WHAT'S WRONG WITH HER

WHAT'S WRONG WITH HER
Bab 1



Kilatan flash kamera begitu beruntun saat melihat gadis dengan balutan dress mahalnya keluar dari mobil yang seharga kurang lebih 6 milliar itu. Siapa pun pasti tahu siapa gadis yang baru saja keluar itu.


Dia Rosiella Ananta Prima, putri tunggal dari Mason Prima yang merupakan CEO ternama yang sangat di segani di Indonesia maupun di Luar Negeri. Gadis itu kini menghadiri acara khusus untuk para pembisnis sukses sepertinya.


Ya tak heran lagi, Rosiella merupakan seorang CEO muda yang menangani anak perusahaan ayah nya yang dulu hampir gulung tikar, kini telah berjaya karena kerja kerasnya.


Gadis itu berjalan dengan anggunnya, tak lupa dia memberikan senyuman ke arah kamera2 yang menyorotnya, walaupun senyuman itu sangat tipis, justru itu makin menambah kecantikan seorang Rosiella


Setelah masuk kedalam gedung, Gadis itu menangkap seseorang yang tak asing lagi di matanya. "Jeffrey! "Panggilnya sambil menepuk pelan bahu pemuda itu.


"Astagfirullah rosie, lo mau bikin gue jantungan apa gimana sih datang tiba2 kayak setan aja tau gak"omel Jeffrey sambil mengelus elus dadanya.


Rosie hanya menyengir lebar, "Lagian lo sih gak mau nungguin gue berangkat bareng"


"Males gue nunggin lo lama banget, mendingan kan gue nemuin orang yang bakal kerjasama sama perusahaan gue aja, kan lebih bermanfaat"


Rosie hanya merotasi bola matanya jengah. "Serah lo deh, gue lagi males debat"pasrahnya.


Jeffrey dan rose sudah bersahabat semenjak mereka duduk di bangku SMA, sudah hampir 12 tahun mereka bersahabat. Mengingat usia mereka berdua telah menginjak 27 tahun namun belum ada sekalipun pemikiran dua manusia itu untuk menikah.


"Jeff gue ke toilet dulu ya, kebelet gue"bisik Rosie pada jeffrey yang duduk di sampingnya.


"Yuk! "ajak Jeffrey yang juga ikut berdiri


"Ngapain? "


"Ikut lo ke toilet"


Kalau tidak di tempat umum mungkin rosie sudah menendang Jeffrey saat ini juga. "Owh mau ikut ya?, ya udah yuk gak papa, tapi jangan salahin gue tar punya lo kepotong untuk yang kedua kalinya"ucapnya dengan lembut.


"Hehe gak jadi deh, kan ini buat masa depan lo sama gue"Cande jeffrey yang justru membuat hati rosie rasanya teriris.


"Kenapa sih jeff lo buat gue kayak gini, sakit tau gak"batin rosie.


"Udah deh gue pergi dulu, awas lo kemana mana"


"iya iya, kayak anak kecil aja di buat kayak gitu, aku kan udah dewasa"ucap jeffrey dramatis beserta gaya imutnya


"Apa sih jeff jijik deh gue"ujar rose dan langsung melangkah mencari toilet di gedung nan mewah itu.


*______________*


Rosie berjalan santai keluar dari toilet itu, Namun Saat di perjalanan dia melihat pria begitu tampan berdiri di seberang sana. Dan Naasnya rosie sampai tidak melihat di depan ada seorang pria yang tengah sibuk memainkan ponselnya.


Bugh..


Prank..


Bunyi gelas yang terjatuh dari tangan pria itu mengundang banyak mata melihat ke arah


mereka termasuk Jeffrey.


"Kamu Punya mata gak sih, gak ngeliat apa di depan ada orang, jas saya jadi kotor tau gak"omel pria itu saat melihat pakaiannya kini habis terkena minuman yang dia pegang tadi.


"Kamu yang buta, jelas2 saya ada mata begini di bilang gak ada mata,"Omel rose yang tak kalah ngegasnya, sambil membersihkan dresnya yang juga terkena jus.


"Saya baru tahu kalau seorang Rosiella Ananta Prima itu rupanya tidak punya sopan santun"ucap pria itu.


Rose mengepal tangannya kuat. "Tolong ya jangan memperbesar masalah, cuma di tumpahin juss doang kamu jadi seenak nya menilai saya seperti itu"


Jeffrey yang melihat suasana seakan mencekam, dengan segera dia mendatangi rosie dan pria di depannya yang kini saling menatap tajam. "Saya minta maaf atas kelakuan teman saya pak Sean"ucap jeffrey tak enak hati.


Kenapa Jeffrey tau namanya?,karena sean lah yang menjadi rekan bisnisnya nanti.


"Rosie minta maaf gih"bisik Jeffrey.


"Gak mau, gue mau pulang aja"ketus rosie lalu melenggang pergi meninggalkan Pria bernama Sean yang menatapnya kesal sambil geleng2 kepala.


"Sekali lagi saya minta maaf atas nama teman saya pak"ucap Jeffrey sambil membungkukan sedikit badannya.


"Gak papa pak Jeffrey, cuma bilang ya ke nona Rosiella kalau salah itu minta maaf"ujar Sean. "Ya udah saya pamit pulang dulu badan saya rasanya lengket banget"lanjutnya.


"Iya pak hati2"


*____________"


"Assalamualaikum "


"Waalaikum salam, anak bunda udah datang rupanya, gimana acaranya---lah ini baju kamu kenapa jadi basah kayak gini?"tanya bunda dara saat melihat dress bagian depan rose basah.


"Tau tu, ada orang gila yang numpahin jussnya kebaju aku"kesal rosie.


"Kok orang gila bisa masuk ke dalam sih, acara itukan cuma untuk orang2 penting. Para security jugak gak bisa apa nahan orang gila biar gak masuk? "omel bunda dara yang makin membuat rose makin darah tinggi saja.


Ingin sekali dia bilang, "bunda tuh bego apa gimana sih? "tapi di urungkan, dia tidak ingin jadi anak durhaka.


"Udah ah bund oci mau mandi dulu"pasrah rosie pada akhirnya.


Rosie langsung masuk kedalam kamarnya dan dengan segera dia melepas dress yang membalut tubuhnya hanya menyisakan pakaian dalamnya saja.


"Seksi amat neng"


Rose terlonjak kaget dan langsung melempar dress yang ada di tangannya sehingga mengenai wajah manusia yang sudah membuat jantungnya hampir turun ke perut itu.


"Astagfirullah Jane, lo kenapa gak bilang2 sih ada di kamar gue"kesal rosie.


"Emang bunda gak ngasih tau ya kalau gue di kamar lo?"tanya jane sembari mendudukan dirinya di atas ranjang.


"Gak"


"Karma ni gua gara2 ngagetin Jeffrey tadi"batin rosie.


"Ngapain lo kesini?, tumben banget gak sibuk emang"tanya rosie.


"Pakai bathrobe gih dulu, malu gue liatnya anjir"ujar jane sambil melempar bathrobe yang bergantungan ke arah rosie.


Rose hanya mengangkat alisnya. "Gua yang kayak gini kok lo yang malu sih?, Aneh banget"dumel rosie tak habis pikir dengan sahabatnya itu. Tapi dia tetap memakai bathrobenya.


"Ye gue cuma gak mau mata gue kena zina gara2 ngeliat lo, lagian Gue juga punya, ngapain ngeliatin punya orang"


"Serah lo deh, jadi lo ngapain kesini?"tanya rosie lagi.


"Gini ci gue mau curhat sama lo, mumpung kita sama2 gak sibukan" Ucap jane sambil menampakan wajah seriusnya.


"Hm, jadi apa?"Ujar rosie tak sabaran sambil memperbaiki posisi duduknya.


"Lo sama Jeffrey kan udah kenal lama kan, lo pasti tau dong siapa cewek yang dia suka"Ucap Jane, mengingat dia baru 1 tahun kenal dengan Jeffrey, berbeda dengan rosie yang udah kenal hampir 12 tahun.


"Jeffrey gak pernah bilang ke gue kalau dia suka sama seseorang deh kayaknya"jawab rosie yakin.


"Masa sih?, tau gak akhir2 ini tu Jeffrey perhatian banget sama gue, bukannya gue pede apa gimana sih tapi kayaknya jeffrey tuh suka sama gue"jelas jane yang membuat hati rosie seakan tertusuk sesuatu, rasanya sangat sakit.


Memang benar adanya selama 5 tahun ini dia menahan perasaan sukanya terhadap jeffrey. Benar kata orang2 kalau persahabatan cewek sama cowok itu pasti akan menjadikan salah satu dari mereka korban cinta bertepuk sebelah tangan.


"Masa sih jan?, gue gak yakin, soalnya Jeffrey tu orangnya emang humble banget apalagi sama gue hampir setiap hari di perhatiin"Jawab rose susah payah, gadis itu rasanya ingin menangis saja.


Selama dia kenal dengan jeffrey, pemuda itu tidak pernah memperhatikan wanita lain selain ibunya dan juga dirinya. Tapi kenapa jeffrey tiba2 perhatian ke jane?.


"Iya juga sih, tapi kalau dia beneran suka sama gue gimana? "tanya jane lagi, dan rosie muak dengan keadaan ini. Jane itu sahabatnya sejak meraka masih sekolah dasar.


Tapi di saat mereka menginjak bangku SMA, jane pindah ke Australia dan baru pulang ke indonesia 1 tahun ini dan menjadi seorang Designer sekarang.


"Lo tolak aja"jawab rosie spontan.


Jane mengernyit bingung. "Kenapa Emang, siapa sih yang gak mau sama Jeffrey,dia ganteng, kaya, pintar aduh rosie dia tu 80 persen hampir sempurna"


"Pokoknya lo harus tolak, jangan2 lo suka ya sama jeffrey"ujar rosie curiga dengan gelagat jane.


"Tapi pliss jangan kasih tau siapa2 apalagi jeffrey...."jane menarik nafas pelan sebelum menjawab pertanyaan rosie"...gua suka sama Jeffrey "jawabnya kemudian.


Rosie langsung berdiri tegak mendengar jawaban jane, sakit banget rasanya, dan membuat rosie menjadi dilema. Dia tidak ingin melukai perasaan jane tapi satu sisi dia masih tidak bisa terima kalau jeffrey harus bersama wanita lain.


"Tapi bo---"


"Jane lo mending pulang deh sekarang!!" Potong rosie dengan cepat, jujur saja dia tidak ingin mendengar curhatan jane tentang jeffrey lagi.


"Lah kenapa lo jadi ngusir gue sih"tanya jane bingung.


"Gue baru inget, kalau gue ada janji ketemuan sama orang sekarang juga"bohong rose.


Jane merasa sedikit kecewa, padahal dia masih ingin memceritakan banyak hal"Gitu ya, ya udah deh gue pulang aja, udah malam juga, assalamualaikum"


"Waalaikum salam warohmatullah hiwabarokatuh"jawab rosie dengan alimnya.


"Tumben banget jawab salam paket lengkap, biasanya juga tinggal "salam"nya doang"protes jane.


"Apasih mau lo!, jawab panjang salah pendek apalagi!, emang ya hidup gue tu gak pernah luput dari serba salah"ucap rosie dramatis yang membuat jane menonyol keningnya.


"Gue balik dulu"


Setelah jane pergi rosie dengan cepat mengunci kamarnya. Gadis itu meringkuk di tempat tidurnya sambil menangis kejar yang sejak tadi dia tahan.


"Lo kenapa sih harus suka sama Jeffrey, bodoh tau gak"teriak rosie, untungnya kamar rosie kedap suara jadi siapapun tidak akan mendengar keluh kesahnya.


Drrt... Drrt..


Rosie tidak mengubris handpone nya yang terus berbunyi. Gadis itu terus menerus memukul bantal untuk meluapkan emosinya.


"Siapa sih, ganggu aja"omel rosie.


Akhirnya Gadis itu mengambil hp nya dan terlihat notif pesan dari jeffrey disana.


Jeffrey :


Buka link yang gue kirim.


//http//instagram........


Dengan segera rosie menekan link itu dan munculah video perkelahian rosie dan sean di acara tadi.


"Anjir siapa yang udah ngerekam ni video?"pekik rosie.


Hp rosie kembali berbunyi, dengan cepat gadis itu menekan tombol hijau saat melihat nama jeffrey disana.


"Rosie lo udah buka kan?"


"Gue harus gimana jeff,ayah pasti bakal marah sama gue"


"Lo tenang ya, gue bakal kesana sekarang buat jelasin ini ke om"


"Tapi jeff__"


Tok..Tok.. Tok..


Pintu kamar rosie di ketuk dengan kasar bahkan mungkin itu gedoran. Rosie menduga pasti itu adalah ayahnya.


"Rosie itu suara apaan, lo gak perlu keluar"


"Jeff gue nanti ngehubungin lo lagi"ucap rosie dan langsung menutup telepon nya. Dengan berat hati gadis itu melangkah menuju pintu kamarnya.


Dan benar saja, ayah nya telah berdiri di depan kamarnya dengan mata yang di penuhi amarah.


"Ayah rosie bisa___"


PLAK...


"AYAH" pekik dara


"Kenapa kamu tidak bisa menjaga sikap ha!,,kamu udah membuat nama ayah tercoreng dengan sikap kamu itu"Bentak ayah mason.


Rose merasakan panas bukan main di pipi kirinya, air mata gadis itu mengalir begitu saja. "Percuma ayah mendidik kamu jadi anak yang baik2, kalau kamu masih bersikap seperti tidak punya etika, Kalau bukan karena aku perlu pewaris, kamu udah saya buang dari keluarga saya"


"Aku juga gak mau kayak gini, ini semua juga gara2 ayah yang maksa aku masuk kedunia bisnis, aku udah gak sanggup yah, aku selalu di kekang, aku juga pengen bebas kayak orang orang bisa mencapai apa yang mereka mau"rosie meninggikan nada suaranya, dia tidak peduli sudah cukup dia selalu mengalah dengan ayahnya.


Dara dengan segera menangkap tangan Mason yang hendak menampar rosie lagi. "Kamu udah gila mas, rosie gak seharusnya di perlakukan kayak gini, kamu udah keterlaluan, punya anak satu2nya kayak gini bukan malah di sayang tapi kamu malah ngekang dia"


"Kamu jangan ikut campur, seharusnya kamu itu ngelahirin anak laki2 bukan rosie yang memang gak ada gunanya,kamu tahu musuh kita itu banyak, mereka akan mencari celah buat ngejatuhin perusahaan ayah"Mason mengempas tangan Dara kasar dan langsung meninggalkan mereka.


Rosie terduduk lemas, hanya menangis yang bisa dia lakukan sekarang. Dara dengan segera memeluk putrinya itu, dia juga ikut menangis, tak habis pikir dengan kata2 yang di lontarkan oleh suaminya.


"aku emang gak berguna bund hiks.. Aku cuma nyusahin ayah aja"lirih rosie.


Dara semakin mengeratkan pelukannya dengan rosie. "Itu gak bener sayang, rosie anak bunda yang paling hebat, gak ada yang bisa ngalahin kehebatan anak bunda.."


"bund aku udah gak mampu sama sikap ayah"


Dara menyeka air mata putrinya dan membantu rosie untuk berdiri dan duduk di tepi ranjangnya. "Kamu gak boleh nyerah, kamu harus bisa buktiin ke ayah kalau kamu itu lebih hebat dari yang ayah pikirkan"


Rosie mengangguk pelan. Omongan dara ada benarnya juga, dia harus bisa membuktikan kepada ayahnya kalau dia tidak selemah itu. Walalupun mungkin pengorbanannya selama ini hanya di anggap angin lalu oleh ayahnya.


TBC...


Jangan lupa like vote dan koment :))