria ini terjebak dalam pesonanya, eh malah di usir. "Jangan usir saya dong dok, makanan saya aja belum abis"Tolak Jane.


"Kalau gitu diam!"


"iya2 maafin saya"


Mau tidak mau Jane diam, setelah selesai makan pria itu langsung beranjak dari duduknya. Jane yang melihat itu juga ikut berdiri dan menarik ujung lengan kemeja pria itu.


"Apa? "tanya pria itu kesal


"Nama sama nomornya dong"Jane mengeluarkan puppy eyes nya. Sambil mengarahkan hp nya ke pria itu.


Pria itu menghela nafas kasar, dengan cepat dia mengetik nomor dia di hp jane, setelah selesai dia langsung mengembalikan hp gadis itu.


"Udah, jauhin tangan kamu dari kemeja saya! "


"E eh iya maaf dok"


Pria itu langsung saja pergi dan melangkah lebar supaya jane tidak mengenjarnya. Sedangkan Jane sudah senyum2 tidak Jelas, namun saat pria itu hanya mengetik nomor nya tanpa nama membuat Jane sedikit kecewa, dia tidak bisa mengetahui nama dokter tampan itu.


"Gak papa deh, namain 'masa depan' aja"gumam Jane, bucin akut sudah dia.


Setelah tersimpan, Jane langsung saja menekan tombol telpon. Dan tak lama telpon itu di angkat. Jane rasanya ingin berteriak saja kalau ini tidak di tempat umum.


"Halo! "sapannya.


"Selamat Siang, saya Psikiater Reyhan, ada yang bisa saya bantu? "


"Anjir dikira gue gila apa? "Batin Jane


"Maaf saya salah sambung"ujar Jane dan langsung mematikan telepon nya, "Tunggu aja lo kalau ketemu lagi"


*___________*


Rosie berjalan dengan tergesa gesa, dia lupa akan meeting yang akan di lakukan dalam beberapa menit lagi. Dia tidak sadar saja kalau high heels nya sudah di ujung tanduk ingin patah.


Setelah sampai diruangan para kariawan langsung membungkuk hormat menyambut kedatangan bos mereka.


1 jam lebih meeting berjalan dengan lancar, hanya ada perdebatan2 kecil dari beberapa kariawan saat mangatakan pendapat. "Lalice!, kamu antar ke ruangan saya dokumen untuk pembangunan hotel di bali ya! "titah Rosie.


"Baik Nona bos kebetulan dokumen itu udah selesai sejak tadi pagi"Ujar Lalice.


Rosie langsung saja berjalan keruangan pribadinya. Saat masuk gadis itu terlonjak kaget saat melihat sahabat perempuannya yang kini duduk sambil mentapanya tajam.


"Kemana aja selama ini?, gue telpon gak di angkat, datengin ke rumah juga gak ada, segitu galaunya ya sampai lo ngelupain gue"Omel Jane.


"Baru aj.. AAAAA"


bugh...


Gadis itu terjatuh saat sebelah High heels nya patah, dan membuat tubuhnya tidak seimbang. "Kaki Gue"teriak Rosie saat melihat kakinya seperti berbelok arah.


"Astagfirullah Rosie sini2 gue bantu"panik Jane dan langsung memapah Rosie untuk duduk di sofa.


Jane langsung berjongkok didepan Rosie. "Aww"


"Tahan bentar"Ujar Jane sembari mencoba mengurut pelan kaki Rosie.


"pelan2 napa?,, sakit bego!!"Kesal Rosie.


"Ya ini udah pelan, lo mah lebay banget"Jawab Jane yang tidak kalah ngegasnya kepada Rosie. Dengan cepat Jane menyentak kaki Rosie.


"JANE GILA SAKIT BANGET HIKSS.. PELAN PELAN HUWAAA"Pekik Rosie dan langsung menjambak rambut Jane keras.


"Anjir rambut gue gak usah lo jambak juga"Geram Jane, mungkin kalau sahabatnya ini tidak kesakitan Jane akan menjambak balik rambut Rosie.


Setelah merasa kaki rosie sudah pada posisinya jane langsung bertanya "gimana udah mendingan kan? "


"Iya udah enakan"Ujar Rosie girang sambil memutar mutar kakinya.


Namun dibalik pintu ruangan itu ada orang yang kini telah salah paham. Lalice lah oranganya, gadis itu menatap horor ruangan bosnya sambil bergumam, "Jadi selama ini nona boss emang belok? "


Gadis itu niat hati ingin memberikan domuken kepada bosnya, namun setelah di depan pintu dia samar2 mendengar sesuatu yang seharusnya tidak dia dengar.


"Aww"


"Tahan bentar"


"pelan2 napa?,, sakit bego!!"


"Ya ini udah pelan, lo mah lebay banget"


"JANE GILA SAKIT BANGET HIKSS.. PELAN PELAN HUWAAA"


"Anjir rambut gue gak usah lo jambak juga"


"gimana udah mendingan kan? "


"Iya udah enakan"


Kurang lebih itulah yang telah didengar Lalice. Sungguh situasi yang sangat luar biasa untuk membuat kesalah pahaman. "Saya puter balik aja kali ya?, bisa dipecat saya kalau ganggu nona boss lagi na enak"gadis itu berlari terbirit birit dari ruangan itu.


Tepat setelah lalice pergi, Jane dan Rosie keluar dari ruangan dengan posisi jane membantu memapah Rosie untuk berjalan karena kaki gadis itu masih sedikit sakit.


Saat perjalanan mereka bertemu dengan Lalice dan beberapa rekan satu divisinya sedang berkumpul. Lalice yang melihat bosnya yang kesusahan berjalan sampai meringis.


"gila!, pantesan aja jadi kayak gitu, orang nona bos aja sampe teriak2"batin Lalice.


"Kalian kenapa malah ngerumpi gitu, mau di pecat! "Tegur Rosie tegas yang langsung membuat mereka semua bubar.


"galak juga ya lo"ujar Jane sedikit tidak terbiasa melihat sisi tegas sahabat nya itu.


"Kalau gak di gituin, mereka gak bakal nurut"


Tiba2 saja, Jane melepas badannya dari tubuh Rosie, hingga membuat gadis itu sedikit terhuyung. "Anj Jane, mau mati lo ya


main ngelepas aja" ucap Rosie tak terima.


"Lo berat juga anjir, jalan sendiri sakit bahu gue ngegotong lo"ujar Jane sambil memijat mijat bahunya yang terasa pegal.


"heh sadar diri dong, lo juga sekarang gendutan, pipi lo juga dower, pantat lo makin lebar, lemak perut ketara, masih mendingan juga gue kali "Kalau sudah berdua seperti ini muncul lah sisi bar bar mereka.


"Mau nyobain lipstik lem gila gak?, biar sekalian tuh mulut gak kebuka seumur hidup"Ucap Jane beserta roslling ayes julidnya.


"Emang ada ya nama brand lipstik namanya lem gila?"tanya rosie dengan polosnya, yang membuat jane ingin sekali menggeplak kepala sahabatnya itu.


"INI NI AKIBAT ANAK KURANG PERGAULAN, LEM GILA AJA LO GAK TAU, BEGO EMANG. DAH LAH MALES" teriak Jane dan langsung masuk kedalam mobilnya begitu saja meninggalkan rosie yang masih mengernyit bingung.


"Nanya baik2 kok malah ngegas sih?, dahlah nanti nyari di google aja, siapa tahu bagus untuk bibir seksi nan lembut gue"Gumam Rosie.


"JADI GAK SIH BERANGKATNYA PANAS INI!!"Geram Jane dengan tidak santainya.


"LO MAKAN MICROPON APA GAS KOMPOR SIH?, DARI TADI NGOMONG GAK ADA SELOWNYA AMAT"


"Emang gue idup lo yang bawaan nya selow tar berujung melow"


"Anjir Lo"


Dan mau tak mau Rosie berangkat dengan Jane menggunakan mobil masing2.


TBC


Jangan lupa like dan votement nya para readers